PERPISAHAN

PERPISAHAN
part 106


__ADS_3

pagi hari, seperti biasa Sarah melakukan aktivitas nya selama berada di rumah. bagi nya ini seperti di penjara rumah, aman tapi tak bebas.


tapi bagaimana pun, ia berusaha untuk memahami situasi. Jika Jordan ingin diri nya tetap di rumah maka dia akan tetap di rumah. maupun Jordan kembali atau tidak, dia akan tetap menunggu nya.


Kepercayaannya sudah kembali kepada Jordan, ia ingin tahu apakah Jordan bisa menyelesaikan masalah ini, ia sungguh menaruh harapan besar kepada Jordan.


Berharap, dia akan bahagia bersama nya dan anak anak nya kelak. tidak peduli mau pun miskin atau tidak, Sarah akan tetap mencintai nya.


____________________


Pagi ini, di kediaman Johan.


Mereka semua berkumpul bersama untuk Sarapan. seperti biasa, suasana nya akan selalu hening. walau pun begitu tidak ada yang mereka khawatir kan dan tetap sarapan dengan tenang.


"Johan, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepada mu"


ucap Jia setelah menghabiskan Sarapan nya.


"ada apa? "


tanya Johan.


"Sudah lama ini aku tidak melihat Jordan di kantor. apa dia tidak bekerja? atau dia ada pekerjaan di luar negri? kau tahu kan, anak itu tidak akan memberitahu kita meskipun dia pindah negara sekaligus. "


"tidak perlu khawatir, dia pergi ke luar negri untuk urusan pekerjaan"


"ayah, ibu. aku pergi ke kantor dulu"


Jingga yang merasa tak nyaman dengan obrolan orang tua nya, segera bergegas untuk pergi.


"ya, hati hati di jalan"


balas Johan.


"semangat bekerja nya ya sayang"


balas Jia.


Jingga tersenyum penuh arti.


"iya ibu. terima kasih, aku pergi"


Jingga pun pergi.


melihat senyum ibunya, membuat nya hati nya tak tahan. ia teringat dengan Hana, Wanita yang sudah mencuci otak ibu nya dari dulu. mempengaruhinya sehingga dia menuduh orang yang tidak bersalah.


"Johan, "


panggil Jia lagi


"Hmm? "


"aku sudah lama mendengar kalau Sarah.... dia kembali lagi. dia sekarang menjabat sebagai direktur Whusi, dan... dia juga membawa seorang putra. itu benar kan?"


tanya Jia.


Johan terdiam sebentar, lalu ia mengangguk sambari tersenyum.


"sudah lama ini, aku tidak sengaja bertemu dengan anak yang mirip dengan Jordan. apakah anak yang di bawa Sarah adalah anak kandung Jordan? "


tanya Jia lagi.


"aku tidak tahu, tapi.... "


"aku takut, Jika anak yang di bawa Sarah adalah anak kandung nya Jordan, maka kita sudah bersalah selama ini. kita sudah menuduh nya dan menghina nya dulu. dan bagaimana dengan Jordan, jika dia tahu kalau anak itu adalah anak kandung nya, pastia dia akan merasa bersalah, dia akan menyesal dan murung lagi. dan Jikaa.... "


"Jiaa, tenanglah...! "


Johan memegang erat bahu Jia dan menyadarkan nya.


"Jordan sudah tahu kalau Sarah kembali dan membawa seorang putra, dan putra yang di bawa Sarah belum tentu anak kandung nya Jordan. Aku sudah bertanya kepada nya dan dia akan menyelesaikan masalah ini sendiri"


Johan menjelaskan nya kepada Jia.


"t-tapi, bagaimana jika anak itu adalah anak kandung nya Jordan, lalu bagaiaman dengan pernikahan nya dan Hana? "


tanya Jia lagi, raut wajah nya semakin suram


"Jiaa, dengarkan aku. biarkan Jordan menyelesaikan masalah nya sendiri. dia berhak memilih siapa yang akan menjadi pasangan hidup nya. "


Johan menatap Jia dengan serius.


"tapi, anak itu selalu ceroboh! "


"Tidak Jiaa! dengarkan aku baik baik! Jordan itu sudah dewasa, dia sudah besar. dia bisa mengatasi masalah nya sendiri. biarkan dia yang memilih. kau ingat, Selama Sarah pergi apakah kau pernah melihat nya tersenyum? apakah dia mau datang kerumah kita? apakah dia pernah membuang buang waktu? bermalas malasan? bahkan dia bekerja siang malam dan menghukum diri nya sendiri. dia bahkan menolak panggilan dari mu ataupun aku. "


"tapi, semenjak Sarah datang kembali aku sudah bisa melihat perubahan nya dari wajah nya, dari cara nya menatap dan berbicara. dia sudah lebih baik sekarang. "


jelas Johan.

