PERPISAHAN

PERPISAHAN
part 132


__ADS_3

"aku mau bekerja, Sarah"


"tidak boleh, kau tidak boleh kelelahan "


Sarah menatap seorang wanita yang ada di depannya kini, wanita itu adalah Diana. karna bosan di rumah dan Sarah tak memperbolehkan Diana bekerja jadi Diana menyusul Sarah ke perusahaananya.


"aku tidak akan bekerja yang berat, hanya pekerjaan ringan saja" pinta Diana memohon.


"oke besok kau boleh bekerja, tapi di kantorku dan hanya membantuku oke. jangan menerima perintah dari orang lain dari sekarang"


jelas Sarah pada akhirnya, Diana memang gila bekerja jadi sulit untuk melarangnya.


"baiklah"


"sekarang aku ada rapat, kau istirahat disini dulu dan nanti akan ku bawakan camilan"


"tidak perlu repot-repot, Sarah"


"tidak ada yang namanya merepotkan di antara kita Diana, aku pergi dulu"


Sarah segera pergi dan membawa sebuah dokumen di tangan nya meninggalkan Diana sendiri di ruangannya.


"ini jadwal anda Bu Direktur "


Wanda memberikan tablet nya kepada Sarah saat sedang menuju ke ruang rapat.


tiba-tiba Sarah menghentikan langkahnya


"ada Bu Direktur? apa ada yang salah? "


tanya Wanda.


"setelah rapat aku ada janji dengan Mario? "


tanya Sarah balik sambil menunjuk tabletnya.


"ah iya Bu Direktur, saya lupa memberitahu anda. Tuan Mario sudah membuat janji saat anda tidak disini, jadi saya jadwalkan hari ini setelah rapat"


jelas Wanda


"baiklah, jika sudah datang suruh dia tunggu di ruanganku"


"baik Bu Direktur "


Sarah kembali melanjutkan langkahnya hingga sampai di depan pintu ruang rapat langkahnya kembali berhenti, Sarah mendengar ada suara gaduh di dalam ruang rapatnya. sepertinya orang-orang di ruang rapat sedang menceritakan sesuatu.


"kenapa berisik sekali di dalam? "


tanya Sarah.


"maaf Bu Direktur, seperti nya mereka sedang membicarakan rumor tentang Bu Direktur "


"aku? "


tanya Sarah bingung


"sepertinya Bu Direktur belum tahu, selama Bu Direktur pergi ada rumor mengenai Tuan Jordan dan Morgan belakangan ini dan rumor itu memicu kepada anda"


jelas Wanda


"Rumor apa? "


"beberapa hari yang lalu ada wartawan yang mengunggah sebuah foto yang mana didalam nya ada Tuan Jordan yang menjemput Morgan di sekolahnya, bahkan ada beberapa foto lagi yang tersebar mengenai kedekatan Tuan Jordan dah Morgan. Sampai rumor itu masuk ke perusahaan, dan saat itu pula anda sedang tidak ada ditempat itu membuat orang-orang curiga mengenai hubungan Bu Direktur dengan Tuan Jordan"


jelas Wanda lagi.


Sarah menghela nafas panjang


"aku mengerti"


Sarah membuka pintu ruang rapatnya, seketika suara yang bising itu menjadi hening dan tatapan-tatapan mulai menyerangnya.


Sarah menarik nafas dalam-dalam, berusaha menghadapi tatapan-tatapan yang menusuknya. Wajar, karna ini adalah rapat nya antara karyawannya.


"mulai presentasi nya"


ucap Sarah


salah satu dari mereka berdiri dan melakukan presentasi, mereka bersama membahas tentang kemajuaan perusahaan dalam beberapa bulan terakhir


"baiklah, perusahaan kita sudah mulai meningkat dari sebelumnya. Saya yakin Tuan Hend akan bangga dengan kita. sebelum di tutup apa kalian ada pertanyaan? "

__ADS_1


ucap Sarah.


"bu Direktur "


"hm? "


"sebentar lagi tahun baru, apa kami boleh cuti di akhir tahun? "


ucap salah satu dari mereka.


"iya bu Direktur, kami ingin cuti dan berlibur dengan keluarga dan Anak-anak kami. kami juga ingin menghabiskan waktu dengan pasangan kami"


salah satu dari mereka kembali berbicara


Sarah sedikit tersinggung dengan ucapan karyawan itu, tapi tak apa Sarah tidak selemah itu.


"baiklah, cuti kalian mungkin akan sedikit di perpanjang"


"terima kasih bu Direktur "


"Rapat selesai"


Sarah segera berdiri dan pergi dari ruang rapat, namun saat Sarah akan membuka pintu langkah nya berhenti saat mendengar ucapan karyawan nya.


