PERPISAHAN

PERPISAHAN
part 74


__ADS_3

*apa? sekarang apa?


kenapa dia malah berkata seperti ini?


kenapa dia menatap ku seperti ini?


kenapa hati ku malah tidak tega melihat nya?


sadar lah Sarah, ingat atas apa yang dia lakukan pada mu dulu. tapi...dia bilang dia melakukan nya karna terpaksa, lalu apa alasan nya?


sekarang aku benar benar bingung...


harus kah aku mendengarkan nya*?


batin Sarah


"lalu kenapa? kenapa kau melakukan ini? apa kau sengaja? bertingkah seperti ini agar aku memaafkan mu? "


ucap Sarah


"Sarah, aku tahu kau pasti membenci ku. tapi tolong dengarkan aku, ini semua demi kebaikan mu dan Morgan"


"Jordan, jika aku jujur aku tidak bisa membenci mu karna rasa cinta ku lebih besar dari kebencian ku. tapi... Rasa kecewa.. rasa kecewa yang aku rasakan sulit untuk di hilangkan "


balas Sarah sedih


"dan kau bilang kalau kau melakukan nya dengan terpaksa, lalu apa alasannya? "


lanjut nya lagi


"aku.... "


ucapan Jordan terputus saat melihat ada seseorang yang datang di belakang Sarah.


dengan sekejap Jordan menarik Sarah masuk ke ruangan Gibran.


"lepas! "


bentak Sarah sambil mendorong Jordan menjauh dari nya.


"Kenapa kau membawa ku kemari? '


bantak Sarah lagi.


"tenangkan diri mu Sarah, "


ucap Jordan lembut, lalu ia memberi sebuah dokumen


"baca"


suruh Jordan


Sarah membuka berkas itu kemudian membacanya.


Srkk...


Sarah meremukan kertas yang di dalam dokumen itu kemudian melemparkannya ke arah Jordan.


"aku tidak butuh bantuan mu"


"Sarah, dengarkan aku..."


"aku tidak mau! aku tidak percaya! dan aku tidak peduli, aku bisa melindungi anak ku sendiri! " bentak Sarah.


"apa kau yakin? "


tanya Jordan serius


"ya! aku yakin! aku tidak butuh bantuan mu! "


jawab Sarah bersungguh sungguh


"baiklah, terserah dengan mu"


mendengar balasan Jordan membuat Sarah tambah muak, ia segera pergi ke luar menuju lift


Sarah menekan tombol lift kemudian pintu lift pun segera tertutup, tiba tiba Jordan datang dan menyangga tangan nya di lift membuat pintu lift terbuka kembali.


Sarah hanya menatap Jordan sinis lalu membuang muka.

__ADS_1


Jordan masuk, kemudian menekan tombol lift nya. saat berada di dalam lift mereka saling diam


Drt....


tiba tiba lampu lift mati, seperti nya Lift nya rusak


Jordan pun langsung menekan tombol darurat yang ada di lift, kemudian Jordan menelpon seseorang untuk membantu nya.


"Ck, ah sial! "


geram Jordan. sayang nya di dalam lift yang mati ini tidak ada sinyal.


"hah... "


Sarah terhuyung, membuat Jordan terkejut dan segera menangkap nya.


"bertahan lah Sarah"


ucap Jordan sambil memangku Sarah, lalu membuka Jas nya dan juga membuka beberapa kancing kemeja bagian atas milik Sarah.


kemudia Jordan me ngibaskan tangannnya, ia tahu kalau ini adalah kelemahan Sarah. Sarah tidak bisa berada di ruangan sempit, gelap dan terkunci seperti ini.


"hah...hah... "


Sarah memcoba mengatur nafas nya yang tercekat. Rasa nya sepeti di kecik hingga mati bagi Sarah.


sedangkan Jordan, ia terus mengibaskan tangan nya kepada Sarah. dan sesekali mencoba lagi untuk menghubungi seseorang


"Jordan... aku.. sangat....sesak"


ucap Sarah terbata bata


mendengar ucapan Sarah membuat Jordan bertambah kawatir,


"Jor-dan...aku... ti tidak kuat lagi"


ucap Sarah lagi. kemudian tidak Sadar kan diri.


dengan segera Jordan memberikan nafas buatan untuk Sarah.


