
Sarah dan Gerry berjalan ke ruangan Sarah,
"Dimana Morgan? "
tanya sarah
"di ruangan anda bu direktur, ia sedang menemani tamu kita di ruangan anda "
jelas Gerry
"di ruangan ku? "
"iya, tadi nya tamu kita menunggu di bawah namum saat Morgan melihat nya ia langsung mengajak dan memaksa tamu kita untuk mengobrol di ruangan anda"
kemudian sarah mengangguk.
Sarah pun tiba di tuangan nya lalu membuka pintu dan masuk, sarah melihat ke arah sofa dengan terkejut
'ayah? '
batin Sarah
ayah yang di maksud Sarah adalah Johan, mantan ayah mertua nya. semenjak menikah dengan Jordan Sarah sudah menganggap Johan sebagai ayah nya sendiri karna Johan berbeda dari yang lain nya ia memiliki kepribadian yang sangat lembut dan baik.
walaupun hubungan mereka kini tak seperti dulu
sarah melihat Morgan yang ada di pangkuan Johan, mereka seperti sedang bercerita lalu sesekali tertawa.
mereka terlihat sangat akrab biasanya Morgan agak takut dengan orang baru, tapi tidak dengan Johan mungkin karna ia adalah kakek kandung nya? tentu saja.
"eh mami! "
panggil Morgan
"eh.. iya"
Sarah langsung ling lung
"sini! "
ajak Morgan lalu menepuk sofa di sebelah nya yang kosong
Sarah mengangguk dan mendekat
"selamat Sore pak komisaris"
sapa Sarah kepada Johan
"Sore juga Sarah"
balas Johan hangat
"ada keperluan apa anda kemari? "
tanya sarah lalu duduk.
"tidak ada, aku hanya ingin melihat Direktur perusahaan Whusi yang baru dan aku tidak menyangka kalau itu kau Sarah, kau sangat hebat semua orang kagum pada mu"
puji Johan
__ADS_1
kemudian sarah tersenyum malu
"pak komisaris terlalu memuji"
"aku tidak memuji, alu hanya mengatakan fakta nya" balas Johan
"iya, kakek! mami memang hebat mami selalu berusaha menghidupi Morgan dengan baik, Morgam pun tidak perna merasa kesepian selama ada mami" Morgan ikut Bicara.
kemudian Raut wajah Johan berubah saat mendengar perkataan Morgan
"Kalian hanya hidup berdua? "
tanya Johan kembali kepada Morgan
Morgan menggeleng dengan cepat
"Morgan dan mami tidak sendirian, ada banyak keluarga kami di Eropa, ada Bibi Diana, paman Leon, paman Henry, kakek Hend dan paman Han" seru nya.
kemudian Johan tersenyum senang
"bagus lah kalau Morgan bahagia"
"hehe, iya kek"
Morgan pun tertawa.
"Emm kakek! "
sahut Morgan lagi
"iya? "
"memangnya Morgan mau ngapain? "
Johan mengerutkan keningnya
"Morgan mau main ke rumah kakek kalau ada waktu luang"
Sarah yang dari tadi termenung pun tersentak
'apa? Morgan bilang apa tadi? main ke rumah ayah? yang benar saja!, aku malas berurusan dengan keluarga ayah lagi jika terjadi sesuatu saat Morgan di rumah ayah bagaimana? dan jika ibu tau bagaimana? oh tidak! itu tidak akan terjadi! tidak akan ku biarkan! '
Batin sarah
"mami Morgan tahu rumah kakek, "
balas Johan lalu melirik Sarah
"wah, baguslah jadi Morgan tidak perlu mencari cari rumah kakek "
ucap Morgan sambil senyum
"aduh"
tiba tiba Morgan memegang perut nya
"kenapa sayang? "
tanya Sarah kawatir
__ADS_1
"ee.. perut Morgan sakit mi, Morgan ke kamar mandi dulu ya" jawab nya lalu segera berlari ke kamar mandi.
Sarah pun hanya menggelengkan kapala nya sambil melihat anak nya yang berlari ke arah kamar mandi.
"Sarah! "
panggil Johan.
Sarah pun berbalik
"ada apa pak komisaris?
"bagaimana kabar mu? "
tanya Johan dengan senyum hangat nya
"seperti yang pak komisaris lihat, saya baik baik saja" jawab Sarah dengan senyum nya
kemudian Johan menghela nafas berat
"tidak bisakah kita bicara dengan tidak formal, saat kau berbicara kepada ku seperti dulu Sarah, aku merindukan panggilan Ayah dari mu"
mata Johan terlihat berkaca kaca, seperti nya ia menyesali perbuatan nya dulu Karna tidak percaya kepada sarah, tapi mau bagaimana pun Sarah tidak bisa membenci Johan karna saat itu Johan di hasut dan hanya menjadi korban dalam perceraian sarah.
Sarah berusaha untuk tidak menagis ia menarik nafas dalam dalam lalu menghembuskan nya perlahan
"ayah, aku sudah berpisah dari Jordan dan hak ku untuk memanggil mu ayah sudah tidak ada. " ucap Sarah berusaha tenang.
sebelum Johan melontarkan perkataan nya pintu ruangan Sarah tiba tiba terbuka.
muncul lah pria dengan muka dingin.
siapa lagi kalau bukan Jordan?
Saat sarah melihat kalau yang membuka pintu ruangan nya adalah Jordan, raut wajah Sarah pun berubah datar
"ayah ayo kita pulang"
ucap nya tanpa melihat ke arah Sarah dan Johan
kemudian Johan bangkin lalu berkata kepada Sarah
"Sarah, aku pamit dulu sampaikan salam ku kepada Morgan "
Sarah pun menganggguk
"baik, terima kasih pak komisaris "
Johan dan Jordan pun keluar.
namun sebelum keluar Jordan melirik Sarah yang tidak memperhatikan nya sama sekali.
Jordan tersenyum gentir
'datar sekali'
guman nya
____________________
__ADS_1
hallo semuaa jangan lupa vote yaa 😍