PERPISAHAN

PERPISAHAN
part 87


__ADS_3

hiks... hiks...


setelah Percakapan Sarah dan Morgan berakhir, Sarah menangis histeris.


Jordan membalikan tubuh Sarah lalu memeluk nya dan menenangkan nya.


tangan Jordan bergerak mengelus punggung Sarah, namun Sarah masih terisak dan menangis


"Sudah lah Sarah, jangan menangis lagi"


ucap Jordan pelan


Sarah menggelengkan kepala nya, ia terus memeluk Jordan dan menyembunyikan wajah nya di dada bidang milik Jordan.


"Sarah, jika kau terus menangis maka perban ku akan basah dan kau harus mengganti nya lagi" Ucap Jordan lagi


"biarkan! "


Sarah tetap menggeleng dan masih menagis


"heyy... "


Jordan berusaha melepas pelukan nya dan menangkup kedua pipi Sarah untuk memaksanya melihat wajah nya.


"Lihat aku! "


Jordan berusaha agar Sarah mau melihat nya.


Perlahan Sarah melihat Wajah Jordan, setelah cukup lama Sarah memandang wajah Jordan membuat nya sedikit tenang dan tidak menangis lagi


Jordan menghapus sisa air mata Sarah.


"Jangan pernah pernah menagis di depan nya, kau hanya boleh menangis di depan ku. mengerti? "


Sarah mengangguk.


"sudah lah, sekarang kau harus sarapan dulu"


Sarah mengangguk lagi,


kemudian Sarah dan Jordan memilih ke luar dari kamar dan turun ke dapur


"kau duduk saja di sini "


ucap Jordan seraya mendudukan Sarah di kursi meja makan


"tapi.... "


"tidak apa, biar aku yang mengambilkan sarapan mu"


setelah mengucapkam itu, Jordan segera pergi ke dapur


Sarah diam dan duduk manis saja di meja makan, ia melihat sekeliling. Ada begitu banyak pelayan yang berbaris di setiap sudut ruangan itu baik itu pria ataupun Wanita.


Sarah menoleh ke belakang, ada 5 pelayan wanita yang berbaris di belakang nya.


"sejak kapan kalian bekerja di sini? "


tanya Sarah iseng


"sudah lama Nyonya"


jawab salah satu dari mereka


"emm...kenapa banyak sekali pelayan dan penjaga di sini? apa tempat ini tidak aman? "


tanya sarah lagi


"tidak Nyonya, tuan memang sengaja memperketat keamanan disini "


jawab nya lagi.


"Oo... begitu"


Sarah mengangguk mengerti


"eh.. tunggu dulu, kenapa kalian memanggil ku Nyonya? "


tanya Sarah baru sadar


pelayan itu tidak menjawab dan saat Sarah akan bertanya lagi, tiba tiba saja Jordan datang dengan membawa nampan di tangan nya


"kenapa kau melakukan ini? "


tanya Sarah saat Jordan sudah meletakan nampan nya di atas meja


"untuk mu"


tanpa menjawab pertanyaan Sarah, Jordan memberikan teh hangat dan beberapa potong roti tawar yang ia bawa tadi.


"jawab pertanyaan ku Jordan"


tanya Sarah lagi, ia kesal karena Jordan tidak menjawab nya


"ini semua aku lakukan untuk mu, Sarah "


jawab Jordan


"sudah, sekarang cepat habiskan teh dan roti mu" lanjut nya lagi


Sarah memangangguk dan meminum teh serta roti tawar kesukaan nya


"Hm.....Jordan, Wanda di mana? "

__ADS_1


tanya Sarah saat sudah menghabiskan sarapan nya.


