
"ayo berangkat"
Jordan segera berdiri dan menyandang tas nya.
"kemana? "
tanya Sarah yang baru saja menghabiskan teh nya.
"kau tidak mau pulang? "
"eh, iya mau! "
Buru buru Sarah mengambil tisu dan mengelap bibir nya, lalu mengambil tas nya.
Sarah mengikuti Jordan dari belakang, sementara Glen sudah menunggu di luar. Saat Jordan membuka pintu utama sudah tidak ada lagi Wartawan, Sarah menghela nafas lega.
"mau pulang ke rumah atau ke perusahaan? "
tanya Jordan saat sudah di dalam mobil.
"pulang saja" Sarah menjawab Singkat sambil memainkan handpone nya.
karna kesal dengan sikap Sarah, Jordan merebut handpone Sarah begitu saja, refleks Sarah terkejut dan kesal.
"kenapa masih membaca berita ini? "
tanya Jordan saat ia sudah membaca isi handpone Sarah.
"memang nya tidak boleh? "
ketus Sarah
"tidak"
"tidak peduli, sini kembalikan handpone ku! "
Sarah berusaha mengambil handpone nya dari tangan Jordan, tapi Jordan malah menjauhkan tangan nya sehingga membuat Sarah sulit mengambilnya.
"kembalikan! "
"cium aku dulu"
pinta Jordan seenaknya
"kau ini tidak waras ya? di sini tidak hanya kita berdua" kesal Sarah sambil melirik Glen yang sedang menyetir.
"hmm... Glen, hentikan mobil nya dan kau keluar sebentar " Jordan tersenyum jail kepada Sarah
setelah mendapat perintah, Glen benar benar menghentikan mobil nya di tepi jalan dan keluar. Sarah melongo saat Glen benar benar melakukan nya
'penurut sekali dia'
batin Sarah.
"ayo cium aku"
ucap Jordan membuyarkanp lamunan Sarah
dengan kesal Sarah membuang muka lalu berkata "tidak mau, kanapa harus menyuruh nya berhenti dan keluar sih? aku mau pulang! "
__ADS_1
"kalau aku tidak menyuruhnya keluar, apa kau mau dia menikmati tontonan gratis dari adegan romansa kita" bisik Jordan di telinga Sarah
"k-kau?! apa-apaan kau ini?! "
Wajah Sarah memerah, ia menjadi gelagapan dan takut. harus kah Jordan melakukan nya di mobil. dan lagi?
"ayo, cium aku jika kau mau pulang "
Jordan kembali menarik diri lalu melipat tangannya sambil duduk dengan santai
"tidak mau! "
Sarah masih memaalingkan Wajahnya.
"yasudah, kalau tidak mau tunggu saja di sini selama nya" ucap Jordan masih pada tempat nya.
Sarah mengigit bibir bawah nya.
'hanya ciuman saja kan? tidak masalah! '
batin Sarah.
Sarah menoleh ke arah Jordan, ia pun segera mendekat dan mencium Jordan. tiba tiba Jordan menarik Sarah hingga menempel di tubuh nya, Jordan pun tidak melepas ciuman itu, ia terus menahan bibir Sarah agar tetap di bibir nya. ciuman itu makin lama semakin panas, Sarah juga sudah terbawa gairah karna Jordan.
tidak sampai di situ saja, tangan Jordan mulai beraksi. tangan nya masuk ke dalam baju Sarah, dan bibir nya mulai turun di leher dan dada Sarah. Karna sarah memakai kemeja, tak sulit bagi Jordan untuk membuka baju nya.
Jordan bermain dengan kedua gundukan Sarah, sementara Sarah sudah mulai mendesah karna tak tahan.
satu tangan Jordan masuk ke dalam rok Sarah, tangan itu mulai bermain dan membuat sang empu nya mendesah.
______________
*sementara di luar:
"mereka memang tidak tahu tempat ya"
Guman Glen sambil melirik mobil Jordan yang tak jauh dari tempat nya berdiri sekarang.
