
"paman Han....! "
Morgan berteriak sambil berlari ke arah paman yang sedang berdiri di parkiran mobil
" tuan muda? anda kemana saja tadi? anda tahu? saya sampai...."
" ih nanti saja ceramahnya, Ayo pulang. kita harus sampai di rumah sebelum Mami" potong Morgan dengan cepat
"ta.. tapi? "
"ihh cepatt! "
"baik baik"
Paman Han pun segera masuk ke mobil dan melajukan mobil nya dengan cepat.
"paman Han, nanti jangan bilang apa pun kepada mami nya! "
kata Morgan saat di perjalanan.
paman han Hanya diam, menatap lurus ke jalan dan tidak menjawab.
"paman Han! jangan bilang kepada mami ya! kalau tidak kita tidak akan berteman lagi! "
ancam Morgan dan membuat Paman Han mengela nafas.
"iya-iya"
ucap Paman Han pada akhirnya, lagi pula paman Han sudah tahu apa tujuan nya itu.
tak lama kemudian mobil yang di bawa Paman Han sampai lebih dulu, paman Han memasukan nya kembali ke garasi lalu Morgan segera masuk ke rumah dan pergi ke kamar nya.
beberapa menit setelah nya Mobil Sarah pun sampai di halaman.
"Tuan Muda, nyonya sudah datang"
bisik Paman Han.
Morgan yang tadi nya sibuk membaca beberapa file di laptop nya segera naik ke ranjang.
sementara itu di luar...
Wanda dan Gerry memapah Sarah untuk masuk, saat tiba di pintu ada beberapa pelayan yang datang.
"selamat sore nyonya"
sapa para peyalan itu.
"biar saya bantu nyonya"
ucap mereka lagi.
"tidak usah, kalian ambilkan saja kompres "
potong Wanda dan dijawab dengan anggukan peyalan itu.
"Gerry, tolong telfon kan Dokter Vano"
suruh Wanda, Gerry menganggukinya lalu segera menelfon Dokter tersebut.
saat Wanda memapah Sarah ke kamar nya Paman Han tiba dari atas dan membantu Wanda.
"ada apa dengan Nyonya? "
tanya Paman Han.
"tadi pingsan"
jawab Wanda
"Morgan mana? "
tanya nya lagi.
"tidur di kamar nya"
kemudian Wanda ber-oh saja.
selesai membaringkan Sarah di ranjang Paman Han segera pergi ke kamar Morgan untuk memberi tahu nya.
"Tuan Muda-Tuan Muda! "
paman Han mengguncang tubuh Morgan.
__ADS_1
"hmm? "
"nyonya tadi habis pingsan"
"haa!? "
Refleks Morgan langsung bangun dan terduduk.
"bagaimana bisa?! "
Morgan segera turun dari kasur kemudian berlari menuju ke kamar Mami nya..
klek...
Morgan membuka pintu perlahan dan melihat ada 4 orang di dalam nya termasuk Sarah. namun ia tidak jadi masuk dan malah menguping di pintu.
....
"bagaimana keadaan nya? "
tanya Wanda pada Dokter Vano
"tubuh nya lemah dan kekurangan vitamin,
harus perbanyak istirahat dan jangan banyak pikiran. Sementara harus di infus dulu untuk beberapa hari kedepan. "
jelas Dokter Vano.
"oh ya, kalian kan tahu kalau nona Sarah ini punya Anemia. kenapa makan nya tidak teratur? "
lanjut dokter Vano.
"itu salah kami, setelah ini saya akan jaga pola makan nya"
ucap wanda lirih.
"baiklah kalau begitu saya permisi dulu, nanti perawat saya akan datang untuk mengganti infus"
"baik dokter, mari saya antar"
kata Gerry dan dokter Vano menganggukinya
merasakan ada ketukan sepatu mendekat ke arah nya Morgan segera pergi dari sana dan masuk kembali ke kamar nya.
kenapa mami bisa sakit?
Morgan mengambil handpone nya dan menelfon Jordan untuk menanyakan tentang
bagaimana Sarah bisa sakit.
"Hallo paman... "
"ya Morgan? ada apa"
"mami kenapa bisa sampai sakit? "
tanya Morgan langsung ke intinya.
