
"ah kenyang, makasih ya sayang"
"iya Mami"
dengan senang Morgan membereskan sisa makanan Sarah.
"eh, ini punya Morgan? "
tanya Sarah sambil mengabil Mini Cake yang ada di pinggir meja.
"iya, tadi di kasi nenek "
"nenek siapa? "
"Morgan gak tau nama nya, tapi Nenek itu baik"
jawab nya sambil menerjapkan mata.
Tok...
tok...
suara pintu berbunyi, kemudian pintu ruangan Sarah terbuka.
"Direktur "
suara berat itu membuat Sarah terkejut dan langsung berdiri.
"Wakil Direktur? ada apa keperluan apa anda kemari? " tanya Sarah agak gugup
"barusan Saya mendapat pesan dari Tuan Hend, beliau berkata ada masalah darurat di perusahaan nya. dan beliau menitip pesan untuk anda agar segera kembali ke Eropa"
jawab Sang Wakil Direktur
"kembali ke Eropa? sekarang? "
tanya Sarah tak percaya. kembali ke Eropa? sekarang? yang benar saja, kenapa Tuan Hend tiba-tiba menyuruh nya untuk kembali ke Eropa?. pikir Sarah
Wakil direktur mengangguk kan kepala nya.
"Tuan Hend sudah mengirim pesawat nya untuk menjemput anda, nanti malam jam 08.00 pesawat akan lepas landas " jelas nya.
"berapa lama? "
"maaf kalau itu saya tidak tahu"
ucap nya sambil menggeleng
"baiklah, kalau begitu saya permisi dulu"
Wakil Direktur segera pamit lalu pergi.
"ada apa Mami? "
tanya Morgan
"gak papa sayang"
"Mami mau ke Eropa ya? "
tanya nya lagi dengan polos.
Sarah mengangguk lemah, ternyata Morgan tidak mudah di tipu.
"kakek Hend manggil Mami, ada pekerjaan yang harus mami selesaikan di eropa"
"berapa lama? "
"gak tahu, mungkin 2 sampai 3 hari"
"oh kalau gitu Mami pergi aja, biar nanti Morgan tinggal sama Papi" ucap nya semangat
"yakin Morgan mau tinggal sama papi? "
tanya Sarah memastikan
"iya, lagian kan Morgan sekolah dan bentar lagi juga Morgan mau ujian kalau Morgan libur nanti ketinggalan pelajaran dong dan gak bisa ujian" celoteh nya.
"oke, kalau gitu Mami hubingi Papi dulu ya"
Morgan mengangguk, lalu Sarah segera ke meja kerja nya untuk mengambil handpone. namun saat Sarah akan mengambil handpone nya tiba-tiba telfon genggam yang ada di ujung meja kerjanya berbunyi.
Sarah mengangkat telfon genggam itu terlebih dahulu, lalu bertanya.
"ya? ada apa Wanda? "
"bu direktur, barusan ada email dari luar negri masuk sepertinya ini dari eropa. "
"kirim kan email nya kepada ku"
"baik"
setelah itu Sarah segera membuka laptop nya, kemudian ia melihat ada email yang masuk. Sarah membuka emal itu lalu ada sebuah surat yang cukup panjang dan Sarah langsung membaca nya.
"Mami, sudah telfon papi? "
tanya Morgan saat ia sudah menunggu cukup lama.
"belum sayang, Mami ada pekerjaan mendadak maaf yah nanti kita telfon papi"
__ADS_1
"oke"
Sarah kembali membaca email itu, Sarah membacanya dengan cukup serius ternyata email itu berisi tentang masalah yang ada di eropa dari Tuan Hend dan sepertinya masalah itu juga cukup serius, maka mau tidak mau Sarah harus segera kembali ke eropa.
"bu direktur"
Wanda masuk tanpa mengetuk pintu
"ada apa? "
"sudah saat nya kita pergi ke wilayah konstruksi, Tuan Saga dan yang lain nya sudah menunggu" jawab Wanda.
"ah maaf Wanda, aku tidak bisa pergi ke wilayah konstruksi. dan malam ini juga aku harua kembali ke eropa untuk urusan penting, aku akan menghubungi Jordan sebentar lagi tolong atur ulang jadwal ku untuk seterusnya "
"baik bu direktur"
Wanda segera pamit lalu kembali ke ruangan nya.
_________________
"Jordan, coba pikirkan sekali lagi. jika Sarah memang benar-benar hamil maka dia tidak boleh pergi ke wilayah konstruksi, itu berbahaya! " ucap Gibran yang dari tadi setia berdiri di samping Jordan.
"iya aku tahu"
Jordan menjawab nya dengan singkat lalu membereskan dokumen yang ada di meja nya.
"lalu bagaimana cara nya agar Sarah tidak jadi pergi? " tanya Gibran
"dia tidak akan pergi"
Jawab Jordan dengan tegas
"kau yakin? "
Jordan mengangguk.
drt....
drt....
handpone Jordan berbunyi.
"halo sayang? "
sapa Jordan
"Jordan, aku tidak bisa pergi ke wilayah konstruksi si. aku ada pekerjaan mendadak "
"baiklah, tidak apa-apa kerjakan saja pekerjaan mu dulu biar aku yang pergi ke sana untuk mengawasi" ucap Jordan lalu melirik Gibran
"baiklah terima kasih"
"eh Jordan tung.... "
tut...
tut....
Jordan memutuskan telfon nya secara sepihak.
