
"Menyebalkan! "
Ucap Sarah sedikit berteriak
"hey, jangan berteriak. tidak malu apa di lihat orang"Mario mengenggol lengan Sarah
"bodo! aku tidak peduli"
kesal Sarah
"kau ini kenapa lagi sih? ngomong ngomong Wanita yang kau siram tadi tunangannya Jordan ya? "
tanya Mario
"tidak tahu! "
ketus Sarah
"hei kenapa marah? dia yang merebut Jordan dari mu ya? "
tanya Mario lagi
"kepo! "
ucap Sarah masih dengan nada ketus
"hmm... baiklah, ayo masuk kedalam sebentar lagi acara nya mau di mulai"
ajak Mario sambil melihat jam tangan nya.
"duluan saja, aku mau ke toilet sebentar"
"baiklah"
Mario masuk duluan, setelah itu baru Sarah masuk, Sarah bertanya kepada pelayan dimana kamar mandi nya.
"hah... menyebalkan! "
Sarah mengusap ngusap baju nya yang terkena anggur tadi dengan tisu basah, namun noda anggur itu tidak mau hilang.
"sayang sekali, padahal masih baru"
ucap Sarah. setelah itu ia bergegas untuk keluar.
Buk...
"aww"
Sarah tidak sengaja menabrak seseorang saat keluar kamar mandi sampai terjatuh
"Maaf, nona baik baik saja?"
Pria yang di tabarak Sarah itu menjulurkan tangan nya untuk membantu Sarah berdiri.
Sarah menyambut tangan pria itu lalu berdiri, ia sedikit mengusap baju nya.
"Maaf nona, apa ada yang terluka? "
tanya pria itu lagi.
Sarah menoleh dan melihat pria yang di tabarak nya. pria itu menggunakan jas, hidung mancung dan kulit putih.
saat Sarah memperhatikan pria itu dari atas sampai bawah, pria itu menaikan kedua alis nya saat sarah memperhatikan nya dari atas sampai bawah
"andanda baik baik saja? "
tanya pria itu lagi.
seakan Sarah tersadar dari lamaunan nya, lalu Sarah menggeleng cepat dan tersenyum
"tidak apa, saya baik baik saja"
"baiklah, kalau begitu saya pergi dulu"
Sarah mengangguk, lalu pria itu pergi meninggalkan nya.
ya ampun, tampan sekali
batin Sarah.
Sarah kembali ke pesta pertunangan itu, namun ia tidak melihat Mario. Sarah terus saja berjalan dan menengok kesana kemari mencari Mario
__ADS_1
buk...
.Sarah tidak sengaja menabrak punggung besar seseorang sehingga membuat nya hampir terpental, untung saja ada seseorang yang menangkap nya dari belakang.
"aww"
Sarah mengusap lengan nya yang sedikit sakit.
"nona, anda baik baik saja? "
tanya pria yang menangpkap Sarah tadi.
"ah tidak pa-pa, terima... "
ucapan Sarah terpotong saat dia melihat wajah pria yang menolong nya itu.
"anda lagi? "
ucap Pria itu dengan ekspresi yang sama dan Sarah hanya tersenyum.
"anda ini sangat ceroboh ya, baru saja tadi menabrak saya, dan sekarang anda sudah menabrak orang lagi. setelah ini apa yang akan anda tabrak? dinding? "
ucap pria itu.
sebagai balasan Sarah hanya tersenyum dan nyengir.
"ngomong ngomong, anda pergi sendiri? "
tanya pria itu.
"tidak, saya pergi dengan teman saya tadi"
jawab Sarah
setelah itu mereka berdua mengobrol bersama.
***
"Sasaran mulai bergerak"
ucap Gibran yang kini ada di sudut belakang ruangan, ia menggunakan Earpone sebagai komunikasi.
