PERPISAHAN

PERPISAHAN
part 108


__ADS_3

cepat ambilkan obat nya! "


teriak Vian.


dengan cepat Gibran pergi mengambil obat Jordan dari kamar nya di sebelah.


"Jordan, katakan apa yang kau rasakan? "


tanya Vian


"pusing, kepala ku terasa berat, pandangan ku kabur " ucap Jordan dengan suara nya yang lemah.


Gibran belum tadang, Vian pun melakukan pertolongan pertama. ia mengusapkan minyak angin ke tengkuk, kepala, dan menyuruh nya menciumi aroma minyak angin. lalu Vian menijat tangan atau tepat nya di dekat pangkal jari jempol Jordan.


setelah itu Gibran kembali dengan segelas air putih. ia langsung memberikan obat dan menyodorkan air itu Kepada Jordan.


setelah meminum obat nya, Jordan di suruh tidur minimal 2 jam, namun Jordan tidak mau.


"Jordan, istirahat lah dulu. sudah beberapa bulan ini kau tidak berkonsultasi lagi dengan ku, kau sudah menjadi pasien ku. dan aku akan bertanggung jawab atas kesehatan mu. "


ucap Vian.


"ya aku tahu. kau boleh pulang "


"baiklah, aku pulang dulu. tidak perlu mengantar ku"


Vian melirik Gibran.


'cih, siapa juga yang mau mengantar mu'


Guman Gibran.


"Gibran"


panggil Jordan.


"hmm? "


"ada sesuatu yang ingin ku bicarakan, ini masalah serius "


"apa? "


"entah kenapa aku merasa dia selalu selangkah didepan dari kita. dia seolah olah sudah tahu apa yang akan kita lakukan, contoh nya saja masalah Sarah tadi. aku yakin, ada orang dalam yang membantu nya"


"maksud mu, dia punya mata mata di sini? "


"mungkin, pasti di antara orang orang ku ada salah satu dari mata mata nya dan mungkin ada penghianat di antara kita yang membocorkan informasi "


"hmm... kau benar tapi siapa? bagi ku tidak ada yang mencurigakan di sini"


"aku juga tidak tahu pasti, mungkin salah satu dari orang orang yang dekat dengan ku adalah mata mata nya. dan orang yang dekat dengan ku dan Sarah hanya Wanda, Gerry, paman Han dan.... "


"apa? aku? kau juga mencurigai ku? "


kesal Gibran


"tidak, pokok nya tugas ini ku berikan kepada mu"


"hmm... yasudah, kau harus tidur dulu. minimal 2 jam. obat nya mungkin akan bereaksi sebentar lagi "

__ADS_1


"ya, aku mempercayaimu. tolong jaga Sarah "


"iya, Dasar merepotkan! "


Gibran pun membantu Jordan berbaring dan menarik selimut nya.


"lalu bagaimana dengan Morgan? "


tanya Gibran sebelum Jordan menutup matanya


"biarkan saja dia menemani Sarah, kalau dia mengantuk tidur saja bersama Sarah... Hoamm..... "


Jordan menguap.


"obat nya sudah bereaksi, kau tidur saja sana. "


"hmmm"


Jordan berguman lalu menutup mata nya.


Gibran menutup pintu nya, lalu ia pergi ke ruang tengah untuk memanggil beberapa penjaga. setelah itu ia pergi ke kamar Jordan yang di tempati Sarah bersama penjaga nya, Gibran menyuruh penjaga nya menjaga di pintu.


Gibran masuk ke dalam, ia melihat Morgan yang masih duduk di pinggir ranjang dan memegang tangan Sarah. Sementara paman Han, Wanda, dan Gerry berdiri tidak jauh dari Morgan.


"Morgan belum ngantuk? "


tanya Gibran lalu mengelus kepala Morgan.


Morgan menggeleng dan masih melihat Mami nya.


"Morgan besok sekolah kan? lebih baik Morgan tidur sekarang. " Suruh Gibran.


Morgan terdiam sebentar, lalu ia mengangguk. Gibran membantu Morgan membaringkan diri di sebelah Sarah, lalu menyelimuti nya.


Mereka bertiga mengangguk lalu mengikuti Gibran dari belakang. Gibran membawa mereka di sebuah ruangan yang cukup gelap.


di ruangan yang gelap itu, hanya ada 1 buah meja kayu yang cukup besar di sana.


"lepas semua barang kalian"


kata Gibran dengan nada dingin nya.


mereka bertiga mengangguk, lalu mereka melepas semua aksesoris yang mereka pakai, baik itu gelang, jam, cincin, kalung dan sebagainya. tak hanya itu pula, mereka juga mengeluarkan semua tablet mereka, seperti handpone, earphone, dan lain lain mereka letakan di atas meja itu.


