PERPISAHAN

PERPISAHAN
part 114


__ADS_3

pagi hari telah datang, sang surya melihatkan sinarnya pada dunia hingga sinar cerah itu menembus kaca besar di sebuah ruangan.


seorang wanita cantik terbangun dari tidurnya, sinar matahari yang cerah telah menganggu tidurnya hingga membuat dirinya kembali menarik selimut.


"bangun Sarah "


suara lembut itu menyapa halus telinga Sarah yang masih menutup mata nya. Setelah beberapa saat, Sarah membuka matanya dan melihat Jordan yang sudah rapi dengan pakaian kantornya.


"dimana Morgan? "


tanya Sarah saat tidak menemukan Morgan di sisinya.


"sudah berangkat kesekolah, katanya dia ada ulangan hari ini. jadi berangkat pagi"


jawab Jordan sambil sibuk memasang dasi nya.


"memangnya sekarang sudah jam berapa? "


"jam 8 lewat"


"apa? jam 8? aku kesiangan! kenapa tidak membangunkan ku?! "


kesal Sarah.


"mana mungkin aku tega membangunkan Ratuku yang sedang tidur nyenyak"


balas Jordan lalu mendekatkan diri kepada Sarah.


Sarah yang kesal hanya menghela nafas dengan muka masam nya kemudian ia melihat ke leher Jordan, ya dasi nya masih belum terpasang dengan sempurnya. namun pada akhirnya Sarah membetulkan dasi Jordan.


"terima kasih istriku, aku harus berangkat kerja sekarang karna ada rapat penting pagi ini."


ucap Jordan lalu mengencup dahi Sarah. namun tidak sampai di situ, Jordan malah melanjutkanya lalu menciumi bibir Sarah dengan rakus.


"ahh, Jordan! "


Sarah mendorong tubuh Jordan sekuat tenaganya saat Jordan hendak menciumi lehernya.


"makanya, kalau pakai baju itu yang benar sayang. lihat tuh tali bra mu saja sampai kelihatan, warna merah lagi"


ledek Jordan.


Sarah segera memeriksa keadaan nya, sial. tenyata baju bagian atasnya sedikit terbuka dan melihatkan putihnya tubuh Sarah, bahkan sampai tali bra nya kelihatan.


"sebenarnya aku ingin memakam dirimu saat ini, tapi masih ada rapat sialan yang harus aku temui. jadi pagi ini kau bebas dan nanti malam kau harus bersiap-siap" Jordan mengedipkan matanya lalu pergi.


setelah Jordan pergi, Sarah segera bangkit dan membersihkan dirinya di kamar mandi setelah itu ia bersiap-siap dan turun ke bawah.


setelah sampai di bawah, Sarah melihat Wanda yang sedang menunggunya di ruang tamu.


"selamat pagi bu direktur "


sapa Wanda


"pagi juga, dimana Gerry? "


"menunggu anda di luar bu direktur "


"baiklah, kita langsung ke perusahaan"


"baik"


mereka segera pergi ke perusahaan bank Whusi. sampainya di perusahaan, Sarah di sambut dengan tumpukan dokumen di atas mejanya, belum lagi ada beberapa rapat di luar perusahaan yang harus ia datangi. ya wajar saja, hari ini hari senin.


waktu sudah berlalu begitu cepat, matahari yang tadi nya di atas sudah mulai turun. sudah hampir senja tapi pekerjaan Sarah belum selesai. Morgan pun dari pulang sekolah tadi hanya bermain handpone sampai tertidur.


masi banyak lagi dokumen yang harus di periksa dan di tanda tangani, sepertinya aku harus lembur. dan Morgan, lebih baik aku antarkan saja je rumah Jordan.


batin Sarah.


Sarah mengambil handpone nya lalu mencoba menghubungi Jordan, namun sayang nya Jordan tak mengangkat telfon nya. akhirnya Sarah memilih untuk mengirimkan pesan kepada Jordan.


^^^^^^me:^^^^^^


^^^aku titipkan Morgan denganmu^^^


^^^malam ini aku lembur ^^^


^^^tolong jaga Morgan baik-baik^^^


^^^love you♡^^^

__ADS_1


setelah mengirim pesan itu, Sarah segera memanggil Wanda ke ruangan nya.


"ada apa bu direktur? "


tanya Wanda.


"antarkan Morgan ke rumah Jordan, malam ini aku lembur"


"baik bu direktur "


Wanda segera menyiapkan mobil, sementara paman Han menggendong Morgan yang tertidur dengan hati-hati.


*******


malam hari nya, Jordan pulang dari kantor dengan keadaan yang cukup melelahkan. ia meninggalkan jas nya di mobil, ikatan dasi yang sudah tak terpasang rapi di lehernya dan beberapa kancing kemeja atasnya terbuka.


benar-benar buruk.


"eiyoo! kau sudah pulang? sepertinya kau kelelahan, sana masuk kamarmu ada kejutan di sana" ucap Gibran yang duduk di sofa tamu.


"kejutan? "


beo Jordan.


"iya, sama cepat"


Jordan berjalan ke arah kamarnya dengan kebingungan. kira-kira kejutan apa yang akan Gibran berikan untuknya? pikir Jordan.


