
"permisi Tuan, Nona Hana sudah datang"
Glen keluar ruangan, dan tak lama kemudian dia kembali masuk bersama Hana.
"tumben kau memanggil ku kemari? ada apa? "
tanya Hana. ia menoleh ke arah Sofa dan melihat Gibran yang mentapnya dengan tidak suka.
"duduk, aku mau bicara"
Hana duduk di depan meja kerja Jordan.
"karna kau masih milik perusahaan, aku memberimu tugas terakhir"
Jordan memberikan sebuah dokumen
Hana mengambil dokumen itu lalu membacanya secara teliti.
"itu proyek ku yang baru berjalan 40%. aku ingin kau mengambil alih dan memimpin proyek ini hingga selesai, produser nya adalah perusahaan Tuan Saga dan investor nya adalah Bank Whusi. "
jelas Jordan.
"kenapa harus aku? "
tanya Hana yang masih membaca dokumen nya.
"karna aku tahu kau bisa dalam bidang ini, ku percayakan proyek ini kepadamu dan jangan kecewakan aku. jika ada yang belum kau ketahui kau bisa bertanya kedapa Gibran"
Hana menoleh ke Gibran saat namanya di sebut, kemudian ia memutar matanya.
"tanda tangan di sini"
Jordan memberikan dokumen hitam dari lacinya.
"untuk apa? "
tanya Hana
"pengalihan proyek, cepat tanda tangani aku sibuk" ketus Jordan
"hm.. baiklah"
Hana menandatangani dokumen tersebut.
"Ngomong-ngomong.... "
Drt... drt....
handpone Jordan berbunyi, ucapan Hana terpotong dan membuat nya berdecak kesal.
"iya Tuan Yal? "
ucap Jordan di telfon.
"...."
"oh tentu"
"..."
"baik saya bisa"
"...."
"sama-sama Tuan"
tut...
panggilan di akhiri
Jordan mengambil telfon genggam nya yang ada di atas meja lalu menghubungi Glen.
"Glen, meeting dengan Tuan Yal di percepat. siapkan semuanya" ucap Jordan
setelah itu Jordan meletakan kembali telfon genggam nya lalu menatap Hana yang masih setia di tempatnya.
"ya ya, aku pergi. dokumen nya aku bawa"
Hana mengambil dua dokumen itu lalu pergi
"tunggu"
Jordan memegang tangan Hana untuk menahan nya agar tidak jadi pergi
melihat Jordan yang memegang tangan nya membuat Hana menaik-kan satu alis nya. tumben.
"kenapa? "
"tinggalkan dokumen hitam nya"
Jordan memasang muka datar
"untuk? "
tanya Hana heran
"ada beberapa konsep yang belum di perbarui, biar Gibran yang melakukan nya"
"baiklah "
Hana meletakan dokumen yang berwarna hitam itu lalu pergi.
saat keluar dari ruangan Jordan, Hana beepapasan dengan Glen. Glen melihat Hana yang senyum-senyum sendiri seperti orang gila, ya menurut sudut pandang Glen seperti itu.
"Tuan, ini dokumen nya. mobil juga sudah di siapkan" ucap Glen saat masuk, ia memberikan dokumen yang ia bawa.
__ADS_1
"tidak jadi, letakan semunya kembali"
ucap Jordan membuat Glen melongo.
Gibran, yang dari tadi hanya diam segera bangkit dan mendekati Jordan. Gibran mengambil dokumen hitam yang hampir di bawa Hana tadi, kemudian mengeluarkan selembar kertas dari dokumen itu.
"apa-apaan ini? "
tanya Gibran dengan raut wajah yang sulit di artikan
"tanda tangan"
jawab Jordan cuek sambil menghidupkan laptop nya.
prok...
prok...
Gibran bertepuk tangan dengan smirk nya
"bagus Jordan! kau memang hebat. menipu daya seseorang dengan kata-katamu"
Jordan membalasnya dengan senyum sinis
"menandatangani kertas kosong, adalah kesalahan fatalnya" Gibran meletakan kembali kertas kosong yang hanya berisi tanda tangan itu.
"tanda tangan ini akan sangat berguna untuk kita nanti nya"
Kemudian Jordan menghidupkan laptop nya lalu melakukan video call bersama seseorang
video call itu tersambung, ada seorang pria dia dalam video call itu.
"yo? ada apa? "
tanya pria dari laptop nya Jordan.
"pengalihan proyek sudah di lakukan"
ucap Jordan.
"Nice! bagus sekali Jordan. kau terus awasi dia, jika ingin bertindak beri tahu aku dulu. jangan gegabah dan bertidak sendiri, aku akan menemui direktur Whusi untuk penanaman modal. "
"direktur Whusi? kau tahu kan siapa dirinya? "
Jordan menatap tajam ke arah laptop nya.
"Haha...aku tahu dia itu istrimu. dasar posesif"
"berisik! "
kesal Jordan.
"oh ya ngomong-ngomong malam ini aku tidak bisa ke tempat mu, kau tahu kan ada pesta di tempatku malam ini"
"aku tahu, jangan pernah menyentuh nya"
"haha tentu saja akan ku tak usahakan"
pancing Gara.
"hei aku tidak main-main, awas saja nanti kau"
"ups maaf, aku sibuk masih ada pekerjaan yang lain. aku tutup dulu"
Gara mematikan video call itu secara sepihak.
