
jadi, untuk apa Tuan Gara membuat janji dengan saya? apa masalah Skandal kemarin?" tanya Sarah tanpa basa basi.
Gara tertawa kecil.
"iya, di antara kita ada salah paham yang belum di selesaikan. walaupun hanya sebuah foto, itu bisa berakibat fatal untuk kita. akan lebih baik Jika kita menyelesaikannya bersama"
"anda tahu saat di pesta itu aku-aku tidak sengaja m-memeluk mu. aku benar benar minta maaf" ucap Sarah gagap
"tidak apa, saya tahu anda sedang ketakutan. itu hal yang wajar bagi wanita "
Gara terseyum lembut
"oh ya, jangan terlalu formal. agak aneh rasa nya" Gara kembali menggaruk alis nya
Sarah terseyum kaku.
aduh, kenapa canggung sekali ya?
ya ampun! aku lupa memberi tahu Jordan lagi. apa dia tidak marah kalau aku bertemu dengan Gara seperti ini, ah tidak apa lah kan untuk menyelesaikan skandal ini.
batin Sarah.
Mereka lanjut mengobrol hingga makanan datang. setelah mereka selesai makan. Sarah segera mengakhiri percakapan dan pergi.
"Terima kasih Gara, sesuai janji Lusa kita akan mengadakan konferensi pers "
ucap Sarah lalu berdiri.
Gara tersenyum sebagai balasan, lalu ia menjabat tangan Sarah.
Sarah keluar terlebih dahulu, ia melihat Gerry yang sedang menunggu di luar.
"dimana Wanda?"
tanya Sarah saat tidak melihat Wanda
"ada sedikit masalah di perusahaan, jadi Wanda pergi duluan"
jawab Gerry
Sarah mengangguk. lalu ia berjalan duluan menuju mobil dengan Gerry yang mengekor di belakang.
"kita kembali ke perusahaan"
ucap Sarah sebelum Gerry menjalan kan mobil nya.
_____________
sore hari nya Sarah pulang ke rumah. karna pekerjaan nya di kantor sudah selesai.
ia juga merindukan Morgan, karna anak itu tidak datang ke kantor Sarah seharian.
sesampai nya di rumah Sarah mencari cari Morgan di kamar nya, tapi Sarah tidak menemukan nya. Sarah pun beralih ke taman belakang dan masih menemukan Morgan. paman Han pun juga tidak kelihatan. Sarah segera memberitahu Wanda, Gerry dan pelayan yang ada di rumah nya untuk mencari Morgan ke seluruh rumah.
"kami tidak menemukan nya bu direktur. Paman Han pun tidak bisa di hubungi"
ucap Wanda setelah menyusuri seluruh rumah.
Sarah menggigit bibir bawah nya.
"Cepat hubungi guru dan orang tua teman teman nya Morgan. mungkin saja dia pergi bermain ke rumah teman nya"
Wanda mengagguk dan segera mengambil buku catatan nomor telfon yang ada di laci meja televisi dan melaksanakan perintah Sarah.
Sarah segera mengeluarkan handpone dari saku nya, ia mencari nama kontak Jordan. karna ia harus memberitahu Jordan dan menanyakan nya.
tut.... tut.... tut....
Jordan tidak mengangkat telfon nya. Sarah kembali menelfon nya lagi.
"Morgan kau dimana nak"
guman Sarah khawatir
"halo, Sarah? "
akhirnya Jordan mengangkat telfon nya.
"Jordan... "
Suara Sarah terbata bata, Nafas nya pun tidak teratur
"Sarah kau kenapa? tenang dulu. ambil nafas perlahan lalu buang, okey. tarik nafas dan buang"
Jordan berusaha menenangkan Sarah Yang sepertinya sedang tidak baik karena dari nafasnya yang tidak teratur saja membuat Jordan mengerti dengan keadaannya
"sekarang katakan ada apa? "
"M-Morgan... "
"iya? ada apa dengan nya? "
"M-Morgan hilang. dia hilang"
"apa? kenapa bisa hilang?! "
terdengar Jordan berteriak dari sebrang sana
"a-aku tidak tahu. kumohon datang lah cepat"
ucap Sarah gemetaran.
