PERPISAHAN

PERPISAHAN
par 123


__ADS_3

Terlihat pesawat dari indonesia telah mendarat di bandara Internasional Eropa. seorang wanita bersama Bodyguard nya turun dari pesawat dan langsung di sambut oleh beberapa orang Bodyguard asing lain nya.


"selamat pagi Nona, Mobil nya sudah siap"


Wanita itu mengangguk lalu mengikuti Bodyguard itu bersama Bodyguard pribadi nya.


Sarah melihat sekeliling bandara, ini adalah bandara tempat ia meninggalkan negara ini. Sarah tidak pernah berfikir bahwa ia harus kembali ke sini.


perjalanan dari bandara menuju ke rumah Diana cukup jauh, sehingga rasa kantuk kembali menyerang Sarah. karna sudah tak kuat mata nya sendiri sudah tertutup perlahan-lahan.


Gerry yang berada si samping Sarah melihat nya yang tertidur sambil menekuk kepalanya ke bawah, kemudian Gerry menggeser posisi duduk nya lalu menyandarkan kepala Sarah ke bahunya.


tidak ada diat apa pun di hati Gerry apa lagi mengambil kesempatan, ia hanya menjalan kan tugas nya untuk menjaga Sarah.


Saat sudah sampai di rumah Diana, Gerry membangunkan Sarah dengan lambat.


"Nyonya, kita sudah sampai"


kata Gerry dengan nada yang sedikit keras.


Seketika Sarah terbangun dari tidur nya, ia mengusap matanya perlahan lalu melihat ke sekitar.


ah iya, Sarah lupa untuk memberi tahu Diana kalau diri nya akan ke Eropa lagi. di saat jam ini tentu tidak ada orang di rumah nya karna sekarang masih jam kerja nya.


"Maaf, aku lupa memberitahu teman ku kalau aku pulang jadi tolong kita langsung ke perusahaan Tuan Hend "


Sarah berbicara menggunakan bahasa eropa dengan supir itu.


Setelah supir itu mengiyakan nya, ia segera memutar mobil nya dan pergi ke perusahaan Tuan Hend.


jarak rumah Diana ke perusahaan Tuan Hend tidak terlalu jauh, jadi mereka tak perlu menunggu terlalu lama dan Sarah tidak tertidur lagi.


Mereka sampai di perusahaan Tuan Hend, beberapa Bodyguard asing yang menjemput Sarah dengan mobil lain tadi turun duluan untuk membuka pintu untuk Sarah.


Saat pintu itu di buka, Gerry turun terlebih dahulu baru kemudian Sarah yang turun. lalu Sarah dan Gerry berjalan memasuki perusahaan. Semua orang yang menyadari keberadaan Sarah segera memberi salam.


"selamat siang Nona Sarah"


Sapa salah seorang kariawan.


Sarah mengangguk lalu tersenyum.


"Omo! Sarah?! "


suara nyaring itu membuat langkah Sarah berhenti.


"Ya ampun Sarah, kapan kau pulang?! "


orang itu segera mendekati Sarah.


"huhu... kupikir kau tidak akam kembali lagi"


rengek nya lalu memeluk Sarah.


"sudah lah Cha, di sini banyak orang"


bisik Sarah.


"biarkan saja, ngomong-ngomong kenapa kau kembali? " tanya Caca setelah melepas pelukan nya.


"Tuan Hend memanggil ku"


"oh begitu, yasudah kau bisa temui Tuan Hend di ruangan nya. aku mau ke ruangan ku dulu"


Sarah mengangguk lalu pergi ke lift khusus CEO yang ada di sana, lalu menekan nomor lantai tempat berada ruangan Tuan Hend


Saat sampai, Sarah segera mengetuk pintu ruangan nya lalu masuk. saat itu ia melihat Tuan Hend yang sedang menandatangani sebuan dokumen.


"Tuan Hend? "


panggil Sarah.


Tuan Hend menoleh


"oh Sarah? kau sudah tiba? "


Sarah mengangguk lalu duduk di depan meja Tuan Hend, sementara Gerry menunggu di luar ruangan.

__ADS_1


"jadi Sarah, aku takan langsung ke intinya. di beberapa tahun sebelum nya, saat kau mengelola sebuah minimarket ada beberapa struktur barang yang salah, awal nya masalah itu sudah di selesaikan. tapi sekarang minimarket itu mengalami penurunan barang yang drastis, hingga tidak ada lagi pelanggan yang mau ke minimarket itu lagi dan akhirnya setelah mempertiambangkan dengan cukup lama aku memutuskan untuk menghancurkan minimarket nya. untuk menghancurkan minimarket itu aku membutuhkan tanda yangan mu, karna terakhir kali aku menyerah kan minimarket itu dengan sah ke tangan mu. jadi penghancuran nya harus ada setuju dari tandatangan mu. "


jelas Tuan Hend


"di hancurkan? tapi maaf Tuan Hend kalau hanya tanda tangan itu kan bisa di lakukan secara online? dan saya tidak perlu ke sini juga bukan? "


tanya Sarah bingung, kalau soal tanda tangan bisa saja di lakukan dengan online atau masih banyak dengan cara lain nya.


