PERPISAHAN

PERPISAHAN
part 60


__ADS_3

J&S GROUP


"apa yang kau lakukan di sini?! "


tanya Jordan dingin kepada wanita yang duduk di kursi kerja nya.


wanita itu pun menoleh ke arah Jordan


"kau lupa? "


tanya nya kemudian ia berdiri lalu mendekat kepada Jordan


namun Jordan hanya diam dan melihat wanita itu dengan jijik


"Jordan, sebentar lagi pertunangan kita. kita belum menyiapkan nya loh"


ucap wanita itu sambil menggandeng tangan Jordan.


dengan cepat Jordan melepaskan tangan wanita itu yang melingkar di tangan nya lalu berjalan menuju sofa.


Jordan duduk kemudian mengeluarkan sesuatu dari kantong nya. Jordan melemparkan sebuah kartu berwarna emas ke arah wanita itu.


"beli semau mu"


ucap Jordan dingin.


kemudian Wanita itu menggerang


"aku tidak butuh uang mu! "


"lalu? "


tanya Jordan datar


"aku hanya butuh diri mu!"


wanita itu berteriak


"maaf tapi aku tidak membutuh kan mu"


balas Jordan dingin


wanita itu marah, ia pun melangkahkan kakinya menuju kearah Jordan dan berniat untuk memakinya lebih keras namun tiba-tiba tangannya ditahan oleh seseorang yang baru saja Masuk


"Hana, tahan emosi mu"


ucap seseorang yang menahan tangan Hana


ya wanita itu adalah Hana inti dari semua masalah ini


"Jordan, bisakah kau memperlakukan Hana dengan baik? "


tanya Nyonya Jia, yang tak lain adalah ibu Jordan


Jordan mengacuhkan ibu nya, kemudian ia berjalan dari sofa menuju ke kursi kerjanya


" Ambillah itu kemudian belilah apa yang kalian suka dan siapkanlah pertunangannya"


kata Jordan sambil melirik kartu yang ia lemparkan tadi

__ADS_1


" Bisakah kau menemani kami Jordan?"


tanya Nyonya Jia


" Maaf tapi Hari ini aku sangat sibuk "


jawab Jordan datar


kemudian Nyonya Jia menghela nafas berat


" Baiklah kami akan menyiapkan pertunangannya tapi berjanjilah bahwa kau tidak akan kabur ataupun lari dari pertunangan ini Jika tidak aku akan..."


Nyonya Jia menggantungkan ucapannya


" Iya aku mengerti, Pergilah"


ucap Jordan, kemudian dua wanita itu pun pergi


"Cih masih saja mengancam ku? "


ucap Jordan saat Nyonya Jia dan Hana pergi


"tinggal sebentar lagi, kita liat siapa yang akan kalah" lanjut nya kemudian menelpon seseorang


"Hallo? "


"......"


"bagaimana? ada pergerakan dari nya? "


"....."


"....."


"oh ya, Jangan biarka dia menyentuh nya! "


"...."


kemudian Jordan menutup telfon nya dan tersenyum sinis


"sabentar lagi, akan di mulai"


____________


hahahaha.......


tawa mereka memenuhi seluruh ruangan


"kapten masih ingat saat kapten di suruh menari oleh guru di ruang latihan dansa? "


ucap Sarah sambil menahan tawanya


" Oh tidak tidak tidak jangan mengingat saat-saat itu salah aku jadi geli mendengarnya"


balas Mario sambil menggelengkan kepala nya.


"ah.. tapi aku masih mengingat nya! saat itu kapten berlatih menari menggunakan rok! ....ahahahahaha..... "


tawa sarah makin lepas

__ADS_1


kemudian Mario memalingkan wajah nya yang sudah memerah


'


ah.. benar benar memalukan!


batin Mario


kemudian Mario teringat akan sesutu


"oh ya, apa kau ingat saat seorang gadis berambut pendek dan memakai kacamata memberiku sebatang coklat dengan malu-malu di atap sekolah?"


tanya Mario menggoda Sarah


kemudian secara refleks Sarah menghentikan tawanya ia langsung tertunduk malu pipinya memerah semerah tomat


itu membuktikan bahwa gadis yang memberi coklat itu adalah Sarah


" ma.. mana ada! itu temanku yang menyuruhku " ucap Sarah berbohong


"benarkah? "


tanya Mario lalu mendekat kan Wajah nya ke Sarah


"emm... kapten, hari ini adalah hari fallentine jadi aku mau memberi mu ini"


ucap Mario sambil menunjukan ekspresi yang sama saat sarah memberi Coklat itu kepada Mario


Sarah makin malu pipi nya merah padam, seperti kepiting rebus, kalimat yang barusan Mario katakan adalah kalimat yang Sarah katakan kepada Mario dulu saat memberi nya Coklat


ya ampun...kenapa kapten masih mengingat nya! aku kan jadi maluuuu..... ish aku tidak sanggup lagi untuk menunjukan muka! aku tidak akan mengangkat wajah ku sebelum ia pergi!!


batin Sarah


Mario gemas melihat Sarah yang malu malu seperti itu, ia pun mendekat wajah nya ke kepala sarah yang tertunduk


tidak! tidak! ia mendekat! jangan! jangan! tolong menjauh! kau bisa membuat ku pingsan! ya tuhan apa yang harus aku lakukan? apa aku harus berpura pura pingsan?


batin Sarah


Braakk.....


tiba tiba pintu ruang rawat Sarah terbuka


lebar. kemudian Sarah mengangkat kepala nya dan melihat ke arah pintu begitu juga dengan Mario


mereka melihat Morgan yang masuk dengan raut wajah yang kurang bersahabat


"Mami....!"


panggil Morgan dengan suara nyaring nya


kemudian sarah menghela nafas lega


syukur lah Morgan menyelamat kan ku!


batin Sarah


___________

__ADS_1


hallo semuaa jangan lupa vote yaa 😍


__ADS_2