PERPISAHAN

PERPISAHAN
part 91


__ADS_3

Pagi harinya Sarah bangun lebih awal Ia memasak sarapan bersama Wanda lalu menyajikannya di meja makan setelah beberapa menit it Morgan dan Paman Han turun dengan keadaan yang sudah rapi Setelah itu mereka sarapan bersama


setelah sarapan Sarah ikut dengan Paman Han Untuk mengantarkan Morgan ke sekolahnya setelah itu baru ke Sarah ke perusahaannya.


" Bu direktur 10.00 pagi ini ada janji dengan klien di restoran ******"


ucap Wanda.


" Oke kau atur pertemuannya nanti aku akan datang" ucap Sarah sambil menandatangani sebuah dokumen


" Oh ya Bagaimana perkembangan proyek Mall dengan Tuan Saga apa Tuan Saga sudah memberi kabar?


tanya Sarah


" Belum Bu direktur mungkin sore ini atau besok"


jawab Wanda sopan


waktu pun berlalu dengan cepat pukul 10.00 Sarah dan Wanda sudah bersiap-siap untuk meeting dengan kliennya.


Setibanya di restoran Sarah langsung mengadakan meeting dengan klien nya itu Setelah itu mereka pergi ke salah satu mall untuk membeli baju yang akan dikenakan Sarah saat acara pertunangannya Jordan.


Mereka pun sampai di mall kemudian Sarah memasuki mall dan menuju ke ruang VIP yang sudah mereka pesan.cukup lama mereka memilih beberapa gaun akhirnya Sarah menemukan gaun yang sesuai dengan seleranya setelah membelinya mereka beralih ke toko sepatu cara membeli heels dan peralatan aksesoris lainnya.


" kita makan siang di restoran saja ya? Berhubung sekarang sudah hampir siang"


ucap Sarah


Wanda dan Gerry hanya mengangguk dan menyetujui keputusan Sarah Setelah dari mall Mereka pun pergi ke sebuah restoran seafood yang sering Sarah kunjungi


"hm... ini enak sekali! "


ucap Sarah sambil memakan makanannya.


" Oh ya jangan lupa pesankan dua porsi untuk Morgan dan Paman Han" ucap Sarah dan Wanda pun mengangguk untuk mengiyakan nya.


setelah mereka semua selesai makan, Wanda pergi ke kasir untuk membayar tagihan. sementara Wanda pergi, tiba tiba ada seseorang yang menghampiri Sarah.


"Sarah..."


panggil nya.


Sarah yang merasa di panggil pun segera menoleh ke belakang.


"Kapten? "


sahut Sarah.


Mario menunjukan senyum nya lalu ia menarik kursi dan dusuk di sebelah Sarah.


"bagaimana kabar mu? "


tanya Mario basa basi


"baik, "


jawab Sarah.


"eh, ngomong ngomong kapten kemana saja beberapa hari ini? kenapa tidak kelihatan? "


tanya Sarah.


"hmm aku baru pulang dari luar Negri"


jawab nya malas.


"Wah.... seperti nya kapten orang yang sibuk ya" Goda Sarah.


"ya, aku memang sibuk. memangnya kau tidak tahu siapa aku? "


tanya Mario


Sarah menggeleng cepat


"hmm, sudah lah tidak usah di pikirkan. ngomong ngomong belanjaan mu banyak sekali ya" Ledek Mario saat melihat Gerry yang banyak menenteng belanjaan.


"ya... ini untuk persiapan nanti"


jawab nya malas


"persiapan? kemana? "


"acara pertunangan nya Jordan "


Mendengar hal itu Mario hanya ber-oh saja sambil menanggukkan kepala.


"pergi dengan siapa?"


tanya Mario memecahkan keheningan.


"sendiri "


jawab Sarah malas.


"bagaimana kalau kita pergi bersama? "


tawar Mario sambil menunjukan senyum nya.


"memangnya kapten tidak punya pasangan?"


tanya Sarah memastikan.


Mario hanya menggeleng


"kapten belum menikah? "


tanya Sarah hati hati.


kemudian Mario hanya menghela nafas lalu mulai bercerita.


"aku punya tunangan, tapi dia sudah meninggal 2 tahun yang lalu"


"eh, maaf kan aku. aku tidak tahu... "


"tidak apa, jadi kita besok pergi bersama? "


ucap Mario mengalihkan pembicaraan

__ADS_1


"ya, tentu"


"jam delapan malam, aku jemput di rumah mu? "


"eh.. jangan, kita bertemu di sana saja"


"kenapa? "


tanya Mario heran lalu Sarah mengisyaratkan dengan apa yang apa yang mereka alamai terakhir bertemu.