"dia kan sekretaris mu, kenapa bertanya dengan ku? "


tanya Jordan balik


hmmm


Sarah tampak berfikir sebentar


iya juga ya, dia kan sekretaris ku. tapi kemana dia setelah malam itu?


batin Sarah


"Jordan, pinjam handpone mu"


pinta Sarah


"hanpone ku mati"


jawab nya cuek sambil membaca koran


"kau pikir aku ini bodoh? , tadi kan aku baru saja menelfon Morgan"


ucap Sarah kesal


"Selamat pagi bu direktur "


sapa seseorang dari belakang Sarah


Sarah terkejut dan segera menoleh ke belakang dan ternyata itu adalah Wanda


"Wanda?.... dari mana saja? "


tanya Sarah kaget


"dari semalam saya menginap di sini bu direktur, tuan Jordan yang meminta nya"


jawab Wanda


Sarah bergantian menoleh ke arah Jordan yang sedang membaca koran,


Srrkk....


Sarah mengambil koran itu lalu meremuk-kan nya sehingga membuat Jordan terkejut


"aku akan pergi! "


ucap Sarah penuh penekanan


"pergi kemana?... "


tanya Jordan


"bukan urusan mu! "


"kau mau mengurus proyek minyak mu bukan? " tanya Jordan yang membuat Sarah menghentikan langkah nya.


"bagaimana kau ingin mengurus proyek nya kalau dokumen dan berkasmu ada di tangan ku" ucap Jordan lagi sambil mengangkat tas Sarah yang dari kemarin ia simpan


Sarah berbalik, kemudian ia berjalan ke arah Jordan dan berniat mengambil tas itu, tapi sayangnya Jordan mengangkat tangan nya tinggi tinggi hingga membuat Sarah kesusahan mengambil nya.


"kembalikan! "


ucap Sarah sambil sedikit melompat.


"tidak.... "


"kembalikan Jordan! "


"dengan satu syarat"


"apa? "


tanya Sarah tidak sabar


"kau harus menemaniku seharian ini"


jawab Jordan


"Jordan ayolah! aku juga punya kesibukan sendiri dan harus bekerja "


ucap Sarah kesal


"Sarah, kau kan membawa Wanda. Suruh saja dia yang mengurus proyek mu, bukan kah itu tugas nya? "


balas Jordan sambil melirik Wanda.


"tidak, aku ingin aku sendiri yang datang dan mengurus proyek nya. "


tolak Sarah


"yasudah, pergi saja sana"


ucap Jordan cuek, tanpa mengembalikam tas itu


akhirnya Sarah menghela nafas panjang.


"Wanda, tolong kau urus proyek minyak ini. pergilah ke pabrik dan periksa keadaan di sama, oh ya jangan lupa untuk membuat data pengeluaran dan pemasukan nya selama 2 bulan ini"


ucap Sarah panjang lebar


lalu ia bergantian menatap Jordan

__ADS_1


"Jordan, bisa kau berikan tas nya?Wanda akan pergi untuk mengurus proyeknya "


tanya Sarah lemah lembut


Jordan tersenyum puas, ia pun memberikan tas itu kepada Wanda.


setelah memberikan tas itu Wanda segera pamit dan pergi untuk mengurus proyeknya


"Sekarang pergi ke kamar dan ganti baju mu"


ucap Jordan membuat Sarah menoleh


"kita mau kemana? "


tanya Sarah


"ke suatu tempat "


jawab nya.


Sarah tidak membalas ucapan nya lagi, ia memilih untuk segera berjalan dan pergi ke kamar untuk mengganti baju. Sarah tidak tahu kemana Jordan akan membawa nya dan setidak nya Sarah bisa berlibur dan jalan jalan di sini.


Setelah mengganti baju nya, Sarah turun. Jordan mengajak nya ke luar villa dan di luar villa Sudah ada motor besar yang akan mereka kendarai


Jordan memberikan helm kepada Sarah.


