PERPISAHAN

PERPISAHAN
part 115


__ADS_3

Jordan melihat Morgan yang menangis di atas sofa ruang tamu.


Jordan menghela nafas lega.


syukurlah dia baik-baik saja.


Morgan masih duduk dan menangis ia memeluk kakinya dan menenggelamkan wajahnya di sana.


Perlahan Jordan mendekatinya, bahu nya bergetar dan sesekali terisak.


"Morgan"


panggil Jordan lalu mengusap punggung nya.


Morgan segera menangkat kepalanya dan menoleh ke samping.


"Papi...!"


Morgan langsung memeluk Jordan dengan dengan erat dan tentu Jordan membalas pelukan itu, Jordan mendekap Morgan agar dirinya nyaman dan tenang. perlahan tangisan Morgan menghilang, namun isakan nya masih tersisa.


"Morgan kenapa hm? "


tanya Jordan saat Morgan melepas pelukannya


"t-tadi, Morgan mimpi buruk. Mami sama Papi t-tinggalin Morgan sendirian di kamar. trus


k-kamarnya gelap, gak ada lampu, Morgan jadi takut. " jawab nya gemetaran.


"itu cuma mimpi sayang, Papi dan Mami gak akan tinggalin Morgan sendiri. Papi dan Mami akan selalu jagain Morgan dan temenin Morgan selamanya "


ucap Jordan sembari mengelus kepala Morgan.


"gak akan tinggalin Morgan kan? "


tanya nya lagi.


"iya, gak akan Papi tinggalin"


Jordan memeluk Morgan.


"Morgan sayang Papi"


Morgan membalas pelukan Jordan dan tenggelam di dalam dadanya.


"Papi juga sayang Morgan"


balas Jordan


"Papi, Mami mana? "


tanya Morgan saat dirinya sudah tidak sedih lagi


"oh iya, sekarang sudah jam setengah sembilan. Papi telfon Mami dulu ya"


"hmm"


Morgan mengangguk setuju.


di sisi lain


ada tiga pria yang menguping pembicaraan ayah dan anak itu, satu di antara mereka tidak terlalu tertarik, tapi yang duanya sangat kepo


"anak nya manis sekali ya, ah aku jadi ingin punya anak."


ucap Gara yang masih mengintip mereka.


"iya, aku juga mau punya anak"


sahut Gibran.


"bagaimana kalau kita buat anak? "


tanya Gara dan setelah itu mendapat pukulan dari Gibran


"aww, kenapa kau pukul kepala ku? "


kesal Gara.


"kau ini gila ya! aku tidak mau buat anak denganmu! kita ini laki-laki, dasar Homo! "


Gibran balik kesal dengan Gara.


"Heh, kau pikir aku mau punya anak dengan mu? aku masih suka wanita tau! maksudku itu kita buat anak dengan istri kita sendiri! "

__ADS_1


sewot Gara.


"Ck, gimana mau buat anak? pacar aja gak punya apalagi istri"


nyinyir Gibran.


"makanya kau cari pacar sana! ngomong-ngomong kau sudah punya pacar Glen? "


tanya Gara kepada Glen yang dari tadi hanya diam


"sudah"


jawab Glen singkat.


"Whoaa! kau kalah Gibran, siapa?"


tanya Gara lagi.


"seorang wanita"


jawab Glen yang membuat wajah Gara menjadi masam.


 ***


"Sarah, kau masih di kantor? "


"iya, kenapa? "


"kenapa? sekarang sudah berapa ha? kenapa masih di kantor? pulang sekarang! "


"aduh, sebentar lagi, lima menit lagi. ya"


"Morgan merindukan mu"


"...."


tidak ada jawaban dari Sarah.


"Sarah? kau baik-baik saja kan? "


tanya Jordan sedikit khawatir karna Sarah tidak menjawabnya.


"iya, aku sudah di mobil. aku pulang sekarang"


tut.....


ah, kalau menyangkut Morgan pasti dia langsung cepat. eh Morgan sudah tidur lagi?


Jordan melihat Morgan yang tertidur di pangkuan nya. dengan perlahan Jordan mengendong nya kalu memindahkannya ke kamar.


setelah menidurkan Morgan beberapa menit kemudian Sarah tiba.


"sana, bersihkan dirimu dulu"


Jordan segera mengambil tas kerja Sarah dan memberinya handuk.


"hmm, sepertinya aku akan tidur di sini lagi"


ucap Sarah setelah menerima handuk nya.


"memang seharusnya begitu"


setelah membersihkan diri, Sarah juga ikut tidur bersama Morgan dan Jordan. kali ini posisi Morgan di tengah.


"tadi dia mimpi buruk"


Ucap Jordan sembari mengelus pipi lembut anaknya


"ohya? seperti apa? "


tanya Sarah.


