PERPISAHAN

PERPISAHAN
part 89


__ADS_3

"ternyata kau yang menyebarkan rumor itu? "


"ya aku yang menyebarnya, dan aku juga yang merencanakan semua nya"


"kau bekerja sendiri? "


"iya, dan sampai saat ini Jordan masih belum bisa menjadi milikku, karna itu aku datang untuk bekerja sama"


jelas nya.


kemudian pria itu menangguk lalu bertanya


"ada info? "


tanya pria tadi yang duduk di kursi empuk nya.


"Dia bilang dia keluar kota"


"kau yakin? "


"hah...dia pikir aku bodoh, aku tahu dia sedang bersama wanita itu"


"ya... aku juga tahu itu"


"lalu apa rencana nya? "


tanya Wanita itu tak sabaran


"biar kan saja mereka bersama saat ini, jika waktu nya sudah datang maka kita akan memulai nya"


"lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang? '


"menunggu, kita hanya perlu menunggu"


wanita itu meremas ujung baju nya, ia benar benar tidak sabar untuk tujuan nya.


"bersabar lah, jangan melakukan tindakan yang gegabah, setiap tindakan harus di pikirkan dengan baik baik, jika kau salah dalam satu langkah saja maka kau akan terperangkap sendiri dan jangan lupa, Jordan bukan lah lawan yang mudah, dia dulu memang lemah tapi tidak seperti sekarang lagi. kali ini dia benar benar berubah. bahkan aku sampai merasa sulit untuk menyerang nya secara langsung."


"jangan pernah kau menyakitinya! "


ucap Wanita itu penuh penakanan.


"dan jangan pernah kau menyakiti wanita ku! "


balas pria itu.


"apa maksudmu? apa kau....? "


"ya kau benar dan awal nya aku ingin membunuh Jordan dan merebut seseorang yang sangat ia cintai, tapi kau sudah menemuiku duluan, maka dari itu kita akan memisahkan mereka tanpa harus ada korban. ingat! sebelum kau melakukan sesuatu pikirkan baik baik terlebih dahulu dan bicarakan kepada ku, kita sekarang bekerja sama! jangan pernah mengambil keputusan sendiri! "


jelas pria itu panjang lebar.


"dan satu hal lagi, kau harus bisa mengontrol amarah dan ego-mu. Karna itu bisa membuat kau kehilangan segala nya! "


"ya-aku mengerti "


"besok adalah pertunangan mu dengan Jordan, dan di situlah aku akan bertemu dengan nya"


pria itu tersenyum sinis.


"baik, aku mengerti. kalau begitu aku pergi dulu" Wanita itu pergi meninggalkan pria tadi.

__ADS_1


"heh, kau tidak tahu apa yang sudah kau lakukan. Hana! "


ucap pria itu semabari tersenyum sinis


*******


pagi hari nya Sarah terbangun di pelukan Jordan. Sarah menyingkirkan tangan Jordan yang melingkar di pinggangnya, kamudian berusaha untuk berdiri.


"Ssttt aww"


rintih Sarah, ia merasa sakit di bagian pinggang dan paha nya. ini sudah pasti ulah nya Jordan, semalam Jordan bermain hingga subuh dan membuat nya tidak bisa berkutik.


saat Sarah mencoba untuk berdiri lagi, tiba tiba saja Jordan kembali menarik tangan nya hingga terjatuh ke dalam dekapan Jordan


"kau mau kemana? "


tanya Jordan dengan suara khas bangun tidur nya dan mata yang masih tertutup


"aku mau mandi! "


"nanti saja kita mandi bersama"


ucap Jordan membuat Sarah kesal.


"kenapa? kau malu? bukan kah tadi malam kau meniknatinya? "


goda Jordan


"diam lah! "


ketus Sarah.


tanya Jordan, tangan nya bergerak untuk mengelus missV sarah.


Sarah menggenggam erat seprai, untung saja Jordan memeluk nya dari belakang jika tidak pasti ia akan melihat ekspresi Sarah saat ini dengan pikiran mesum nya.


"heii, kau ke-enakan ya? "


Goda Jordan yang masih melanjutkan aksi tangan nya.


