
Ke esokan harinya, Diva dan Kenan masih bersiap-siap di kamarnya, hari ini rencananya mereka akan merayakan pencapaian Kenan di sebuah resort yang berada tak jauh dari kota Xx. Kenan berhasil mendapatkan penghargaan di dua kategori membuat Pak Salman merasa sangat bangga pada Putra semata wayangnya, jadi hari ini Pak Salman juga Pak Fikram berencana akan gabung bersama Kenan dan yang lainnya, tak lupa pula pada kedua bunda tak mau ketinggalan.
"By, Apa kita berangkat sekarang, apa tidak perlu menunggu Ayah ?" Tanya Diva sambil mempersiapkan keperluan baby Khay.
"Tidak perlu kita tunggu mereka yank, mereka akan menyusul ke resort." Sahut Kenan merapikan tatanan rambutnya di depan cermin.
"Oh...." Diva hanya ber Oh ria saja menanggapi.
"Apa semuanya sudah beres yank ?" Tanya Kenan.
"Sudah by, kamu turun duluan aja, aku mau jemput baby Khay dulu di kamarnya." Ujar Diva.
"Bi Siti kenapa enggak ikut sih Yank ?" Tanya Kenan.
"Bu Siti enggak bisa ikut by, katanya ia akan menemani ponakannya yang sedang dirawat di rumah sakit." Jelas Diva.
"Ya sudah sini tasnya mana, biar sekalian aku bawa turun!" Seru Kenan.
Diva memberikan sebuah tas kecil berisikan pakaiannya pakaian Kenan juga beberapa keperluan mereka beserta keperluan baby Khay, untuk persiapan di resort karena rencananya mereka akan menginap.
🍀🍀🍀
Kini semuanya sudah dalam perjalanan menuju resort, Kenan sengaja menyewa sebuah mobil bus mini agar mereka bisa satu mobil, mobil tersebut di lengkapi pasilitas lengkap seperti Toilet, juga sebuah tv berukuran 24"inci.
Para lelaki duduk di kursi bagian belakang, sedangkan para wanita duduk di bagian depan sambil bermain bersama Abang Raydan juga baby Khay yang tidak tidur.
"Ra, menurut perkiraan dokter kapan kamu akan lahiran ?" Tanya Diva kepada Hera.
"Menurut perkiraan dokter, saat pemeriksaan terakhir, mungkin kurang lebih sebulan lagi Div." Jawab Hera sambil mengajak baby Khay mengobrol yang berada di pangkuan Diva yang duduk di sampingnya.
"Kalau kamu Kan, kapan ?" Kini Hera bertanya kepada Lani yang duduk berhadapan dengannya.
"Kata dokter saat pemeriksaan terakhir dua atau seminggu lagi sih Ra." Jelas Lani.
"Ra, aku perhatikan kamu kurusan, apa kamu banyak pikiran ? Soalnya ibu hamil pada umumnya berat badan mereka meningkat saat hamil." Ujar Diva.
"Enggak apa-apa kok Div, mungkin saja aku beda dari ibu hamil lainnya." Ucap Hera.
"Ra, apa kamu tidak ingin cerita dengan kami ? Apa kamu masih menganggap kami sahabat?" Ucap Lani.
Diva mengerutkan keningnya bingung mendengar ucapan Lani, pasalnya ia tak mengetahui permasalahan Hera juga Rafa, karena baik Rafa dan Hera tidak pernah terbuka dengan Pernikahan mereka, dan Diva menganggap hubungan keduanya baik-baik saja.
__ADS_1
"Ra, apa maksud perkataan Lani, apa selama ini kalian menyembunyikan sesuatu dariku ?" Tanya Diva menatap Hera sahabatnya.
"Div, dia tidak bakalan cerita, yang jelasnya hubungan Rafa dan Hera sedang tidak baik-baik saja, karena Rafa belum bisa melupakan kejadian masa lalunya, dan belum bisa menerima Hera, selama ini Rafa hanya merasa bertanggung jawab dengan anak yang di kandung Hera, tidak lebih." Jelas Lani.
"Apa benar begitu Ra ?" Diva kembali menatap manik mata Hera berharap Hera berkata jujur, namun Hera hanya terdiam sambil menundukkan wajahnya menahan air matanya agar tak terjatuh, namun karena diamnya Hera Diva menganggap yang di katakan Lani benar.
"Lani, kamu tahu dari mana masalah ini, dan apa lagi yang kamu tahu ?" Diva kemvali menatap Lani.
"Aku dengar pembicaraan Hera dan Kiki saat aku ke kota Z beberapa bulan lalu, saat kami janjian untuk bertemu, aku juga tahu kalau sebenarnya Hera sudah menaruh perasaan lebih kepada Rafa jauh sebelum mengenal Rafa mengenal Sisi, tapi ia berusaha memendamnya sendiri karena ia tak mau merusak hubungan persahabatan kalian sejak kalian SMP." Jelas Lani.
