
"kaki nya sudah di perban, untuk sementara luka nya jangan terkena air dulu. jika terasa sakit jangan di bawa berjalan dulu, langsung hubungi dokter saja. ini resep nya. "
kata dokter sambil memberi selembar kertas kepada Sarah
Sarah mengambil kertas itu, lalu memberikan nya kepada Wanda.
"ambil resep nya di apotek "
Wanda mengambil itu lalu pergi ke apotek untuk mengambil resep nya.
"paman Han, bagaimana ini bisa terjadi? "
tanya Sarah kepada paman Han yang sendari tadi diam di sudut ruangan
"maaf kan saya Nyonya. Saya telah lalai dalam menjaga Tuan muda"
Paman Han sedikit membungkuk kan badan nya untuk meminta maaf
"Mami, paman Han tidak salah. ini salah Morgan, seharus nya Morgan tidak lari lari saat di parkiran tadi. jangan Marahi Paman Han, Mami."
sela Morgan dengan wajah polos nya.
Sarah hanya tersenyum kepada Morgan
"Baiklah. Morgan mau pulang? "
tanya Sarah sambil mengusap pelan kepala Morgan
Morgan mengangguk lemah.
Sarah menggendong Morgan, tapi setelah itu Morgan menolak nya.
"Mami, Morgan mau di gendong paman Jordan. " ucap Morgan
"Morgan tidak mau di gendong mami? "
tanya Sarah balik
Morgan menggeleng
"bukan begitu, Morgan kan sudah besar. pasti Morgan berat, nanti Mami kecape-an "
jawan Morgan dengan polos nya..
Sarah hanya tersenyum, lalu Jordan mendekat dan mengambil alih untuk menggendong Morgan
saat sudah di dalam gendongan Jordan, Morgan memeluk Jordan erat-erat. ia menyandarkan kepala nya di dada bidang Jordan. terasa sangat nyaman bagi nya, rasa nya Morgan tidak ingin melepas pelukan itu. dia tidak mau melepasnya walau hanya sebentar, dia takut. kalau Jordan akan pergi lagi dari nya.
mereka semua keluar dari rumah sakit. Sarah naik Mobil Jordan bersama Glen. sementara Wanda, Gerry dan paman Han naik Mobil Sarah.
Sarah menoleh ke smpingnya. dilihat nya Morgan yang sudah tertidur pulas di pelukan Jordan. seketika rasa bersalah Sarah muncul. Sarah benar benar tidak tega membohongi Morgan. ia ingin memberi tahu Morgan kalau Jordan adalah ayah kandung nya.
"dia sangat mirip dengan mu"
ucap Sarah.
Jordan tersenyum sebentar, lalu ia menoleh dan mencium kening Sarah sebentar.
"ya, dia anak ku kan"
balas Jordan
"bukan, dia anak ku yang tampan"
"iya, ketampanan nya menurun dari Papi nya kan? "
Sarah tersenyum kecil, lalu ia melingkarkan tangan nya di leher Jordan.
"hmm... anak ku lebih tampan dari mu"
ucap Sarah sambil menyenderkan kepala nya ke bahu Jordan.
Jordan hanya tersenyum, ia kembali memperhatikan Morgan yang sedang terlelap dalam gendongan nya dan membiarkan Sarah yang bersandar di bahu nya.
Sesampainya di rumah Sarah, Jordan dan Sarah pergi ke kamar Morgan untuk meletakan nya.
"tidur kan saja dia di sini. aku mau mandi"
ucap Sarah.
"kau belum mandi? "
tanya Jordan yang masih menggendong Morgan
Sarah menggeleng.
"pantas saja dari tadi ada yang bau. ternyata istri ku yang belum mandi"
Jordan tertawa tanpa suara.
Sarah hanya melihat nya dengan tatapan sinis. lalu ia pergi dan meninggalkan Jordan.
__ADS_1
saat Sarah keluar dari kamar Morgan, Sarah tidak sengaja melihat paman Han yang sedang berada di dapur.
Sarah pun menghampiri paman Han ke dapur.
"paman Han"
panggil Sarah
"iya Nyonya? "
jawab paman Han
"katakan yang sebenarnya. apa yang terjadi di rumah sakit tadi siang? "
tanya Sarah menginterogasi
"seperti yang di katakam tuan muda, Nyonya. sepulang latihan piano Tuan muda menjenguk teman nya ke rumah sakit. dan saat ingin pulang Tuan muda berlari lari tidak sabaran di parkiran hingga jatuh. "
jawab paman Han
"itu kebenaran nya? "
tanya Sarah lagi memastikan
Paman Han kembali mengangguk
"hmm... baiklah. lain kali jaga Morgan dengan lebih teliti lagi, jangan sampai lalai. paman Han tau kan, Morgan satu satu nya buah hati saya"
ucap Sarah.
lagi pula tidak mungkin anak sepolos Morgan berbohong, mustahil.
pikir Sarah.
"baik, saya mengerti Nyonya "
jawab paman Han
Sarah pergi ke kamar nya, ia berniat untuk mandi. cukup lama di kamar mandi untuk membersihkan diri, akhirnya menyelesaikan mandi nya. Sarah mencari-cari handuk di kamar mandi. dan ya... seperti biasa, Sarah lupa untuk membawa handuk. biasa nya Morgan yang selalu mengingatkan nya untuk membawa handuk sebelum mandi.
Sarah membuka pelan pintu kamar mandi, ia melihat sekeliling kamar. untung nya tidak ada Jordan, Sarah pun berjalan keluar perlahan dan mengambil handuk nya yang ada di sofa.
