PERPISAHAN

PERPISAHAN
part 109


__ADS_3

"Hiks... hisk.... "


Jordan merasa dada nya basah, dan ada suara tangisan yang mengusik tidur nya. akhirnya Jordan membuka mata dan melihat, ternyata Morgan yang menagis, anak itu terisak di pelukan Jordan.


"Morgan"


panggil Jordan.


Morgan segera menjauh kan diri dari Jordan lalu ia duduk sambil mengusap air mata nya.


"Morgan kenapa? "


tanya Jordan.


"PAMAN YANG KENAPA?! "


teriak Morgan.


Jordan terkejut dengan teriakan Morgan, dan tentu teriakan itu membangunkan Sarah yang tertidur di samping Morgan.


Sarah Langsung terbangun dan ikut duduk, ia kaget saat melihat Morgan yang sudah bangun, terlebih lagi dia menangis.


"Morgan "


panggil Sarah pelan.


"KENAPA PAMAN TIDUR DI SINI?! "


bentak Morgan lagi


"APA YANG PAMAN LAKUKAN? PAMAN SUDAH KELEWATAN! PAMAN SUDAH MELAMPAUI BATAS! KENAPA PAMAN TIDUR DI SINI BERSAMA MAMI DAN MORGAN, APA HAK PAMAN?! "


teriak Morgan hingga nafas nya terputus putus.


Jordan diam terpaku, dia tidak menyangka kalau Morgan akan semarah ini kepada nya. ia juga lupa untuk keluar dari kamar sebelum Morgan bangun. dan kenapa bisa dia memeluk Morgan saat tidur tadi?.


"Morgan, maaf kan Paman. Paman tadi tidak... "


"TIDAKK! PAMAN PEMBOHONG! "


"Morgan sayang, Morgan tidak boleh.... "


"MAMI JUGA! MAMI JUGA PEMBOHONG! "


Morgan menepis tangan Sarah yang ingin menyentuh nya.


"KALIAN SEMUA PEMBOHONG, MORGAN BENCI SEMUANYA! " dengan keadaan yang berantakan, mata yang basah, dan nafas yang terputus-putus, Morgan turun dari ranjang dan berlari keluar kamar.


Sarah terguncang hebat, ini pertama kalinya dia melihat amarah Morgan. apakah dia itu anak polos yang selama ini dia jaga?


"Sarah aku... "


"apa yang kau lakukan? kenapa kau melakukan ini? kenapa kau tidur di sini? kau lihat amarah nya? "


Sarah mulai menagis, ia menggeleng tak percaya.


"maafkan aku, aku lupa"


"apa permintaan maaf mu itu bisa membuat nya kembali? jangan meminta maaf kalau kau masih mengulangi kesalahan mu Jordan. "


"Tidak Sarah! jangan pergi. biarkan dia sendiri, dia butuh waktu untuk sendiri! "


Jordan menarik Sarah ke pelukan nya,dia tahu pasti Sarah akan mengejar Morgan.


"kenapa? kenapa harus seperti ini?! "


Sarah menangis sejadi-jadi nya di pelukan Jordan, tubuh nya bergetar hebat. dan Jordan hanya bisa memeluknya dan mencerna apa yang terjadi barusan.


______________


Saat Morgan berlari keluar, Gibran tidak sengaja melihat nya.


"Morgan "


panggil Gibran.


tapi Morgan tak mendengarkan dan terus berlari. karna khawatir, Gibran pun mengikuti Morgan yang berlari.


Morgan masuk ke dalam kamar belakang dekat taman, Kamar itu biasa nya di gunakan untuk Johan dan Jia jika mereka berkunjung dan menginap di sini.


Gibran terlambat, ia mencoba untuk membuka puntu kamar itu namun tidak bisa. pintunya di kunci dari dalam.


"Morgan, buka pintu nya! "


teriak Gibran dari luar.


Sial, anak itu kenapa?


batin Gibran.

__ADS_1


"ada apa Tuan, kenapa anda berteriak pagi pagi? " tanya Wanda yang baru saja datang, sebenarnya tadi Wanda melihat Gibran berlari dan karna penasaran, Wanda pun mengikutinya.


"cari kunci cadangan kamar ini"


perintah Gibran.


tanpa banyak tanya lagi, Wanda segera menangguk lalu pergi ke ruang keamanan untuk mengambil kunci cadangan.


"dimana kunci cadangan kamar belakang? "


tanya Wanda kepada Dass, penjaga ruang keamanan.


Dass pun memberi kunci itu kepada Wanda


"lihat CCTV kamar belakang, lalu sambungkan ke laptpo ku" kata Wanda sebelum pergi lalu di angguki oleh Dass.


Dengan cepat Wanda berlari ke kamar nya terlebih dahulu untuk mengambil laptop nya lalu ia pergi ke kamar belakang.


tanpa banyak bicara lagi, Wanda segera memberikan kunci itu kepada Gibran lalu membuka laptop nya.


Gibran mencoba untuk membuka pintu, tapi tidak bisa. pintu nya di kunci dari dalam dan tidak dari knop pintu.


"Tuan, ini rekaman.... "


baru saja Wanda ingin memberikan laptop nya, tiba tiba saja Jordan datang dan mengambil laptop itu terlebih dahulu.


Jordan melihatkan rekaman CCTV itu kepada Sarah yang berdiri di samping nya. mereka melihat Morgan yang sedang menangis di sudut ruangan dan tidak melakukan apapun, keadaan kamar itu pun masih rapi bersih.


"tidak ada senjata tajam di dalam kan? "


tanya Jordan dengan raut wajah yang mengerikan.


