
pft,
"sial, kenapa kau bertambah tampan. Hah?"
ucap Gaara sembari tersenyum miring
Ck, sial. omong kosong apa yang dia katakan?
aku kan memang sudah tampan dari dulu
batin Jordan.
"kau masih ingat dengan ku kan? "
sinis Gara
sampai mati pun aku tidak akan pernah melupakan mu, orang yang sudah membuat keluarga ku dalam bahaya.
batin Jordan seraya menganggat satu alis nya.
"ngomong-ngomong bagaimana dengan luka mu? sudah membaik? "
tanya Gara lagi.
oh, ternyata dia sudah tahu
Jordan hanya mengela nafas kasar lalu memutar bola matanya.
"aku tahu kau membenci ku, makanya kau diam terus. "
lanjut nya.
Jordan pun masih menatap Gara dengan malas.
kemudian Gara menghela nafas pendek lalu menjulurkan tangan nya.
"meskipun kau sudah menusuk ku dari belakang, tidak masalah bagiku. setelah berfikir panjang, aku tidak ingin ada dendam lagi. kau faham kan dengan maksudku? ya... aku mau kita berdamai"
ucap Gara sembari menatap Jordan dengan serius.
setelah diam cukup lama, akhirnya Jordan membuka suara dan berkata
"tipu muslihatmu tidak mempan untukku" Jordan berkata dengan nada dingin.
Gara menghela nafas, lalu ia menarik tangan nya yang ter-ulur kembali.
"kau tahu? hidup sendirian tanpa tujuan itu sangat menyakitkan bukan? kau sudah pernah merasakan nya kan? bagitu juga dengan diriku, percuma juga kalau aku terus membenci dan membalas dendam ku kepadamu yang ada kau hanya akan kembali membalas dendam, lalu aku kembali membalaskan dendam dan yang ada hanya dendam, dendam, dan dendam. kita pun tidak akan bisa hidup dengan tenang, kau mau hidup dengan bahagia tanpa ada penderitaan kan? lalu kenapa kau selalu membuat dendam? apa salah nya kita damai? aku juga ingin hidup dengan tenang "
jelas Gara panjang lebar
" hidupmu akan tenang jika hidupku sudah hancur, benar kan? "
balas Jordan dengan sinis
sekali lagi Gara menghela nafas.
benar-benar keras kepala
"dulu, aku sangat membencimu. tapi sekarang aku sudah mendapatkan apa yang aku ingin kan, dan aku bersumpah tidak akan mengganggu hidupmu lagi. aku hanya akan membantumu dan berusaha menjadi lebih baik"
"kau tahu kepercayaan? tidak mudah untuk memberikan nya untuk orang yang pernah berkhianat"
"aku tahu Jordan, kau tidak akan bisa memberi kepercayaan untuk ku. tapi niatku untuk membantumu benar-benar tulus. aku tidak ingin menjadi musuh mu, aku ingin menjadi teman mu"
"teman? kau tahu, terkadang teman adalah musuh yang lebih ganas dari pada musuh di depan mata. "
balas Jordan dengan wajah dingin nya.
"kalau aku tidak bisa menjadi teman mu, maka jadikan aku rekan dalam hidupmu. bisa? "
"rekan? "
beo Jordan.
"ya, kenapa? kau masih keberatan? "
"oke, ku beri kau satu kesempatan. kau akan membantu ku, dan aku adalah bos nya. tapi hanya sebagai rekan. "
tegas Jordan.
"baiklah, tidak masalah bagiku. bos"
balas Gara.
Jordan membuang muka malas, ia menghela nafas kasar lalu bangkit dari duduk nya.
"besok, jam 9 malam kau datang ke rumahku"
"baik bos"
jawab Gara.
"jangan lupa bawa semua mata-matamu yang ada di perusahaan Whusi "
Jordan menajamkan tatapan nya.
"oh, baik bos "
ucap Gara sambil nyengir.
"satu lagi, jangan panggil aku Bos! "
setelah itu Jordan langsung pergi tanpa mendengar jawaban dari Gara
Setelah Jordan pergi, Gara menggaruk-garuk tengkuk nya sendiri sambil nyengir.
dia tidak menyangka jika Jordan akan tahu kalau dirinya mengirim kan mata-mata ke perusahaan Sarah. jujur, sebenarnya Gara mengirimkan mata-mata nya ke perusahaan Sarah bukan untuk menyelakainya. hanya saja untuk berjaga-jaga di waktu mendesak.
________________
Sarah memandangi surat undangan di tangan nya. ia ragu untuk ikut undangan itu, tapi undangan itu wajib untuk di ikuti setiap CEO dan Direktur.
"anda harus pergi bu Direktur"
ucap Wanda.
"Tuan rumah nya? "
"seperti di tahun lalu, yang menjadi tuan rumah nya adalah Bank Nagin Royal. setiap CEO dan Direktur dari perusahaan Bank akan hadir untuk acara itu, di sana akan di tentukan salah satu perusahaan yang mencetak rekor tinggi se-indonesia dan jika rekor nya melebihi rata-rata. perusahaan tersebut akan masuk ke urutan perusahaan Bank terbesar Se-Asia. "
jelas Wanda.
