
Sarah berjalan ke kamar Leon, lalu nasuk dan melihat Leon yang sedang benar du meja belajar nya
"ini"
Sarah meletakan handpone milik Leon di meja belajar nya
sontak Leon langsung menoleh dan mengambil handpone nya dan memerisa nya dengan cepat
"kakak membuka pesan? "
tanya Leon agak kesal
Sarah mengangguk lalu berlajan ke arah ranjang milik Leon dan duduk di sana
"siapa gadis itu? "
tanya Sarah langsung pada inti nya
Leon tau siapa yang di maksud sarah
"pengganggu"
balas nya cuek
"banar kah? "
tanya sarah nemastikan
Leon hanya mengangguk kan kepala nya lalu kembali menatap buku nya
sarah menghela nafas
"jika kau menyukai nya katakan saja"
mendengar itu, sontak Leon langsung melihat ke arah Sarah
"aku tidak menyukai nya"
tutur Leon tegas
"jangan membohongi diri sendiri, ingat penyesalan itu di akhir bukan di awal"
balas Sarah lalu berdiri
"kau boleh saja berpacaran dengan nya atau siapapun, namun kau harus ingat batas mu sebagai seorang lelaki"
Setelah mengatakan itu sarah keluar dari kamar Leon lalu menuju ke kamar nya
Leon masih diam di tempat, ia merenungkan perkataan Sarah tadi
'apa aku menyukainya?, dia memang cantik,pintar,namun sayang nya cerewet'
batin Leon, tampa sadar Leon manaik kan kedua sudut bibir nya
__ADS_1
***
Sarah sudah mengganti piyama nya dan bersiap untuk tidur namun ia mengingat apa yang di alami adik nya tadi, dan seketika membuat sarah teringat akan masa lalu nya
saat umur sarah belum genap 20 tahun ia melamar pekerjaan di sebuah perusahaan ternama. Johan group
di situ lah ia bertemu dengan Jordan untuk pertama kali nya, saat itu sarah diterima dan langsung menjadi sekretaris Direktur. dan saat itu Jordan lah Direktur nya, awal mereka bertemu Jordan meremeh kan kemampuan Sarah karna penampilan nya, namun sarah masa Bodo dengan penilaian Jordan. namun seiring berjalan nya waktu Jordan melihat kemanpuan Sarah yang luar biasa itu, dan semenjak itu Jordan jadi tertarik dengan Sarah. Sarah itu cantik bahkan sangat cantik, namun ia saja yang tidak pandai bergaya
Jordan selalu saja membuat Sarah risih dengan kelakuan nya, namun seiring berjalan nya waktu sarah pun terpikat dengan Jordan.
namun.... tunggu!
Sarah tersadar apa yang ia pikir kan, kemudian sarah berjalan ke kamar mandi dan mencuci wajah nya
'apa yang aku pikir kan! '.guman sarah saat di depan cermin kamar mandi
'aku tidak boleh mengingat nya!' Sarah namanpar wajah nya sendiri
'aku tidak ingin mengingat nya lagi'
suara Sarah makin merendah lalu ia mengelus perut nya yang buncit itu
'aku berjanji, tidak akan mengingat nya dan aku tidak akan mengharap kan nya lagi'
Sarah berjalan ke luar kamar mandi dengan malas lalu berjalan ke dapur
saat ingin ke dapur, Sarah melihat Diana di
meja makan, sibuk dengan laptop nya
"biar aku buat kan"
Diana mengambil kotak susu ibu hamil itu dari tangan sarah
"aku bisa sendiri"
Sarah kembali merebut nya
"tumben, biasa nya kau selalu minta di buat kan" komentar Diana
"aku tidak tega melihat mu, seperti nya kau sedang sibuk "
balas Sarah lalu menyiram air panas ke gelas nya
"ya... aku ini memang sibuk"
Diana menggedik kan bahu nya dan berjalan ke meja makan lalu melanjut kan pekerjaan nya
Setelah selesai membuat sarah membawa segelas susu itu ke meja makan, lalu duduk di samping Diana
"apa yang kau kerjakan? "
tanya Sarah melihat ke laptop nya Diana
__ADS_1
"aku sedang menyiap kan data untuk presentasi besok" balas Diana yang masih menatap laptop nya
Sarah mengerut kan kening nya
"besok ada rapat yang sangat penting, dan sebagai manager aku di tunjuk untuk melakukan presentasi, ini kesempatan besar untuk ku." lanjut Diana
"bukan nya ini tugasnya sekretaris Direktur ya? " tanya Sarah heran
"Iya, tapi sekretaris kami sudah mengundur kan diri dua hari yang lalu" jelas Diana
Sarah mengerti dan mangut mangut
seketika Diana dan berhenti memainkan jari nya di atas tombol keyboard laptop nya
"ada apa? "
tanya Sarah, lalu sarah memutar laptop Diana menghadap ke arah nya
Sarah membaca semua data yang di tulis Diana, namun ada beberapa kesalahan yang di temukan Sarah.
Sarah tersenyum tipis lalu mulai mengetik keyboard dengan lincah.
"apa yang kau lakukan! "
Diana terkejut dengan apa yang di lakukan Sarah
"jangan rusak data nya, nanti bisa.... "
ucapan Diana terputus saat melihat apa yang Sarah lakukan
"kau salah menghitung administrasi nya, maka nya tidak ketemu hasil nya"
ucap sarah yang masih fokus mengetik
"memang nya kau bisa apa?"
tanya Diana meremeh kan
"kau meragukan ku?, kita liat saja nanti"
Sarah terus menggerak kan jari nya di keyboard laptop Diana
'Sudah lama aku tidak melakukan ini'
guman Sarah lalu tersenyum
'aku merindukan pekerjaan ku'
lanjut nya lagi.
_____________
hallo semua 😍
__ADS_1
jangan lupa vote 😘