"t-tidak tuan"


jawab Wanda gelagapan.


"matikan saluran air di kamar itu"


Jordan sengaja mematikan saluran air agar Morgan tidak melakukan hal-hal yang di luar nalar, karna diri nya pun dulu pernah melakukan hal bodoh saat sedang frustrasi. ya.. contoh nya menenggelamkan diri di bathup.


"baik Tuan"


Wanda pun segera pergi untuk mematikan saluran air yang mengarah ke kamar belakang.


"pintu nya tidak bisa di buka? "


Gibran menggeleng


"apa perlu ku dobrak? "


tanya Gibran.


"jangan, biarkan dia sendiri dulu. "


"memangnya dia kenapa? kenapa dia bisa seperti itu? "


tanya Gibran penasaran.


"dia melihat ku tidur bersama nya dan Sarah, makanya dia marah besar"


Gibran menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal


"kau ini, tidak bisa tahan sebentar apa?"


"aku lupa"


jawab Jordan memelas.


"Ck yasudah, kau bawa Sarah ke kamar dulu. biar aku yang menunggu Morgan di sini, nanti akan ku panggil jika dia sudah tidak menangis lagi. "


"Sarah, sudah jangan menagis. kita mandi dulu"


bujuk Jordan.


"kau ini! anak mu sedang menagis di dalam. tapi kau malah memikirkan tentang mandi? kau ini Waras?! " kesal sarah.


"karna aku waras, makanya aku mengajak mu mandi. kita mandi dulu menyegarkan pikiran dan tubuh kita dan setelah itu baru kita bujuk Morgan dengan kepala dingin. ya? "


"aku tidak bisa! sebelum aku bicara dengan Morgan maka aku tidak akan pergi dari sini!"


tolak Sarah.


"tapi aku sudah 2 hari tidak mandi, Sarah."


"kalau begitu kau saja yang mandi! "


kesal Sarah.


"kau juga belum mandi kan? sudah, jangan banyak bicara lagi! "

__ADS_1


Jordan dengan segera mengangkat Sarah dan menggendong nya seperti mengangkat karung beras.


"lepaskan aku! aku tidak mau mandi! "


bentak Sarah


"tidak, kau harus mandi. kau bau"


"dasar mesum! kau hanya mengambil kesempatan dalam kesempitan! "


Mereka terus berdebat hingga ke kamar.


sementara itu, Wanda dan Gibran hanya diam memperhatikan.


Wanda menoleh ke Gibran sebentar.


"apa? kau mau mandi bersama ku juga? "


tanya Gibran sinis.


'Hah?! dia Gilaaa! '


Wanda langsung menatap tajam ke Gibran, pipi nya merah padam. bisa bisa nya dia bercanda di saat seperti ini, biasanya juga kalau di rumah dia tidak akan menggoda Wanda. Gibran hanya akan menggoda Wanda jika di luar rumah dan perusahan Jordan saja.


"hey, Honney"


Wanda berbalik ingin pergi, namun suara itu menghentikan langkah nya.


"tidak waras! "


teriak Wanda lalu pergi dari situ dengan cepat.


"Hahaha"


tawa Gibran terbahak-bahak


Sementara itu di kamar mandi :


Jordan meletakan Sarah di dalam bathup, lalu menghidupkan kan air dan membuka baju nya.


setelah membuka baju, diri nya pun ikut masuk ke dalam bathup yang cukup besar itu lalu membuka baju Sarah.


Sarah yang di buja baju nya pun hanya diam dan merenung, melihat hal itu membuat Jordan kasihan.


"Sudah, tidak usah di pikirkan lagi"


Jordan tidak jadi membuka baju Sarah lalu menarik nya ke dalam pelukan nya.


"kita ini orang tua yang egois ya"


"siapa yang bilang? kita ini bukan orang tua yang egois, tapi kita ini orang tua yang hebat dan kuat"


ucap Jordan yang masih memeluk Sarah.


"hebat dan kuat dari mana nya? "


"ya... buktinya saja kita masih bisa bertahan di titik ini. coba kau ingat hal buruk apa yang sudah kau, aku, dan kita lalui bersama? "


Sarah terdiam, ia mengingat masa-masa nya yang dulu. dimana dia selalu bertahan dan bekerja keras setiap saat, tidak mengenal kata lelah dan terus tersenyum untuk Morgan.


"Jordan.... "


panggil Sarah pelan


"hmm....? "


"setelah ini, apa yang akan kita katakan kepada nya? "


Jordan langsung melepas pelukan itu lalu memegang erat bahu Sarah.


"jika Morgan sudah melihat nya, maka kita akan memberitahu nya. tidak ada lagi gunanya untuk menyembunyikan kebenaran ini dari nya. dan mungkin ini adalah saat yang tepat untuk mengatakan nya"


"lalu, setelah kita mengatakan nya, apa yang akan kita lakukan lagi selanjutnya? apa kita akan tinggal bersama? dan apa kita akan menikah kembali? atau mengungkapkan kepada dunia kalau kita adalah keluarga? "


tanya Sarah dengan tatapan penuh harapan.


Jordan tertawa kecil


ternyata pemikiran Sarah tidak berubah. dari dulu setiap ada kejadian, Sarah selalu memikirkan dampak nya hingga jauh dan menanyakan hal hal yang akan terjadi.


"kenapa ketawa? "


tanya Sarah tidak suka


"tidak. Kau tenang saja, serahkan saja semua nya kepada ku"


"tapi, bagaimana kalau Morgan membencimu? "


"maka aku akan membuat nya menyayangiku kembali"

__ADS_1


___________________


__ADS_2