Klek.


Jordan membuka pintu kamarnya, ia menemukan malaikat kecil yang tertidur pulas di ranjangnya.


Jordan mendekati ranjang, melihat wajah malaikat kecil itu lalu tersenyum senang.


hah, melihatmu saja sudah membuat ku merasa senang. aku merasa bebanku sedikit berkurang setelah melihatmu nak.


batin Jordan.


Jordan meletakan tasnya di atas nakas dengan perlahan, lalu ia mulai membelai pelan pipi halus Morgan yang tertidur.


"maafkan Papi ya sayang"


"ohya, Sarah dimana? "


Jordan segera meraih tasnya lalu mengambil handpone dari dalam tas, sial ternyara Jordan malah mematikan handpone nya. setelah ia menghidupkan kembali, Jordan melihat notivikasi pesan dari Sarah


Sarah❤


aku titipkan Morgan denganmu


malam ini aku lembur


tolong jaga Morgan baik-baik


love you♡


"Love you too"


Jordan berkata demikian kepada handponenya.


"dia yang lembur saja tidak mengeluh, tapi aku? ah sudahlah! "


Jordan segera bangkit dan pergi membersihkan diri, pasalnya sebentar lagi ia akan bertemu dengan Gara.


****


di sebuah ruang rahasia ada beberapa pria di sana, mereka berkumpul untuk berdiskusi tentang masalah yang mereka alami.


"lalu bagaimana selanjutnya? "


tanya pria tampan yang memakai kaos hitam panjang



"kalau kita bunuh saja bagaimana? "


sahut pria yang ada di depannya.


"kalau dia bisa di bunuh, maka dari dulu aku akan membunuhnya. tolong gunakan logikamu! " kesal Jordan.


Gara menggaruk-garuk alisnya

__ADS_1



"hmmmm, jika kita tidak bisa menyakitinya maka kita buat dia menyakiti dirinya sendiri "


ujar Gara.


"caranya? "


"pertama-tama kita pancing dia untuk membuat masalah sendiri, jika bisa kesalahan itu berhubungan dengan media dan sosialisasi perusahaan. kau tahu kan? dia itu wanita dengan harga diri tinggi"


jelas Gara.


"Ck, tak mudah memancingnya untuk membuat kesalahan. dia wanita mandiri dan teliti, setiap pekerjaannya selelau selesai bersih tanpa kesalahan"


balas Jordan


"hei, kau ini mau memujinya atau menyingkirkan nya? "


sewot Gibran.


"terkadang mengetahui kelebihan musuh adalah jalan keluarnya"


sinis Jordan.


"Ck, terserah"


kesal Gibran


"kelebihan ya? ngomong-ngomong kau punya proyek keja sama dengan Nona Sarah dan Tuan Saga kan? kalau tidak salah, proyek pembangunan Mall? "


tanya Gara.


"iya kenapa? "


"siapa yang menangani proyek itu? "


tanya Gara lagi.


"aku dan Gibran, ah bukan maksudku Gibran"


ucap Jordan saat mendapat sinisan dari Gibran.


"ini kesempatan, berikan proyek itu kepadanya dan biarka dia mengurus proyek itu. nanti saat saat proyek itu sudah berjalan 75% kita buat dia melalukan kesalahan, jika tidak bisa dengan data nya maka kita bisa sedikit meghancurkan konsep bangunannya. setelah itu kita bersikap seolah-olah tidak tahu apa-apa dan mulai menuntut nya dan dia akan.... "


"hei-hei, caramu itu licik! dan satu lagi, apa kau bilang? menghancurkan konsep bangunannya? mengubah datanya? apa kau tidak berfikir berapa kerugian yang akan kami alami? terlebih lagi investor nya adalah Bank Whusi, Sarah bisa mengalami kerugian besar"


potong Gibran dengan sedikit marah.


"bagaimana Jordan? kau mau? terlebih lagi kita melibatkan tuan Saga"


kini Gibran bergantian melihat Jordan yang sedang berfikir.


"kalian tidak perlu khawatir, aku akan membantu Sarah untuk menanam saham di perusahaan ku dan aku juga akan menginvestasikanya kepada kalian. jadi kalian tidak akan terbebani"


ucap Gara, ia berharap Jordan akan mau menerimanya.


"kau pikir aku miskin? "


sinis Jordan.


"hmm benar, lagi pula ini legal! "


sahut Gibran


Gara menghela nafas kasar, ia bingung harus bilang apa lagi. ah benar-benar gila!


pikir Gara.


"Aaaa...Mami!.... huhuhu Mami dimana? Papi dimana? hiks.... Morgan tahut Huhuhu..."


seketika mereka semua terkejut dengan teriakan nyaring itu, begitu juga dengan Jordan.


Jordan langsung bersiri dan berlari keluar ruangan secepat mungkin, saat kaluar dari ruangan rahasia itu Jordan menemukan Morgan yang menangis di atas sofa ruang tamu.


Jordan menghela nafas lega.


syukurlah dia tidak apa-apa


_____________


tbc

__ADS_1


__ADS_2