"seperti perusahaan Bank Tuan Hend di Eropa, beliau pernah menduduki posisi ke tiga Se-Asia " lanjut nya lagi.
"kalau begitu, apa Bank Wishu pernah mendapat penghargaan?"
tanya Sarah.
"pernah, dulu saat di tangan Direktur Dion. selama 5 tahun berjabat sebagai direktur, beliau pernah mendapatkan penghargaan 3 kali berturut-turut. namun setelah nya selama dua tahun, beliau tidak mendapat kan penghargaan lagi dan perusahaan Bank Whusi pun menjadi perbincangan di kalangan para pembisnis "
jawab Wanda.
"lalu, saat perusahaan belarih ketangan ku bagaimana? "
"setelah bertukar direktur, perusahaan Bank Whusi sudah mulai naik kembali. saham perusahaan pun naik 50% lebih dari sebelumnya. "
"ngomong-ngomong, kapan acaranya? "
"2 hari lagi, jam 8 malam"
"kalau di wakilkan saja bagaimana? "
"kalau di wakilkan, para pebisnis akan mengatai perusahaan Bank Whusi seperti sebelumnya. mereka akan mengira kita takut dan malu karna tidak mendapat penghargaan, terlebih lagi direktur Whusi adalah seorang Wanita. "
__ADS_1
"ya ya, baiklah aku mengerti. kau siapkan saja persiapan nya. pesankan gaun ku dan setelan untuk Morgan"
"bu direktur mau membawa Morgan? "
tanya Wanda sedikit terkejut
Sarah mengangguk mantap
"ya, ini waktunya untuk menunjukkan diri kepada dunia"
"Morgan mau di bawa kemana Mami?! "
teriak seorang anak yang baru masuk.
"eh, Morgan sudah pulang?"
Sarah menoleh kepintu dan menemukan Morgan yang berlari ke arah nya.
"katakan, Mami mau bawa Morgan kemana? "
tanya Morgan yang sudah di pangkuan Sarah.
"Mami mau bawa Morgan ke sebuah acara"
"Acara? acara apa? "
"acara pesta"
"pesta? siapa yang ulang tahun Mami? "
"bukan acara pesta ulang tahun sayang. tapi pesta penghargaan"
"penghargaan? seperti pemenang lomba ya Mami? "
"ya, bisa di sebut seperti itu"
"wah, Morgan mau ikut ya Mami. pasti makanannya banyak di sana"
serunya
"ya ampun, anak Mami ini memang doyan makan ya"
"iya dong Mami, kalo kita gak makan nanti bisa isdet"
"ha? apa tadi? isdet? "
bingung Sarah, dari mana anak itu
mendepatkan kata-kata seperti itu?
"aduh, itu loh Mami. isdet itu arti nya meninggal" jelas Morgan.
"siapa yang mengajari Morgan? "
tanya Sarah mulai tidak suka.
"teman Morgan, katanya isdet itu bahasa gaulnya untuk orang yang sudah meninggal"
jelasnya lagi.
Sarah hanya menggeleng-geleng kepala. belum masuk sekolah dasar tapi dia sudah mengerti bahada gaul.
...
Sarah melihat jam tangan nya, sudah hampir sore dan pekerjaannya masih banyak lagi. dokumen yang menunpuk dimeja nya membuat nya bertambah pusing.
"Wanda"
akhirnya karna lelah, Sarah memanggil Wanda keruangan nya
"iya bu direktur? "
tanya Wanda.
jelas Sarah.
"baik bu direktur. "
"Morgan, ayo kita pulang"
ajak Sarah sambil berkemas-kemas.
"pulang? "
beo Morgan.
"iya sayang, kita mampir ke rumah Papi dulu. ya? "
"ha? kerumah Papi? mau! mau! "
seru Morgan.
"tapi Mami, pr Morgan belum selesai. masih ada satu halaman lagi"
sanggah nya.
"tidak masalah, nanti Morgan lanjutkan di rumah Papi. biar di bantu sama Papi"
"enggak mau, Morgan maunya ngerjain pr sendiri" tolaknya.
"ya udah deh, ayo kita berangkat"
"kuyy"
seru Morgan.
Sesampainya di rumah Jordan.
"Papi! Papi..! "
teriak Morgan saat masuk rumah
"eh Morgan"
sapa Gibran yang baru turun tangga.
"paman, Papi mana? kok gak ada? "
tanya Morgan.
"Papi lagi mandi, kalau mau Morgan main dengan paman saja dulu"
"hmm, enggak deh. Morgan mau ngerjain pr dulu, nanti gak siap-siap"
"paman temani yah? "
"hm... boleh-boleh "
"ayo kita ke kamar. Sarah, aku akan temani Morgan sementara itu kau pergi ke kamar selagi Jordan masih di kamar mandi "
Gibran mengedipkan satu matanya lalu tersenyum nakal.
