
Morgan berjalan ke arah sarah, kemudian ia mendorong Mario menjauh dari Sarah
"menjauh dari Mami ku! "
bentak Morgan
"eh, Morgan tidak boleh begitu"
Sarah pun menarik Morgan ke pangkuan nya
"mami jangan dekat dekat dengan paman ini, paman ini Pembohong "
adu Morgan
"pembohong? "
"iya, tadi malam Morgan telfon mami, tapi malah paman ini yang mengangkat telfon nya dan paman ini juga berbohong kalau mami baik baik saja! dan mami malah terluka seperti ini"
ucap Morgan sambil mengelus perban di kepala Sarah
"mami baik baik saja sayang"
Sarah memeluk Morgan
diam diam Mario tersenyum melihat mereka
"pasti paman ini yang membuat mami jadi terluka seperti ini kan? "
tanya Morgan setelah nya membuat Mario tersentak
"eh, tidak boleh seperti itu tidak sopan menuduh orang"
tegur Sarah
" tapi Morgan benar kan? "
balas Morgan tak mau kalah
"Morgan salah, paman ini lah yang menyelamatkan mami" ucap Sarah lebut agar tidak menyakiti hati anak itu
Morgan terdiam sebentar, kemudian melirik ke arah Mario yang tersenyum kepada nya lalu berkata kembali
"tapi tetap saja, paman ini membohongi Morgan! "
"baiklah baiklah "
Sarah pun pasrah, kemudian melirik Mario yang tersenyum ke arah nya.
"ayo mami pulang"
ajak Morgam saat melepaskan pelukan nya
" eh Memangnya Morgan pergi ke sini dengan siapa?"
__ADS_1
tanya Sarah
" dengan Paman Han"
"mana Paman Han?"
" menunggu di luar sana"
kata Morgan sambil menunjuk pintu
kemudian Sarah mengangguk lalu bertanya lagi
"dari mana Morgan tahu kalau Mami di sini?"
"Morgan aktifkan GPS di handpone mami"
jawab nya
"kapan Morgan mengaktifkan nya? bagaimana cara Morgan melakukan nya? memangnya Morgan bisa? "
tanya Sarah bertubi tubi
"ah, mami bawel banyak tanya! "
protes Morgan dengan wajah kesal
Sarah terkujut
eh anak ini tumben marah marah, apa Morgan lagi pms? ah yang benar saja kau ini sarah! mana mungkin Morgan sekecil itu pms lagi pula kan dia laki laki, huft..akhir akhir ini kenapa pikiran ku agak aneh ya?
batin sarah
ucap Morgan membangunkan Salah dari lamunan nya
"iya, kita akan pulang "
balas Sarah
Sarah melirik ke arah Mario dengan tatapan sedu kemudian Mario pun mengerti lirikan itu.
Mario keluar sebentar menemui dokter dan meminta resep obat nya, sedangkan sarah bersiap siap untuk pulang.
Tak lama kemudian Morgan pun datang dengan membawa kantong plastik di tangannya
"aku sudah minta izin dengan dokter dan Dokter bilang kau sudah boleh pulang ini obatmu jangan lupa diminum dan Pakaikan Salaf ini kepada lukamu kalau sudah kering" ucap Mario sambil menyodorkan kantong plastik yang ia bawa tadi
"terima kasih"
ucap sarah lalu tangan nya bergerak untuk mengambil kantong plastik tersebut
Srrkk....
dengan cepat Morgan terlebih dahulu mengambil kantong plastik dengan kasar, dan membuat Mario terkejut lalu tertawa kecil
__ADS_1
"Morgan... "
tegur Sarah
Morgan malah buang muka dari Sarah, ia menatap tajam ke arah Mario sebentar lalu berjalan keluar duluan.
pfftt..
Mario tertawa Saat Morgan sudah keluar dari ruangan
"anak mu menakutkan"
ucap Mario kepada sarah
"maaf kan Morgan ya, dia masih anak anak"
balas Sarah merasa bersalah
"iya tidak papa, aku mengerti "
Mario pun menunjukan senyum nya.
Sarah membalas senyuman Mario
"sekali lagi terima kasih ya"
"iya tidak perlu sungkan "
"aku merasa tidak enak"
ucap Sarah tertunduk
"tidak apa apa, dasar cupu mata empat"
balas Mario sambik tertawa dan tangan kanan nya mengacak ngacak rambut panjang Sarah
oh, yaampun! apa apaan ini? kenapa dia mengusap kepala ku? kan jadi canggung nanti nya! aku malah semakin malu melihat nya! memangnya dia pikir ini cerita cinta anak sekolahan apa! ingat woi ingat! aku sudah tua, sudah punya anak!
batin sarah
"Mami... !"
terdengar teriakan nyaring dari Morgan yang berdiri di pintu
sontak mereka berdua terkejut dan menoleh ke sumber suara.
Morgan tampak marah, ia hanya menunjukan muka dingin nya
ya ampun aku tidak pernah nelihat raut wajah itu di muka Morgan, menakut kan. mati lah aku
batin sarah
_______________
__ADS_1
halo semua jangan lupa vote 😍