PERPISAHAN

PERPISAHAN
part 111


__ADS_3

Sehari setelah kejadian itu, Morgan sudah mulai menerima Jordan sebagai Papi nya dan kini bahkan dia lebih bahagia dari pada sebelum nya.


namun saat ini hubungan mereka ada sedikit masalah, ya salah satu nya Sarah dan Jordan sedang berdebat tentang masalah dunia luar mereka.


"besok pindah, mengerti kan?"


ucap Jordan dengan tegas.


"tidak bisa! aku tidak bisa meninggalkan rumah dan pergi begitu saja! apa kata orang nanti? terlebih lagi aku sudah mengambil cuti sebulan lebih. kalau wartawan tau aku berada di rumah mu, bagaimana nanti? lalu bagaimana dengan ayah dan ibu mu? dan calon tunangan mu?! "


Jordan terdiam sebentar, ia memijat pelipis nya. Kemudian Sarah menarik Jordan dan memeluk nya.


"sudah, tidak usah di paksakan"


Sarah mengelus punggung Jordan.


"kenapa harus ada wartawan di dunia ini? kenapa orang lain sibuk mengurusi kita? kenapa semua orang selalu iri dengan kita?


kenapa harus ada manusia seperti itu di dunia? "kesal Jordan


"Jordan, kita ini manusia. manusia yang hidup berkelompok dan bersosialisasi. kita tidak bisa hidup sendiri, kita sebagai manusia akan saling membutuhkan satu hari nanti. untuk dihargai, dihormati maka kita harus menghormati orang lain juga."


diam sebentar...


lalu Jordan melepas pelukan nya.


" baiklah, Maafkan Aku karena sudah egois. aku janji akan menyelesaikan masalah di kantor secepatnya dan juga masalah dengan ibu dan ayah. dan sementara itu kita tetap menjalani kehidupan seperti biasanya. di luar kita hanya perlu bersikap pura-pura tidak tahu dan berpura-pura tidak ada yang terjadi antara kita."


" Lalu bagaimana dengan Morgan?"


" Dia anak yang yang pintar, dia pasti bisa mengerti dengan keadaan kita."


"Mami! Papi! "


teriakan itu membuat Sarah dan Jordan d


sedikit terkejut, kemudian mereka melihat ke arah pintu kamar yang sudah ada Morgan di sana.


"Papi lihat! tadi Morgan gambar sendiri! "


Morgan menunjukan kertas hasil gambaran nya ke Jordan dengan gembira


kedua sudut bibir Jordan terangkat, Jordan tersenyum lembut. diri nya masih tidak percaya bahwa anak nya sendiri memanggil nya dengan sebutan 'Papi'. ini berarti Morgan sudah mau menerima nya dan tidak membenci nya.


"Wah, Morgan pintar menggambar ya. bagus sekali" puji Jordan dengan tulus


"iya, Mami yang ajarkan. ini Papi, ini Mami, dan ini Morgan, oh iya dah ini rumah kita! besarkan? " ucap Morgan sembari menunjuk gambar nya.


"iya, besar sekali"


balas Jordan yang masih tersenyum.


"Morgan"


panggil Sarah


"iya Mami? "


tanya Morgan


"hari ini kita akan pulang "


jawab Sarah membuat Morgan bingung


"pulang kemana Mami? "


tanya nya dengan polos.


"kerumah kita yang lama"


"kenapa harus pulang? memangnya kita tidak akan tinggal di sini bersama Papi?"


tanya Morgan lagi mulai cemberut


Sarah menghela nafas berat, tak tega dengan Morgan. Sarah pun mengambil kedua tangan Morgan lalu menggenggam nya dengan erat.


"sayang, maaf kan Mami ya. saat ini kita belum bisa tinggal bersama Papi. jadi untuk sementara kita tinggal di rumah yang dulu"


ucap Sarah berusaha menjelaskan.


"kenapa Mami? "


tanya Morgan lagi


Sarah terdiam sebentar, ia bingung harus bagaimana menjalaskan nya.


akhirnya Jordan mengelus rambut Morgan lalu berkata.

__ADS_1


"Morgan, untuk saat ini kita belum bisa tinggal bersama. karna ada hal yang harus Papi kerjakan, dan setelah pekerjaan itu selesai barulah kita bisa tinggal bersama. Papi janji, Papi akan membawa Morgan dan Mami untuk tinggal bersama Papi. okeyy? "


Jordan memberikan jari kelingking nya.