__ADS_1


"tapi, tetap saja. aku tidak suka padanya. dan aku juga sudah berjanji akan menjodohkan Jordan dengan Hana. "


balas Jia tak mau kalah.


"sudah bertahun tahun berlalu, apa kau masih memikirkan dendam mu itu? lupakan semua nya, biarkan masa lalu itu berlarut seiring waktu. apa kau hanya akan hidup dengan masa lalu itu? lupakan semua nya Jia! dan lihat lah yang ada di depan mata mu! lihat bagaimana diri nya!"


mendengar bentakan dari Johan, membuat Jia menangis. Johan melihat nya dengan iba lalu ia memeluk Jia dengan erat


"sudah, tidak papa. tidak usah di pikirkan"


Johan memgusap ngusap punggung Jia yang terisak


Johan sangat mencintai Jia, walaupun Jia tidak suka dengan Sarah, Johan tidak pernah memarahi atau memaksa Jia untuk menerima Sarah dulu nya. Johan ingin Jia sendiri yang merasakan kebaikan dari menantunya dulu. tapi sayang nya di sudah di hasut terlebih dahulu oleh Hana. Jia adalah orang yang lembut dan keras kepala, Jia juga memiliki hati yang sensitif. Jika dia sudah di sakiti dan di hina, maka dia akan benar benar membenci orang itu.


__________________


Sudah hampir satu bulan berlalu, tapi Sarah masih tidak mendapatkan kabar apapun dari Jordan. Namun aneh nya tiba tiba Gibran datang ke rumah nya dan mengajak nya jalan jalan ke luar.


"kau yakin? tapi Jordan melarang ku untuk keluar rumah sebelum dia kembali. apa jangan jangan Jordan sudah pulang?! "


tanya Sarah antusias


"tidak,Jordan sendiri yang meminta ku untuk membawa mu keluar. dan Juga Jordan belum pulang. sebenar nya pekerjaan nya si Cina sudah selesai, tapi sebelum pulang dia pergi ke Eropa dulu "


jawab Gibran


Sarah menghela nafas pelan


tunggu! apa tadi Gibran bilang?


Eropa?


"apa urusan Jordan ke Eropa? "


tanya Sarah, seketika dia ingat dengan Tuan Hend, Henry, Diana dan Leon.


"seperti biasa, dia kan pebisnis "


jawab Gibran lagi


"apa dia bekerja sama dengan sebuah perusahaan? perusahaan apa? apa perusahaan industri juga? Entertainment? atau perusahaan bank? "


tanya Sarah Bertubi-tubi


"aduh Sarah, aku juga tidak tahu. lagi pula kenapa kau harus nemikirkan masalah itu. sudah sana, janti baju mu dan bersiap siap lah dengan Morgan. kita akan jalan jalan keluar"


"hmm.. kau yakin kita bisa keluar? tidak ada bahaya kan? aku tidak mau anak ku kenapa napa"


Gibran tersenyum penuh arti.


"hah, kenapa rasa nya mendengar gombalan playboy ya? "


ledek Sarah.


"hmm, terserah. sudah sana cepat siap siap "


"iya-iya"


Sarah pun pergi memanggil Morgan lalu menyuruh nya bersiap siap juga.


"kita mau kemana Mami? "


tanya Morgan.


"hari ini kita akan jalan jalan keluar dengan paman Gibran "


"wah, benar kah? "


tanya Morgan kegirangan


"iya, "


dengan semangat Morgan mengganti baju nya dan bersiap siap. setelah mereka siap, mereka pun turun kebawah menghampiri Gibran.


"kita jadi pergi ke luar kan? "


tanya Morgan


"iya "


jawab Gibran


Setelah itu, mereka segera berangkat pergi. Mobil Sarah keluar dari pekarangan rumah nya. saat itu Sarah menoleh ke samping dan melihat keadaan sekitar.


tidak ada apa apa, seperti biasa.


pikir Sarah.


"kita mau kemana? "

__ADS_1


tanya Sarah.


"ke restoran saefood "


jawab Gibran.


"hah? yang benar? "


tanya Sarah tak percaya.


"iya, kemarin kan kau ingin makan Saefood "


jawab Gibran lagi


Sarah pun tersenyum senang.