"kau Juga kan? "


goda Sarah balik saat merasakan ada sesuatu yang mengeras yang menempel di bok"ng nya


"kenapa menggoda ku? apa tidak puas dengan yang tadi malam? "


"mana ada, kau duluan yang menggoda ku"


"hmm bagaimana kalau kita melakukan nya lagi? ya hitung-hitung untuk olahraga pagi"


"tidak-tidak!" tolak Sarah cepat


"kenapa? "


"kau tidak bisa melakukan ini terus menerus, apa kau lupa kalau kita sudah bercerai? "


ucap Sarah dan membuat mereka diam satu sama lain.


perlahan Jordan melepas pelukan nya, ia bangkit dengan keadaan yang masih telanj*ng lalu memakai Boxer nya, setelah itu ia keluar dari kamar.


kau manafik Sarah! sudah tahu bercerai kenapa kau masih mau melakukan hubungan intim dengan nya? sama saja kau dengan nya.

__ADS_1


batin, Sarah.


#


"Glen! "


panggil Jordan yang masih berdiri di depan pintu kamar nya.


"iya Tuan"


Glen segera berlari dan mendekati tuan nya.


Glen sedikit terkejut melihat Jordan yang hanya menggunakan boxer nya.


"kenapa? biasa saja melihat nya?! cepat ambilkan map biru yang ada di meja kerja ku"


Nada bicara Jordan sedikit ketus.


"baik tuan"


Glen mengangguk lalu pergi ke tuang kerja nya untuk mengambil map biru tersebut.


Tuan kenapa sih? bukan nya habis bercinta ya? tapi kok tadi judes banget?


batin Glen.


setelah mengambil map itu, Glen segera memberikan nya kepada Jordan lalu ia kembali mengerjakan pekerjaan nya.


***


Jordan menatap map biru itu sebentar, ia menghela nafas lalu membuka pintu dan masuk. Jordan melihat Sarah yang sedang menangis.


Sarah yang mengetahui keberadaan Jordan, ia segera menghapus air mata nya. Jordan melempar map biru itu kepada Sarah, ia mengisyaratkan Sarah untuk membuka nya.


Sarah membuka map itu lalu melihat kertas yang ada di dalam nya. betapa terkejut nya Sarah saat melihat dan membaca kertas itu.


kertas itu adalah surat perceraian mereka, dan hanya ada satu tanda tangan di situ, yaitu hanya tanda tangan Sarah. itu berarti selama ini Jordan tidak menceraikan nya? selama ini Sarah masih menjadi istri sah nya? kenapa? kenapa Jordan melakukan ini?


pikir Sarah


kemudian Jordan merebut kertas itu dari Sarah dan dengan sikap dan ekspresi nya yang dingin, Jordan merobek robek kertas itu hingga menjadi potongan potongan kecil setelah itu ia berkata


"Aku tidak pernah menceraikan mu! dan kita tidak akan pernah bercerai! "


setelah mengtakan itu Jordan segera masuk ke kamar mandi. Sarah memeluk tubuh nya erat, ia kembali menagis. inilah yang Sarah takutkan, sifat dingin nya Jordan. Sarah sangat takut saat melihat wajah nya dingin dan datar itu. Sarah juga tidak tahu apa yang membuat nya menjadi dingin seperti itu. apa karna perkataan nya tadi?


*sementara itu di kamar mandi.


Jordan menghidupkan semua kran air yang ada di kamar mandi itu, lalu tangan nya menggepal dan meninju keras dinding kamar mandi hingga berdarah.


entah kenapa ia merasa emosional saat ini, Jordan tidak tahan dengan keadaan seperti ini. Jika saja musuh musuh nya bergerak lebih cepat maka dengan cepat pula Jordan bisa menghabisi mereka.


Jordan juga menyesal dengan apa yang dia lakukan kepada Sarah tadi, ia sudah membuat nya menangis dan bersedih lagi.


Tangan Jordan memijat pelipis nya, entah kenapa ia tidak bisa mengontrol emosinya dengan baik. sebelum ini Jordan tidak pernah menunjukan sikap dingin seperti itu kepada siapapun terkecuali anak buah dan bawahan nya.


"sebentar lagi... sebentar lagi pasti akan di mulai" guman Jordan sambil melihat tangan nya yang berdarah.


____________


happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2