PERPISAHAN

PERPISAHAN
part 73


__ADS_3

"maaf kan dia. kalau begitu mari kita ke ruang rapat" ucap Jordan


Sarah mengangguk kemudian mengikuti Jordan ke ruang rapat nya.


bahkan kau meminta maaf untuk wanita itu!


Sarah masuk setelah Jordan, kemudian ia melihat Tuan Saga yang lebih dulu sampai



"eh, direktur Whusi. anda sudah sampai? "


tanya Tuan saga


"tidak, kami baru sampai "


jawab Sarah,


setelah itu Sarah menoleh ke samping Tuan Saga



eh itu kan Gibran? kenapa dia ikut Rapat?


batin Sarah.


Wanda melihat Sarah yang sedang memperhatikan pria yang di sebelah Tuan Saga, Wanda pun ikut melihat ke arah yang Sama dengan Sarah



Gibran??


"baiklah sekarang semua nya sudah berkumpul mari kita mulai rapat nya"


ucap seseorang yang membuat Sarah dan Wanda segera duduk.


"untuk proyek ini kita akan membangun mall yang besarnya 3 kali lipat dari mall terbesar yang ada di ibukota"


ucap Jordan memulai presentasi nya


kemudian Jordan membagikan sebuah dokumen kepada semua orang yang ikut rapat


" itu adalah desain mall yang akan dibangun nantinya"


jelas Jordan


Sarah membuka dokumen itu dan memperhatikan sketsa dan desain bangunan yang tidak tahu siapa yang membuatnya.


kemudian Gibran berdiri dan mengambil alih presentase


" dengan lahan kita yang berukuran 985.000 meter persegi, kita akan membuat Mall dengan 11 lantai dan 675 toko yang ada di sana. " jelas nya


mereka semua mengamati sketsa bangunan nya kemudian mengangguk seolah olah setuju.


" Maaf boleh aku bertanya siapa yang menggambar sketsa ini?"


tanya Sarah membuka pembicaraan


mendengar pertanyaan sarah membuat Jordan tersenyum singgung


" tentu saja arsitek kami yaitu Tuan Gibran"


jawab Jordan.


"hmm... menurut ku desain dan sketsa nya kurang tepat"


ucap Sarah membuat semua orang menatap nya


" Apa maksud anda di direktur Whusi? "


" maksudku dari cara menggambarnya dan membuat sketsanya ada beberapa bagian dan garis yang kurang tepat, jika gambaran pada sketsa salah maka para pekerja juga akan salah dalam membuat bangunan. dan jika sudah salah maka kemungkinan kita akan mengalami kerugian dan kerugian yang kita alami tidaklah kecil"


jelas Sarah.


"ya aku setuju dengan apa yang di katakan direktur Whusi, ini adalah Proyek besar jika ada sedikit kesalahan itu sangat merugikan untuk perusahaan kita"


balas Tuan Saga

__ADS_1


" Maaf tapi Apakah kalian masih punya arsitek lain?"


tanya Sarah


kemudian Jordan tersenyum dan berkata


" ya kami punya, arsitek itu sangat lihai dalam menggambar dan membuat sketsa tidak pernah ada proyek yang gagal di tangannya arsitek itu adalah tiang bagi perusahaan kami tanpanya Mungkin perusahaan ini tidak akan berdiri"


diam sejenak


" Tapi sayangnya arsitek kami itu sudah pergi menghilang entah kemana, tapi aku yakin suatu hari nanti dia pasti akan kembali "


lanjut nya sambil menatap Sarah lekat lekat


apa apaan dia? apa maksudnya?


kenapa dia malah membicarakan itu?!


kenapa dia malah menyinggung ku?


batin Sarah.


suasana ruang rapat menjadi Canggung dan sosok arsitek yang diceritakan Jordan adalah istrinya yaitu Sarah, arsitek yang hebat dan tidak pernah gagal dalam proyeknya


"Ekhem... kalau begitu apa perlu buat ulang desain sketsa nya? "


tanya Gibran memecah keheningan


"iya, aku yang akan membuat ulang gambar sketsa nya" jawab Sarah lantang


"tapi bukan nya anda.... "


"tidak papa, jika direktur Whusi yang mengambar desain sketsa nya. lagi pula ini demi kelancaran proyek nya bukan? Tuan Saga? " tanya Jordan


"ya tidak papa, lagi pula direktur Whusi kan dulu nya adalah seorang Arsitek "


jawab Tuan Saga.


