PERPISAHAN

PERPISAHAN
part 120


__ADS_3

"bu direktur, kemarin perusahaan A sudah membuat janji dengan anda. pertemuan nya sudah saya atur setelah jam makan siang, setelah itu anda harus memeriksa pengeluaran dari bank kita yang ada di kota B karna pengeluaran di di bulan ini berbeda jauh dari yang sebelum nya, merut informasi yang saya dapat ada beberapa pegawai yang korupsi. jadi anda bisa menyeret kasusu ini ke pengadilan. bagaimana bu direktur ? "


ucap Wanda panjang lebar.


"bu direktur? "


panggil Wanda dengan sedikit keras.


"ah iya? "


Sarah tersadar dari lamunan nya, dengan linglung Sarah menatap Wanda.


"anda mendengarkan saya kan tadi? "


tanya Wanda.


"ah iya aku dengar kok tadi"


jawab Sarah sedikit linglung.


"bu direktur sepertinya anda ada masalah, kalau anda mau biar kasus ini saya sampaikan kepada wakil direktur "


"oh memang nya dia sudah kembali? "


tanya Sarah.


"beliau baru pulang 2 hari yang lalu, dan hari ini beliau sudah bekerja kembali"


"oh begitu, ya sudah biarkan wakil direktur yang menyelesaikan kasus ini"


"baik bu direktur"


Wakil direktur perusahaan bank Whusi adalah seorang pria yang sudah memiliki keluarga, umurnya sedikit lebih tua dari Sarah. Saat Sarah menjadi direktur dulu ia belum pernah bertemu dengan Wakil direktur karna saat itu wakil direktur mendapat tugas ke luar negri dari Tuan Hend.


karna wakil direktur tidak ada di tempat, semua pekerjaan di berikan kepada Sarah seorang. tapi mungkin kini pekerjaan nya akan sedikit berkurang karna wakil direktur sudah ada.


"Wanda, bisa kau undur janji ku hari ini? "


"ada apa bu direktur? apa anda sakit? "


tanya Wanda sedikit khawatir


"ah tidak. aku cuma merasa agak lelah, jadi aku mau istirahat dulu sebentar"


"tapi bu direktur, nanti sore kita sudah berjanji dengan Tuan Saga dan Tuan Gibran untuk ke lokasi konstruksi."


"ah iya aku lupa, kalau begitu undur semua pekerjaan ku sampai nanti sore. setelah itu baru kita pergi ke lokasi konstruksi "


"baik bu direktur "


Wanda pun pergi. setelah Wanda pergi Sarah segera bangkit dan pergi menuju ke kamar yang ada di kantornya.


"aku mau istrirahat dulu, tolong jangan bangunkan aku sebelum sore"


ucap Sarah kepada Gerry, lalu Gerry mengiyakan nya.


Sarah menutup pintu kamar, lalu ia melihat sekeliling kamar itu tak banyak yang di perhatikan nya saat ia melihat ada kasur di situ ia langsung merebahkan diri di sana. entah kenapa tubuh nya terasa lemah dan tak bertenaga.


dengan perlahan Sarah menutup mata nya dan terlelap dalam alam mimpi nya.


_______


"ibu mau kemana? "


tanya Jingga saat melihat Jia yang pergi dengan tergesa-gesa


"ibu pergi dulu, ada urusan sebentar "


Ucap Jia lalu pergi


"oh baiklah, hati-hati "


balas Jingga saat ibunya sudah pergi.


di dalam mobil.


"kita mau kemana nyonya? "


"perusahaan Whusi"


jawab Jia tanpa ragu.


"baik"


supir langsung mengarahkan mobil nya ke arah perusahan Whusi sesuai dengan apa yang di perintahkan Jia.


"parkir di parkiran belakang"


ucap Jia saat mereka hampir tiba di perusahaan.


supir memarkirkan mobil nya di parkiran belakang perusahaan, saat keluar dari mobil Jia tanpa sengaja melihat seorang anak laki-laki yang familiar baginya.


"Morgan! "


panggil Jia membuat anak itu menoleh


"nenek? "


ucap Morgan lalu mendekati Jia.


"nenek ngapain di sini? "


tanya Morgan dengan polos.


Jia menoleh ke arah paman Han sebentar.


