PERPISAHAN

PERPISAHAN
part 134


__ADS_3

Enghh..


sinar matahari yang masuk menembus kelopak matanya membuat seorang wanita terbangun dari tidurnya, wanita itu sedikit menggeliat dan merasakan ada sesuatu yang berat di perutnya.


Wanita itu, Sarah melihat Jordan yang tertidur di kursinya dengan kepala yang di sandarkan ke ranjang Sarah. dengan perlahan Sarah menyingkirkan tangan Jordan yang melingkar di perutnya.


karna merasa ada yang menyentuhnya, Jordan ikut terbangun saat Sarah menyingkirkan tangan nya.


"eh, Sudah bangun hm "


ucap Jordan lalu membantu Sarah untuk duduk.


"sudah berapa lama aku di sini? "


tanya Sarah lesu


"baru tiga jam"


Sarah mengangguk lalu menoleh ke arah sofa, kedua sudut bibir nya terangkat saat melihat putranya yang tertidur di sofa.


"dia menunggumu, karna kau masih tidur jadi dia ikut tertidur di sana"


jelas Jordan.


"Jordan, bagaimana dengan.... "


"eh Syutt.... tidak boleh memikirkan hal itu, api nya sudah padam dan tidak ada lagi yang perlu di khawatir kan" potong Jordan


"tapi proyeknya hancur, kita harus rapat"


"tidak perlu sayang, semunya sudah di urus oleh Gibran dan Wanda. " tukas Jordan


"istirahat disini saja ya"


Jordan mengelus punggung Sarah.


"hmm"


"Sarah"


"apa? "


"kau tidak sadar ya"


"apa nya? "


bingung Sarah


"inii"


Jordan memegang perut Sarah


"ada apa Jordan? "


tanya Sarah semakin bingung, tangan kanan nya ikut memegang tangan Jordan yang menyentuh perutnya


"disini ada bayi kita, Sayang"


ucap Jordan dengan lembut.


"A-apa? ba-bayi? "


tanya Sarah tak percaya


"iya bayi kita, kau hamil sayang"


ucap Jordan lagi.


seketika sekujur tubuh Sarah terasa kaku, kebahagian macam apa ini? pikir Sarah. bukan kah dirinya tidak bisa hamil lagi? apa ini keajaiban tuhan? entah lah Sarah juga tidak tahu.


Jordan memeluk Sarah yang terdiam dari tadi, kemudian ia mengencup lembut dahi Sarah.


"pasti Morgan senang mendengar nya, bukan? "


ucap Jordan di saat ia masih memeluk Sarah


"Jordan sebenar nya aku tidak... "


"Syutt.. sayang tidak perlu mengatakan apa-apa semua ini terjadi dengan kehendak tuhan"


Jordan melepas pelukannya kemudian menyatukan kening mereka. dengan senyum yang terus berkembang Jordan menutup matanya dan berucap terima kasih


"terima kasih Sarah, semua nya akan baik-baik saja dan jangan pikir kan hal-hal yang aneh ya"

__ADS_1


terakhir Jordan menciumi kening Sarah.


Sarah tersenyum sembari mengangguk, dan setelah nya ia memberikan kecupan singkat untuk Jordan


Terima kasih Tuhan


__________________


Brakkkk!!


tangan besar itu memukul keras meja kayu yang ada di depan nya, dengan tangan yang masih menggempal sang empunya menggretakan gigi.


"turunkan amarah anda, Tuan Saga"


saat ini sekumpulan pia dan wanita berkumpul di sebuah ruangan, ruangan itu sunyi namun aura kemarahan membayang di sana.


"puluhan miliar sudah lenyap begitu saja hari ini, kebakaran gedung dan korban proyek masih harus di ganti rugi. gedung yang sudah 70% hampir jadi sudah hangus terbakar, 50% gedung hancur menjadi kepingan batu. saya sangat kecewa dengan hal ini"


ucap pria yang memukul meja tadi yaitu Tuan Saga


"perusahaan kami sangat kecewa dengan anda Tuan Jordan, kami sangat berharap untuk proyek besar ini. namun, entah bagaimana proyek besar yang kita bangun sudah hancur lebur begitu saja. "


ucap sekretaris Tuan Saga menambahi


"anda tidak bisa menyahalahkan perusahaan kami saja Tuan, kita semua tahu kebakaran ini adalah sebuah kecelakaan. anda tidak bisa menuntut dan memojokkan kami saja. perusahaan Whusi juga ikut, dan satu hal lagi yang anda lupakan. Direktur Whusi lah yang menggabar desain nya, saya hanya mengikuti desain yang diberikan. dan masalah kebakaran itu murni karna kecelakaan"


ucap Hanna membela


"itu memang benar, ini adalah kecelakaan. mustahil bukan, ada salah seorang dari kita yang ingin kerugian besar ini terjadi? "


sambung Gibran sebari menatap Hana


"kita tak bisa saling menyalahkan satu sama lain, mungkin ini memang harus terjadi. atau ada orang lain yang tak ingin proyek kita berdiri. kita tidak bisa memutuskan sebelum polisi selesai menyelidikinya"


ucap Gibran lagi.