"bagus. Glen sudah kau siapkan semua nya? "
kini Jordan yang berada di depan bersama keluarga nya yang berbicara, ia memperhatikan sekeliling untuk melihat gerak gerik dari semua orang.
jawab Geln yang ada di luar rungan.
"baiklah, mari kita mulai"
ucap Jordan.
Gibran mulai melangkah kan kaki nya mencari seseorang, lalu ia melihat Tuan Saga dan istrinya yang mengobrol
Gibran pun mendekati mereka.
"Tuan Saga"
sapa Gibran
"eh Gibran, kau sendirian? "
sapa balik Tuan Saga
Gibran Mengangguk lalu tersenyum
"perkenalkan, dia istriku "
ucap Tuan Saga sambil melirik wanita yang di samping nya.
Gibran hanya mengangguk dan tersenyum kepada istrinya.
"kalau begitu Saya permisi dulu"
"kau mau kemana Gibran? "
tanya Tuan Saga.
"aku mau bertemu Sarah"
jawab Gibran
__ADS_1
"Sarah? kalau begitu aku boleh ikut? ada sesuatu yang ingin aku katakan kepada nya"
"tentu "
Setelah itu Tuan Saga mengajak istrinya untuk bertemu Sarah bersama Gibran, mereka pun pergi mencari Sarah.
Rencana A sukses
***
"Sarah"
Mario yang baru saja menemukan Sarah yang sedang mengobrol bersama seorang pria langsung saja menghampirinya.
Sarah yang tadi nya sedang mengobrol merasa ada yang memanggil nya, ia segera menoleh ke samping dan menemukan Mario
"Dari mana saja? dari tadi aku mencari mu? "
tanya Sarah dengan nada sedikit kesal.
"aku habis menemui beberapa teman ku tadi".
jawab Mario Sambil melirik pria yang ada di depan nya.
"Siapa dia? "
tanya Mario kembali melirik pria itu..
"oh dia... "
"Sarah... "
ucapan Sarah terpotong saat seseorang memanggil nama nya, Sarah menoleh ke belakang, ia menemukan Tuan Saga, Gibran dan seorang wanita.
"Gibran? Tuan Saga? "
sapa Sarah.
"hai Sarah bagaimana kabar mu? perkenalkan, dia istriku Leana" Ucap Tuan Saga sambil menggandeng tangan Wanita di samping nya.
"baik, salam kenal Leana. aku Sarah, rekan bisbis nya Tuan Saga"
"Salam kenal Sarah"
Leana menjabat tangan Sarah.
"kau semakin cantik Saja ya Sarah"
goda Gibran
"ah, kau ini bisa saja"
Sarah tersenyum.
"eh, Mario? lama tak bertemu "
Gibran yang melihat Mario di samping Sarah segera menyapa nya dan memeluk nya.
loh? mereka saling mengenal?
batin Sarah.
"Tuan Saga, perkenalkan ini teman lama ku. Mario, CEO dari perusahaan Grans Entertainment " ucap Gibran.
"benarkah? jadi anda adalah CEO dari perusahaan Grans Entertainment? perusahaan Entertainment terbesar kedua itu? " tanya Tuan Saga sedikit takjub.
What? Grans Entertainment? sejak kapan? kenapa aku baru tahu?
batin Sarah.
Mario hanya mengangguk dan tersenyum.
"eh ini bukan nya...? "
Gibran menggantungkan ucapannya saat melihat seorang Pria yang dari tadi hanya diam dan menyimak.
"Aku Gara, Gara Ardilan. Presdir perusahaan Bank Nagin Royal (BNR) "
ucap nya memperkenalkan diri.
seakan semua nya terdiam Bank Nagin Royal? itu adalah Bank yang pernah menduduki posisi Bank Terbesar Se-Asia.
Perusahaan Bank Nagin Royal? tunggu dulu! siapa nama nya? Gara? Gara Ardinal? apa dia adalah putra dari Direktur Dion yang dulu? apa dia adalah Gara yang di rumorkan itu?'
__ADS_1
batin Sarah.
----------