
pagi harinya Sarah terbangun akibat ada Suara, ia mengusap mata nya kemudian menoleh ke meja rias nya.
Sarah melihat Morgan yang sedang memungut beberapa bedak milik Sarah yang terjatuh, sadar akan di lihat mami nya Morgan segera mempercepat nya lalu menaruh bedak bedak Sarah yang terjatuh tadi di meja Rias nya.
"eh mami sudah bangun? "
ucap Morgan sambil tersenyum.
Sarah membalas senyunan nya dan mengangguk, kemudian Morgan berjalan ke arah Sarah
"Hari ini mami tidak boleh kerja, Mami harus istirahat dengan benar. Nanti setelah pulang sekolah akan Morgan buatkan Makan siang untuk Mami, ingat Sarapan mami juga jangan lupa di makan ya"
kata Morgan lalu mengencup dahi Sarah.
"Morgan berangkat dulu mami"
ucap nya Sambil meraih tas yang ada di sofa
"iya Hati hati"
setelah Morgan keluar, datanglah Wanda dengan mampan yang berisi di tangan nya. Wanda menaruh mampan itu di atas nakas lalu membantu Sarah untuk duduk.
"selamat pagi bu Direktur "
ucap wanda
"pagi, bisa bantu aku mandi ?"
tanya Sarah
"baiklah"
Wanda pun membantu Sarah berjalan ke arah kamar mandi dan juga membantunya mandi juga.
Sarah tidak bisa mandi sendiri, ini di karenakan tubuh nya masih lemah dan susah untuk bergerak. untuk berjalan saja Sarah tidak sanggup, ini semua karna kecelakaan di masa lalu.
kecelakan di Eropa yang membuat nya Hampir keguguran dan kehilangan nyawa, tapi untung nya ada Jordan dan Gibran yang membawa nya tepat Waktu. Namun sayangnya Sarah tidak tahu bahwa yang menyelamatkannya waktu itu adalah Jordan dan Gibran.
namun siapa sangka kecelakaan itu berpengaruh besar pada diri nya? sehingga membuat nya menjadi lemah dan gampang pingsan.
setelah Mandi Wanda berniat menyuapi Sarah namun Sarah menolak, ia bilang kalau ia bisa makan sendiri lalu menyuruh Wanda untuk mengurus Perusahaan.
saat sedang makan Sarah termenung ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.
Sarah mengambil ponsel nya yang ada di atas nakas lalu menelpon seseorang
"hallo? "
"hmm? ada apa? "
tanya seseorang dari sebrang sana
"aku kangen"
ucap Sarah manja
"aishh kau ini, masih saja seperti dulu! bagaimana kabar mu? "
"aku sakit"
"masaaa? aku tidak percaya tuh"
Sarah kesal dengan ucapan orang itu, ia memfoto tangannya yang diinfus lalu mengirim nya.
terlihat sudah centang 2 biru yang menandakan bahwa ia sudah melihat foto nya.
"bagaimana bisa seperti itu? "
tanya nya sambil berteriak
" Ih jangan teriak-teriak juga kali, telinga ku jadi sakit nih! "
umpat Sarah.
"heh, cepat katakan. bagaiaman kau bisa seperti ini? apa Jordan breng*ek itu yang membuat mu seperti ini? "
__ADS_1
tanya nya.
"tidak, dia malah menyelamatkan ku"
ucap Sarah pelan
"yakin?? jangan jangan ini hanya tipuan nya saja, untuk mendapatkan hati mu kembali"
"tidak, kau jangan berpikiran seperti itu dulu. jangan sembarang menuduh"
"haa? kau membela nya? hellow Sarah... kau ingat apa yang ia sudah lakukan kepada mu dulu? "
"...." Sarah diam dan tidak menjawab
"heyy, sepertinya kau sudah menyukainya kembali"
"Diana!! "
Sarah berteriak
"kenapa? aku benar kan? ingat Sarah apa tujuan mu datang kemari, dan jangan sampai terkecoh dengan nya. aku hanya tidak ingin kejadian di masa lalu terulang lagi"
"tidak, itu tidak akan terjadi"
"hah.. baiklah kalau begitu aku tutup dulu telpon nya aku sibuk"
"iya... "
"oh ya jangan lupa makan yang teratur, jangan terlalu banyak pikiran, jangan terlalu serius bekerja, ingat kau punya Anemia "
"iya iya... "
tut....
telfon itu di matikan, kemudian Sarah kembali melanjutkan Sarapan nya.
setelah Sarapan Bi lastri datang dan membawa piring bekas Sarapan Sarah tadi ke dapur,
Lalu Gerry datang sambil membawa kotak putih di tangan nya.
ucap Gerry sambil membuka kotak putih tersebut, ada beberapa tablet obat di dalam nya.
Gerry menyodorkan 3 buah pil kecil dan segelas air putih kepada Sarah, Sarah pun menelannya pil tersebut lalu meminum air nya.
"Gerry tolong ambilkan laptop ku"
sarah.
"tapi bu direktur, tidak boleh... "
"aku tidak bekerja, aku hanya ingin menonton video. aku bosan seperti ini terus"
potong Sarah.
