
Hari ini Sarah bekerja di dari rumah, sebab rumor mengenai tentang diri nya masih trending.
selesai bekerja Sarah merasa bosan, ia memilih memasak sesuatu untuk mengisi waktu luang nya. saat berada di dapur Sarah bingung ingin membuat nya, kemudian ia teringat dengan masakan nya dulu.
Sarah membuka kulkas dan mengambil tteokbokki instan. karna Sarah suka menonton drama korea, ia jadi suka juga dengan makanan korea contoh nya tteokbokki instan.
selesai memasak nya, Sarah memakan tteokbokki instan itu sendiri sampai habis.
"Mami... "
tiba tiba Morgan datang dengan paman Han.
Morgan segera duduk di samping Mami nya yang sedang minum.
"Mami makan apa? "
tanya Morgan
"ini tteokbokki instan ya? "
tanya nya lagi curiga.
"eh, Morgan tahu? "
tanya Sarah tak percaya. jarang sekali anak sekecil Morgan yang tahu tteokbokki.
"kenapa Mami makan tteokbokki instan? ini kan pedas! kalau nanti Mami sakit perut gimana?! " protes Morgan dengan sedikit khawatir, karna Morgan tahu kalau Mami nya ini tidak boleh makan makanan pedas
"baiklah, Mami tidak akan makan tteokbokki instan lagi" ucap Sarah senang dengan anak nya.
"Mami hari ini tidak kerja di kantor ya? oh iya, tadi Morgan liat di kantor Mami ada banyak Wartawan, mereka mau ngapain sih Mi? "
tanya Morgan lagi.
Sarah tidak heran lagi dengan pertanyaan Morgan, ya sudah pasti Wartawan akan datang ke perusahaan nya untuk mendapat berita.
"memang nya Morgan tahu Wartawan itu apa? " tanya Sarah basa basi
"tahu! orang orang yang sering bawa kamera kemana mana itu kan? mereka itu kerjaan nya nyusahin orang kan Mi? "
jawab Morgan dengan polos nya.
Sarah tersenyum tipis mendengar jawaban Morgan.
"kenapa Wartawan itu nyusahin? "
tanya Sarah lagi
"iya kan, mereka suka mendekati dan mendesak orang orang untuk di tanya. nanti mereka pasti bakalan banyak nanya. kadang Mami juga harus sembunyi-sembunyi kan dari Wartawan? Trus Wartawan itu juga kadang suka kasih berita yang hoax kan Mami? " ucap nya panjang lebar.
"Hoax itu apa sayang? "
"aduh Mami hoax itu bahasa gaul, Hoax itu artinya berita palsu atau berita yang nggak benar" Morgan menyilangkan tangan nya sebagai tanda.
Sarah hanya mengangguk setuju, entah kenapa anak ini lebih pintar dari nya.
"dah, sekarang sudah sore. Morgan mandi gih"
"baik "
Morgan segera menuju kamar nya dan di susul paman Han.
______________
"sudah pasti, dia yang membagikan beritanya " dengan kesal Gibran menggebrak meja.
"heh, meja ku nanti rusak"
ketus Jordan.
Gibran hanya melirik Jordan sekilas.
"licik sekali orang ini, untuk menutupi berita pertunangan mu mereka menyebarkan Skandal Sarah" masih dengan keadaan kesal Gibran mengotak ngatik komputer nya.
"kalau begitu kita akan melakukan cara yang sama. " Jordan tersenyum sinis
"memang nya berita apa yang kau punya untuk menutupi skandal ini? Skandal ini cukup besar, butuh berita yang heboh untuk menutupi skandal ini. sesuatu yang benar benar membuat semua orang teralihkan. contoh nya mungkin seperti berita Artis, Popstar atau aktor. " Gibran mengusap dagu nya sambil memikirkan sesuatu.
"aku tahu, aku sudah punya berita nya"
Jordan kembali tersenyum sinis
"berita apa? kapan kau akan membagikan nya ke media? "
"tidak sekarang, kita tunggu waktu yang tepat"
"hmm.. kau benar, jika kita membagikan berita nya sekarang maka akan ada yang curiga"
"oh ya, ngomong ngomong proyek baru kita dengan Tuan Saga dan Sarah bagaimana? "
Gibran bertanya mengganti topik
"kau saja yang mengurus"
"kenapa aku? "
"Ck, bukankah ini kesempatan bagi mu? Sarah juga menyerahkan proyek ini kepada sekretaris nya"
"hehe, kau ini tahu saja"
nyengir Gibran.
__ADS_1
"oh iya Jordan. ada sesuatu yang ingin ku bicarakan" ucap Gibran mulai serius
"apa?"
