
"Jordan... "
panggil Sarah, saat ini mereka ada di atap hotel. Jordan masih memeluk Sarah dari belakang dan menenggelamkan wajah nya di leher Sarah dan menikmati angin malam.
"hmm? "
"aku harus pulang "
ucap Sarah sambil berusaha melepaskan pelukan Jordan.
"tidak usah, di sini saja bersama ku"
Jordan melarang dan semakin mempererat pelukan nya.
"tidak bisa, aku harus pulang, Morgan sendirian di rumah " Sarah kembali berusaha melepaskan pelukan Jordan.
"baiklah, tapi dengan satu syarat"
"apa? "
"aku minta jatah malam ini"
bisik Jordan tepat di telinga Sarah.
Wajah Sarah memerah, ia menunduk dan menahan senyum nya untuk tidak muncul.
Perlahan Jordan melepas pelukan nya lalu memutar tubuh Sarah agar bisa menatap nya.
"Wajah mu memerah"
Goda Jordan sambil membelai pipi Sarah
kemudiam Jordan tertawa, lalu ia menarik tangan Sarah kembali masuk ke lift.
"kita mau kemana...? "
sebelum Sarah menyelesaikan ucapan nya Jordan langsung menyumbat bibir Sarah dengan bibir nya.
di dalam lift mereka berciuman panas, hingga lift terbuka ciuman itu berakhir. Jordan menggendong Sarah dengan ala ala pengantin baru menuju ke sebuah kamar, ia membuka kamar itu lalu masuk dan menguncinya.
Jordan meletakan Sarah perlahan di Ranjang, ia mengencup dahi Sarah lalu membuka jas, kemeja dan pakaiannya.
"Jordan ini... "
"Sst... tenanglah, masih ada 2 jam lagi sebelum tengah malam" bisik Jordan.
akhirnya Sarah mengalah dan mengikuti permainan Jordan, mereka melakukan hubungan yang sangat intim. bahkan sudah lewat tengah malam, tapi mereka masih melakukan nya. mereka berhenti saat mencapai titik klimaks yang mereka ingin kan. dan karna lelah mereka tertidur lupa waktu.
___________
pagi hari, sinar matahari masuk dari cela celah jendela. sinar terang itu menganggu seorang wanita yang sedang tertidur.
Sarah mengusap pelan mata nya, ia mengedarkan pandangan nya ke sekeliling. ia berada di kamar yang tidak asing bagi nya. benar, ini adalah kamarnya dan Jordan dulu. ini berarti dia di rumah nya yang dulu?
saat ingin duduk, Sarah tidak sengaja menangkap sosok objek yang membuat nya tidak jadi duduk, ia kembali merebahkan diri di ranjang, menarik selimutnya kembali lalu menghadap ke samping.
pandangan yang sangat langka yang di dapatkan Sarah kali ini. ia melihat di sudut kamar ada Jordan yang sedang duduk di meja kerja nya, sepertinya Jordan sedang melakukan Zoom atau meeting penting dengan klien nya.
Jordan sedang memegang sebuah dokumen dan berbicara melalui laptop nya. ia terlihat sangat profesional, menggunakan kemeja putih, dan jas hitam nya dan tak lupa pula Rambutnya yang tersisir rapi ke belakang dan saat pandangan nya mulai ke bawah Sarah menutup mulut nya menahan tawa.
sekarang lihat lah suaminya ini, ia sedang meeting dengan klien nya menggunakan setelan jas dan rambut yang sudah rapi. tapu siapa sangka jika itu hanya bagian atas nya saja?
Sarah masih menahan tawa nya, ia terus memandang Jordan yang tidak terpengaruh olehnya. Jordan memang memakai setelan jas yang rapi tapi ia tidak memakai celana nya, ia hanya memakai boxer biru bercorak bintang bintang.
karna tak tahan lagi, Sarah menenggelamkan wajah nya di bantal dan meredakan tawa nya di sana.
"Hei"
Suara bariton itu mengejutkan Sarah, cepat cepat ia menoleh ke samping.