Sarah mengambil handuk itu, lalu membalut tubuh nya. setelah itu ia hendak pergi ke kamar mandi, tapi tiba tiba Jordan datang dan menggendong Sarah seperti mengendong karung beras.
"aww... "
rintih Sarah saat Jordan menjatuhkan tubuh nya di ranjang.
tanya Sarah sambil menyilangkan tangan nya di depan dada.
"Stt... jangan berisik, nanti Morgan bangun. dan terdengar dengan orang rumah"
Jordan berbisik lalu tersenyum jahil.
tangan Jordan membuka balutan handuk yang membalut tubuh mulus Sarah.
sebelum Sarah memberontak, Jordan langsung membungkam mulut Sarah dengan mulut nya.
"Hmm... "
Sarah berusaha melepaskan ciuman itu, tapu lama kelamaam ia malah terbawa suasana dan mulai nafsu dengan ciuman Jordan.
Kkrrrtt....
tiba tiba perut Sarah berbunyi, refleks Jordan melepas ciuman nya.
"kenapa? "
tanya Jordan sambil mengusap perut Sarah.
"ah, perut ku sakit"
Sarah langsung menepis tangan Jordan dan berlari menuju kamar mandi.
Jordan pun ikut turun dari ranjang, ia mencoba membuka pintu kamar mandi yang ternyata di kunci dari dalam oleh Sarah.
"Sarah, kau baik baik saja? apa yang kau lakukan di dalam? "
tanya Jordan sambil menggedor pelan pintu kamar mandi
"aku baik baim saja! aku sedang Pup! "
balas Sarah dari dalam
"ah, Dadar"
guman Jordan.
"pasti kau habis makam makanan pedas kam? "
tanya Jordan lagi
__ADS_1
"tidak kok"
"jangan bohong, dulu kau juga sering begitu. apa kau makan tteokbokki instan lagi"
tak ada jawaban dari dalam, itu tanda nya benar yang di katakan Jordan.
Sarah sendiri hanya berguman di dalam kamar mandi, seketika perut nya keram dan sakit. mungkin ini karna efek makan tteokbokki instan yang ia makan kemarin.
benar yang di katakan Jordan
dan ternyata Jordan masih ingat kalau Sarah suka dengan tteokbokki isntan pedas.
___________________________
Flas back on:
setelah pulang sekolah, Morgan pergi ke rumah guru nya.
seperti biasa, hari ini Morgan ada bimbingan piano di rumah guru nya. sesampai nya di sana, ia berlatih piano selama 2 jam.
"ibu guru, Morgan boleh tanya? "
tanya Morgan saat selesai bermain piano nya.
"Of course"
(tentu) jawab guru nya
"Jika golongan darah Ibu O dan ayah ab negatif maka golongan darah anak nya apa? "
tanya Morgan.
guru Morgan tersenyum sebentar
"Morgan, ibu ini guru seni bukan guru ipa"
"jadi ibu tidak tahu? "
Guru Morgan menggeleng pelan.
Morgan hanya menghela nafas pelan.
ia melihat jam tangan nya, sudah hampir sore. waktu nya dia pulang.
___________
saat di perjalanan pulang, Morgan meminta paman Han untuk mengantarkan nya ke rumah sakit.
"kenapa ke rumah sakit? "
tanya paman Han.
"Morgan mau tes DNA "
jawab Morgan.
paman Han terkejut, ia langsung menghentikan mobil nya dan menatap Morgan dengan seksama
"kenapa Morgan mau melakukan tes DNA? "
tanya paman Han serius
"paman Han janji ya, tidak akan beri tahu mami"
Morgan mengacungkan jari kelingking nya untuk membuat janji.
paman Han berfikir sebentar, yang ada di benak nya sekarang adalah Jordan. pasti Morgan ingin melakukan tes DNA dengan Jordan
"baiklah, paman Han berjanji"
paman Han pun membuat janji dengan Morgan.
"sebenarnya Morgan ingin tahu apakah paman Jordan itu Papi kandung Morgan atau tidak"
"kenapa? "
"Karna Morgan sangat mirip dengan paman Jordan. dan Mami juga terlihat sangat dekat dengan paman Jordan. setiap Morgan bersama paman Jordan rasa nya sangat nyaman.Morgan mau Papi supaya ada yang menjaga Mami nanti. di sekolah Morgan juga... "
Morgan menghentikan kalimat nya... seakan dia tidak bisa menyampaikan nya.
Paman Han menghela nafas pelan, lalu ia mengusap kepala Morgan.
"baiklah, paman Han akan mengantarkan Morgan ke rumah sakit "
paman Han benar benar tidak tega melihat Morgan. ini memang bukan urusan nya, tapi anak ini ingin tahu kebenaran nya. sudah lah cepat atau lambat Morgan akan mengetahui semua nya.
Morgan tetsenyum bahagia, setidak nya Morgan bisa tahu dari hasil tes DNA nya. Jika bertanya dengan Mami nya, Morgan tidak bisa. anak itu tidak bisa melihat reaksi Mami nya jika ia menanyakan keberadaan ayah kandung nya.
begitu juga dengan sebalik nya, Sarah pun juga tidak sanggup melihat ekspresi Morgan saat ia tahu kalau Jordan adalah ayah kandung nya. Sarah juga takut. ia takut anak itu akan membenci nya dan menjauhinya. Sarah tidak mau hal itu terjadi. karna itu lah Sarah belum bisa memberitahu kan kebenaran nya.
_____________________
__ADS_1