" baiklah masalah desain dan sketsanya sudah ada yang mengatur dan sekian rapat untuk hari ini. rapat selanjutnya akan diadakan di perusahaan bank Whusi "


ucap Jordan mengakhiri Rapat.


"Wanda tolong minta berkas sketsa dan desain nya pada Gibran, aku akan menunggu di lobi" kata Sarah kepada Wanda


"baik bu direktur "


wanda pun segera ke ruangan nya Gibran.


Sarah duduk di sofa yang letak nya tidak jauh dari meja resepsionis, dan beberapa kali kariawan dan para staf melirik dan berbisik tentang Sarah.


Sarah tidak memperdulikan mereka, Iya menggoroh saku kanannya dan mengeluarkan handphonenya lalu menelpon seseorang


" Gerry kau sudah datang?"


tanya Sarah di telepon


"sudah bu direktur, saya menunggu di parkiran"


"baiklah, tunggu aku sebentar lagi"


ucap Sarah lalu menutup Telpon nya.


kenapa lama sekali?


batin Sarah


karena tidak sabar menunggu Sarah pun berdiri dan berjalan menuju keruangan Gibran


"Wanda.. "


panggil Sarah saat membuka pintu ruangan Gibran


Gibran sedikit terkejut melihat kedatangan Sarah dan Sarah pun juga terkejut hanya melihat Gibran seorang


" mana Wanda?"


tanya Sarah

__ADS_1


" sudah pergi "


jawab nya


" Dari tadi ?"


tanya Sarah lagi


" tidak,Baru beberapa menit yang lalu"


kemudian Sarah berdecak dan segera keluar dari ruangan Gibran saat keluar dari ruangan Gibran secara tidak sengaja pertumbuhan dengan seseorang


Bruk..!


"aw..."


rintihnya, kepala Sarah terbentur dengan dada bidang milik seseorang


dengan kesal Sarah menatap wajah orang itu dan sedikit terkejut melihatnya Ya siapa lagi kalau bukan Jordan


" kalau berjalan Tolong perhatikan langkahmu" ucap Sarah penuh penekanan


tanpa mendengar balasan dari Jordan Sarah Beranjak Pergi dari tempat itu namun tidak jadi karena Jordan menahan tangan nya.


dengan sekejap Sarah berbalik dan menghempaskan tangan Jordan yang memegang pergelangan tangann


"apa lagi? "


tanya Sarah dingin


"aku ingin bicara"


jawab Jordan tak kalah dingin


"yasudah, bicara saja"


balas Sarah ketus


"ini tentang Morgan "


mendengar nama Morgan yang keluar dari mulut Jordan membuat Sarah tambah kesal


"apapun yang berhubungan dengan Morgan kau tidak berhak mengurusnya"


kata Sarah tajam


" aku berhak Sarah Aku adalah Ayah kandungnya"


ucap Jordan dengan tatapan Teduh


melihat tatapan Jordan membuat Sarah tersenyum sinis


"hah....Apa kau bilang? ayah kandung? Bukannya dia anak haram Ya seperti yang kau katakan 6 tahun yang lalu Apa kau lupa? "


dengan hati hati Jordan meraih tangan kanan Sarah lalu mengelus punggung tangan nya.


Sarah yang terpaku dengan perlakuan Jordan pun hanya bisa diam.


"Sarah, maaf kan aku. aku memang salah tolong maaf kan aku, aku melakukan ini semua karna terpaksa. dan ini juga demi keselamatan mu dan Morgan, percayalah kepada ku" kata Jordan penuh ketulusan.


Mata Sarah memerah akibat menahan air mata nya, lalu ia menatap mata Jordan lekat lekat dan melihat ada ketulusan di sana.


apa? sekarang apa?


kenapa dia malah berkata seperti ini?


kenapa dia menatap ku seperti ini?


kenapa hati ku malah tidak tega melihat nya?


sadar lah Sarah, ingat atas apa yang dia lakukan pada mu dulu. tapi...dia bilang dia melakukan nya karna terpaksa, lalu apa alasan nya?


sekarang aku benar benar bingung...


harus kah aku mendengarkan nya?


______________

__ADS_1


hallo semuaa jangan lupa Vote 😍


__ADS_2