Jordan menyatukan bibir nya ke bibi Sarah lalu mulai menghembuskan nya.


ini adalah ciuman mereka setelah 6 tahun, Rasa nya Jordan tidak ingin melepaskannya.


saat Jordan memberi nafas buatan kepada Sarah tak lama kemudian pintu lift terbuka dengan sempurna.


semua orang yang ada di depan lift melihat kejadian itu, semua kariawan berkumpul di sana, bahkan Hana dan ibu nya Jordan pun ada di sana.


Jordan yang sedang memberi nafas buatan kepada Sarah menyadari pintu lift yang sudah terbuka dengan segera ia menggendong Sarah dan membawa nya keluar.


"awas! "


ucap Jordan saat melewati kerumunan itu.


Jordan membawa Sarah ke ruangan medis yang ada di kantornya.


"dimana dokter Vian? "


tanya Jordan kepada penjaga ruang medis itu.


"aku di sini, ada apa? "


orang yang bernama Vian itu segera Mendekati Jordan.


Jordan meletakan Sarah di atas ranjang, kemudian melihat ke arah Dokter Vian.


dokter Vian mengerti kemudian segera memeriksa Sarah lalu memasangkan selang oksigen ke hidung nya Sarah.


"sudah tidak papa, nanti sebentar lagi akan Sadar" Ucap Dokter Vian.


kemudian Jordan hanya mengangguk dan segera menelpon seseorang.


"halo"


"......"


"kemarilah aku di ruang medis"


"......"

__ADS_1


"iya dia bersama ku"


"....."


"baiklah, cepat"


tut...


Jordan melihat Sarah yang berbaring lemah di Ranjang, dan sesekali mengusap lembut pipi nya.


"maaf kan aku ya, aku janji tidak akan meninggalkan mu lagi, aku janji akan melindungimu, walaupun kau tidak bisa menerima ku lagi"


klek...


pintu terbuka, kemudian masuk lah orang yang Jordan telfon tadi.


"kemana saja kalian? "


tanya Jordan dengan tatapan yang menyeramkan.


mereka berdua diam, tidak ada yang menjawab


"jawab! "


ucap Jordan lagi.


"k-kami tadi pergi... "


"apa aku menyuruh kalian untuk pergi ha?! "


potong Jordan dengan suara yang rendah namun tajam


"apa kalian ingat tugas utama kalian? apa perlu aku ingatkan lagi? "


lanjut nya


"maaf kan kami tuan, kami Salah"


ucap Salah satu nya.


"kali ini aku maaf kan, tapi jika terjadi sesuatu seperti ini lagi kedepan nya kalian akan tanggung akibat nya"


ancam Jordan kemudian pergi meninggalkan 2 orang itu.


saat keluar ruang medis Jordan menelpon seseorang


"Sudah kau tanggap orang nya? "


"...."


"bawa dia ke markas"


"...."


_______________________


Jordan keluar dari lift kemudian berjalan menuju ke ruangan Gibran.


"ada apa? "


tanya Gibran saat Jordan masuk.


Jordan memberi sebuah Cip kepada Gibran.


"buat Dia buka mulut, nanti malam aku akan datang" Ucap Jordan kemudian pergi keluar ruangan Gibran tanpa menunggu jawaban Dari Gibran.


Jordan melangkah kan kaki nya menuju rungan nya. kemudian ia membuka pintu dan menangkap sosok anak yang akan berjalan keluar.



"Morgan?? "


Guman Jordan.


Morgan yang tadi nya ingin kaluar pun terkejut melihat Jordan yang tiba tiba masuk



"pa-paman? "

__ADS_1


_________________


hallo semuaa jangan lupa vote😉


__ADS_2