"baiklah "
Gerry berjalan mendekati meja lalu dan berniat ingin mengambilkan laptop Sarah.
"laptop putih atau yang abu abu? "
tanya Gerry saat bingung harus mengambil laptop yang mana.
"yang putih"
jawab Sarah.
ya laptop putih itu memang punya Sarah dan laptop abu abu itu punya Morgan, untung Saja Sarah tidak meminta laptop milik Morgan kalau tidak akan Morgan akan ketahuan.
banyak rahasia di sana ya!.
setelah memberikan laptop putih itu kepada Sarah, Gerry segera keluar dan menjaga di pintu.
Sarah membuka laptop nya kemudian ia teringat bahwa ia belum memperbaiki desain bangunan nya Gibran yang Sarah pun membuka beberapa file yang dikirimkan dari Gibran. Sarah menatap foto desain bangunan itu kemudian mangambil kertas dan pensil dari dalam laci meja nya lalu mulai menggambar.
sudah berjam-jam ia mengambar Sarah pun sudah menggambar pondasi dan kerangka dari bangunan, hanya tinggal di perjelas dan di perbaiki sedikit.
__ADS_1
mamun mata Sarah terlalu lelah untuk melanjutkan nya. Sarah melihat jam yang ada di atas nakas, sudah jam 11.12 pagi,hari ini adalah hari saptu maka Morgan akan pulang jam 12.00. tapi kenapa rasa nya sangat mengantuk? apa ini pengaruh dari obat tadi? (padahal author nya yang nagantuk:v)
ah.. sudah lah..
Sarah tidak mau ambil pusing, ia menyingkirkan kertas kertas dan laptop yang ada di pangkuan nya. kemudian kembali berbaring lalu terlelap seperti bayi.
___________
"silahkan masuk tuan"
ucap Wanda kepada seseorang yang ia bawa pulang.
pria itu mengangguk lalu berjalan terlebih dahulu, ia melangkah kan kaki nya naik ke atas dan mendekati Gerry yang sedang berjaga di pintu kamar Sarah.
"mana dia? "
tanya pria itu
"sedang tidur tuan"
kemudian pria itu mengangguk dan segera melangkahkan kaki nya masuk ke kamar Sarah.
Pria itu melihat Sarah yang tertidur pulas meringkuk sepeti bayi, ia pun mendekati Sarah dan melihat ada banyak kertas di samping nya bahkan laptop nya masih menyala. Pria itu pun mengemasi kertas kertas itu dan laptop nya lalu menaruh nya di atas nakas.
setelah menaruh kertas kertas itu Pria-itu memperbaiki posisi tidur Sarah
"sstt... "
tiba tiba Sarah meringis kesakitan karna pria itu tidak sengaja menyenggol tangan Sarah yang di infus. namun Sarah tidak terbangun, ia malah melanjutkan tidur nyenyak nya kembali.
Jordan(pria itu) mengusap pelan tangan Sarah yang di infus.
"sakit ya? "
tanya nya,ia tidak mengangka bahwa sakit nya akan seperti ini
tiba tiba Jordan mendengar ada yang menekan bel, ia pun segara keluar dan turun.
ternyata yang datang adalah Morgan dan Paman Han.
"loh? paman? kok paman ada di sini? "
tanya Morgan yang menepati Jordan di tangga.
Jordan pun berjongkok dan mensejajarkan tinggi nya dengan tinggi Morgan.lalu mengusap lembut rambut nya.
"paman kesini untuk menjenguk mami"
deg, entah kenapa Morgan merasakan sentuhan itu dengan hangat.benar benar nyaman. ada perasaan lain dalam hati nya. semenjak mereka bertemu Jordan memang pernah mengusap rambut nya seperti ini, namun kali ini berbeda. ia merasakan kenyamanan dalam sentuhan itu. ingin rasa nya ia berteriak namun ia harus bertahan agar tetap tenang dan polos.
"oh begitu, mami mana? "
"sedang tidur"
Morgan mengangguk sebagi belasan.
"paman tunggu di ruang keluarga Saja, Morgan mau ganti baju dulu"
ucap Morgan. Jordan pun mengngguk dan menuruti perintah anak tersebut.
klek..
Morgan mengunci kamar nya lalu ia mengabil sebuah kalung di dalam lemari nya dengan ukiran nama di sana.
dengan nama "MORGAN"
ia memeluk nya dengan erat, Morgan tidak pernah memakai kalung itu. karna kalung itu sangat berarti baginya dan ia akan menjaga kalung itu dengan baik baik.
dan kalung itu adalah kalung pemberian Jordan Kepada Sarah saat di Eropa, saat itu Morgan masih di dalam kandungan nya Sarah.
Sarah memakaikan kalung itu kepada Mirgan saat ia masih berusia 3 tahun, namun saat usia nya beranjak ke 5 tahun ia tidak mau memakai kalung itu lagi dan memilih untuk menyimpannya karna itu sangat berarti baginya.
________
demi para Readerss semua, aku bakal sempatin buat upp setiap hari nya😊
__ADS_1
dan juga jangan lupa like komen and vote yaa 😍