PERPISAHAN

PERPISAHAN
part 82


__ADS_3

saat ini Sarah dan Wanda sedang berada di kebun sawit miliknya mereka berdua melihat-lihat kebun bersama menjaga dan para pekerja di sana.


Drt...


tiba tiba hanpone Sarah berbunyi, ia pun mengambil handpone nya dari dalam saku baju lalu mengangkat telfon nya..


"Mami! "


Sapa Morgan dari sebrang sana


"Mami sudah sampai? "


tanya nya.


"Iya sayang, Lihat! "


Sarah mengangkat handpone nya tinggi tinggi lalu melihatkan kebun sawit yang ada di sekitarnya.


"ih untung saja Morgan tidak ikut. pasti banyak nyamuk di sana"


ucap Morgan dan membuat Sarah terkekeh.


"oh iya, Paman Gerry dan Paman Han ada di sana kan? "


tanya Sarah


"iya-iya ada. kapan Mami pulang? "


"tidak tahu, hmm... mungkin lusa? "


"hmm baiklah, tapi jangan terlalu lama di sana, Morgan merindukan Mami"


"iya Sayang "


"oh iya mami hati hati di sana ya, dan jangan lupa makan dan minum obat tepat waktu, nanti tidur nya jangan terlalu malam, oh iya hati hati saat di kebun nanti takutnya ada ular atau serangga di sana. lebih baik Mami pakai masker dan sarung tangan di sana terus pakai paju yang panjang biar tidak di gigit nyamuk, dan jangan terlalu lama di kebun, ini sudah jam 16.46 Sore, lebih baik setelah ini mami langsung pulang "


ucap anak itu panjang lebar.


Sarah mengembangkan senyum nya


"iya Sayang"


kemudian mereka berdua melanjutkan obrolan mereka hingga puas.


 


setelah mengobrol dengan Morgan, Sarah berjalan kembali dan melihat lihat para pekerja yang sedang mengambil sawit dari atas pohon menggunakan tongkat, yang tentu nya Sarah tidak tahu apa itu.


Sarah mendekati salah satu pekerja yang sedang kesusahan mengambil Sawit nya, ia seperti kesusahan menarik tongkat yang di gunakan untuk mengambil sawit itu.


"anda mau mencoba nya Nona? "


tanya pekerja pria itu saat sadar bahwa ada seseorang di samping nya.


"eh, tidak -tudak. Saya mana kuat"


ucap Sarah terkekeh dan pekerja itu pun ikut terkekeh juga.


"kenapa memakai topi dan masker? sekarang kan sudah tidak panas "


tanya Sarah


"Supaya kepala saya bisa terlindungi dari Sawit atau sesuatu yang jatuh dari atas"


jawab nya.


kemudian Sarah ber-oh saja lalu mengangguk ngangguk.


"ah, Wanda aku haus. tolong ambil kan air minum"


pintah Sarah kepada Wanda yang ada di belakang nya dari tadi

__ADS_1


"baik bu direktur "


Wanda pun segera pergi mengambilkan air minum untuk Sarah.


Sarah berjalan di pinggir Jurang yang ada di dekat pekerja tadi, ia melihat kebawah. Menurut Sarah Jurang nya tidak terlalu tinggi dan mengerikan dan tetu saja Jurang itu adalah perbatasan kebun sawit yang miliknya.


"Hati hati Nona"


Ucap para pekerja itu


Sarah mengangguk kepada pekerja itu, walaupun sangat takut kepada ketinggian Sarah tetap penasaran dengan Jurang yang menurutnya tidak terlalu dalam itu.


Sarah mendonggak kan kepala nya ke bawah, ia berfikir bahwa seandainya ia jatuh mungkin tidak akan terlalu bahaya.


saat Sarah sibuk dengan melihat Jurang itu, ia tidak sadar bahwa ada orang yang ingin mendorong nya dari belakang


orang itu adalah pekerja yang memakai masker dan topi tadi, pria itu berjalan dengan hati hati untuk mendekati Sarah yang memebelakanginya.


dan Saat tangan pria itu ingin menyentuh punggung lalu mendorong Sarah, tiba tiba Saja ada seorang pria yang terlebih dahulu mendorong pria tersebut hingga jatuh ke bawah.