"Benar begitu Ra.?" Tanya Diva dan langsung di angguki Hera.
"Dan satu lagi Div, Hera sudah mempersiapkan perceraian mereka setelah ia melahirkan." Lani menceritakan semua yang ia dengar saat itu membuat amarah Diva memuncak, Diva segera beranjak dari duduknya.
"Kamu mau Kemana Div ?" Hera menahan lengan Diva.
"Aku mau memberi pelajaran kepada pria br****k yang bernama Rafa itu." Emosi Diva.
"Diva, kamu tenang dulu ! Nanti kamu bisa bicarakan soal ini kepada Rafa setelah kita pulang dari liburan ! Cegah Vara.
"Tap...
"Diva, apa kamu ingin merusak momen keberhasilan suamimu ?" Sargah Vara.
Sedangkan di bagian para laki-laki, mereka tampak mengobrol, sambil melontarkan candaan mereka, sehingga membuat tawanya terdengar di bagian para wanita.
"Eh...Eh... Nan, itu istri kamu kenapa ?" Tanya Arka saat melihat raut wajah Diva memerah seolah menahan emosinya.
Kenan menoleh kearah istrinya berada dan mendapati Diva mendudukkan dirinya kembali di samping Hera dengan wajah terlihat sangat kesal.
"Tuh singa betina kenapa lagi ?" Ujar Ray saat ikut melihat Diva.
"Enggak tau juga sih." Sahut Kenan.
"Apa kamu enggak memberikan jatah semalam ?" Asal Ray dan langsung mendapatkan geplakan di kepalanya dari Kenan.
"Apa aku salah bicara ?" Ujar Ray watados (Wajah tanpa dosa).
"Salah !!" Ujar ketiganya hampir bersamaan membuat Ray hanya menggaruk kepalanya yang sama sekali tak gatal.
🍀🍀🍀
__ADS_1
"Kak, apa kak Arka memiliki kenalan yang bisa menyelidiki seseorang ?" Tanya Kenan merubah topik pembicaraan mereka kearah yang serius.
"Ada, emangnya kenapa ?" Tanya balik Arka.
"Aku ingin menyelidiki seorang wanita, yang kini menjadi partner bisnis ku kak, aku memiliki kecurigaan terhadapnya." Jelas Kenan.
"Curiga kenapa ?" Tanya Rafa dan diangguki Arka juga Ray.
Kenan menceritakan tentang Calista mulai dari awal pertemuan mereka, dan mencoba untuk menggodanya, dan sempat mengancam Kenan, sampai saat ini Calista kembali dari luar negeri, dan sekarang bersikap baik.
"Apanya yang kamu curigai, Nan ? Bukannya kamu tadi mengatakan kalau dia sekarang hanya profesional kerja, dan enggak ada macam-macam kepadamu ?" Tanya Arka.
"Tapi aku enggak sepenuhnya percaya kak, aku takut itu hanya kedok dia agar mendapatkan kepercayaan dariku, setelah aku jengah ia akan melakukan hal-hal buruk kepadaku, atau kepada Diva ataupun baby Khay." Terang Kenan.
"Apa itu mungkin ?" Tanya Rafa.
"Mungkin saja Raf, aku hanya ingin berjaga-jaga saja, aku tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa keluargaku, sudah terlalu banyak cobaan yang telah kami hadapi, dan tidak ada salahnya juga kan sediakan payung sebelum hujan." Ujar Kenan.
"Baiklah Nan, nanti aku hubungi dia saat kita sampai nanti, dan mengirimkan nomor orangku itu kepadamu." Sahut Arka.
"Iya kak terimakasih." Ucap Kenan.
"Nan, apa kamu belum pernah mematai-matainya ?" Tanya Ray.
"Iya, setau aku, kamu orang yang memiliki berbagai cara untuk menyelidiki seseorang." Timpal Rafa.
"Aku sudah menyuruh orang lain menyelidiki, tapi tidak di temukan hal mencurigakan, dan aku hanya ingin menambah seseorang lagi untuk menyelidikinya lebih dalam lagi." Jelas Kenan.
"Dan satu lagi aku ingin menyewa bodiguard untuk Diva nanti saat ia menemani Calista ke proyek di kota S, karena aku sengaja menugaskan Diva untuk masalah proyek tersebut, karena saya merasa Calista menggunakan proyek tersebut agar lebih dekat denganku." Jelas Kenan.
"Tapi aku tidak mau sampai Diva mengetahui soal bodyguard tersebut !" Tambah Kenan.
Bersambung.....
Jangan lupa berikan like, Komen, dan juga Vote.
Baca juga karya aku lainnya
- Permata hati
- Cinta yang Kunantikan
__ADS_1
-CLBK Cinta Lama Belum Kelar
Terimakasih 🙏🙏🙏🤗🤗🤗❤️❤️❤️