"ah, sudah waktunya makan siang. aku harus menjemput anak dulu"


"iya pergilah, jangan sampai mantan suamimu yang menjemputnya"


"aku tidak akan membiarkan pria brengsek itu menyentuh anak ku"


"benar, pria yang sudah menceraikan mu itu memang tak tahu malu. jangan menjadi wanita bodoh karna menerima mantan suamimu itu lagi"


Sarah menggretakan gigi nya, tangan nya menggempal kuat. entah karyawan ini menyinggungnya atau menyindir nya itu membuat Sarah sangat kesal. hingga akhirnya Sarah memilih untuk meladeni mereka.


"hei kalian"


ucap Sarah


"iya bu Direktur? "


tanya mereka berdua bersamaan.


tanya Sarah mendekati salah satu dari mereka berdua.


"iya bu direktur "


jawab nya gelagapan


"siapa namamu? oh Mega Dirawati ya "


Sarah menyentuh name tag nya.


karyawan yang bernama Mega itu mengangguk


"kau mau menjemput anak mu kan? baklah, setelah kau menjemput anakmu kau tidak usah kembali lagi di perusahaan ini. mengerti? "


tajam Sarah


"t-tapi bu Direktur..."


"ahh... tidak ada tapi-tapi, sekarang kemasi barang-barang mu lalu jemput anakmu sana"


ucap Sarah dengan wajah dingin nya.


Mega menggigit bibit bawahnya, baru kali ini ia melihat Sarah yang seperti ini. mengerikan, Mega tak tahan dan akhirnya memilih untuk pergi.


"dan kau"


Sarah menunjuk karyawannya yang satunya


"karna mulutmu itu seperti kompor, maka kau akan di pindahkan ke bagian belakang. Mungkin OB cocok untuk mu"


ucap Sarah.


Wanita itu diam dan tak berani menatap Sarah.


"apa lagi yang kau tunggu? mau pergi sendiri atau mau ku antar? "


"tidak bu direktur, saya akan pergi"


wanita itu bergegas meninggalkan ruang rapat. 4Sarah menghela nafas berat, apa yang dia lakukan tadi? ah sudahlah biarkan saja.

__ADS_1


dengan agak kesal Sarah kembali ke ruanganya bersama Wanda. Saat sampai di ruangan nya, Sarah melihat pemandangan yang cukup unik disana.


Sarah melihat Diana yang sedang mengobrol bersama Mario di ruangan nya, karna mereka berdua tak menyadari kedatangan Sarah maka Sarah memilih untuk bersembunyi dan mengintip mereka sebentar bersama Wanda. Sarah melihat Diana yang negitu senang mengobrol bersama Mario dan sesekali mereka tertawa bersama membuat Sarah senang.


"apa kau memikirkan apa yang aku pikirkan? "


bisik Sarah kepada Wanda.


"tentu bu Direktur "


balas Wanda.


"ekhem... "


Sarah masuk bersama Wanda hingga membuat dua orang disana menoleh ke arah mereka.


"ada apa ini? "


tanya Sarah Pura-pura tidak tahu.


"Oh Sarah? aku menunggumu disini tapu tak sengaja malah bertemu dengan Diana"


ucap Mario


"oh sudah tahu namanya? kalian cukup dekat ya"


"tidak Sarah, kami baru saja kenal"


lanjut Diana.


"hmm... oke, jadi apa tujuanmu kesini Tuan Mario? "


"bank Wushi dan bank Megh sudah bekerja sama semenjak 5 tahun terakhir, karna kita punya beberapa cabang dan Saham di tempat yang sama. jadi aku ingin merekrut beberapa orang untuk ke bank Megh"


"memangnya ada apa dengan bank Megh? "


tanya Sarah.


"kami mengalami beberapa menurunan karyawan, di tambah lagi dengan modal saham di pasar mulai menguras untuk tahun besok mungkin akan menguras banyak pekerja. "


jelas Mario


"Baiklah. Wanda, tolong cek data karyawan dan kirim beberapa ke bank Megh "


"baik bu Direktur"


Wanda mengangguk


"oh ya Sarah, satu lagi aku ingin merekrut Diana" ucap Mario lagi


"hmm? apa? "


Sarah mengerutkan dahinya, ada apa dengan mereka? padahal baru kenal? pikir Sarah.


Sarah merilik Diana yang menunduk dan tak berani menatap Sarah.


"temanku pindahan dari Eropa, kartu identitas nya masih belum di ganti "


ucap Sarah


"tidak masalah, biar aku yang urus"


"hmm baiklah, ku serahkan Diana kepadamu. tapi kalau Diana mau"


Sarah dan Mario sama-sama melirik Diana. Diana tersenyum dan mengangguk.


"okeyy, besok Diana bisa bekerja di tempat mu. tolong jaga dia baik-baik yah"


pesan Sarah.


"baik, kalau begitu aku pamit dulu"


Mario segera keluar ruangan, lalu melirik dan tersenyum ke Diana sebelum menutup pintu


"Ekhm... sepertinya aku butuh penjelasan "


ucap Sarah membuat Diana gelagapan


___________


tbc

__ADS_1


__ADS_2