PERPISAHAN

PERPISAHAN
part 101


__ADS_3

sesampai nya di rumah sakit, Paman Han dan Morgan langsung menghampiri meja resepsionis untuk bertemu dengan dokter nya langsung.


Karna mereka tidak menggunakan kartu VIP, mereka harus menunggu giliran untuk bertemu dengan dokter nya.


Saat menunggu, Paman Han teringat akan sesutu.


"Morgan, apa yang Morgan punya untuk tes DNA nya? "


tanya Paman Han.


Morgan segera mengeluarkan lipatan kertas dari saku nya. setelah itu ia membuka lipatan kertas itu, saat lipatan kertas itu terbuka ada beberapa helai rambut di sana.


"ini rambut paman Jordan? "


tanya paman Han


Morgan mengangguk


"Morgan diam diam memotong rambut Paman Jordan waktu itu"


jawab nya polos.


paman Han tersenyum kecil, bagimana bisa anak sekecil ini tahu cara untuk melakukan tes DNA? anak ini benar benar ajaib


pikir paman Han


"Morgan haus? mau paman ambilkan minum? "


tawar paman Han.


Morgan mengangguk.


"baiklah, tetap duduk di sini ya. jangan kemana mana, paman pergi sebentar untuk mengambil minum. tetap di sini ya! "


"iya"


Paman Han pergi.


Morgan hanya memandangi punggung paman Han yang semakin lama menghilang. lalu ia mengedarkan pandangan nya ke sekitar.


Morgan melihat di depan nya ada seorang anak yang sedang di pangkuan Ayah nya. seketika Morgan kembali teringat dengan Jordan.


apa paman Jordan itu papi Morgan?


kalau paman Jordan itu Papi, kenapa tidak ada di Eropa bersama Mami. Morgan juga tidak tahu siapa papi Morgan. waktu kecil Morgan hanya tahu kalau Morgan punya Mami, tapi Papi tidak.


Batin Morgan.


Morgan menunduk dan mengayun anyun kan kaki nya, pikiran nya kosong.


tiba tiba ada sebuah kartu jatuh di sebelah kaki nya.


Morgan segera memungut kartu itu, Morgan melihat kartu nya, ternyata itu adalah kartu kredit. Morgan menoleh ke samping dan melihat seorang wanita yang berjalan memebelakanginya.


Morgam segera berlari dan mengejar wanita itu, karna Morgam yakin kalau kartu kredit ini milik wanita itu.


Morgan berhasil mengejar nya, Morgan memegang ujung baju lengan wanita itu. refleks Wanita itu berhenti dan berbalik.


"maaf, apa ini punya bibi? "


tanya Morgan sambil memberikan kartu kredit tadi.


wanita itu segera berbalik, ia melihat anak yang sedang memberikan sesuatu kepada nya. ia menoleh ke arah tangan Morgan, lalu wanita itu berjongkok untuk menyetarakan tinggi nya dengan Morgan.


"Jangan panggil bibi, panggil Nenek Jia saja"


ucap wanita itu ramah.


Morgan tersenyum lalu mengangguk


"apa ini punya nenek? "


tanya Morgan lagi.


Jia segera mengambil kartu yang ada di tangan Morgan lalu melihat nya.


"iya, ini punya Nenek. terima kasih ya"

__ADS_1


"ya, sama sama Nek "


"Siapa nama mu nak? "


"Morgan, nama saya Morgan"


ucap Morgan memperkenalkan diri sembari tersenyum.


"Morgan dengan siapa di sini? "


"Morgan ke sini bersama paman"


"Lalu dimana paman nya Morgan? "


"tadi, paman pergi ambil air minum"


"hmm... baiklah, lebih baik Morgan kembali ke tempat duduk Morgan tadi. nanti paman Morgan khawatir karna tidak melihat Morgan di sana. "


"hm, baiklah. sampai jumpa nanti Nenek Jia! "


Morgan mengembangkan senyum nya hingga menampakkan seluruh deretan gigi nya. sambil melambaikam tangan, Morgan berbalik dan segera pergi.


Jia terdiam melihat anak itu, Jia merasa kalau anak itu sangat familiar dengan nya. dan terlebih lagi anak itu mirip dengan Jordan sewaktu kecil.