"aku sudah menemukan lokasi nya! "
"lokasi apa? "
"lokasi yang selama ini kita cari. dengan susah payah kita sudah membajak akun dan merusak sistem, bahkan menghancurkan beberapa perusahaan akhirnya aku menemukan lokasi nya yang sebenar nya. "
"apa? kau benar benar sudah menemukan nya? " tanya Jordan tak percaya.
Gibran mengangguk mantap, lalu ia mengambil laptop nya dan melihatkan nya ke Jordan, dimana lokasi yang mereka cari.
"Beijing ? "
ucap Jordan saat ia sudah melihat lokasi nya dari laptop Gibran.
"benar, dan dengan kekuasaan kita sekarang masih bisa untuk menghancurkan mereka"
"tapi itu bukan wilayah kita! "
"aku punya solusi nya. kau ingat dengan Tuan Zhen? kita dulu pernah membantunya saat dia di sini. kita bisa memanfaatkan itu. dan satu hal lagi, Tuan Zhen adalah pengusaha besar di Beijing , dia bahkan punya beberapa bisnis ilegal. dengan itu dia pasti akan membantu kita "
"lalu? aku yang harus pergi? "
"iya lah, lalu siapa lagi? "
ketus Gibran.
"Beijing? berarti Tiongkok? China? . kenapa harus sejauh itu! " ucap Jordan frustrasi.
"eh, ini juga demi kebaikan mu dan keluarga mu. bukan kah kau ingin bersama dengan Sarah? ini juga menyangkut keselamatan nya kan? " Gibran berusaha memberi semangat
"dengan begini kita akan mudah menusuk nya dari belakang. dugaan kita memang benar, dia itu tidak bergerak sendiri. ternyata dia di bantu oleh teman nya yang berada di Beijing. walaupun teman nya tidak pernah ke sini, tapi dia sering melacak tempat kita dan memperhatikan gerak gerik kita. jika kita bisa membereskan teman nya mungkin akan mudah bagi kita untuk menikamnya perlahan lahan. dan juga, lokasi nya sebelum dia pindah ke sini adalah Beijing. di sana lah markas besar nya. jika kita menghancurkan markas nya itu, bisa membuat kita beruntung dan mendapatkan lebih banyak kesempatan "
lanjutnya
Jordan berfikir sebentar, memang benar yang di katakan Gibran. untuk mengalahkan seseorang yang berbahaya, kita harus bisa menikam nya dari belakang. diam diam kita harus merobohkan benteng belakang, dan sementara itu yang lain akan mengalihkan perhatian dari depan
"hmm.. kau benar, cepat atau lambat aku harus pergi ke China"
"ayolah, semangat! kau hanya akan berhadapan dengan manusia, bukan Titan "
canda Gibran
"hmm! "
Jordan mendengus kesal.
"memangnya aku Ackerman"
ketus nya lagi
Gibran mulai bernyayi dan memperagakan hormat ala ala AOT
Jordan hanya menggeleng kepala melihat Gibran. Dulu dari kecil Jordan memang sangat suka dengan Anime, Contoh nya AOT dan Naruto. bahkan sampai sekarang pun dia masih menonton nya.
"lalu kapan aku akan pergi? "
"Lusa "
"hah?! cepat sekali! "
"yasudah minggu depan. nanti biar aku yang siapkan pesawat pribadi mu"
"hmm baiklah"
_______________________
ke-esokan hari nya, Sarah bangun lebih pagi. itu karna ia harus membuat Sarapan lebih banyak. ini semua karna Jordan. pria itu menelfon Sarah subuh buta untuk membuatkan nya Sarapan, dia bilang kalau tadi malam dia lembur hingga pagi. dia juga mengadu kalau semua tubuh nya sakit karna duduk di kursi semalaman. Sarah prihatin dengan nya, karna itu Sarah mau membuatkan Sarapan untuk nya. toh, dia kan suami sah Sarah.
Dengan di bantu Wanda, Sarah sudah selesai menyiapkan Sarapan tepat waktu. ia memisahkan 3 kotak bekal sarapan untuk Jordan, Gibran dan Glen.
"bu direktur, itu untuk siapa? "
tanya Wanda sambil menunjuk kotak bekal itu.
"ah, ini untuk Jordan"
jawab Sarah tanpa basa basi.
Wanda mengangguk mengiyakan.
setelah itu, mereka Sarapan bersama. setelah Sarapan mereka semua mengantar Morgan untuk sekolah lalu pergi ke kantor.
Jordan bilang, hari ini Sarah sudah boleh keluar. tapi masih harus hati hati dengan Wartawan. karna itu Sarah masuk dari parkiran belakang perusahan.
