
Kini Diva dan yang lainnya sudah berkumpul di gazebo di pinggir kolam renang yang ada di halaman belakang rumah Kenan. Kenan sudah tak lagi murung seperti tadi karena mendengar candaan dan kelucuan yang Ray perlihatkan bersama dengan anak kembarnya, di tambah lagi Rendra dan Nendra yang memperebutkan dedek Kia. Sedangkan Abang Khay duduk di pangkuan Ayahnya sambil bermain ponsel, dengan kalemnya.
"Wahhh Bang, sepertinya ponsel kamu lebih menarik dari kita-kita." Ujar Ray kepada Abang Khay.
"Iya Om, lagi selu nih, om jangan ganggu." Ucap Khay datar tanpa beralih pada permainan gamenya.
"Datar amat bang ?" Sahut Lani melihat ekspresi bocah laki-laki itu.
"Kalau tidak datar dia bukan anaknya bapaknya, kamu tahu sendirikan bapaknya." Sahut Diva.
"Bener Div, suami kamu bukan hanya datar, tapi dingin juga." Ujar Lani.
"Satu lagi, POSESIF..." Timpal Ray menekankan kata terakhirnya.
Kenan mendengar perkataan Sahabatnya itu beralih menatapnya dengan tatapan tajamnya.
"Mentang-mentang gue enggak bisa bicara, elo seenaknya aja ngatain gue, awas kau Ray, kalau gue pulih kembali !!" Ucap Kenan dalam hatinya terus menatap tajam Ray, sedangkan yang di tatap berpura-pura tak melihat hal itu.
"Kamu beruntung yank, andai saja Kenan seperti dulu kamu sudah di beri pelajaran beruang kutub itu." Seru Lani terkekeh di ikuti Yang lainnya, sedangkan Kenan mendengus kesal.
"Yah, ayah tenang saja, bial aku yang membeli pelajalan buat om Ray." Sahut Abang Khay kemudian turun dari pangkuan ayahnya itu, tanpa aba-aba Khay langsung menggigit lengan Ray tanpa ampun, membuat Ray meringis kesakitan dan memohon kepada boca laki-laki itu agar melepaskan gigitannya.
"Lepas bang, ampun....!" Mohon Ray memelas.
"Minta maaf dulu cama ayah !" Seru Abang Khay masih menggigit lengan Ray. Bayangin aja ya readers bagaimana cara Abang Khay bicara yang masih mengigit Ray.
"Nan, maaf ya, dan tolong bilang sama anakmu ini supaya melepaskan gigitannya dari gue." Ucap Ray dengan wajah memelas kearah sahabatnya itu.
"Abang lepas sayang gigitannya, kasihan omnya !" Seru Diva.
Khay langsung melepaskan gigitannya lalu menatap tajam Ray.
"Awas ya Om, kalau om berani sama ayahku !!" Ancam Khay kemudian bocah laki-laki itu bertos ria pada ayahnya setelah kembali menghampiri Kenan tak lupa ia kembali naik di atas pangkuan ayahnya.
"Benar kata pepatah buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya." Ujar Ray melihat sikap dan sifat Abang Khay sebelas dua belas dari Kenan.
"Sama aja kek anak-anak elo, kagak ada bedanya, suka gangguin orang, tuh liat si twins gangguin dedek Kia Mulu !" Seru Diva melihat tingkah kedua anak kembar itu yang tak mau jauh dari dedek Kia dan menganggu anak perempuan itu, bahkan mereka berebutan ingin mengajak dedek Kia bermain.
"Onty Iva dedek Kia cama aku aja ya !" Ucap Rendra anak pertama Ray dan Lani.
"Enak aja, dedek Kia cama atu tau, iya kan onty ?" Tanya Nendra adik kembar Rendra.
"Dedek Kia main sama kalian berdua, Ok !!" Ucap Diva tersenyum kepada kedua anak kembar menggemaskan tersebut.
Sedangkan Dafa dari tadi hanya diam menyimak mereka, ia masih merasa canggung untuk bercanda dengan Ray, karena baru kali ini mereka bertemu sedekat ini.
__ADS_1
Tiba-tiba Ponsel Dafa berdering tanda panggilan masuk, Dafa pun langsung menjawabnya.
📞 "Halo Ki, ada apa, apa ada masalah di kantor ?" Tanya Dafa.
📞 "......
📞 "Baiklah lusa aku akan kembali ke kota Z setelah urusan yang disini selesai."
📞 "....
📞 "Iya, ada seseorang yang mau bicara denganmu, katanya penting." Ucap Dafa membuat Diva dan yang lainnya kompak mengerutkan keningnya, saat mendengar Dafa mengatakan kalau ada yang ingin bicara dengan kawan bicaranya di telfon.
Dafa langsung menekan mode speaker ponselnya lalu meletakkan di atas meja yang ada di gazebo.
📞 "Ki...ini sahabat-sahabat kamu mau bicara." Ucap Dafa.
"Dafa, maksud loh Kiki, Kiki sahabat kita dulu waktu SMK ?" Tanya Lani dan langsung di angguki Diva.
"Coba tanya aja langsung !" Seru Dafa.
📞 "Halo Pak Dafa, kamu masih disana kan ?" Ucap Kiki menyebut Dafa dengan menambahkan kata pak di depannya.
📞 "Iya, ini Lani dan Diva sahabat kamu mau bicara." Ucap Dafa.
📞 "Halo Ki, ini beneran kamu kan, Kiki mami kami saat sekolah dulu kan ?" Ucap Lani antusias.