Sesampainya di restoran Saefood, mereka mengambil ruang kelas bisnis (atas) untuk makan. dan kebetulan di ruang itu juga ada keluarga yang makan bersama. keluarga itu terdiri dari ayah, ibu dan putra nya. jika dilihat mereka pasti keluarga terpandang.


Sarah dan Gibran mengambil tempat yang tak jauh dari keluarga itu. saat sedang menunggu makanan datang, Gibran pergi sebentar ke toilet.


"Morgan, kenapa Morgan diam saja dari tadi? "


tanya Sarah, ia baru sadar kalau Morgan dari tadi tidak berbicara


Morgan menggeleng pelan, lalu tatapan mata nya beralih ke keluarga itu, keluarga yang tidak jauh duduk nya dari mereka. keluarga itu terlihat sangat bahagia. Morgan melihat anak itu di suapi oleh ayah nya lalu tertawa bersama ibu dan ayah nya.


"ayah adalah pahlawan ku! "


seru anak itu dengan girang nya.


mendengar kalimat itu membuat Morgan lemas, ia mengulum bibir nya kedalam untuk tidak menangis, menahan mata nya agar tak mengeluarkan air mata hingga merah.


'kenapa? kenapa anak itu berbicara seperti itu? itu membuat Morgan iri. apa benar, Ayah adalah pahlawan kita? kalau ibu? apa bisa ibu jadi pahlawan? bagi Morgan Mami adalah satu satu nya pahlawan yang paling hebat. liat saja nanti, kalau Morgan sudah punya papi. pasti Morgan juga akan seperti itu. '


batin Morgan


deg....


tiba tiba saja Sarah memeluk Morgan, lalu tangan nya bergerak mengelus punggung anak itu.


"Morgan, menangis saja nak. Mami ada di sini, Morgan tidak perlu takut, Morgan tidak perlu meresa kesepian, ada mami di sini. Mami tidak akan meninggalkan Morgan, Mami tidak akan membiarkan Morgan merasa kesepian lagi.Mami janji, Mami akan sering bermain dengan Morgan. Maaf kan Mami ya nak, kalau Mami belum bisa membuat Morgan bahagia seutuh nya. Mami tahu apa yang ada di hati Morgan, Morgan tidak perlu menyembunyikan nya, kalau Morgan merasa sedih Morgan harus cerita dengan Mami. Morgan tidak boleh menyimpan luka lagi ya. Maaf kan Mami sayang. "


dengan suara yang pelan, namum hangat Sarah mengatakan itu semua kepada Morgan.


Sarah merasakan isakan dari Morgan yang masih di dalam pelukan nya, dia menangis.


bahu nya mulai bergetar dan suara isakam nya mulai keras.


"Mami sangat sayang dengan Morgan, Mami akan melakukan apapun untuk membuat Morgan bahagia. "


tambah nya lagi.


tuh kan benar Hiks... Mami itu pahlawan Morgan Hiks, Mami itu pelindung Morgan Hiks, Mami itu hebat Hiks, tapi Mami sendiri tidak punya pahlawan Hiks, lalu siapa yang akan membuat Mami bahagia? hiks... siapa yang akan melindungi Mami nanti? hiks, andai saja ada papi Hiks... hiks...


Batin Morgan, ingin rasa nya ia mengucapkan kalimat itu kepada Mami nya, tapi bibir nya sendiri tak kuat untuk berbicara selain menangis.


sementara itu di toilet :


"hei, kau dimana? sudah sampai belum? "


Gibran tampak berbiacara di telfon


"belum, di sini macet"


"heh kau ini gila atau bagaimana? kau kan pulang naik pesawat, mana ada macet? memang nya ada berapa banyak pesawat yang seiringan terbang bersama pesawat mu?! "


kesal Gibran


"Ck, kau itu yang gila. aku sudah lepas landas, aku macet di perjalanan ke restoran. "


"Ooh, kupikir kau masih di pesawat. cepat ke sini! sebentar lagi kami akan makan. jika kau terlambat, maka aku akan membawa nya pulang "


"Ck, iya-iya. Dasar! "


tut....


telfon itu di matikan secara sepihak


"Dasar, sudah besar tapi masih saja merepotkan"


guman Gibran


_______________________


halo semua, maaf ya baru up


soal nya author nulis nya masih dari HP dan di HP ini banyak file-file tugas sampe memory HP nya penuh dan rusak. dan ya... you Know la😄


kudu di baikin dulu, makanya lama.

__ADS_1


Sory yee ^.^


__ADS_2