PERPISAHAN

PERPISAHAN
part 83


__ADS_3

saat ini Sarah sedang menunggu di sofa, ia sempat bertemu dengan beberapa pengusaha yang kenal dengan diri nya. dan sampai akhirnya tamu yang Sarah tunggu tunggu itu tiba.


semua orang segara bergegas ke pintu masuk hotel, dan Wartawan pun menyiapkan kamera nya. Sarah juga ikut berdiri namun masih di tempat.


Sarah melihat Tuan Satya (menager Hotel) mendekati pintu dan menyambut tamu itu dan membuat Sarah tambah penasaran.


Degg.....


Sarah sudah melihat tamu besar itu yang tak lain adalah mantan suami nya.


karena Sarah merasa kurang nyaman, ia Wanda segera berjalan ke meja resepsionis untuk meminta kunci kamar hotel nya dan berniat untuk segera pergi dari sana


Sarah memberikan kartu nya lalu meminta kunci kamar nya.


"Maaf nona, tolong tunggu sebentar. kami sedang ada tamu besar saat ini, anda bisa menunggu di sana "


ucap resepsionis itu sambil menunjuk sofa yang Sarah duduki tadi


"tapi wakil ku sudah memesan kamar dari tadi pagi" balas Sarah


"maaf kan aku nona, aku hanya menjalani tugas"


"tugas? bukan kah tugas seorang resepsionis itu melayani tamu dan menepati janji dengan tamu nya? " tanya Sarah mulai kesal


"ada apa ini? "


tanya seseorang dari belakang Sarah


Sarah pun berbalik kebelakang dan melihat Tuan Satya.


"tuan Satya, bukan kah wakil saya sudah memesan kamar di sini tadi pagi? "


tanya Sarah langsung.


"benar Nona Sarah, tapi kami mohon maaf karna hotel kami sudah di sewa oleh CEO Jordan"


ucap nya sambil menunjuk Jordan yang dari tadi hanya berdiri di belakang Tuan Satya


Sarah menghela nafas nya.


"Saya tidak mau tahu, saya sudah memesan dari tadi pagi saya juga sudah membayar. dan saya juga tamu VIP. Coba anda pikir, Sudah jam berapa sekarang? ini sudah larut bukan? bagaimana mungkin anda mengusir saya saat tengah malam begini? Saya ini seorang wanita Tuan Satya!"


ucap Sarah penuh penekanan


"maaf kan kami Nona Sarah, kalau begitu.... "


"tidak usah, aku akan mencari hotel lain. dan pengacara ku akan datang menemui mu besok"


potong Sarah cepat.


kemudian Sarah bergegas untuk pergi.


"Tunggu Nona Sarah "


Suara bariton itu menggentikkan langkah Sarah yang ingin keluar


"maaf kan ketidaknyamanan ini Nona Sarah, anda bisa memesan satu kamar di hotel ini"


lanjut nya.

__ADS_1


Sarah pun berbalik dan menunjukkan senyum paksa nya kepada pria yang berbicara pada nya tadi.


"tidak perlu CEO Jordan, saya tidak mau menganggu anda"


"tidak, aku merasa bersalah. ini sudah terlalu larut, lebih baik anda tidak mencari hotel lain dan tetap menginap di sini"


"Tuan Satya, tolong siapkan satu kamar untuk Nona Sarah "


lanjut nya.


Sarah diam di tempat, ah sudah lah lagi pula sudah malam dan juga letih


pikir Sarah. dan di sini juga banyak wartawan


kemudian datanglah 2 pegawai hotel


"Mari Nona, ikuti kami"


ajak pegawai hotel itu kepada Sarah.


Sarah pun mengangguk dan mengikuti 2 orang pegawai itu dan sebelum benar benar pergi ia berterima kasih kepada Jordan.


________


"ini kunci kamar anda Nona"


ucap pegawai hotel itu saat mereka sudah sampai di depan kamar.


"terima kasih "


Sarah pun mengambil kunci itu, lalu ia membuka pintu nya dan masuk bersama Wanda.


aish, kenapa aku harus bertemu dengan nya di sini? apa dia mengikutiku? tapi untuk apa? mungkin dia ada perjalanan bisnis? Ahh,, sudah lah! Tidak usah di pikirkan!


batin Sarah


karna terlalu lama termenung, akhir nya Sarah tertidur dengan kaki yang terjuntai ke bawah.


 


krukkk.....


Sarah terbangun karna perutnya yang lapar dan berbunyi, dan Sarah juga mendengar suara dari kamar mandi.


siapa yang mandi? wanda kah?


batin Sarah.


ting.... tong...


Sarah mendengar suara bel dari luar ia pun segera membuka kan pintu. Ada 2 orang pelayan yang membawakan makan malam untuk nya.


2 pelayan itu di persilakan masuk oleh Sarah dan mereka pun meletakan makan malam itu di atas meja depan TV


setelah 2 pelayan itu pergi, Sarah langsung mamakan makan malam nya karna lapar, dan tak lupa pula ia meninggalkan beberapa hidangan untuk Wanda nanti nya.


.


klek....

__ADS_1


Pintu kamar mandi terbuka, Sarah pun segera menoleh ke arah kamar mandi dan melihat siapa yang keluar.


"Aaaaa......! "


Sarah berteriak sekencang mungkin dan segera menutup mata nya. bagaimana mungkin? ia baru saja melihat seorang pria bertelanjang dada dan hanya menggunakan


handuk di pinggang nya.


setelah teriakan Sarah berhenti, pria tersebut mendekati Sarah.


"jangan mendekat!! "


teriak Sarah kepada pria itu


pria itu tidak mengindahkan perkataan Sarah, ia malah makin mendekat dan menarik Sarah ke dalam pelukan nya.


Sarah berusaha melepaskan diri dari pelukan pria itu namun tubuh nya sudah tidak bisa bergerak lagi dan kaku karna ia sedang di peluk oleh orang yang ia cintai.


"Jordan... lepas! "


ucap Sarah pelan lalu memukul pelan dada bidang milik Jordan.


Jordan pun melepaskan pelukan nya,


"maaf kan aku"


"untuk apa kau minta maaf jika nanti kau akan menyakitiku lagi? "


tanya Sarah dengan tatapan yang sulit di artikan.


"aku tidak tahu jika aku akan menyakitimu lagi, karna itu aku akan terus meminta maaf kepada mu Sampai kau memafkan ku"


jawab Jordan


"apa yang kau lakukan di sini? "


tanya Sarah mengalihkan pembicaraan


"aku meminjam kamar mandi mu sebentar, air di kamar mandi ku mati"


jawab Jordan.


"alasan! "


ketus Sarah.


"pergi dari sini! "


usir Sarah sambil menunjuk ke arah pintu


Jordan pun mengangguk lalu pergi ke luar kamar Sarah, dan sebelum itu ia mencium dahi Sarah secepat kilat baru setelah itu ia pergi.


Sarah mematung di tempat akibat ulah Jordan.


kenapa? kenapa dia melakukan ini? kenapa dia selalu menyakitiku lalu meminta maaf secara terus menerus, kenapa dia tidak mengerti diri ku? ada apa dengan diri nya? seperti nya ada yang sedang ia rahasia kan dari diri ku, mungkin rahasia ini ada kaitan nya dengan insiden 6 tahun yang lalu?


batin Sarah.


___________

__ADS_1


__ADS_2