"katanya kita meninggalkan dia sendirian di kamar yang gelap , dia jadi takut"


"ya, dulu dia juga pernah mimpi buruk saat di eropa. dia bilang dia bertemu dengan ayah nya namun setelah pertemuan itu ayah nya meninggal" Sarah mulai curhat.


"meninggal? haha, itu tidak mungkin. kau ingatkan kata-kata dulu? aku ini abadi, jadi aku tidak akan pernah meninggalkan kalian"


"ku harap begitu"


setelah mengobrol cukup lama, Mereka tertidur seiring dengan waktu.


_____________

__ADS_1


Pagi harinya.


Jordan kini sudah berada di perusahaan nya, dengan 2 layar komputer dan setumpuk dokumen sudah menjadi kebiasaannya setiap pagi.


sebelum ia berangkat, ia sudah mengantar kan Morgan ke sekolah. tapi Jordan tidak bisa mengantar Sarah ke peeusahaannya karna media. Jordan tidak mau kalau wartawan melihat mereka bersama untuk saat ini, yang ada nanti hanya akan menyusahkannya dan Sarah.


"permisi Tuan"


panggil Glen.


"iya? "


"ada Nyonya, beliau ingin bertemu dengan anda. sekitar 4 menit lagi beliau akan sampai "


adu Glen.


"baiklah kau boleh keluar"


Glen memgangguk lalu keluar.


beberapa menit kemudian.


"ibu sudah datang? hanya sendiri? "


tanya Jordan saat ibunya masuk ke ruangan nya.


"memangnya kau mau ibu membawa nya kemari? " kesal Jia.


Jordan tersenyum datar


"ada apa bu? "


"ibu ingin bicara seriua dengan mu"


"apa bu? "


"jawab dengan jujur, apa dia adalah anak kandungmu"


tanya Jia dengan tajam


"siapa? "


tanya Jordan sedikit memelas


"Ck, tidak perlu berpura -pura lugu seperti itu. anak yang mantan istrimu bawa! apa dia anak kandungmu? darah daging mu? "


tanya Jia tak sabaran.


"memanya kenapa? "


tanya Jordan balik


"jawab saja pertanyaan ibu! "


Jordan diam sebentar. sepertinya Jia sudah mulai curiga dengan Morgan, padahal sebelum ini Jia tidak peduli dengan keberadaan Sarah. pasti sebelum ini Jia pernah bertemu dengan Sarah atau pun Morgan. pikir Jordan


"ibu, ibu adalah orang yang melahirkan ku dan tentu saja aku sangat menyayangi ibu. tolong jangan sampai ibu membuat anakmu sendiri menjadi benci kepadamu"


ucap Jordan dengan raut wajah yang sulit di artikan.


"ibu paham, ibu hanya ingin tahu apakah anak itu adalah anak kandungmu atau bukan. apa mungkin dia benar-benar adalah anak kandungmu? "


"tapi kenapa ibu baru menanyakanya sekarang? kenapa selama ini ibu tak mau melihatnya? dan dulu saat dia pergi dari rumah, ibu menghinanya dan berkata kasar dengannya"


"ini semua karna mu! ini semua Karna ulahmu sendiri Jordan! " Jia memotong dan berteriak.


"kau sendiri yang bilang dari mulutmu, saat itu kau bilang dia mengandung anak Haram! dan semua bukti yang kau dapatkan juga! tentu saja aku marah dengan apa yang terjadi, dari mulut anak ku sendiri yang bilang kalau istrinya me gandung anak Haram. dan aku sebagai ibu mu percaya kalau dia benar-benar berbuat zina seperti itu! makanya aku menghinanya! kau sendiri yang bilang Jordan... Hiks" Jia mulai menangis.


Jordan segera bangkit dari duduknya dan memeluk sang ibu. Jordan mendekapnya erat-erat hingga ibunya tenang.


benar ini semua salahku


ibu hanyalah korban.


"ibu tenang saja, aku akan berusaha untuk memperbaiki semuanya. dan satu lagi, anak yang di bawa Sarah memang benar adalah anak kandungku"


setelah mendengar ucapan Jordan, tangisan Jia makim menjadi-jadi. setidaknya dia mengerti dengan bagaimana susahnya Sarah membesarkan Anaknya sendiri tanpa dukungan suami. karna dirinya juga adalah seorang ibu.


dan alasan Jia tidak suka oada Sarah saat ia kenikah karna kakakyna Sarah.


dulu sebelum Jordan dan Sarah menikah, mereka pernah makan malam keluarga bersama. Sarah pun membawa kakaknya.


dan di acara makan malam itu, kakaknya Sarah (Rudi) tanpa sengaja menghina Jia di depan banyak orang dan membuat Jia malu sekaligus dendam. walaupun masalah itu sudah di selesaikan baik-baik tetap saja Jia merasa terhina, maka dari itu ia tidak suka sengan Sarah dan selalu mengabaikannya.

__ADS_1


__________


tbc


__ADS_2