Jia menggeleng cepat.


tidak, berfikir positif Jia! tidak mungkin dia anak nya Jordan, ingat semua manusia yang ada di dunia ini memiliki tujuh kembaran. tapi, kenapa anak itu sangat mirip saat Jordan masih kecil. apa dia anak nya Jordan? apa jangan jangan Saat itu Sarah benar-benar mengandung anak nya Jordan. tapi aku melihat sendiri di video itu kalau Sarah melakukan hal Zina dengan pria lain. aku sudah lama melihat Sarah semenjak dia kembali ke indonesia menjadi direktur Whusi, aku juga dengar kalau Sarah membawa seorang putra, tapi dia belum mengungkapkan kepada media tentang anak itu. aku bahkan sempat melihat foto anak Sarah yang ia bawa dan wajah nya sama dengan anak yang tadi. apa anak itu anak nya Sarah?......dan Jordan? aku harap tidak aku dan semoga saja dia tidak akan mengganggu Jordan lagi. anak ku sudah cukup menderita karna nya.


batin Jia.


tiba tiba Jia meresa pusing, kepalanya berdenyut sakit.


"ibu, ibu baik baik saja? "


tanya seseorang yang baru saja datang dari belakang Jia.


"tidak, ibu tidak papa"


"baiklah, dokternya sudah datang. ayo"


"Jingga..."


"ya? ibu baik bain saja kan? "


"Ada sesuatu yang ingin ibu katakan, masalah kakakmu. lebih baik Kita mempercepat pernikahan nya"


ucap Jia tanpa ragu.


"apa?! ibu! pertunangan kakak dan Wanita itu saja gagal! dan sekarang ibu mau membicarakan masalah pernikahan? "


ucap Jingga tak percaya


"jangan memanggil nya seperti itu, dia wanita yang baik"


"ibu bilang dia wanita yang baik? berarti ibu sudah mengenalnya sejak lama kan? dan selama ini ibu selalu memperhatian nya di banding Menantu ibu sendiri?! ibu tahu kan kalau kakak sudah menikah saat itu, dan wanita itu juga adalah sekretaris nya kakak! tapi ibu malah tidak memperdulikan kakak ipar! aku tahu ibu tidak suka dengan kakak ipar, tapi ibu harus menghargainya sebagai menantu ibu! ibu bahkan tidak pernah melihat ketulusan nya, ibu bahkan tidak tahu kalau kak Sarah... "


"Jingga Cukup! "


ucap Jia setengah berteriak, untung saja mereka berada di tempat yang sepi dan tidak ada yang mendengar ucapan mereka.


"sudahlah ibu, percuma aku jelaskan panjang lebar. yang pasti ibu hanya akan memihak kepada wanita itu. ibu duluan saja ke ruangan dokter nya, aku akan menyuruh wanita kesayangan ibu itu kemari dan aku akan pulang."


Jingga dengan segera berbalik dan berjalan meninggalkan Jia sendiri.


sadar lah ibu, ibu sudah terpengaruh dengan wanita jahat itu. buka mata ibu, buka pintu hati ibu. andai saja ibu tahu keadaan kakak selama ini mungkin ibu akan sedikit sadar. Wanita itu benar benar sudah mencuci otak ibu ku. liat saja nanti, aku pasti akan membalas mu!


batin Jingga.


###


"Morgan, Morgan dari mana saja? "


tanya paman Han saat ia melihat Morgan yang baru datang.


"oh, tadi ada kartu orang jatuh. jadi Morgan pergi sebentar dan mengembalikan nya. "


jawab Morgan seadanya.

__ADS_1


"hmm.. baiklah, ayo! sudah waktu nya giliran kita" Paman Han dan Morgan segera masuk ke ruangan.


Paman Han pun mengatakan kalau Morgan ingin melakukan tes DNA, lalu memberikan beberapa helai rambut Jordan tadi.


setelah itu datang lah seorang suster yang akan membantu dokter nya untuk melakukan tes. cukup lama mereka di dalam ruangan itu, hingga tes nya selesai.


"baiklah,kalian bisa tunggu di luar untuk hasil tes nya. " ucap sang dokter


Paman Han dan Morgan memangguk dan keluar dari ruangan. cukup lama mereka menunggu, akhirnya suster tadi keluar untuk memanggil Paman Han dan Morgan untuk masuk kembali.


Paman Han dan Morgan duduk di depan dokter lalu dokter itu memberikan selembar kertas kepada paman Han. paman Han menerimanya, lalu memberinya kepada Morgan. ia ingin Morgan yang melihat nya terlebih dahulu.


Dokter itu memperhatikan raut wajah Morgan, ia yakin pasti Morgan tidak percaya dengan hasil tes nya.


Morgan membaca semua tulisan nya dengan teliti, kemudian pandangannya berhenti di sebuah kalimat.


'Jordan di nyatakan tidak ada hubungan darah dengan Morgan'


Morgan dengan cepat meremas kertas itu, lalu ia berdiri dan segera pergi. paman Han refleks ikut berdiri, ia terlebih dahulu pamit dengan dokter lalu berlari mengejar Morgan.


