
setelah mandi, Jordan dan Sarah turun ke bawah lalu menghampiri Gibran di kamar belakang.
"bagaimana? dia sudah mau keluar? "
tanya Jordan
Gibran menggeleng lalu menunjuk laptop yang yang ada di depan nya. Jordan mengikuti arah yang di tunjuk Gibran lalu melihat ke layar laptop.
di layar laptop itu, terlihat Morgan yang tertidur. tapi ada satu hal yang membuat Jordan dan Sarah kaget, yaitu Morgan tertidur di lantai tanpa alas. anak itu tertidur meringkuk seperti bayi yang kedinginan.
"tidak ada pilihan lagi"
guman Jordan
"ku dobrak sekarang? "
tanya Gibran yang mendengar gumanan Jordan
"jangan, nanti dia bangun. bongkar knop pintu nya dan jangan sampai bersuara, apalagi sampai membangun kan nya"
Gibran mengangguk mendapat perintah, lalu ia menelfon Dass untuk membentunya membuka knop pintu.
tak sampai 10 detik setelah itu, Dass datang dengan membawa kotak peralatan. Dass membuka kotak itu lalu mengmabil sebuah alat, kemudian Dass mulai membongkar knop pintu.
Sarah dan Jordan duduk di sofa yang tak jauh letak nya dari pintu kamar, Sarah terus menggigit kuku nya karna gelisah. melihat hal itu, Jordan segera mengambil tangan nya lalu menggenggam nya.
krekk.....
akhir nya pintu itu bisa di buka, Jordan dan Sarah pun segera berdiri dan masuk ke kamar.
Jordan melihat Morgan yang meringkuk dan persis di rekaman CCTV tadi, lalu ia mengangkat Morgan dan menggendong nya.
Jordan membawa Morgan keluar kamar, kemudian ia masuk ke kamar nya begitu juga dengan Sarah.
Jordan meletakan tubuh mungil Morgan di atas ranjang dengan hati hati, lalu Sarah menarik selimut untuk menyelimuti Morgan.
Mereka berdua memandangi Morgan yang tertidur dalam diam. perlahan tangan Jordan bergerak mengelus pipi Morgan.
Engh....
Morgan merasa terganggu dengan sentuhan itu, perlahan tapi pasti mata Morgan bergerak dan terbuka.
Morgan terkejut bukan main, dia melihat Jordan dan Sarah berada di depannya. cepat-cepat Morgan menarik selimutnya lalu menjauhkan diri dari Jordan dan Sarah.
wajah Morgan sedikit pucat dan keringat dingin bercucuran di dahinya membuat Jordan dan Sarah Tak Tega melihatnya.
"Morgan"
__ADS_1
panggil Jordan hati-hati.
"APA?! "
teriak Morgan histeris.
"KENAPA PAMAN DI SINI? SIAPA YANG MEMBAWA MORGAN KE SINI?! "
bentak nya lagi
Sarah tak tahan dengan bentakan Morgan, Sarah pun segera menarik tangan anak itu lalu memeluk nya erat-erat.
"Morgan, maafkan Mami nak"
guman Sarah pelan yang pasti terdengar oleh Morgan.
Morgan diam kaku, dia tidak memberontak atau pun berteriak lagi. Morgan membiarkan Sarah memeluk nya. sementara Jordan, dia hanya melihat semua nya dalam diam.
"Maaf kan Mami sayang, Mami sudah berbohong, Mami juga jahat kepada Morgan. setelah ini Mami janji tidak akan berbohong lagi, Mami tidak akan membiarkan Morgan sedih lagi, Mami juga akan selalu membuat Morgan tertawa untuk selama nya. Morgan tidak sendirian nak, ada Mami di sini. Morgan tidak perlu merasa kesepian lagi, karna yang Morgan tunggu-tunggu selama ini sudah ada di sini, di hadapan Morgan sendiri. "
Sarah mengatakan nya dengan air mata yang bercucuran, lalu ia melepas pelukan nya. di tatap nya Wajah Morgan yang sudah lesu dan kelihatan lelah.