Jordan berdiri di samping ranjang, ia berdecak pinggang melihat kelakuan istrinya.
"apa? sudah selesai meeting nya? "
tanya Sarah.
"menurut mu? "
tanya Jordan balik, tangan nya mulai bergerak membuka kancing jas dan kemeja nya. Saat Sarah sadar cepat cepat ia melemparkan bantal yang ada di dekatnya ke arah Jordan.
"mau apa kau?! "
__ADS_1
tanya Sarah sambil menunjuk Jordan
" mau Sarapan "
jawab Jordan seenaknya.
Jordan mengemaskan tubuh nya ke ranjang, kini ia sudah melapas jas dan kemeja nya dan hanya tersisia boxer nya.
"eh mau kemana? aku kan belum Sarapan "
Jordan menahan tangan Sarah saat dia ingin beranjak dari ranjang
"ayolah Jordan, tadi malam kan sudah. pagi ini aku harus.... "
ucapan nya terputus saat mengingat sesuatu
"oh ya ampun! aku lupa! harus nya tadi malam aku di rumah! pasti Morgan sudah menunggu. semua ini gara gara diri mu"
Sarah kembali melempar bantal ke arah Jordan karna kesal.
"sebenar nya tadi malam aku memang mau mengantar mu pulang, tapi kau kelihatan kenikmatan dan kelelahan tadi malam,jadi aku tidak tega " dengan polos nya Jordan tersenyum
Sarah menepuk jidat nya, cepat cepat ia mengibaskan selimut lalu berdiri dan pergi.
"eh mau kemana? "
tanya Jordan menghentikan langkah kaki Sarah.
"aku mau pulang! "
ketus nya.
"mau pulang dengan keadaan seperti itu ha? "
tanya Jordan dengan senyum jail nya.
Sarah yang tersadar pun melihat ke bawah, ternyata diri nya tidak memakai baju ataupun sehelai benang pun.
"tutup matamu! "
pekik Sarah
sementara Sarah dia berlari menuju ke kamar mandi yang ada di kamar.
setelah bersiap-siap Sarah keluar dari kamar ganti dia melihat ke arah ranjang tapi tidak menemukan Jordan, Sarah pun turun ke bawah mencari-cari Jordan.
Sarah menemukan Jordan di meja makan, di sana sudah terlihat Jordan sedang menunggu dirinya untuk sarapan bersama
"aku pulang dulu"
ketus Sarah tanpa melihat Jordan.
"hei, Sarapan dulu. tadi malam kau belum makan apa-apa "
Langkah Sarah berhenti sebentar, ia tidak peduli dengan ucapan Jordan dan kembali melanjutkan Langkah nya.
Saat Sarah ingin membuka pintu, Sarah mendengar ruara keramaian. ia mengintip di jendela terlebih dahulu sebelum membuka pintu. Mata Sarah melotot, dari jendela ia melihat ada banyak Wartawan di luar.
Sarah kebali ke dapur, ia melihat Jordan yang dengan santainya meminum kopi dan membaca koran.
"tidak jadi pulang? "
tanya Jordan lali tersenyum
Sarah tidak membalas nya, ia segera memasuki dapur dan membuat secangkir teh untuk diri nya.
Saat Sarah membuat teh, ia teringat akan sesuatu. dapur ini, di dapur ini dulu Sarah sering memasak. biasanya Sarah pulang dari perusahaan lebih cepat dari Jordan untuk memasak makan malam dan setiap pagi nya dia bangun lebih awal untuk membuatkan kopi untuk Jordan. di dapur ini pun tidak ada yang berubah, semua nya masih sama seperti dulu.
Sarah mengehela nafas panjang, kenapa mengingat hal itu sih Sarah?
pikir nya.
Sarah mencari roti tawar, tapi ia tidak menemukan nya. saat Sarah membuka kulkas untuk mencari roti tawar, ia menemukan banyak Soju dan tidak hanya itu. Sarah juga memlihat ada bebetapa botol Wine dan Anggur merah.
kenapa ada banyak minuman seperti ini? bukan nya dulu dia tidak pernah membeli minuman sebanyak ini? apa saja yang sudah dia lakukan setelah aku pergi?
bantin Sarah.