Morgan berlari ke arah parkiran sekencang mungkin, mata nya mulai panas karna menahan air matanya. dada nya terasa sesak dan kepala pusing. Kaki Morgan mulai lemas, dan tiba tiba ada seseorang yang mendorong nya dari belakang hingga membuatnya jatuh terseret dan membuat lutut nya berdarah.


"ahh... "


Morgan meringis saat tubuh kecil nya terseret di parkiran, ia melihat lututnya yang sobek dan mulai mengeluarkan darah.


Morgan mengulum bibir nya kedalam, kedua tangan nya mengepal, ia menahan untuk tidak menangis.


"Morgan! "


Morgan mendengar ada seseorang yang memanggil nama nya, ternyata itu paman Han.


Paman Han berlari sekencang mungkin mengahampiri Morgan.


tanpa banyak tanya lagi, Paman Han segera mengangkat Tubuh Morgan dan membawanya kembali ke rumah sakit.


Morgan memeluk erat paman Han. isakan tangis nya mulai terdengar.


***sementara itu di ruangan dokter:


"bagus, dokter. kerjamu sangat memuaskan"


Suster yang membantu dokter tadi segera melepas maskernya dan membuka gulungan rambutnya.


Dokter itu diam. ia hanya menatap wanita yang menyamar sebagai suster ini dengan tajam.


"hei, jangan menatap ku seperti itu. apa kau mau aku sebarkan perselingkuhan mu? "


ancam wanita itu.


"tidak, dan sekarang tugas ku sudah selesai. kau bisa pergi dari sini"


"hmm. aku juga tidak betah lama lama di sini. dan kau tenang saja, aku tidak akan memberitahu istrimu tentang selingkuhan mu itu" Wanita itu tersenyum penuh kemenangan, lalu ia pergi.


Dokter itu menghela nafas lega, tapi ia merasa bersalah dengan Morgan, tidak seharusnya dia mengubah hasil tes DNA itu.


Dokter itu juga tidak menyangka kalau suster yang masuk ke ruangan nya tadi bukan lah suster sungguhan. dan saat ia ingin meneliti tes nya tiba tiba saja Wanita itu mengancam nya untuk mengubah hasil tes DNA nya, awal nya dokter itu menolak tapi wanita itu memberikan sebuah video yang berisikan dirinya sedang bercumbu dengan wanita yang tak lain adalah selingkuhan nya.


dokter itu pun tidak bisa berkutik, saat selesai melakukan tes, ternyata hasil nya benar. Jordan punya hubungan darah dengan Morgan. tapi sesuai dengan ancaman wanita itu, dokter mengubah hasil nya.


---


Wanita yang menyamar sebagai suster tadi pergi ke ruang ganti untuk mengganti baju nya.


setelah menngganti baju, ia pergi ke sebuah ruangan. saat berjalan ia berguman.


"heh, kau pikir aku ini bodoh ya. aku tidak akan membiarkan Jordan lepas lagi dari ku. susah payah aku memfitnah mu dulu untuk mendapatkan Jordan. dan sekarang kau ingin mengambilnya begitu saja dengan mengandalkan anak mu? "


wanita itu kembali mengingat sebelum ia menyamar menjadi suster tadi. awalnya Wanita itu ke rumah sakit untuk menjemput Jia dan Jingga. dan saat memasuki tumah sakit dia tidak sengaja melihat Morgan yang sedang berbicara dengan Jia, Wanita itu memperhatikan raut wajah Jia yang ramah dengan Morgan. dan karna kesal wanita itu pun mengikuti Morgan saat kembali. dan akhirnya nya ia menyamar sebagai suster agar ia bisa tahu dengan jelas apa yang sedang di lakukan Morgan dan pengasuh nya. saat wanita itu tahu kalau Morgan ingin melakukan tes DNA, wanita itu dengan cepat mencari cara untuk bisa mengancam dokter tersebut agar mengubah hasil tesnya.


"sial, anak itu akan menjadi penghalang ku kedepan nya. seharus nya aku membunuh anak sialan itu sebelum nya. apalagi dia adalah anak kandung Jordan dan jika Bibi Jia dan Paman Johan tahu kebenaran nya, maka semua rencana ku akan gagal. "


"tak ku duga, ternyata anak itu sangat pintar,tapi tidak akan ku biarkan anak itu menghancur kan rencana ku. lagi pula pasti dia akan bersedih karna hasil tes nya. hahaha"


wanita itu tertawa penuh kemenangan


______________________

__ADS_1


sopiler, Wanita itu Hana ya


__ADS_2