PERPISAHAN

PERPISAHAN
part 117


__ADS_3

Sarah dan Morgan masih berada di perjalanan bersama Gerry, saat ini mereka di halangi kemacetan karna ada berpaikan jalan.


"berapa lama lagi? "


tanya Sarah mulai tak sabaran.


"seperti nya sekitar 5 menit lagi bu direktur "


jawab Gerry.


"apa tidak ada jalan lain? "


"ada, tapi itu akan memakan waktu yang lebih lama"


Sarah menghela nafas berat, mau bagaimana pun ia harus menunggu sebentar lagi dan sudah pasti ia akan terlambat.


"Mami"


panggil Morgan


"iya sayang? "


"apa Papi juga ikut ke pesta nanti? "


tanya Morgan dengan wajah polos nya


"tidak sayang, pesta malam ini Papi tidak datang"


"kenapa? "


tanya nya lagi sedikit kecewa


"karna Papi tidak di undang dan yang datang ke pesta ini hanya seorang direktur dan CEO seperti Mami"


jelas Sarah.


meskipun Morgan sedikit tidak mengerti ia tetap mengangguk dan bersikap seolah-olah paham.


Sarah dan Morgan mulai mengobrol lagi, seiring berjalan nya waktu mereka sudah bisa melewati kemacetan yang cukup panjang itu. hingga kini mereka sampai di gedung acaranya.


gedung itu adalah salah satu hotel dengan ranting tertinggi di Negara dan tentu ini juga merupakan salah satu milik dari perusahaan BNR.


Sarah dan Morgan turun dari mobil, tak lupa pula ia menyuruh Gerry untuk menjemputnya saat acara selesai. Sarah masuk ke hotel itu kemudian ada seorang pelayan yang mengantarkan nya ke aula tempat acara itu berlangsung.


saat sampai di depan pintu aula, Sarah melihatkan kartu namanya kepada 2 oranf penjaga di pintu. setelah melihat kartu nama itu penjaga segera membuka kan pintu untuk Sarah


pintu itu terbuka lebar, karna Sarah datang terlambat itu membuat semua orang di dalam menoleh kepadanya.


dengan penuh percaya diri Sarah melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam dengan menggandeng Morgan di samping nya, Sarah membawa Morgan menuju ke sebuah meja yang kosong.


semua orang masih melihat Sarah saat masuk hingga duduk, mereka terkejut saat melihat Sarah. tatapan mereka masih ada yang meneliti wajah Sarah untuk memastikan apakah itu Sarah atau bukan dan yang lebih terkejut nya lagi Sarah menggandeng seorang anak laki-laki.


kemudian semua orang mulai berbisik tentang Sarah, mereka berkasak-kusuk membisikan tentang Sarah.


"wah ternyata rumor itu benar ya"


"iya, tidak ku sangka kalau direktur Whusi itu Nona Sarah"


"ah kalian ini ketinggalan berita ya? kan Nona Sarah dan mantan suami nya itu pernah mengadakan konferensi pers bersama. "


"oh benarkah? "


"iya, dan yang lebih mengejutkan nya lagi Nona Sarah saat ini membawa anak laki-laki nya. padahal waktu di konferensi pers Nona Sarah tidak mengatakan apa-pun tentang anak laki-laki nya. "


"tapi kan belum tentu anak laki-laki itu putranya, Nona Sarah saja belum mengatakan kebenaran nya. bisa saja kan itu adik sepupunya"

__ADS_1


"kau ini rabun ya! lihat wajah anak laki-laki itu, sangat mirip dengan Sarah! "


"lalu? anak laki-laki itu adalah putranya Nona Sarah? kalau begitu apa ayah kandung nya.... "


"Sstt, jangan keras-keras! "


Ck, percuma saja. Sarah masim bisa mendengar nya, tapi Sarah tidak peduli ia hanya ingin menghadiri acara ini secepatnya lalu pulang.


"Halo Nona"


sapa seorang pria dengan jas hitam nya


"oh hai, anda bukan nya? "


"ah untung saja Nona masih ingat saya"


pria itu tersenyum kepada Sarah.


"saya bergabung dengan anda ya"


Pria itu menggeser kursi lalu duduk di sebelah Morgan


"hai jagoan, kau mau es krim? "


tawar Pria itu.


Morgan sedikit ragu dengan pria yang tiba-tiba duduk di sebelah nya ini, tapi di lihat dari sikapnya pria ini ramah Juga.


"Mau"


Morgan mengangguk


pria itu tersenyum senang lalu mengambil es krim di atas meja dan memberikan es krim iti kepada Morgan.


"terima kasih paman"


"halo paman Gara, nama saya Morgan"


Morgan memperkenalkan dirinya.


"Morgan? yah nama yang bagus"


puji nya.


Morgan tersenyum lalu memakan es krim nya


"selamat malam semua nya, saya sebagai pembawa acara malam ini ingin menyampaikan bahwa kita sangat berterima kasih atas waktu yang anda berikan sekalian. dari beberapa acara sudah kita lewati, dan sekarang adalah waktu yang kita tunggu-tunggu. kita akan umumkan perusahaan yang mencetak rangking tertinggi di tahun ini.dan di tahun sebelum nya pencetak rangking tertinggi adalah perusahaan Bank BNR yaitu tuan rumah kita saat ini lalu siapa yang akan menggantikan posisi Bank BNR saat ini? atau Bank BNR sendiri yang akan memenangkan nya lagi? "


penbawa acara itu membuat semua orang jadi gelisah, selama beberapa tahun ini selalu saja Bank BNR yang mencetak rangking tertinggi. mereka semua cemas apakah Bank BNR akan mempertahankan posisi nya.