📞 "Iya, ini gue Kiki, kok kalian bisa barengan?"
📞 "Iya tadi pas gue mau ke rumah Diva, gue enggak sengaja bertemu Dafa di swalayan, dan sekalian aja gue ajak Dafa bergabung." Jelas Lani.
Mereka bertiga melanjutkan obrolan mereka dan mengabaikan ketiga pria yang masih berada disana, dan menyerahkan anak-anak kepada Dafa dan Ray untuk mengawasi mereka, sedangkan Khay masih tetap kalem di pangkuan ayahnya.
Tak lama mereka mengobrol lewat telpon akhirnya obrolan mereka berakhir, dan membuat janji berkumpul di lain waktu.
"Oh i
ya Daf, kok bisa Kiki kerja di tempat elo ?" Tanya Diva kepo.
"Panjang ceritanya Div, waktu itu gue ketemu Kiki di Cafe, sepertinya dia sangat membutuhkan bantuan, dan akhirnya gue membantunya dengan mempekerjakan dia sebagai sekrtarisku, yang kebetulan aku butuh sekertaris baru." Jelas Dafa.
"Bantuan ? Bukannya dia bekerja di salah satu perusahaan yang cukup besar di kota Z ?" Ujar Lani.
"Dia ada masalah di perusahaan sebelumnya, ada seseorang yang memanipulasi laporan keuangan, dan dia yang harus menanggung semuanya." Jelas Dafa membuat Diva dan Lani merasa sedikit bersalah dengan sahabatnya satu itu, setiap Kiki ada kesulitan mereka pasti tidak pernah mengetahui langsung dari sahabatnya itu.
"Kok dia enggak cerita sama kita, apa dia sudah tak lagi menganggap kita sebagai sahabatnya." Ujar Lani dan di angguki Diva.
__ADS_1
"Mungkin dia tak mau membebani kalian, karena ia tahu kalian pasti sibuk dengan kehidupan kalain masing-masing apalagi kalian berada jauh dari kota Z, sedangkan Hera dan Rafa yang tinggal di kota Z, mereka berdua saat itu mereka tidak ada di tempat, katanya mereka sedang liburan di luar negeri waktu itu." Jelas Dafa panjang lebar, karena Kiki sudah cerita kepadanya.
"Sudah berapa lama Kiki menjadi asisitenmu ?" Tanya Lani.
"Sekitar 2 bulan kurang lebih." Sahut Dafa.
"Hati-hati Daf, bisa saja sekertaris jadi sekertaris kehidupan kamu." Ujar Lani.
"Maksudnya ? Kagak ngerti gue." Sahut Dafa mengernyitkan keningnya.
"Jadi istri." Sahut Diva.
"Enggak mungkin, Kiki yang cuek gitu mikirin hal gituan." Ujar Dafa meminum minumannya.
"Tidak ada yang tidak mungkin Daf, bagaimana kalau kamu coba dekati dia !!" Seru Diva.
"Lagian kalian setau gue kalian sama-sama jomblo kan." Timpal Lani.
"Dari mana Lo tau kalau gue jomblo, kita aja baru ketemu nih hari kan ?" Ujar Dafa kepada Lani.
"Model kayak elo punya pasangan, kagak mungkin, siapa juga yang mau sama elu, kasing luar aja Ok, tapi dalamnya behhhh, HANCUR...." Ejek Lani menekankan kata terakhirnya.
"Dasar lu malampir, pedes amat lu ngomong, kok Beta ya suami lu sama orang kayak lu ini, lu pelet ya ?" Seru Dafa sedikit kesal lalu melempar potongan kookies ke arah Lani.
"Enak aja, Ray itu sudah cinta mati Ama gue, mana ada gue pelet-pelet." Sargah Lani balik melempar Dafa menggunakan potongan kookies yang di gunakan Dafa tadi.
"Gue heran sama laki-laki di kota Xx ini, kok bisa-bisanya mereka bucin maksimal sama wanita bar-bar kayak lu pada." Ujar Dafa menunjuk Diva dan Lani sembari menggelengkan kepalanya.
"Bukannya kamu juga sempat bucin sama si Diva ?" Sahut Lani membuat Diva mencubit lengan Diva lalu melototkan matanya kearah sahabatnya itu. Diva takut Kenan menjadi mendiaminya lagi gara-gara mulut ember Lani.
Dan benar saja Kenan langsung menatap Diva dengan tatapan datar, dan Diva yakin suaminya itu kembali dalam mode cemburu.
"Itu dulu sekarang sudah enggak, gue nyesel banget sudah menyukai wanita bar-bar kayak kalian." Ujar Dafa.
"Yank, sudah-sudah itu anak kamu nangis lagi !!" Seru Ray melihat Nendra nangis.
"Kenapa lagi sih Yank, tenangin dong !" Ujar Lani kemudian menghampiri anaknya itu.
Setelah menenangkan putra kembarnya yang bertengkar gara-gara ngerebutin dedek Kia, Lani kembali bergabung dengan yang lainnya, melanjutkan obrolan mereka, hingga sore tiba Lani dan Ray pamit untuk segera pulang, begitupun dengan Dafa.
Bersambung....
Maaf ya readers kalau ceritanya sedikit membosankan, soalnya aku sedikit mau menambahkan cerita Dafa dan kehidupan Diva dan keluarganya pasca Kenan bangun dari komanya.
"Terimakasih.....🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️
__ADS_1