"apa kita akan naik ini? "


tanya Sarah


Jordan mengangguk


"bagaimana kalau ada yang melihat kita? "


"tidak akan"


Akhirnya Jordan sendiri yang memakaikan helm nya itu ke kepala Sarah. serelah itu Jordan menghidupkan motor nya lalu menyuruh Sarah naik, dengan ragu ragu Sarah naik sambil memegang bahu Jordan


"Sudah? "


tanya Jordan


Sarah pun mengangguk


Jordan mulai memajukan motor nya dengan kecepatan sedang menuju gerbang villa dan keluar.


di perjalanan mereka hanya diam, hanya terdengar suara motor yang berlalu lalang di sekitar nya. Sampai pada saat lampu merah menyala mereka berhenti dan Jordan berkata


"pegangan yang erat! "


Sarah hanya mendengar dan tak mau melakukan nya, tangan nya terus saja memegang besi yang ada di bagian belakang motor


setelah lampu merah berganti hijau, Jordan mulai melajukan motor nya dengan kecepatan tinggi sehingga membuat Sarah terkejut, dan sontak ia pun langsung memeluk Jordan dengan erat


Karna tangan Sarah yang melingkar di perut nya membuat Jordan tersenyum dan semakin melajukan motor nya dengan cepat .


setelah perjalan yang cukup lama untuk akhirnya mereka sampai di sebuah Danau


Sarah melepas helm nya dan segera turun, ia mendekat pinggir Danau dan merentangkan kedua tangan nya, Sarah mengambil nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan.


mmelihat itu membuat Jordan juga turun dari mobil nya, ia perlahan mendekati Sarah lalu memeluk nya dari belakang



Sarah terkejut dengan apa yang di lakukan Jordan, tapi dia tidak melawan atau pun berkomentar. Jujur Sarah sangat suka dengan pemandangan dan angin segar di sini, ia merasa beruntung karna mengikuti kemauan Jordan untuk ikut dengan nya, dan ia juga merasa sangat nyaman dengan pelukan Jordan pada nya.


"Jordan.... "


"hmm? "


"ada sesuatu yang ingin aku katakan "


"apa? "


tanya Jordan tanpa melepas pelukan nya


"bagaimana cara ku untuk memberitahu nya? " tanya Sarah dengan parau


"maksnud mu?


"aku tidak bisa berbohong lebih lama lagi, aku tidak tega melihat nya kesepian, bagaimana cara ku untuk memberitahu nya bahwa kau adalah ayah kandung nya? aku tidak sanggup Jordan, aku tidak sanggup melihat ekspresi nya saat dia tahu siapa ayah kandung nya, apakah dia akan menbenciku karna aku menyembunyikan kebenaran ini? "


Ucap Sarah mulai menangis, entah apa yang membuat nya sehingga ia bisa berkata seperti itu kepada Jordan. ini bukan masalah siapa yang benar dan siapa yang Salah, tapi ini masalah kebenaran, bagaimana pun Morgan berhak mengetahui nya.


Jordan membalikan tubuh Sarah, ia mengusap air mata yang ada di pipi Sarah dengan ibu jari nya.


"jangan katakan sekarang, dia memang berhak tahu, tunggu waktu yang tepat untuk memberitahu nya dan kita akan memberitahu nya secara perlahan dan aku yakin cepat atau lambat dia pasti akan tahu "


ucap Jordan penuh ke yakinan


"percayalah kepada ku, saat dia tahu nanti pasti dia akan sangat bahagia. Dia tidak akan membenci mu Sarah, karna kau adalah Mami nya yang terhebat! "


ucap nya lagi.


Sarah menangguk sembari menghapus air mata nya yang terus keluar, lalu ia memeluk Jordan dengan erat seperti orang yang takut kehilangan atau pun pergi.


Saat ini mungkin mereka bisa mencurahkan isi hati nya, tapi kita tidak tahu bagaimana mereka akan menghadapi masalah ini kedepan nya.


___________________


hai...


maap klo up ny lama:)

__ADS_1


klo misalkan kalian lupa ma alur cerita, baca ulang aja dari awal.


hehe:v


__ADS_2