"Oo.. ya... aku mengerti, kalau begitu aku menunggu mu besok di luar" ya, satu satu nya penghalang antara mereka adalah Morgan


Sarah mengangguk setuju, lalu ia pun berpamitan dengan Mario untuk kembali ke perusahaan nya, berhubung Saat ini diri nya banyak pekerjaan.


Kembali nya Sarah di perusahaan ia menemukan Morgan di ruangan nya. Morgan sedang duduk di kursi kebesaran nya sambil memainkan laptop milik Sarah.


"Morgan "


panggil Sarah, seketika Morgan terkejut


"eh Mami "


balas Morgan sambil senyum kebingungan


"apa yang Morgan lakukan dengan Laptop Mami? "


tanya Sarah lalu mendekat


"tidak ada, Morgan hanya menonton video dan mencari Game"Jawab nya polos.


"benarkah? kan Laptpo Morgan ada, kenapa tidak di mainkan? "


"hm.. itu ketinggalan, hehe"


nyengir nya.


"Mami habis dari mana? "


tanya Morgan saat melihat Gerry yang membawa belanjaan.


"Mami habis belanja ya? "


tanya nya lagi.


"Mami sudah makan siang? kenapa Mami tidak mengajak Morgan? Mami jahat! "


rajuk nya.


Sarah terkejut dengan apa yang di katakan Morgan, Jahat?


"tidak Sayang, tadi Mami ingin mengajak Morgan tapi Morgan masih di sekolah, mami juga tadi bekerja setelah itu baru belanja dan makan. lihat ini, Mami membelikan satu untuk Morgan dan Paman Han "


bujuk Sarah, ia mengangkat tangan kiri nya yang membawa makanan tadi.


"itu apa? "


Tanya Morgan


"Saefood "


"hmm... baiklah, Morgan tidak marah lagi. "


ucap nya, lalu Morgan mengambil makanan itu dan membawa nya ke sofa.


Sarah mengela nafas lega, untung nya Morgan mudah di rayu oleh nya. kemudian ia kembali duduk di kursi kebesaran nya dan melanjutkan pekerjaan nya.


setelah menyelesaikan semua pekerjaannya Sarah, Morgan dan yang lainnya kembali pulang ke rumah. saat tiba di rumah Sarah dan Wanda memasak makan malam sementara yang lainnya membersihkan diri. malam harinya mereka makan malam bersama seperti biasa.


"Mami-Mami, hari ini Morgan dapat piagam! "


ucap Morgan saat makan malam berlangsung.


"benarkah? Piagam apa? "


tanya Sarah


"Piagam dari lomba lari! Morgan juara pertama! "


Seru nya.


"wah... anak Mami hebat! "


puji Sarah, ia mengacak ngacak rambut Morgan lalu mencubit kecil hidung nya.


Setelah makan malam selesai, mereka semua kembali ke kamar masing-masing. begitu juga dengan Sarah dan Morgan.


"Mami, mami tidak tidur? "


tanya Morgan saat melihat Sarah masih bekerja di meja nya.


"sebentar lagi, Morgan tidur Saja duluan"


"hmm... baiklah, selamat Malam Mami "


"Selamat Malam"


*******


Pagi harinya nya Sarah terbangun karena ada yang mengganggu tidurnya ternyata itu adalah sinar matahari yang masuk melalui celah-celah jendela


salah-salah terbangun Iya segera membersihkan diri dan melanjutkan rutinitasnya seperti biasa Ia memasak semua itu menyajikannya membangunkan Morgan.


Setelah itu mereka semua berangkat bersama seperti biasa, Sarah terlebih dahulu mengantar Morgan kesekolah baru ke perusahaannya.


"bu direktur"


panggil Wanda.


"iya ada apa? "


tanya Sarah


"Tuan Jordan ingin bertemu dengan anda"


Jawab Wanda, seketika Sarah menghentikan aktivitas nya sebentar lalu menghela nafas


"biarkan dia masuk"

__ADS_1


Wanda mengangguk lalu keluar, dan tidak lama kemudian Jordan masuk.


"pagi istriku, bagaimana kabar mu? "


Sapa Jordan dengan senyum nya.


dengan wajah datar nya, Sarah tidak menoleh atau pun membalas sapaan nya. ia lebih memilih untuk fukos ke laptop nya.


"untuk apa ke sini? "


tanya Sarah datar.


"oh ayolah, jangan seperti itu ini masih pagi. jangan marah marah dulu, nanti kau cepat tua" ucap Jordan yang langsung di balas tatapan sinis dari Sarah.


"baiklah -baiklah, aku mau memberi ini"


Jordan mengeluarkan sesuatu dari kantong nya.


Undangan?


batin Sarah, ingin rasa nya Sarah mencabik cabik dan memukul si brengs*k ini. baru saja dia mengatakan bahwa dia istrinya tapi sekarang ia malah memberinya undangan pertunangan.