"baiklah, aku akan kesana sekarang. kau ada di mana? "
__ADS_1
"di rumah"
Jordan memutuskan telfon nya secara sepihak.
Sarah langsung terduduk lemas, dengan segera Wanda mendekatinya dan mengusap ngusap punggung nya.
"apa sudah dapat kabar? "
tanya Sarah.
Wanda menggeleng lemah
"Morgan tidak bertemu dengan mereka "
tubuh Sarah makin melemah, ia takut Morgan akan kenapa napa. ia tidak mau kehilangan Morgan. Morgan adalah jiwa nya, Sarah tidak bisa hidup tanpa Morgan.
________________
"Gibran, telusuri lokasi Morgan saat ini juga"
ucap Jordan saat sudah sampai di ruangan Gibran
"ha? ada apa memang nya? "
tanya Gibran tak mengerti.
"dia menghilang! "
"bagaimana bisa?! "
"ck, tidak usah banyak tanya! cepat cari! "
geram Jordan.
Gibran segera mengangguk dan mengetik komputernya ya Menelusuri jejak Morgan.
" dari semua orang-orang yang kita suruh untuk menjaga Morgan. mereka tidak mengetahui keberadaan Morgan saat ini"
ucap Gibran.
" kalau begitu telusuri dengan GPS aku sempat memasang GPS di jam tangan nya Morgan"
Gibran mengangguk lalu segera mencari lokasi Morgan dengan GPS.
" kabari aku jika sudah menemukan lokasinya aku harus ke rumah Sarah saat ini"
ucap Jordan lalu pergi bersama Glen
Gibran hanya mengangguk dan masih sibuk dengan komputernya untuk mencari lokasi Morgan.
_________________
mobil Jordan berhenti di depan gerbang rumah Sarah langsung turun dari mobil dan berlari memasuki rumah
"J-Jordan.... Hiks Morgan.... Hiks Anak kita..... hiks" Sarah teriasak dan memeluk Jordan dengan erat.
"Stt.. sudah tidak apa apa, kita akan mencari Morgan. okey? " Jordan mengusap lembut punggung Sarah dan berusaha menenangkan nya
"dimana paman Han? bukan kah dia yang manjaga Morgan? telfon dia!"
bentak Jordan kepada Wanda dan Gerry
" sudah Tuhan tapi handphone Paman Han tidak bisa dihubungi" Jawab Wanda dengan takut.
sial kemana Morgan menghilang? Jika dia yang melakukannya maka aku tidak akan pernah mengampuni nya orang-orang ku juga tidak berguna jangan sampai Morgan jatuh ke tangan biadab itu
batin Jordan
"Jordan... hari semakin gelap. Morgan... dia belum p-pulang juga.... nanti jika...dia... kenapa... napa... b-bagaimana? "ucap Sarah terbata bata.
"tidak, Morgan itu anak yang pintar. dia pasti baik baik saja sekarang" Jordan menggenggam erat tangan Sarah dan berusaha menenangkan nya.
"t-tapi... dia masih k-kecil"
"tidak Sarah. Morgan itu anak yang berani. percayalah kepada ku dia pasti baik baik saja"
Drt...... Drt.......
tiba tiba Hanpone Sarah yang terletak di atas meja berbunyi. Jordan segera mengambil dan mengangkat nya.
"halo? "
"halo. apa benar ini dengan Sarah? "
"saya suami nya. ada apa? "
"kami dari pihak rumah sakit ingin memberitahukan bahwa anak anda yang bernama Morgan ada di rumah sakit. pengasuh nya meminta tolong kepada resepsionis untuk menghubungi nyonya Sarah"
Jordan terdiam sebentar.
"di rumah sakit mana? "
tanya Jordan berusaha tenang.
"Medika Cases"
"baik. saya akan segera ke sana"
Jordan menutp telfon nya.