____________
"hmm... Jordan, Sudah jangan di sini"
bisik Sarah.
melihat Sarah yang kelelahan membuat Jordan tak sega,akhir nya Jordan menyelesaikan nya dan membetulkan posisi duduk Sarah. Jordan juga membatu Sarah untuk merapikan pakaiannya
setelah semua rapi, Jordan memberi pesan kepada Glen untuk kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanan
___________
Glen memarkirkan mobil nya di pekarangan rumah Sarah.
dengan senyum manis nya Sarah membuka pintu mobil dan keluar, tapi sebelum itu Jordan menahan tangan Sarah sehingga ia tidak jadi membuka pintu.
"ada apa? "
tanya Sarah sedikit kesal.
"biar aku yang buka"
__ADS_1
setelah itu Jordan keluar dan berjalan memutar untuk membukakan pintu mobil untuk Sarah.
dengan sedikit heran, Sarah keluar. Jordan berjalan di samping Sarah dan masuk ke rumah, sementara Glen mengekor di belakang
"Mami! "
baru saja beberapa langkah masuk ke rumah, Sarah langsung mendengar suara yang ia rindukan.
"Morgan"
ucap Sarah saat ia melihat Morgan yang berlari ke arah nya.
"Mami kemana saja? kenapa tidak pulang tadi malam? "
tanya Morgan saat Sarah menggendong nya.
"hmm tadi malam Mami ada urusan di kantor. jadi Mami lupa pulang deh"
bohong Sarah, sambil tersenyum
"lalu Mami tidur di kantor? "
tanya Morgan dengan lugunya.
"iya sayang"
Sarah mengacak ngacak rambut Morgan.
"eh, paman ada di sini? paman mengantar Mami ya? " Morgan menoleh dan menatap Jordan yang ada di samping Sarah.
"iya, tadi paman tidak sengaja bertemu dengan Mami. jadi paman antar saja deh"
jawab Jordan ikut berbohong.
Morgan bergerak untuk turun dari gendongan Sarah, ia menarik tangan Jordan dan mengajaknnya ke ruang tamu.
"ayo masuk paman! Morgan sedang mengambar"
"bu direktur "
panggil Wanda saat melihat Sarah.
"Wanda, pagi ini Morgan makan apa? "
tanya Sarah
"pagi ini dia hanya mau minum susu, katanya mau menunggu anda pulang dan sarapan bersama" Jawab Wanda.
"baiklah, kau pergi saja ke kantor duluan. oh iya, sebentar lagi Manager akan datang ke ruangan ku untuk menyerahkan hasil proyek. pastikan proyek itu sudah berhasil, setidak nya sudah berjalan 25% " jelas Sarah.
"baik bu direktur "
jawab Wanda, lalu ia pamit untuk pergi ke perusahaan.
setelah Wanda pergi, Sarah pergi ke dapur dan membuat sandwich untuk Morgan.
Saat sudah selesai, Sarah membawa sepiring sandwich dan segelas air putih dengan nampan untuk Morgan. Sarah pergi ke ruang tamu tempat dimana Morgan membawa Jordan tadi tapi sayangnya dia tidak menemukan Morgan di situ.
akhirnya Sarah pergi ke kamar Morgan, pelan-pelan Sarah membuka knop pintunya cara melihat Morgan sedang berbaring di atas ranjangnya bersama Jordan. Sarah sedikit terkejut, Morgan memang mudah bergaul dengan orang lain. tapi Sarah belum pernah melihat Morgan sedekat ini dengan orang lain selain diri nya,kenapa tidak? dia kan ayah nya.
__ADS_1
Hal itu membuat Sarah sedikit tersentuh. melihat ayah dan anak yang selama ini telah berpisah dan kini mereka dipertemukan kembali. rasanya Sarah benar-benar bahagia melihat mereka bermain bersama, Sarah berpikir Andaikan saja dulu tidak pernah ada insiden itu pasti mereka semua sudah bahagia bersama. tapi jika takdir berkata lain kita bisa apa.
_________