"ha, nenek cuma mau bertemu Morgan"


"kok nenek tahu Morgan ada di sini? "


"iya, tadi nenek sebenarnya mau ke rumah Morgan tapi Morgan nya gak ada. trus nenek tanya sama satpam nya katanya Morgan pergi ke sini" jelas Jia, bohong.


"oh gitu"


Morgan mangut-mangut


"ini, nenek beliin Mini Cakes buat Morgan"


Jia memberikan kotak putih yang ia bawa.


"wahh makasih nek, Morgan sayang nenek"


Morgan memeluk Jia sebentar, kemudian ia mengambil kotak yang berisi mini cake itu.


"Morgan masuk dulu ya nek"


pamit Morgan, lalu ia pergi bersama paman Han.


setelah Paman Han dan Morgan masuk, Jia segera masuk ke mobil nya kembali.


"ayo, kita ke rumah sakit"


ucap Jia lalu melihat potongan rambut yang ia genggam.

__ADS_1


___________


"halo tuan"


"...."


"barusan tadi nyonya besar menemui tuan muda di perusahaan nyonya"


"...."


"memberi cake dan... "


"...."


"nyonya besar diam-diam memotong rambut tuan muda"


"...."


"baik Tuan"


____________


"Mami! "


panggil Morgan saat memasuki kantor Sarah.


"stt Mami Morgan sedang tidur "


bisik Gerry.


"oh iya? Morgan tidak tahu hehe maap"


ucap Morgan juga ikut berbisik


"Morgan bawa apa? "


tanya Gerry


"Morgan bawain makan siang buat Mami. "


"Morgan yang masak? "


Morgan menggeleng


"ini di beli, lihat ini"


Morgan menunjukan mini cake yang di berikan Jia tadi.


"cantik sekali, Morgan yang membeli nya? "


"bukan, ini di kasi nenek"


Gerry mengerutkan keningnya, nenek siapa?


kemudian ia menoleh ke paman Han tapi paman Han malam menggeleng kepada nya.


"Mami tidur dari jam berapa? "


tanya Morgam


"dari jam 9 tadi"


"oh ya ampun"


Morgan segera pergi melihat Mami nya ke dalam kamar. saat membuka pintu, ia melihat Sarah yang terbaring di atas ranjang.


dengan cepat Morgan mengahampiri Sarah ke ranjang, Morgan duduk di tapi ranjang lalu menatap Sarah lekat-lekat. lalu ia merasakan dengkuran nafas halus Sarah yang keluar dengan teratur.


"Mami boleh tidur, tapi Mami gak boleh ninggalin Morgan "


________


"apa semuanya sudah siap? "


"iya sudah, kita tinggal menunggu waktu"


"baguslah"


Jordan menghela nafas.


"Gibran, tolong carikan aku makanan"


"hah? makanan apa? "


"ketan mangga"


"hah? k-ketan mangga? "


beo Gibran


"iya, aku ingin makan yang masam-masam gitu"


"Ck, kau ini hamil ya?! "


kesal Gibran.


"heh, jangan gila. aku tidak bisa hamil kau tidak mau membelikan nya? "


sinis Jordan.


"Ck, baiklah"


"eh tunggu dulu, bagaimana dengan pedagang nasi goreng itu? "


"dia sudah menempati toko yang kita berikan"


"oh bagus, sudah sana pergi "


usir Jordan.


Gibran berdecak kesal, kemudian ia pergi dengan wajah masam.


beberapa menit kemudian..


Jordan mengetuk-ngetuk meja dengan jari telunjuk nya, ia tak sabar menunggu Gibran. Karna sudah tak tahan akhirnya Jordan pergi ke kantin kariawan yang ada di perusahaan nya untuk mencari makanan.


saat memasuki kantin, semua mata tertuju padanya. ini adalah pemandangan langka, saat sang CEO pergi ke kantin kariawan perusahaan.


Jordan menghampiri salah satu kantin yang ada di sana.


"apa ini? "


tanya Jordan kepada penjaga kantin itu


"ini namanya es doger Tuan"


jawab nya.


"sejak kapan ada es doger di kantin? "


tanya Jordan lagi.


"sudah lebih 7 tahun Tuan, ini kan kantin kariawan biasa"

__ADS_1


ah iya, Jordan lupa kalau ini kantin kariawan bukan kantin khusus menager. kenapa bisa ia masuk ke kanti kariawan ini??