BRUKK.....


"ahh.. "


Sarah terkejut saat seseorang dari samping nya terjatuh ke bawah jurang itu.


bukan kah itu pekerja yang tadi?


batin Sarah.


tampa pikir panjang, Sarah segera turun ke jurang itu dan berniat untuk membantu pekerja yang jatuh tadi.


namun sayang nya, pria yang mendorong keperja tadi segera menarik tangan Sarah dan mencegah nya untuk membantu prkerja itu.


"apa yang kau lakukan? lepaskan aku! lihat dia terjatuh di sana"


ucap Sarah kepada pria yang memegangi tangan nya.


balas pria itu.


"apa maksud mu? "


tanya Sarah


lalu pria itu menunjuk tanaman yang ada di sekitar pekerja yang terjatuh ke dalam jurang tadi.


"tanaman itu beracun dan mematikan, jika kita menyentuh nya akan sangat berbahaya"


jelas nya..


sontak, Sarah langsung melihat pekerja yang terjatuh tadi ke bawah pantas saja pekerja itu langsung pingsan, padahal jurang nya tidak terlalu dalam dan berbahaya. namun tanaman yang di sana lah yang berbahaya.


"lalu, bagaimana dia bisa jatuh? "


tanya Sarah lagi.


"dia terpeleset"


setelah itu, Wanda pun tiba dengan tergesa gesa.


"bu direktur, anda tidak apa apa? "


tanya Wanda dengan nafas ngos ngosan


"aku tidak apa apa, kenapa kau tergesa gesa seperti ini? "


tanya Sarah gantian


"firasat saya tidak enak saat saya meninggalkan anda sendiri, jadi saya kembali lagi dengan berlari"


jelas Wanda dan Sarah mengangguk mengerti

__ADS_1


"sudah gelap nona, lebih baik anda kembali, tidak baik untuk anda berlama lama disini"


ucap pria itu.


Wanda melihat pria itu kemudian mengangguk mengerti dan segera mengajak Sarah untuk kembali ke hotel.


Kroookkk.......


"Suara apa itu? "


tanya Sarah, saat ia mendengar suara besar yang aneh.


tiba-tiba ada beberapa pekerja yang datang kepada Sarah dan berkata.


"Nona Gawat! ada **** hutan"


ucap salah satu pekerja


"**** hutan? bagaimana bisa? "


tanya Sarah tak percaya.


"saya tidak tahu, lebih baik anda segera pergi dari sini"


Suruh pekerja itu,


kemudian Wanda segera mengajak Sarah ke luar kebun mereka pum berlari-lari kecil untuk sampai ke mobil.


'hah.... hah..... '


akhirnya mereka sampai di mobil, dan segera masuk lalu pergi. untung saja saat mereka berlari tadi mereka tidak bertemu dengan **** hutan itu.


Sarah tidak habis fikir, bagaimana bisa ada **** hutan di kebun sawit milik nya? apa jangan jangan dari hutan sebelah? ah mungkin saja, tapi tetap saja ada yang aneh bagi Sarah.


"anda baik baik saja bu direktur? "


tanya Wanda.


"hmm aku baik baik saja"


jawab Sarah,


_______________


saat sudah sampai di hotel, Sarah dan Wanda di kejutkan dengan pegawai hotel yang berbaris rapi dan beberapa wartawan awan disana, sepertinya akan datang tamu penting di hotel ini


"maaf, ada apa di ini? "


tanya Sarah kepada salah satu pegawai hotel yang berdiri di pintu.


"sebentar lagi akan ada tamu besar Nona"


jawab nya.


tamu besar? Siapa?


batin Sarah.


"bu direktur, lebih baik kita segera istirahat. anda pasti lelah"


ajak Wanda kepada Sarah


"tidak, aku ingin melihat tamu besar nya"


ucap Sarah lalu ia berjalan menuju ke sofa yang letak nya tak jauh dari meja resepsionis lalu mendudukinya.


__________


hallo semuaa, maaf baru update.


soalnya author baru balik dinas:v

__ADS_1


__ADS_2