"jadi? Sarah tidak akan pergi? "
tanya Gibran sambil mengangkat satu alis nya.
Jordan menggeleng
"Sudah lah, ayo kita pergi "
______________
di wilayah Konstruksi
Jordan dan Gibran sampai di wilayah konstruksi, mereka turun dari mobil lalu menghampiri Hana yang sudah menunggu mereka di luar
"dimana tuan Saga?"
tanya Jordan.
sebentar lagi akan datang, dan kemudian Tuan Saga benar-benar datang tepat di belakang mereka bertiga.
"apa anda sudah menunggu lama? "
tanya Tuan Saga
"ah tidak, kami baru saja sampai"
jawab Jordan.
Dasar, aku yang sudah lama menunggu kalian dari tadi!
batin Hana.
"oh ya Tuan Saga, ini Nona Hana yang akan bertanggung jawab atas wilayah konstruksi "
Jordan memperkenalkan Hana kepada Tuan Saga. Hana dan Tuan Saga berjabat tangan sebentar
"ngomong-ngomong direktur Whusi mana? "
tanya Tuan Saga saat ia tidak melihat Sarah.
__ADS_1
"direktur Whusi ada pekerjaan mendadak, jadi dia tidak bisa datang "
"ah kalau begitu ayo kita masuk dan lihat"
ajak Gibran.
mereka semua masuk ke dalam gedung yang baru jadi 50% jadi itu, melihat sekeliling sudah berdiri tembok-tembok yang kokoh dan beberangka kerangka untuk atribut di Mall
Karna Hana yang bertanggung jawab untuk proyek ini, ia pun segera menjelaskan beberapa fungsi dari lokasi yang masih setengah jadi itu.
"jadi, sesuai dengan yang di desain akan ada 5 lift yang akan di buat. ini adalah lift pribadi untuk tamu kelas atas" Ucap Hana sembari menunjuk kerangka lift yang ada di depan mereka.
"dan 4 lift lain nya akan di buat di setiap sudut ruangan untuk para mengunjung biasa"
lanjutnya lagi.
"dan juga, di sana ada juga kamar mandi wanita dengan ukuran ******* dan kamar mandi pria pun juga dengan ukuran yang sama. lalu di sebelah kamar mandi ada tangga darurat"
Hana kembali menjelaskan setiap bangunan yang ada.
"apa kita sudah bisa naik ke atas? "
tanya tuan Saga.
"sudah tapi kita harus berhati-hati"
Hana meminta topi pelindung kepada pekerja proyek yang ada di sana lalu memberikan nya kepada mereka.
kemudian mereka ber-empat naik ke lantai dua dengan tangga kecil yang sengaja di buat para pekerja proyek untuk naik turun saat bekerja.
"di lantai dua, ada ***toko dan... "
"tunggu"
Tuan Saga memotong ucapan Hana, lalu ia pergi ke arah barat.
"Nona Hana, apa-apan ini? "
tanya Tuan Saga sambil menunjuk ke salah satu tembok yang di penuhi dengan coret-ceretan cat kaleng.
"ah? maaf saya tidak tahu kalau ada coret-ceretan seperti itu"
jawab Hana gelagapan
"lalu ini apa? "
Tuan Saga menunjuk setumpuk sampah ada di sudut bangunan, yang lebih parah nya lagi itu adalah sampah bekas minuman keras.
"ya ampun, kenapa bisa ada itu? "
tanya Gibran Pura-pura syok.
alah, itu kan kerjaan mu Gibran
"seperti nya saat pekerja proyek tidak bertugas, ada sekumpulan anak-anak muda yang nongkrong dan mabuk-mabukan di sini"
ucap Jordan.
"jika memang ada Anak-anak myda yang melakukan itu berarti keamanan wilayah konstruksi nya tidak bisa di percaya. "
sambung tuan Saga.
"Hana, aku sudah memberikan peroyek ini kepada mu, tapi kenapa ada hal semacam ini? "
tanya Jordan
"maaf, aku tidak tahu"
Hana sedikit menunduk karna malu.
sial, siapa yang berani-beraninya melakukan ini? batin Hana.
"baiklah, kalau begitu saya harus kembali karna ada pekerjaan yang harus saya urus. minggu depan kita akan melihat perkembangan nya lagi dan saya tidak mau kejadian ini terulang lagi"
pamit Tuan Saga lalu pergi dengan wajah yang agak kesal.
"aku akan kembali ke kantor, kau bisa menegur para pekerja proyek "
Jordan dan Gibran segera pergi meninggalkan Hana yang mengerutu sendiri.
"haha rasakan! ini baru Permulaan! "
ejek Gibran saat mereka menjauhi Hana.
______
Hi.
lama ya up nya? sorry tapi author cuma up kalau lagi ada waktu luang. kadang juga author malas dan mood nya ilang karna ada hate komentar dari kalian.
jadi, author cuma bakal up kalau lagi mood dan ada waktu luang. jadi suka-suka dong mau up nya kapan >_<
Note :
berhalusinasi mungkin mudah untuk semua orang, tapi untuk menunpahkan nya kedalam tulisan bukan hal yang mudah untuk di lakukan. jadi jangan menuntut seseorang untuk mengeluarkan atau memaksa otak nya untuk menciptakan sebuah karya, karna jika terus di paksakan karya itu bisa saja menjadi sebuah kisah yang tidak memuaskan untuk sang penulis.
ambil hikmah nya dan buang buruk nya. oke! ^_^
tbc.
__ADS_1