Tuan Saga menghela nafas berat


"saya ingin putus kontrak "


seketika semua orang di ruangan itu terkejut


"maksud anda? "


tanya Hana


jelas Tuan Saga


"tapi Tuan Saga, ini sangat tidak profe..... "


"saya akan menanggung separuh ganti ruginya"


raut Wajah Tuan Saga mulai mendingin, semua orang tau kalau Tuan Saga sangat berpengaruh di kota.


"proyek kita batalkan dan putus kontrak untuk kedepan nya. anggap saja saya sudah melupakan kejadian ini"


dengan raut wajah yang masih sama, Tuan Saga beranjak pergi bersama dengan sekretaris nya.


Brakk


Setelah kepergian Jordan, Hana membanting dokumen nya di atas meja


"mentang-mentang berkuasa, seenaknya saja bertindak sangat tidak profesional "


guman Hana yang masih bisa di dengar


"kenapa kau diam saja tadi? "


Hana mentap kesal kearah pria yang hanya duduk diam saja di depan nya.


"apa yang harus aku katakan? jika dia berkata iya maka iya tapi jika tidak maka tidak"


ucap pria itu.


"Jordan, proyek besar mu hancur dan di batalkan. apakah kau tidak merasa khawatir? "


kesal Hana.


Jordan hanya mengangkat bahu nya acuh tak acuh


karna sudah sangat kesal, akhirnya Hana beranjak keluar dan pergi.


Pftt

__ADS_1


setelah Hana pergi, Gibran tertawa singkat.


"apa? tertawa saja"


ucap Jordan


"ah tidak, itu tidak terlalu lucu untuk ditertawakan "


"ngomong-ngomong Tuan Saga cukup menyeramkan juga ya tadi"


sambung Gibran


"orang nya memang seperti itu"


sahut Jordan.


"jadi bagaimana rencana selanjutnya? "


"mangsa sudah mendekati perangkap, kita tunggu sang mangsa masuk dan lihat caranya untuk keluar" senyum licik dari bibir Jordan muncul, senyum itu hanya sesekali di lihatkan oleh nya.


"hmm aku paham maksudmu, Hana adalah orang yang kompeten. jika proyek yang dia pegang jadi hancur maka dia tidak bisa menerimanya, Hana akan terus di sibuk kan oleh kasus ini dan memberi kita waktu untuk menghancurkan benteng nya. begitu bukan? "


Jordan tersenyun miring lalu menaikkan satu alisnya.


_____________________


malam hari nya


"ada apa dengan mu? "


terlihat seorang wanita paruh baya duduk di atas ranjang tepat di samping seorang wanita muda.


"aku lelah Bi "


Jawab wanita muda itu yang tak lain Hana


"Bibi mengerti, istirahat saja"


saat Jia ingin beranjak pergi, Hana menahan tangan nya hingga membuat Jia kembali duduk.


"bagaimana dengan pernikahan nya Bi? "


tanya Hana dengan tatapan yang sulit diartikan


"Hana, Bibi sudah berusaha membujuk Jordan. tapi Jordan sangat keras kepala, dia masih tidak mau dan menentang pernikahan ini. Beri Bibi waktu, Bibi akan melakukan yang terbaik untuk semuanya"


"baiklah "


Hana tersenyum pahit, lalu berbaring di atas ranjang nya dan melihat punggung Jia yang pergi menjauh dan hilang.


Hana menghela nafas berat


"aku juga mau hidup seperti mereka, tapi kenapa itu sulit bagiku? "


drt...


drt...


Hana mengambil handpone nya yang berbunyi di atas nakas lalu mengangkat telfon dari seseorang.


"hallo? "


"...."


"aku baik"


"...."


"Apa! bagaimana mungkin?! "


"...."


"ya, aku mengerti "


Hana menutup telfon nya lalu mengirim pesan kepada seseorang.


"aku tidak bodoh, aku sudah tahu semuanya "


ucap Hana dengan senyum licik nya. namun sedetiknya senyum itu hilang, wajah nya berubah drastis menjadi lebih sedu.


terkadang ada orang yang ingin hidup seperti kita, dan bagaimana caranya pun orang itu akan berusaha menjadi seperti kita yang bagi mereka terlihat bahagia. namun caranya salah dan hanya akan mempersulit hidup nya.


_____________________

__ADS_1


tbc


__ADS_2