"hmm... okey! "


Morgan juga menunjukan jati kelingking nya lalu mengaitkan nya ke jari kelingking Jordan


Sarah tersenyum senang, untung lah Morgan bisa mengerti dengan keadaan mereka.


____________


Setelah makan siang bersama di rumah Jordan, Sarah dan Morgan kembali pulang ke rumah mereka yang lama.


"Mami, besok Morgan sudah boleh sekolah lagi kan? " tanya Morgan saat mereka sudah sampai di rumah.


"iya sayang "


"hmm... Mami mau kemana? "


tanya Morgan lagi, ia melihat Sarah yang sedang mengemasi berkas dan dokumen nya ke dalam tas.


"Maaf ya sayang, hari ini Mami harus ke kantor karna ada pekerjaan yang harus Mami selesaikan. Morgan main di sini dengan paman Han ya, nanti saat pulang Mami bawakan hadiah. Morgan mau apa? "


tanya Sarah


Morgan menggeleng cepat.


"Morgan tidak mau apa apa, Morgan mau nya Mami pulang dengan selamat. itu saja"


kata nya dengan polos.


Sarah tersenyum lembut lalu mengangguk.


__________________


Sarah pun pergi ke kantor nya bersama Gerry, sebenarnya Sarah merasa letih dan tidak mau ke kantor tapi tadi Wanda menelpon nya untuk ke kantor karna ada masalah di sana. ya mau tidak mau Sarah harus ke kantor juga saat ini.


Sarah sudah sampai di depan kantor nya. ia pun masuk dan di iringi Gerry dari belakang. saat masuk, banyak kariawan dan para pekerja yang memandanginya. tidak ada yang menyapa Sarah, mereka hanya berdiri dan menunduk saat Sarah melewati mereka.


Sarah tidak peduli dengan lirikan atau pun bisikan dari para kariawan nya. ia terus berjalan hingga ke ruangan nya.


saat sampai di ruangan, Sarah melihat Wanda yang tengah gelisah di sofa. saat Wanda menyadari Sarah sudah sampai, ia langsung mendekati Sarah.


"bu direktur, para dewan direksi dan beberapa manager mengadakan rapat untuk membahas masalah anda. mereka bilang anda.... "


Sarah memotong nya dengan cepat.


"apa mereka sudah datang? "


"sudah bu direktur "


"antar aku ke sana"


Wanda mengangguk lalu mengantar Sarah keruang rapatnya.


setelah sampai Saran langsung masuk di ikuti Wanda. Sarah melihat sudah ada banyak orang di ruang rapat itu. ada satu kursi kosong di sana, ya itu adalah kursi milik nya. di setiap rapat Sarah akan duduk di kursi paling ujung kusus direktur.


"apa anda semua ingin rapat? "


tanya Sarah basa basi lalu duduk di kursi nya.


semua orang hanya melihat Sarah dengan tatapan tidak suka dan kesal.


"apa? kenapa kalian menatap saya seperti itu? bukanya kalian mau rapat? ayo mulai"


ucap Sarah dengan tenang.


"bu direktur, maaf jika saya lancang. tapi anda sudah sedikit keterlaluan, anda sudah mengambil cuti selama hampir sebulan dan itu pun tanpa aba-aba. dan anda memberikan tanggung jawab kepada sekretaris anda sepenuhnya "


kata seorang pria, dia salah satu anggota dari keuangan perusahan.


"lalu kenapa? bukanya tugas sekretaris itu membantu atasan nya saat atasan nya sendiri sedang ada urusan lain? "


tanya Sarah dengan wajah yang kesal.


"bukan begitu bu direktur, tapi anda cuti terlalu lama. dan selama anda cuti banyak masalah yang terjadi di perusahaan, bahkan beberapa kontrak kerjasama dari perusahaan lain terlewatkan. dan ini karna anda tidak datang ke perusahaan dan sekretaris anda yang tidak profesional. "


"memang nya kenapa kalau beberapa kontrak kerjasama terlewatkan? tidak masalah kita tidak dapat untung yang penting kita tidak rugi. dan satu lagi, sekretaris saya ini manusia bukan robot jadi wajar jika dia melakukan kesalahan, dia juga lelah. dan kalian semua, apa gunanya kalian bekerja di perusahaan ini kalau bukan untuk memajukan perusahaan ? seharusnya kalian membantu satu sama lain dan bekerja sama, bukannya menuntut dan bergantung dengan satu orang. "


jelas Sarah dengan wajah dingin nya.