Sarah melotot dan mengisyaratkan kalau Morgan masih ada bersamanya. tapi pria itu malah tertawa tanpa dosa.
skip dikamar
Sarah membuka pelan pintu kamar nya, saat masuk Sarah langsung melihat ke arah pintu kamar mandi, ternyata benar Jordan sedang mandi.
Sarah melihat ke sekitar kamar, masih sama seperti dulu, lemari, karpet, bahkan kerjanya masih ada di dalam kamar.
karna lelah, Sarah memelih untuk duduk di kursi kerja yang biasanya di pakai Jordan.
ah, nyaman sekali
__ADS_1
batin nya.
tiba-tiba saja, ada yang menggelitik kaki nya.
Sarah menoleh ke bawah dan terkejut bukan main.
"Aaaaaaakh.....! "
Sarah segera naik ke kursi lalu duduk di atas meja kerja sambil menggigit jari ketakutan.
Jordan yang sedang mandi pun terkejut mendengar teriakan Sarah dan segera memakai handuk nya lalu keluar
"Siapa?! "
tanyanya setengah berteriak
"Sarah? kau? kenapa ada di sini? "
tanya Jordan heran
"T-tolong, aku takut. iii-itu"
Sarah gemetaran lalu menunjuk ke arah bawah meja.
Jordan segera mengikuti arah tunjuk Sarah, ia menemukan sesuatu di sana. lalu Jordan pun mengambil sesuatu yang mengganggu Sarah itu lalu melihatkannya kepada Sarah.
"ini? "
tanya Jordan dengan polosnya.
"Aaa! kau memegangnya! iiih, jatuh kan! jatuh kan! eh tidak-tidak! buang! buang saja! tolong buang itu! aku takut! "
rengek Sarah.
Jordan menghela nafas pendek
"ya ampun Sarah, ini hanya kecoa "
"iiii, jangan sebut namanya! tolong buang! cepat buang Jordan! "
rengeknya lagi.
Jordan tidak membuang kecoa itu, tapi malah menggenggamnya lalu berjalan mendekati Sarah
"hei! hei! jangan dekati aku! buang dulu kecoanya, atau tidak aku akam lompat dari sini!"
ancam Sarah.
"lompat saja dari meja rendah itu"
Jordan tertawa nakal.
"hap! "
Jordan berhasil menggenggam tangan kanan Sarah, sementara Sarah semakin meronta-ronta.
"jangan Jordan, aku takut. kau jahat sekali! "
Sarah mulai menangis.
"heh, kenapa menangis hah? ini bukan kecoa sungguhan " ucap Jordan
"bohong! "
"iya Sarah, lihat nih"
Jordan menunjukan kecoanya.
"Aakh! "
Sarah terkejut Saar Kecoa itu berada di depan matanya.
"coba liat baik-baik "
suruh Jordan.
Sarah dengan sedikit ragu mempeehatikan kecoa itu, lalu ia menemukan sesuatu yang janggal.
"Kamera? "
tanya Sarah tak percaya.
Jordan tertawa kecil
"ya, ada kamera di dalamnya"
"j-jadi bukan kecoa sungguhan? "
"bukan"
Jordan menggeleng
"kecoanya bisa terbang? "
Jordan mengangguk.
"ke-kenapa ada kecoa seperti itu di kamar mu? "
"ini alat baru, jadi aku mengujinya di kamar. "
Akhirnya Sarah menghela nafas lega.
"Hei"
panggil Jordan dengan suara beratnya.
"apa? "
"coba lihat ke bawah "
Sarah melihat ke bawah, ya ampun Sarah malah salah fokus dengan roti sobeknya Jordan, apalagi Jordan hanya menggunakan handuk di pinggang nya.
"eh matamu nakal ya, coba lihat ini"
Jordan mengetuk meja dengan jari telunjuk Sarah melihat ke meja yang ia duduki. oh yaampun, ternyata Sarah menduduki laptop Jordan. Sarah segera turun dari meja.
"aku tidak sengaja, nanti aku ganti! "
kesal Sarah.
"aku tidak meminta pertanggungjawaban mu, tapi aku ingin bokong mulus yang telah menduduki laptop ku ini harus di hukum"
ucap Jordan dengan senyum nakalnya.
"apa?!"
Pipi Sarah langsung memerah, ia malu tapi kesal.
"dasar mesum! "
gerutunya lagi.
"hmm, berhubung aku sedang mandi maka aku kan menghukum bokongmu ini di kamar mandi, ayo sayang"
Jordan tersenyum nakal lalu menggendong Sarah ke kamar mandi seperti menggendong karung beras.
"hei! lepaskan aku. Jordan tunggu dulu! pintunya belum aku kunci! "
"A.. A..A.. tidak ada alasan untuk itu, kita kan di kamar mandi, tenang saja sayang. aku pasti pelan-pelan jangan takut"
Jordan segera menutup pintu kamar mandi lalu memulai aksi nya.
________________
__ADS_1
Hai 😌