"baiklah saya tidak akan memperpanjang waktu lagi. kita panggil tuan rumah naik ke atas dan mengumumkan nya"


semua orang bertepuk tangan, dan Sarah juga ikut bertepuk tangan. kemudian Gara segera berdiri lalu berjalan mendekati pembawa acara itu.


Gara mengambil mic nya lalu mulai menyapa.


"selamat malam untuk kalian semua. saya sebagai tuan rumah akan mengumumkan perusahaan yang mendapat rangking tertinggi di tahun ini. perusahaan yang mencetak rangking tertinggi di tahun ini adalah... "


Gara sengaja menggantung ucapan nya agar membut semua orang makin penasaran dan tidak sabar.


"perusahaan Bank Whusi. selamat perusahan Bank Whusi telah mencetak rangking tertinggi di tahun ini, dengan waktu yang cukup singkat Bank Whusi telah menaikkan saham nya di pasar. bahkan pertukaran direktur pun tidak membuat Bank Whusi bermasalah dan justru meningkat lebih baik. di mohon Direktur Whusi untuk naik mengambil penghargaan dan memberikan pidato singkatnya.


Sarah yang saat itu masih terkejut hingga membeku berusaha untuk menyadarkan dirinya lalu mulai berjalan dan mendekati Gara.


Gara memberikan sebuah sertifikat lalh mic nya. Sarah mengambil sertifikat dan mic itu lalu menghadap ke semua orang.

__ADS_1


Wartawan yang ada di acara itu pun berbondong-bondong untuk merekam dan mengambil beberapa foto Sarah.


Sarah merihat raut wajah semua orang dengan jelas, di antaranya ada kaget, tak percaya, bahkan linglung sendiri tapi masih ada beberapa orang yang ternyum.


"A-aku tidak menyangka akan mendapat penghargaan ini, sungguh untuk mencapai dan beridiri hingga sekarang itu tidak mudah untukku. aku merasa bangga dengan diriku sendiri, ini adalah penghargaan pertama ku setelah menjadi direktur. kalau kata orang di balik ke suksesan pria itu ada wanita dan sebaliknya pun di balik kesuksesan wanita itu pasti ada seorang pria yang berharga untuknya. contoh nya aku yang selalu berjuang untuk dirinya. "


ucap Sarah


"Waw, kalau kita boleh tau siapakah pria yang beruntung itu? "


tanya pembawa acaranya.


"orang yang menjadi alasan ku hingga berdiri di sini adalah putraku sendiri "


sontak semua orang langsung menoleh kepada Morgan yang duduk diam di kursi nya sendiri, Morgan tak memperdulikan tatapan semua orang itu. Morgan malah menatap takjub Mami nya yang bersiri di atas sana.


semua orang mulai kembali berbisik bisik


"saya sangat berterima kasih dengan penghargaan ini dan untuk kalian semua. kalau begitu saya akan undur diri."


Sarah meletakan mic nya lalu kembali ke tempat duduknya.


Gara mulai bertepuk tangan kemudian semua mengikutinya bertepuk tangan juga, namun tiba-tiba wartawan yang dari tadi sibuk diam mereka mendekati Sarah.


"Nona Sarah, apakah benar anak laki-laki itu adalah putra anda" tanya wartawan itu.


"bukan kah saya sudah mengatakan nya tadi "


jawab Sarah cuek.


"Nona, apakah anda.... "


"Maaf, saya sedang tidak melakukan konferensi pers " Sarah meninggalkan kerumunan itu lalu duduk di tempat nya semula.


kemudian pembawa acara itu kembali berbincang-bincang dan melanjutkan acaranya. dan sebagian orang masih ada yang menatap Sarah, entah itu tatapan iri atau dengki.


"Mami, Mami tadi hebat loh"


puji Morgan.


"oh ya? "


"iya, besok kalau udah besar Morgan mau jadi kayak Mami. Morgan akan bawa pulang semua penghargaan dan memberikan nya untuk Mami" anak itu berbicara dengan sungguh-sungguh


"baiklah Sayang, Mami akan tunggu di saat hari itu tiba"


tiba-tiba ada yang menusuk-nusuk baju Sarah dengan jari telunjuk seseorang, Sarah menoleh ke belakang ternyata ada seorang pelayan di belakang nya. pelayan itu memakai masker dan topi hitam.


Saat pelayan itu membuka sedikit masker dan memperlihatkan wajah nya Sarah terkejut, ternyata pelayan yang menusuk nya tadi adalah suami nya sendiri.


"kau hebat sayang"


puji nya.


"kau? Jordan? "


Sarah melongo tak percaya sementara Jordan malah nyengir sendiri


Jordan menyamar dan memakai baju pelayan?


oh ya tuhan kenapa dia melukan hal ini?


konyol!


pikir Sarah

__ADS_1


______________


__ADS_2