"bagaimana? kau kan tidak di undang di acara itu" ucap Gibran saat Jordan mematikan laptop nya.
"tidak ada yang bisa menghalangi ku untuk pergi" sinis Jordan.
_________
waktu berlalu dengan cepat, matahari sudah mulai turun dan menampakkan senjanya.
sore ini Sarah dan Morgan sudah sampai di rumah mereka lebih awal, Sarah tidak mau terlalu sering kerumah Jordan karna ia takut nanti ada orang lain yang melihat. lagi pula kini dirinya sudah bebas untuk memasuki rumah Jordan, jadi ia bisa kapan saja untuk ke sana.
"Mami, Morgan mandi duluan ya. Mami masak aja dulu Morgan mau nya ayam goreng, Mami masakin ya" titah Anak itu dengan manja.
"iya sayang, mandi nya jangan lama-lama ya"
Sarah mengelus rambut Morgan.
"okey Mami"
Morgan segera pergi ke kamar nya dan di susul oleh paman Han.
"mau saya bantu bu direktur? "
tanya Wanda.
"ah tidak usah, bersihkan dulu tubuh mu dari pagi kau sudah bekerja keras. nanti kau baru ke sini" tolak Sarah.
"baik bu direktur, oh ya saya lupa. baju untuk acara malam ini sudah saya siapkan, sebentar lagi akan datang"
"baiklah"
setelah Wanda pergi, Sarah segera menuju ke dapur. Sarah membuatkan ayam goreng sesuai dengan permintaan Morgan tadi. Sarah tidak memasak banyak karna malam ini ia akan pergi ke acara itu.
setelah selesai memasak ayam goreng untuk Morgan, Sarah segera menyuruhnya turun untuk makan.
"Morgan makan ya, Mami mau mandi dulu"
Sarah meletakan segelas air putih di meja makan lalu mengusap pelan rambut Morgan
"iya Mami"
__ADS_1
setelah mandi, Sarah segera memanggil Wanda ke kamarnya. Sarah menanyakan baju yang akan Sarah dan Morgan kenakan untuk acara malam ini.
"ini gaun untuk bu direktur, dan setelan untuk tuan muda akan saya berikan kepada paman Han" ucap Wanda lalu memberikan sebuah paperbag
Sarah mengangguk lalu mengambil paperbag itu, lalu Wanda pamit pergi. setelah Wanda pergi Sarah segera merias dirinya terlebih dahulu, setelah itu baru ia mengenakan gaun yang sudah di pesan Wanda.
Sarah terlihat cantik dengan gaun hitam polos yang sudah di pesan oleh Wanda.
kemudian Sarah mengambil sisir dan merapikan rambutnya
tok... tok... tok....
"Mami! "
seru seseorang yang baru saja masuk ke kamar Sarah.
"Mami Morgan udah ganteng belum? "
tanya nya
"oh ya ampun, anak Mami ganteng banget. kayak Papi nya deh" puji Sarah.
"tapi Morgan lebih ganteng kan Mi? "
"iya, anak Mami paling ganteng seduniaaa"
"hehe, Morgan sayang Mami"
anak itu mendekat dan memeluk Sarah.
"Mami juga"
Sarah membalas pelukan nya.
"oh iya, malam ini Mami juga cantik kayak peri tapi peri galak" cengirnya.
"loh kok peri galak? "
"soalnya Mami pakai gaun hitam, kan kalau warna hitam itu artinya jahat"
komen nya.
"jadi Mami jahat gitu? "
tanya Sarah cemberut
"eh enggak kok, kalau Mami sih masih bisa di bicarakan hehe" Cengirnya lagi.
"pokoknya Mami itu Mami yang paling baik dan paling cantikk seduniaaa... "
Morgan merentangkan kedua tangan nya seolah-olah membentuk dunia.
"hehe, makasih anak Mami "
Sarah kembali menarik Morgan ke dalam pelukannya
"ayo Mami, nanti kita terlambat"
Morgan dengan tergesa-gesa melepas pelukannnya.
Sarah tersenyum senang lalu memanggil Gerry untuk menyiapkan Mobil. Sarah berharap acara malam ini akan berjalan lancar tanpa ada masalah, semoga saja dia bisa memperkenalkan Morgan kepada publik dengan natural.
__________________
"hei bangun! "
terlihat seorang pria sedang berusaha untuk memebangunkan teman prianya yang sedang tidur nyenyak
"engh... "
pria yang tidur itu hanya bergeming dan tidak mau membuka matanya.
"oi bangun! kau mau pergi ke acaranya tidak! "
pria itu kembali menggoyangkan tubuh temannya yang tertidur
"emmm"
"Jordan bangun! "
Gibran segera melempar bantal ke wajah Jordan yang terlelap. seketika Jordan langsung bangun dan terkejut.
"apa? ada apa? jam berapa sejarang? "
Jordan celingak-celinguk sendiri.
"ntah"
kesal Gibran.
Jordan mengambil handpone nya yang ada do atas nakas lalu mengecek jam.
"ya ampun setengah jam lagi! "
dengan tergesa-gesa Jordan turun dari ranjang nya lalu berlari ke kamar mandi
"dasar! "
umpat Gibran
______________
__ADS_1
tbc