"Morgan, yang Morgan ingin kan selama ini sudah ada nak. dia sudah datang sejak lama, dia sudah bersama kita dari dulu bahkan saat sekarang, tapi.... tapi Mami tidak bisa memberitahu Morgan, Mami takut... Mami takut kalau Morgan akan marah dan membenci Mami. Mami tidak bisa mengatakan nya... hiks"
Sarah menangis tersedu-sedu.
"Mami... "
"i-iya sayang? "
"kalau begitu katakan, siapa dia? "
tanya Morgan dengan mata yang sudah berkaca kaca.
"dia... dia...dia adalah.... "
kata kata Sarah berhenti, Sarah menoleh ke Jordan sebentar lalu kembali menunduk.
"dia ada bersama kita.... dia selalu berada di samping Mami"
Morgan mengerti dengan ucapan Sarah, tangan nya menggumpal karna menahan tangisan nya. kemudian Morgan beralih mentap Jordan yang sendari tadi diam.
Morgan mendekati Jordan, ia pun berada tepat di depan Jordan.
"apa paman orang nya?"
Jordan mengangguk.
__ADS_1
"apa Paman adalah Papi Morgan?! "
tanya nya lagi
deg, jantung Jordan rasanya berhenti berdetak. apa dia bilang? Papi?
"iya, paman adalah Papi nya Morgan. Papi kandung Mo..... "
Plakk..
tangan kecil itu mendarat mulus di pipi Jordan, akhirnya Morgan bisa melepaskan amarah nya.
Sarah terkejut bukan main, ini pretama kali nya Morgan bersikap kasar kepada orang lain. terlebih lagi dia menampar Jordan, Papi nya sendiri.
Jordan pun yang menerima tamparan kecil itu terdiam kaku, ia tidak menyangka kalau Morgan akam menaparnya meskipun tamparan itu tidak sakit beginya. apakah, anak ini benar-benar sudah membencinya?
"KENAPA BARU BILANG SEKARAN! "
tangis Morgan langsung pecah, akhirnya kata-kata yang ia ingin dengar selama ini terdengar olen diri nya dan terlebih lagi ucapan itu keluar sendiri dari mulut orang yang dia tunggu-tunggu.
Jordan menaikkan sebelah bibir nya, lalu ia menarik Morgan kedalam pelukan nya.
Morgan pun tidak memberontak sama sekali, ia malah membalas pelukan Jordan dengan sangat erat.
Sarah yang melihat itu pun tersenyum bahagia, meskipun belum pasti tapi dia yakin bahwa Morgan akan menerima Jordan sebagai Papinya
Jordan memberikan satu tangannya kepada Sarah dan mengisyaratkan untuk ikut berpelukan bersama dengannya, Sarah pun menyambut tangan Jordan lalu memeluk mereka berdua bagaikan sebuah keluarga.
mereka bertiga mencurahkan kasih sayang dan kerinduan mereka bersama, di dalam keadaan ini tentu saja mereka sangat bahagia namun ada perasaan terkejut dan ketidakpercayaan juga, bahkan juga ada perasaan lega. intinya semua perasaan mereka menjadi satu.
di saat itu pun mereka berdoa di lubuk hati mereka yang paling dalam untuk tetap bersama, bersama dalam segala hal baik itu duka maupun suka. mereka juga berdoa agar mereka tidak dipisahkan lagi seperti dulu.
benar kata orang, di setiap pertemuan pasti ada perpisahan namun, di balik perpisahan selalu ada pertemuan kembali yang lebih membuat kita bahagia.
jadi, jangan lah kalian sedih untuk perpisahan.
karna kelak, perpisahan akan membuat kalian mengerti arti dunia dan akan menemukan sosok yang baru dan lebih baik.
__________________
HEII
CERITA NYA MASIH BERLANJUTT
BELUM ENDING
SOPILER
__ADS_1
AUTHOR BAKALAN BUAT SEASON 2
TERIMA KASIH ^_^