Mereka bertiga masuk ke perusahaan bersama. lalu saat sampai Wanda pergi ke meja kerjanya yang ada di depan ruangan Sarah. dan Sarah langsung masuk ke ruangan nya dengan Gerry.
saat masuk, Sarah di kejutkan dengan keberadaan Jordan yang sedang duduk di kursi kebenaran nya Sarah. melihat itu, Gerry langsung putar balik dan keluar.
"Morning kiss"
ucap Jordan sambil menciumi dahi Sarah.
"sejak kapan kau ada di sini? "
tanya Sarah kurang senang
"eh, jangan marah marah dulu sayang. aku ke sini mau lihat keadaan istriku dan meminta bekal ku" Jordan menjulurkan tangan nya sambil melihat kotak bekal yang Sarah pegang.
__ADS_1
"ini"
Sarah langsung memberikan nya.
"eh, kok 3?kan hanya aku yang akan Sarapan"
ucap Jordan bingung.
"2 nya lagi untuk Gibran dan Glen "
"eh, suami mu itu mereka atau aku? "
tanya Jordan tak suka.
"sudah lah Jordan, apa salah nya berbagi? "
tanya Sarah sambil tersenyum
"baiklah, tidak masalah jika hanya makanan. tapi kalau istriku, aku tidak akan membanginya dengan siapapun"
jawab Jordan mantap
Sarah tertawa kecil,
"yasudah, kembali lah ke perusahamu. setelah sarapan istirahat dengan baik ya. jangan memaksakan diri "
Sarah mengusap lembut punggung Jordan.
"baiklah, beri aku satu ciuman dulu"
Jordan menunjuk bibir nya.
Sarah terseyum, kemudian ia mendekat dan memberi Jordan kecupan singkat di bibir nya.
"aku pergi dulu"
ucap Jordan saat Sarah menyudahi kecupan nya.
Sarah mengangguk
"aku tahu kau sangat menderita. kau tenang saja ya, aku akan menyelesaikan masalah kita satu persatu" ucap Jordan sebelum pergi.
Sarah terseyum pahit. dia berharap masalah yang ada di hidup nya ini akan hilang satu persatu, dan mencapai di titik yang paling membahagiakan.
___________
Jam makan siang pun tiba, saat nya Sarah bersiap untuk pergi makan siang dengan Gara sesuai janji nya kemarin.
Sebelum pergi, Sarah menelfon paman Han untuk memberitahukan kepada Morgan kalau dia akan makan di luar dengan kliennya.
Mobil Sarah berhenti di sebuah restoran mewah. ia pun turun bersama Gerry dan Wanda. Sarah menyuruh Wanda dan Gerry untuk makan siang berdua di restoran. sementara Sarah akan masuk ke ruang VIP yang sudah di siapkan di restoran
Sampai nya di ruangan itu, Sarah melihat ada seorang pria yang duduk membelakangi nya. Sarah mendekati nya lalu membuka kacamata hitam nya.
"Tuan Gara?"
panggil Sarah.
Pria yang duduk membelakangi Sarah menoleh ke samping sambil menggaruk alis nya.
Sarah menaikkan kedua sudut bibir nya.
"maaf membuat anda menunggu"
Gara tampak menggeleng sedikit.
"tidak, Saya juga baru datang"
ucap nya ramah
Sarah mengangguk, lalu ia mengambik kursi lalu duduk di depan Sarah.
"jadi, anda mau pesan apa? "
tanya Gara
"samakan saja dengan anda"
Gara menangguk, lalu ia memanggil pelayan untuk memesan makanan nya.
"jadi, untuk apa Tuan Gara membuat janji dengan saya? apa masalah Skandal kemarin?" tanya Sarah tanpa basa basi.
Gara tertawa kecil.
"iya, di antara kita ada salah paham yang belum di selesaikan. walaupun hanya sebuah foto, itu bisa berakibat fatal untuk kita. akan lebih baik Jika kita menyelesaikannya bersama"
"anda tahu saat di pesta itu aku-aku tidak sengaja m-memeluk mu. aku benar benar minta maaf" ucap Sarah gagap
"tidak apa, saya tahu anda sedang ketakutan. itu hal yang wajar bagi wanita "
Gara terseyum lembut
"oh ya, jangan terlalu formal. agak aneh rasa nya" Gara kembali menggaruk alis nya
Sarah terseyum kaku.
__ADS_1
aduh, kenapa canggung sekali ya?
ya ampun! aku lupa memberi tahu Jordan lagi. apa dia tidak marah kalau aku bertemu dengan Gara seperti ini, ah tidak apa lah kan untuk menyelesaikan skandal ini.