
pukul 15.00
"Morgan ayo pulang "
ucap Sarah sambil membereskan Meja nya.
"iya mami"
Morgan pun mematikan Laptop nya dam bergegas untuk pulang.
tiba-tiba Wanda datang membawa sebuah dokumen lalu memberikan nya kepada Sarah. Wajah nya terlihat di tekuk dan murung.
"Ada apa Wanda? dari tadi kau terlihat murung "
tanya Sarah,
"ah, tidak bu direktur saya hanya bosan"
ucap wanda memelas
"bosan? apa kau butuh liburan? "
"eh bukan itu maksud nya. hehe"
nyengir Wanda.
"ya sudah ,ayo kita pulang"
------
Sampai nya di rumah Sarah segera pergi ke dapur untuk masak makan malam. dan Morgan pergi ke kamar untuk membersihkan diri.
"hah.. lelah sekali"
gumam Sarah saat sudah selesai memasak.
Wanda yang mendengar gumanan Sarah pun menilirik nya
"Bu direktur, jika anda mau saya bisa meminta para ART untuk kembali bekerja agar anda tidak lelah seperti ini."
"hmm.. boleh juga, tapi tidak usah banyak banyak ya"
"baik bu direktur, besok pagi saya pastikan mereka akan datang"
"oke"
setelah itu Paman Han dan Morgan turun lalu duduk di meja makan.
"kalian makan lah dulu, aku mau mandi sebentar" ucap Sarah saat sudah menata masakan nya di atas meja makan. lalu mengacak ngacak rambut Morgan.
Sarah masuk ke kamar, menjatuhkan tubuh nya di atas kasur dan pikiran nya melayang kemana mana.
cukup lama Sarah termenung, akhir nya ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. dam setelah itu Sarah turun untuk makan malam.
"Selamat makan"
ucap nya sebelum makan.
mereka semua pun makan bersama.
"Wanda, kapan Rapat mengenai Proyek baru itu? "
tanya Sarah di sela sela makan nya
"besok siang, Rapat nya akan di adakan di perusahaan PT.J&S "
jelas Wanda.
dan Sarah hanya ber-oh saja.
__ADS_1
sebenar nya Sarah malas pergi ke perusahaan Jordan, kalau dia tidak ikut dia tidak akan puas dengan hasil nya dan bagaimana pun Sarah harus ikut untuk melihat perencanaan dari Jordan.
setelah makan malam, Sarah menyuruh Morgan untuk belajar dan setelah itu tidur. sementara Sarah berada di ruang kerjanya.
"Agrhh... "
Sarah mengacak Rambut nya.
rasa nya sarah menyesal karna tidak memperhatikan Jordan dan tuan Saga kemarin. kenapa dia sampai tidak fokus! ini semua karna Jordan sialan itu!
"Wanda, bisa kau jelas kan tentang Proyek ini? "
tanya Sarah
"memang nya Bu direktur tidak menyimak tuan Saga dan Tuan Jordan kemarin? "
tanya Wanda kembali
Sarah menggeleng cepat. lalu Wanda menghela nafas berat kemudian ia mulai menjelaskan kan tentang Kerja sama kontrak kemarin.
"terima kasih wanda, sekarang aku sudah mengerti "
ucap Sarah dengan senyum nya.
"iya bu direktur, tidak masalah"
balas Wanda.
Sarah tersenyum, ia sangat beruntung bisa mendapatkan sekretaris seperti Wanda.
ting.... tong....
tiba tiba bel berbunyi.
"siapa yang datang malam malam begini? "
"biar saya yang melihat bu direktur "
Sarah penasaran, ia pun ikut ke luar dan menyusul Wanda.
"siapa yang datang... "
Sarah terkesiap.
"kakak? apa yang kakak lakukan? "
tanya Sarah terkejut.
ia melihat kakak nya yang sedang menggendong seorang wanita, seperti nya itu adalah istri nya.
"jangan banyak tanya lagi, malam ini aku menginap di sini"
jawab Rudi .
"ah, iya baik"
Sarah pun membukakan pintu nya lebar lebar lalu menyuruh Wanda untuk membantu kakak nya membawa istrinya ke kamar tamu.
Sarah mengikuti Rudi ke kamar tamu yang menidurkan istri nya. seperti nya istrinya sedang mabuk.
"ahh, sayang....aku puas melihat nya"
ucap istri nya mengigau
"akhir nya aku bisa balas dendam. aku sangat mencintaimu sayang"
lanjut nya lagi, kemudian menarik Rudi hingga terjatuh di atas istrinya lalu mulai mencium nya
Sarah yang sedang berdiri di pintu pun terkejut, apa apaan! apa mereka tidak melihat ada Sarah di sana!
__ADS_1
dengan cepat Wanda menarik tangan Sarah keluar. Wanda menyadari kalau Sarah terlihat terkejut
akhh.
Sarah memijat pelipis nya,
kemudian ia beranjak menuju ke ruang tamu.
sebelum melangkah kan kaki nya, Sarah mendengar suara desahan yang membuat nya terkesiap.
cepat cepat, Sarah berlari ke arah ruang tamu.
ah Dasar kakak!
tidak tahu tempat untuk bercinta!
Rudi merapikan jas nya, kemuduian ia keluar mencari Sarah.
Rudi melihat sekeliling dan menangkap sosok Sarah yang sedang duduk di sofa ruang tamu.
hah..
Rudi mendudukan tubuh nya di samping Sarah kemudian menyenggol lengan nya.
"maaf"
ucap Rudi, ia tahu kalau adik nya ini sedang merajuk.
"apa yang terjadi? kenapa kakak kemari tengah malam begini? "
tanya Sarah langsung dengan kesal
"hehe... tadi aku pergi ke pernikahan mantan istriku, dan kau tahu apa yang dia lakukan? dia membuat gaduh di acara itu,ia melangsungkan niat nya. setelah itu ia merasa puas dan minum hingga mabuk"
jelas Rudi.
"lalu? kenapa bisa sampai ke sini? "
tanya Sarah
"hehe... karna rumah mu lumayan dekat dengan lokasi pernikahan nya, aku malas Kembali ke apartemen, jauh"
nyengir nya.
Sarah hanya menghela nafas berat.
"eh iya Sarah, ngomong ngomong dimana Leon?,aku tidak melihat nya dari kemarin? "
tanya Rudi samabil mengedarkan seluruh pandangan nya.
Sarah tersenyum
"adik kecil kita itu sudah mengapai impian nya"
"maksudmu? "
"seperti yang ia katakan waktu kecil, 'aku ingin terbang, terbang ke atas awan dan melihat wajah ibu dan ayah saat berada di awan' "
ucap Sarah sambil meniru kata kata yang Leon ucapkan saat ia masih kecil
"jadi... dia..sudah menggapai impian nya? "
tanya Rudi tak percaya.
Sarah mengangguk cepat lalu membuka handpone nya dan melihat kan sebuah foto di layar Handpone nya.
Rudi melihat foto yang ada di handpone Sarah. ia melihat Leon yang sudah besar, menggunakan seragam pilot dan tak lupa dengan topi pilot nya.
"aku benar benar bangga memiliki nya, tak sia sia aku menjaga nya"
__ADS_1
ucap Rudi lirih.
_________