"tidak ada yang keluar dari rumah sebelum mendapat perintah, kalian keluarlah"


Mereka bertiga mengangguk, lalu mereka keluar dari ruangan itu.


"kita sedang di interogasi "


kata Wanda saat mereka sudah keluar dari ruangan itu.


"apa karna masalah hari ini? "


tanya Gerry


"aku tidak tahu, tapi apa mungkin Tuan sedang mencurigai kita? "


"tidak baik berburuk sangka seperti itu, bagaimana pun tugas kita hanya melindungi Nyonya dan Tuan muda. selama kita mengerjakan tugas ini dengan benar, maka kita tidak akan terkena masalah. "

__ADS_1


ucap Paman Han sambil membetulkan letak kacamata nya.


"paman Han benar, mungkin ini hanya perasaan mu saja" Sambung Gerry lalu menatap Wanda.


Wanda hanya diam tak membalas, meskipun begitu, dia tidak akan tenang jika tidak tahu alasan nya. bagaimana pun dia harus mencari tahu apa yang tidak dia ketahui.


______________


"Engh...."


Jordan membuka mata nya, jantung nya berdegup kencang melebihi batas normal, tubuh nya sudah basah karna keringat dingin.


Jordan mengambil sebuah alat dari laci nakas yang ada di samping ranjang, lalu ia menggunakan alat itu untuk membantunya bernafas dengan normal.


selalu saja seperti ini, kenapa aku selalu bermimpi buruk


batin Jordan.


Jordan melihat jam yang ada di atas nakas, ternyata sudah hampir 3 jam dia tidur. dan sekarang sudah pukul 1 dini hari.


saat sudah merasa ada tenaga nya kembali, Jordan segera bangkit dan pergi ke kamar mandi.


di kamar mandi, Jordan melihat bekas luka nya dari pantulan cermin. Jordan juga menggerakkan tangan nya ke atas dan kesamping, ya benar kata Vian. luka nya belum sembuh total, dan masih ada luka dalam.


setelah dari kamar mandi, Jordan berniat untuk pergi ke kamar nya. ia keluar dari kamar itu lalu masuk ke kamarnya, Jordan sedikit terkejut melihat Sarah dan Morgan yang tertidur di ranjang nya.


ah sialan


Jordan memukul pelan jidat nya, mungkin ini karna efek obat nya yang membuatnya sedikit pikun.


sebenarnya, Jordan ingin mandi tapi melihat Sarah dan Morgan yang tertidur di ranjangnya membuat diri ya juga ingin merebahkan diri di sana.


akhirnya dengan hati hati Jordan naik ke ranjang lalu merebahkan dirinya di samping Morgan.


Jordan mengelus pelan dahi Morgan, andai saja dia bisa tidur bertiga dari dulu.


ah sudah lah, dari pada memikirkan hal yang sudah terjadi lebih baik kita memikirkan hal yang sedang terjadi di depan mata kita.


____________


pagi hari.


Sarah membuka mata nya perlahan, malam ini diri nya benar benar tidur dengan sangat nyenyak.


Sarah menoleh ke samping nya, ia terkejut melihat Jordan yang tidur di samping Morgan.


tapi posisi mereka yang membuat Sarah kaget.


Morgan tertidur pulas di dalam pelukan Jordan, dan Jordan pun tertidur dengan sangat nyaman.


apa apaan ini? mimpi macam apa ini tuhan? jika ini benar benar mimpi, maka jangan bangunkan aku. biarkan aku melihat indahnya kebersamaan keluarga ku yang tidak bisa aku lihat di dunia nyata. aku ingin lebih lama di mimpi ini.


batin Sarah.


Mata Sarah sudah berkaca kaca, ia pun melihat sekeliling kamar. ia baru sadar kalau dirinya tidur di kamar nya yang dulu, dia berada di rumah nya. rumah yang dulu nya pernah ia tinggalkan.


Sarah pun kembali berbaring dan mendekatkan diri dengan Morgan, Sarah juga ikut memeluk mereka. karna Morgan yang kecil, Sarah dapat melihat wajah Jordan yang sedang tertidur pulas itu dengan dekat. ini adalah hal yang paling membahagiakan untuk dirinya.


tidur bersama suami dan anak nya, ibu dan ayah tidur sambil memeluk anaknya di tengah tengah mereka.

__ADS_1


Sarah sudah tidak peduli lagi, mau ini nyata atau tidak, yang terpenting saat ini dia bisa merasakan kehangatan keluarga.


_______


__ADS_2