"siapa? apa yang rumah sakit? "
tanya Sarah tak sabaran
__ADS_1
"Glen, siapkan mobil. kita ke rumah sakit"
perintah Jordan.
Glen mengangguk lalu keluar dan menyiapkan mobil.
"ke rumah sakit? siapa yang sakit? Morgan? "
tanya Sarah tak sabaran sambil menarik narik jas Jordan.
Jordan hanya bisa mengangguk lemah.
Sarah menutup mulut dengan tangan nya karna tak percaya. mata nya mulai merah dan siap mengeluarkan air mata
"Sarah, ayo"
Sebelum tangis Sarah menjadi Jordan menarik tangan nya dan Membawa nya ke mobil
Glen menghentikan mobil nya di depan rumah sakit, Sarah segera membuka pintu mobil dan turun, Jordan pun ikut turun. mereka berlari cepat memasuki rumah sakit dan menghampiri meja resepsionis.
"dimana kamar pasien yang bernama Morgan? "
tanya Sarah.
"di kamar no 08 sebelah kiri"
jawab Resepsionis itu.
Sarah segera berjalan cepat, ia mencari kamar no 08. saat menemukan pintu yang ada tulisan no 08 Sarah tak langsung membuka nya. ia berharap Morgan tidak apa apa.
"Jordan... Morgan baik baij saja kan? "
tanya Sarah kepada Jordan yang dari tadi hanya mengikuti nya.
Jordan mengangguk dan tersenyum. lalu Sarah membuka pintu perlahan dan masuk.
Sarah melihat Morgan yang sedang duduk di ranjang pasien dan ada suster yang sedang mengobati kaki nya
"Morgan"
panggil Sarah, ia langsung berjalan dan mendekati Morgan
"Mami? "
"Morgan kenapa sayang? "
tanya Sarah saat melihat kaki nya yang di obati oleh suster.
"jadi gini Mi. tadi Morgan jenguk teman Morgan di rumah sakit ini, trus waktu mau pulang Morgan lari lari dan jatuh. kata dokter nya kaki Morgan terkilir jadi gak boleh pulang dulu"
jelas Morgan.
"sampai berdarah begini? "
Sarah melihat bekas darah di lutut Morgan
"hehe, cuma berdarah sedikit kok mi. gak sakit kok" ucap Morgan di iringi senyum nya.
"kenapa tidak menelfon Mami. Mami kan jadi khawatir "
"handpone Morgan tinggal di Mobil. handpone Paman Han juga mati "
"yasudah tidak apa apa, yang penting Morgan sudah ketemu "Sarah memeluk Morgan saat suster sudah pergi.
Jordan hanya diam memperhatikan ibu dan anak itu. Jordan tidak sepenuhnya percaya dengan ucapan Morgan. Jordan bisa melihat dengan jelas dari mata anak itu kalau ada yang di sembunyikan dari Mami nya.
drt... drt....
handpone Jordan bergetar. ia keluar dan mengangkatnya.
"lokasi nya di rumah sakit. cepat pergi ke rumah sakit sekarang juga! rumah sakit Medika Cases! " ucap seseorang dari sebrang sana
"ck, aku sudah tau. kau telat"
ketus Jordan.
"hmm! "
Gibran hanya berguman kesal.
"kau selidiki masalah ini "
"ha? masalah apa? "
"hari ini Morgan terluka di rumah sakit saat menjenguk teman nya. aku yakin bukan karna alasan itu. kau cari kebenaran nya"
"hmm... baiklah"
"kau tahu? ini kode halus dari nya"
"ya, ini peringatan pertama nya. kedepan nya mungkin akan lebih berbahaya lagi"
"tingkatkan keamanan, tambahkan beberapa orang lagi untuk menjaga Morgan dan Sarah. satu hal lagi, pasang GPS di handpone dan Mobil Sarah"
"baiklah"
Jordan pun menutup telfon nya.
aku yakin ada sesutu yang di sembunyikan Morgan. semoga saja dia tidak bertemu dengan nya
batin Jordan
_________________
__ADS_1