"hey, jangan murung begitu. itu hanya pertunangan, dan istriku hanya diri mu"


Jordan mendekati Sarah lalu menangkup pipi nya.


"Percayalah Sarah, aku hanya mencintaimu" Jordan menatap Sarah dengan sedu, ia takut Sarah akan menangis atau pun marah.


Sarah diam, ia terus menatap manik mata Jordan dan sesaat ia mengalihkan pandangan nya.


"ku ulangi sekali lagi, aku hanya mencintai mu" Ucap Jordan, kemudian perlahan ia mencium dan ******* bibir Sarah. Sarah tidak melawan sama sekali, ia hanya diam dan membalas perlakuan Jordan.


masih dalam keadaan mencium,Jordan mengangkat tubuh Sarah dan mendudukkannya di atas meja kerjanya dan melanjutkan aksinya


kini bibir mereka saling beradu, lidah mereka saling melilit. kedua nya saling bernafsu, perlahan ciuman itu menuruh ke lehernya, Jordan tidak membuat kiss mark di lehernya tapi di bagian dada nya karna jika leher nanti ada yang melihat nya dan curiga.


Saat Jordan membuka kancing baju bagian atas milik Sarah lalu membuat kiss mark di dada nya, Sarah meremas rambut Jordan karna kenikmatan.


perlahan, tangan Jordan mulai meraba paha Sarah berhubung sarah hanya memakai rok se lutut dan tidak memakai stoking ia memasukan tangan nya dan meraba raba di begian sensitif Sarah.


"Aahh... Jordan"


desah Sarah.


Jordan sangat suka dengan desahan Sarah Iya makin bernafsu dan berniat ingin membuka celana dalam Sarah


"ja.. jangan, Jangan di sini. ini kantor!"


ucap Sarah menghentikan tangan Jordan.


Tok....tok... tok...


"maaf bu direktur, sebentar lagi rapat nya akan di mulai "


ucap Wanda dari luar.


Jordan yang mendengarnya pun hanya bisa menghela nafas Ia pun segera merapikan pakaiannya dan Sarah merapikan pakaiannya juga.


" Aku pergi dulu, jangan lupa untuk datang nanti malam ya. aku mencintaimu"


Jordan mengecup kening Sarah lalu pergi


Sarah terdiam ia berfikir dalam benaknya Apa yang yang sudah ia lakukan tadi apakah dirinya benar-benar mempercayai Jordan? apakah dirinya yakin bahwa Jordan tidak akan menghianati nya? entah kenapa di dalam hati kecil Sarah ia merasa, ia harus memberikan kesempatan untuk Jordan Karena bagaimanapun manusia itu tak luput dari masalah. dan Sarah yakin dibalik semua perbuatan jelek dan pasti ada alasan yang cukup besar.


semenjak Jordan pergi dari kantornya Sarah terus termenung dan tidak konsentrasi dengan pekerjaannya Entah kenapa ia selalu memikirkan tentang pertunangannya Jordan nanti malam.


bahkan sampai pulang dari kantor pun dia masih memikirkan soal itu.


malam harinya nya sebelum tepat jam 8 malam Sarah bersiap-siap untuk pergi ke pertunangannya Jordan berhubung dia juga sudah punya janji untuk pergi berdua dengan Mario.


"Mami mau kemana? "


tanya Morgan saat melihat Sarah yang sudah rapi.


"Morgan sayang, malam ini Mami ada acara. Morgan tinggal di rumah dengan paman Han dan bibi Wanda di sini ya? "


ucap Sarah.


"Morgan mau ikut"


pinta nya..


"Morgan, mami hanya pergi sebentar. besok mami akan mengajak Morgan jalan-jalan "


"janji? "


"iya janji! "


setelah Morgan berhasil di bujuk,Sarah berangkat ke lokasi pertunangannya Jordan dan di antar oleh Gerry. tak cukup beberapa lama mereka sudah sampai di tempat acara pertunangan itu ternyata tempatnya adalah di sebuah hotel bintang lima.


Sarah berdiri diluar Hotel ia menoleh ke kiri dan ke kanan untuk mencari Mario dan seketika ia melihat Mario yang baru saja keluar dari mobilnya Sarah pun menghampiri nya.


"kapten! "panggil Sarah


"kau siapa? kenapa aku malah melihat malaikat di sini? "


goda Mario.


"ah kapten! "


ucap Sarah malu.


Mario tertawa renyah


"baiklah, ayo kita masuk. oh ya nanti jangan panggil aku kapten okey? "


Sarah mengangguk cepat


"apa kau sudah siap? "


tanya Mario sebelum masuk


Sarah mengangguk mantap lalu ia melingkarkan tangannya di di tangan Mario


"aku siap! "


_______________

__ADS_1


__ADS_2