"Roti tawar mu ada di sini"
teriak Jordan dari meja makan.
__ADS_1
Sarah kembali menutup kulkas, ia membawa teh nya ke meja makan. ia melihat Jordan yang masih sibuk membaca koran.
"Jordan"
panggil Sarah
"hmm? "
"kenapa di luar banyak Wartawan?"
Jordan melihat ke arah Sarah, ia melipat kembali koran nya dan meletakan nya di atas meja. "kau kan tahu, Wartawan itu tidak ada kerjaan. makanya mereka ke rumah ku"
"Selamat pagi tuan"
tiba tiba Glen datang, ia memeberikan salam kepada Jordan.
"pagi"
balas Jordan.
"selamat pagi nona Sarah "
"iya, pagi. bisa kau antar aku pulang? "
tanya Sarah langsung.
Glen seperti berfikir sebentar.
"maaf Nona, Saya harus mengurus Wartawan yang di depan. saya permisi dulu"
pamit Glen lalu pergi tanpa mendengar balasan Sarah
dengan kesal, Sarah meninum teh nya. ia melirik Jordan yang kini sibuk dengan iPad nya.
Jordan memberikan ipad nya kepada Sarah, lalu ia mengisyaratkan Sarah untuk membaca nya. Sarah mengambil iPad itu, ia membaca berita yang ada di sana.
Pertunangan CEO Jordan dari perusahaan J&S gagal karna ada beberapa kelompok penjahat yang masuk ke area pesta sehingga pertunagannya tidak di langsung kan. bakhan penjahat itu hampir saja membunuh Nyonya Besar Jia, tapi menurut informan. pertunangan ini tidak dapat di langsungkan bukan hanya karna ada nya penjahat yang muncul, tapi juga ada sebuah konflik antar orang dalam yang sudah di rencanakan.
Komentar :
Wartawan Shea : bukan kah saat pertunangan itu Nona Sarah juga ikut?
Cikname***** : wah kasian sekali ya, tidak jadi bertunangan.
Wartawan Jun : (membalas Wartawan Shea) Benar, Nona Sarah juga ada di acara itu. apa ini berkaitan?
Wartawan Shea : (membalas Wartawan Jun) bisa jadi, apa mungkin CEO Jordan dan Nona Sarah masih saling mencintai?
Cikname 121* : (membalas Wartawan Shea) belum bisa di pastikan, kita tidak tidak boleh menyimpulkan nya sebelum ada penjelasan dari CEO Jordan sendiri.
Cikname 234 : (membalas Wartawan Shea) benar, kalian para Wartawan jangan menulis cerita yang salah jika tidak mau di tuntut.
Wartawan Chika : aku harap CEO Jordan akan segera mengadakan konferensi pers untuk menjelas kan nya.
_______________
"Sial! "
umpat Hana.
"bukan kah kau akan menolong ku? lakukan sesuatu untuk menghikangkan berita sial ini! "
Hana membentak kepada seorang oria yang di depan nya.
"berita ini sudah mejadi Trending topik. tapi kau tenang saja, aku akan melakukan sesuatu" Pria itu tersenyum sinis
"aku heran, kepada keamanan bisa di bobol? padahal aku sudah menyuruh orang ku untuk menjaganya dengan ketat" Hana tampak berfikir.
"kau ini terlalu bodoh, semua ini sudah di rencanakan oleh Jordan"
"apa? Jordan? "
pria itu menyeringai
"kau pikir dia mau bertunangan dengan mu? heh, apapun akan dia lakukan demi membantalkan pernikan ini. penjahat itu adalah anak buah nya, dia sengaja menyuruh anak buah nya menjadi penjahat dan melibatkan polisi asli, sehingga kita tidak bisa melawan"
Hana terdiam, pantas saja ada yang merasa janggal.
"dengar, Jordan itu sangat Cerdik. tapi aku lebih Licik."
________
__ADS_1