Jordan ingin pergi, tapi mata nya tak lepas dari es yang ada di situ.


"Tadi ini apa namanya? "


modus Jordan


"es doger Tuan, Tuan mau? "


watar nya


"oh boleh"


Penjaga kantin itu pun mengambilkan semangkuk es doger untuk Jordan. es doger ini sudah menjadi menu pencuci mulut untuk kariawan biasa, terkadang mereka membawa es nya ke tempat kerja dan memakan nya sambil bekerja.


"ini Tuan"


"oke"


Jordan mengambil semangkuk ea doger itu lalu membawa nya pergi. Jordan sudah tak memikirkan pandangan kariawan nya lagi. yang penting kini ia sudah mendapatkan es nya.


Jordan meletakan es itu di atas meja nya.


"es doger yah"


ucap nya sembari memperhatian es itu.


Jordan mengambil sendok plastik yang di berikan penjaga kantin tadi, lalu mulai mengambil es nya.


"ini apa? "


tanya nya saat mengambil sesuatu yang bentuk nya seperti bubur yang berwarna hitam. ayo lah itu ketan hitam Jordan!! dasar orang kaya!


"ini apa lagi? kacang? "


Jordan melihat kacang yang cukup besar di dalam es nya.


"ini? oh ini sepertinya jeli"


bukan, itu sebenarnya cuma agar-agar biasa.


"apa lagi ini? "


Jordan menemukan seauatu yang aneh, warna nya putih dan sedikit lembek. itu tapai Jordan


Jordan mencoba memakan tapai itu terlebih dahulu. ah rasanya sedikit masam tapi enak karna tercampur dengan es serut buatan penjaga kantin itu.


lalu Jordan mencoba ketan hitam sekaligus dengan agar-agar nya. Mata nya berkedip beberapa kali, rasanya benar-benar enak.


"wah gila, ini es aneh ter-enak yang pernah ku makan" ucap Jordan.


Krek...


pintu ruangan nya terbuka.


Gibran masuk dengan membawa sebungkus ketan mangga pesanan Jordan tadi. tapi Gibran malah melongo di buatnya.


.


susah-susah aku mencarikan makan, tapi pria ini malah enak-enakan makan es? dasar tidak tau diri. batin Gibran.


"heh sialan! "


panggil Gibran


"hm? "


tanya Morgan tanpa menoleh ke Gibran.


Gibran ingin memukul kepala Jordan, tapi perhatian tertuju kepada es yang di makan Jordan.


"heh, sejak kapan kau makan es itu?


tanya Gibran


"tadi "


cuek Jordan.


"oh ya, mana pesanan ku tadi? "


tanya nya lagi.


Gibran menghembuskan nafas kasar, lalu meletakan pesanan Jordan tadi di atas meja.


"kau ini ternyata sedang mengidam nya"


keluh Gibran


"aku tidak mungkin mengidam, keci4ali kalau Sarah" balas Jordan


"kau ini memang tidak tahu ya? "


"apa? "


tanya Jordan bingung


"hamil itu memang untuk seorang wanita, tapu mengidam biasa saja terjadi kepada sang suami" jelas Gibran


"oh jadi maksudmu aku mengidam dan Sarah yang hamil, begitu? "


"mungkin"


seketika Jordan berhenti menelan es nya, ia meletakan mangkuk es itu di atas meja nya lalu menatap Gibran dengan penuh harapan.


"a-aku mengidam dan S-Sarah yang hamil? "


tanya nya lagi.


Gibran mengangkat kedua bahu nya.


"itu tergantung kepada Sarah"


seketika kedua sudut bibir Jordan terangkat, ia tersenyum bahagia. tapi beberapa saat kemudian senyuman itu memudar.


Jordan sedikit takut, jika Sarah benar-benar hamil. maka bagaimama dengan selanjutnya?


dunia ini benar-benar kejam untuk Sarah yang sedang hamil di saat seperti ini.


tapi Jordam belum tahu pasti kalau Sarah hamil atau tidak, semoga saja hasil nya nanti adalah yang terbaik untuk keluarga kecil nya.


_________


hallo semuaa


jangan lupa vote yaa


oh ya jangan lupa juga Follow ig author


ig:Jeon_fiee


tbc

__ADS_1


__ADS_2