"sakit? seberapa parah? kok bisa sakit? "
"Ck, paman jangan pura pura. mami sakit setelah kembali dari perusahaan nya paman, pasti sesuatu terjadi. iya kan? "
"baiklah Morgan benar, tadi mami dan paman terkurung di lift cukup lama dan membuat mami sesak nafas dan pingsan"
"bagaimana bisa? paman Harus cari pelakunya! dan hukum dia sekejam mungkin! tidak boleh dilepas! aku berani sekali dia menyakiti mami! "
"baiklah pelakunya nanti akan paman hukum dengan berat "
kemudia ayah dan anak itu mengobrol lanjut tentang Sarah. setelah puas berbicara Morgan berniat ingin melihat mami nya.
"bibi, mami mana? "
tanya Morgan saat melihat Wanda yang berjalan ke arah dapur.
"tidur di kamar"
jawab Wanda.
kemudian Morgan ber-oh saja lalu melanjutkan langkah nya ke kamar Sarah
Morgan membuka pintu perlahan kemudian masuk dan duduk di kursi yang ada di dekat ranjang Sarah
Morgan melihat Sarah yang tertidur tenang, Damai saranya. lalu beralih dengan tangan nya yang di infus, ia mengusap puncak kepala mami nya itu lalu mengencup nya.Morgan tidak tega melihat mami nya yang setiap hari bekerja untuk menafkahi nya, pasti lelah bagi nya. andaikan ada sosok ayah yang menjadi Papi untuk nya, mungkinkah Sarah tidak akan seletih ini?
__ADS_1
terkadang Morgan merasa tidak adil, semua orang punya keluarga yang lengkap ada ayah ibu, kakek dan nenek tapi kenapa diri nya tidak punya. hanya sosok ibu Yang Morgan punya saat ini, walau banyak yang sayang kepada Morgan tetap saja tidak bisa menggantikan kasih sayang dari sosok ayah.
melihat teman nya yang di jemput oleh ayah dan ibu nya disekolah terkadang membuat Morgan iri. bagaimana rasa nya di peluk oleh ayah sendiri?
tapi meskipun begitu Morgan tetap bersyukur dan tidak mengeluh kepada siapapun, baik Sarah atau pun Jordan ia tidak pernah bercerita bagaimana sedih nya diri nya.
Morgan sambil selalu bangga memiliki Sarah, sosok ibu yang kuat dan tangguh, tidak pernah mengeluh atau menyerah.
Morgan sangat bersyukur mempunyai sosok ibu seperti Sarah. dan ia sudah berjanji bahwa ia akan memperbaiki hubungan mereka, lagi pula Morgan juga sudah tahu semua nya. semua yang terjadi tentang Mami dan Papi nya.
Tiba tiba mata Sarah bergerak dan membuat Morgan terkesikap
"Morgan? "
ucap Sarah lembut
"bagaimana perasaan mami? "
tanya Morgan sambik mengelus rambut Sarah.
"baik "
"kenapa bisa sakit? "
tanya Morgan sedih.
melihat anak nya yang sedih itu membuat Sarah menunjukan senyum tulus nya.
"mami hanya kelelahan"
"kalau begitu mami istirahat lah"
Sarah memggeser tubuh nya sedikit dan memberi ruang di samping nya lalu menepuk nya.
"tidur lah di samping mami"
ucap Sarah lembut"
"tapi itu.. "
Morgan menunjuk infus yang di tangan Sarah, ia takut nanti tidak sengaja menyentuh nya.
"tidak papa.. "
Sarah meraih tangan Morgan lalu membawa nya kedalam dekapan nya sehingga ibu dan anak itu tertidur pulas
____________
malam Hari nya
di sebuah rungan yang gelap ada 20 orang ber-jas hitam sedang memukuli seorang pria di sana.
"hey, cepat katakan! siapa yang menyuruh mu" tanya salah seorang orang yang memakai Jas hitam itu.
pria itu mendonggak ke atas sembari tersenyum sinis dan membuat nya semakin marah.
BUKH...
ia meninju pria itu tadi lalu berkata
"ayo tersenyum lagi! "
ucap nya.
kemudian
Bukhh...
bukh....
ia meninju pria itu lagi sampai babak belur.
"tidak masalah jika kau tidak mau mengaku, aku akan membawa mu kepada nya. biar dia yang menghabisi mu"
ucap nya setelah selesai menghabisi pria tersebut dengan puas.
kemudian semua orang pergi dan meninggalkan pria yang sudah babak belur itu sendirian di ruangan yang gelap itu.
___________
hallo semuaa 😍
maaf kalau up nya terlalu lama 😁
__ADS_1
soal nya author lagi sibuk banget ngurus proyek baru hehe:>
jangan lupa komen, like and vote yaa 😉