" bu direktur, maaf jika saya lancang. bisakah kami tahu apa alasan anda cuti selama ini? "


tanya seorang pria yang duduk nya berhadapan dengan Sarah.


"apakah anda semua ingin tahu? baiklah akan saya beritahu. saya cuti selama ini bukan untuk berlibur, tapi saya sedang menyelesaikan masalah saya dengan mantan suami saya. kalia iya puas? " ucap Sarah penuh dengan penekanan.

__ADS_1


semua orang langsung terdiam dan menunduk.


"setelah ini saya tidak mau mendengar keluhan lagi dari siapapun. kalau kalian masih mengeluh, maka siapkan surat pengunduran diri kalian. pintu perusahaan selalu terbuka lebar untuk kaliam yang banyak protes "


Sarah sedikit mengangkat satu sudut bibir nya



"atau kalian semua bisa saya pecat saat ini, kalian pikir saya tidak berani? lagi pula Tuan Hend sendiri yang menawarkan saya untuk menjadi Direktur di sini, otomatis perusahan ini sudah menjadi tanggung jawab saya. "


Hening sebentar.......


"baiklah, jika tidak ada lagi yang ingin kalian katakan. rapat di tutup "


Sarah segera berdiri dan kaluar dari ruang rapat itu lalu pergi ke ruangan nya. dan Wanda masih senantiasa mengikuti nya dari belakang.


"bu direktur, terima kasih untuk hari ini. anda sudah menyelamatkan saya. "


kata Wanda saat sudah di ruangan Sarah


"tidak Wanda, seharusnya aku yang berterima kasih denganmu. berkat diri mu semua nya jadi lebih baik, kau pasti lelah ya. kau boleh ambil cuti selama seminggu. "


"tidak bu direktur, saya tidak perlu cuti. yang saya perlukan hanya anda untuk tetap ke perusahaan"


Sarah tertawa kecil


"baiklah, kalau begitu ayo kita mulai bekerja! "


ucap Sarah semangat


Wanda mengangguk dan tersenyum.


anda sungguh sangat baik bu direktur


batin Wanda.


Jujur, Wanda sedikit terharu saat Sarah membelanya di ruang rapat tadi. dan benar, ia juga serasa lelah tapi setelah melihat senyum Sarah, itu membuat nya bersemangat lagi.


__________________


"dimana orangnya? kenapa belum datang?! "


protes Jordan di telfon


"tunggu sebentar lagi, dia pasti datang "


balas Gibran dari sebrang sana.


Ck,


Jordan mematikan telfon nya dengan kesal.


sebenarnya Gibran menyuruh ya ke sebuah kafe untuk bertemu dengan seseorang, awalnya Jordan menolak tapi Gibran bilang orang yang akan di temuinya akan sangat berguna dan bisa membantunya untuk masalah nya saat ini.


Klotak.......


Klotak......


suara langkah kaki ini makin jelas di dengar oleh Jordan, akhirnya orang yang ia tunggu dari tadi sudah sampai.


Orang itu duduk di depan Jordan dan mentapnya. lantas Jordan terkejut saat melihat wajah orang yang duduk di depannya ini.


dia?



ya, dia adalah Gara.


Jordan tidak langsung marah atau berkata apapun. ia hanya diam dan melihat Gara dengan tatapan malasnya.



Gara pun tidak menyapa ataupun berbicara, ia juga malah menatap Jordan dengan diam.


sudah hampir 5 menit mereka diam, mereka hanya menatap satu sama lain dan tidak mengatakan apa pun. mata mereka saling menatap satu sama lain dan hati mereka saling berbisik, ada banyak pertanyaan di hati mereka yang belum bisa tersampaikan.


Pft...


akhirnya Gara tertawa kecil


"Sial, kenapa kau bertambah tampan. Hah? "


ucap nya sembari tersenyum miring


Ck, sial! omong kosong apa yang bicarakan. *aku kan memang tampan dari dulu, dasar*!


batin Jordan.

__ADS_1


__________________________


__ADS_2