"aku tahu Sarah, tapi kau juga harus ikut untuk menghancurkan minimarket itu karna pemilik sah nya adalah dirimu" jelas Tuan Hend lagi.


"baiklah, Tuan Hend"


ucap Sarah pada akhirnya.


kemudian Sarah menerima sebuah dokumen yang di berikan Tuan Hend.


"ngomong-ngomong Tuan Hend, Henry dimama? " tanya Sarah.


"kenapa? kau merindukan nya? "


tanya Tuan Hend balik dengan tatapan tang sulit di artikan.


mendengar ucapan tuan Hend membuat Sarah terdiam sebentar, namun setelahnya Tuan Hend tertawa.


"haha, aku hanya bercanda. dia pergi menjemput anak nya sekolah"


ucap Tuan Hend.


"anak nya sekolah? tapi bukan kah Henry baru menikah 2 bulan yang lalu? " tanya Sarah bingung.


"iya, dia baru menikah saat kau pergi ke indonesia. tapi wanita yang dia nikahi adalah seorang janda beranak 1 "


"bagaimana bisa? "


"aku juga tidak tahu, banyak yang terjadi setelah kau pergi. sangat sulit untuk menceritakan nya, tapi karna ini pilihannya sendiri maka aku harus merestuinya"


Sarah mangguk-mangguk sendiri.


Setelah cukup lama mengobrol dengan Tuan Hend, Sarah mengintip sebentar ke jendela. ternyata tangit sudah tampak sore dan jalanan di luar perusahaan mulai macet kembali.


Sarah memutuskan untuk pulang, ia berpamitan kepada Tuan Hend dan tak lupa pula dengan Caca.


tok...


tok...


tok...


Sarah mengetuk pintu itu terlebih dahulu.


tapi setelah nya belum ada jawaban.


tok..


tok..


Sarah kembali mengetuk


"yes wait a minute! "


tetiak seseorang dari dalam.


kemudian pintu itu terbuka, dan wanita di dalam nya berkata:


"What the?........ Omo?! "


wanita itu terkejut saat melihat Sarah di depan pintu.


"you? you? what is you name? "


tanya nya


"my name is Sarah. I'm Morgan's mother"


jawab Sarah.


"Arghh.... Sarah! "

__ADS_1


Diana langsung memeluk Sarah.


"Omo kapan kau pulang? kenapa tidak kabari aku?! " tanya Diana setelah melepas pelukannya


"ah tunggu, ayo kita masuk dulu"


Diana segera menarik tangan Sarah dan menyuruh nya duduk di sofa.


"Wait! you? "


Diana menunjuk ke arah Gerry yang ikut masuk dan berdiri di sebelah Sarah.


"dia Bodyguardku"


ucap Sarah.


"oh oke. jadi.... diamana keponakan ku? "


tanya Diana.


"dia di indo "


"ha? di indo? dengan siapa? kenapa kau meninggalkannya sendiri disana?"


tanya Diana panik.


"tidak Diana, tenang dulu dia tinggal bersama Papi nya" ucap Sarah.


"ha? apa katamu? Papi? "


tanya Diana terkejut.


Sarah segera memukul jidatnya, kenapa dia bisa keceplosam sih. ya mau bagaimana pun dia pasti akan tahu cepat atau lambat.


"Papi yang mana?! ha? kau menikah lagi? sejak kapan? dengan siapa? kau sekarang benar-benar sombong ya tidak mau lagi bercerita dengan ku! " kesal Diana.


"tidak Diana, bukan begitu dengarkan aku dulu. sebenarnya aku tidak menikah dan Papi nya Morgan adalah... ya kau tahu sendiri kan"


ucap Sarah


"siapa Sarah? aku tidak tahu katakan siapa? apa di brengsek itu? " tanya Diana dengan amarah nya.


Sarah mengangguk pelan.


"Ho? jadi Papi nya adalah si brengsek yang menceraikan mu dulu? yang mengusirmu dulu sewaktu kau hamil? iya?! hah... benar-benar gila. aku tidak menyangka ada pria seperti itu"


"Diana, sebenarnya kami tidak pernah bercerai"


sekali lagi Diana melongo, mendengar ucapan Sarah itu membuat kepala Diana hampir pecah.


"oke Sarah... dari pada aku naik darah lebih baik ceritakan semua nya. ceritakan apa yang terjadi dari awal dan jangan sampai ada yang tertinggal "


akhinya Sarah menceritakan semuanya.


Diana menghela nafas lega. mendengar penjelasan Sarah membuat dirinya mulai tenang.


"aku mengerti, kalian memang berhak bahagia"


ucap Diana.


"terima kasih"


Sarah memeluk Diana.


"kakak"


Suara bariton itu mengejutkan hati Sarah, suara itu adalah suara yang sangat ia rindukan. iya itu adalah suara sang adik. Leon.


Sarah berbalik dan melihat Leon yang berdiri di belakang nya. mata Sarah langsung berkaca-kaca karna merindukan nya. tubuh nya dulu yang kurus kecil sekarang sudah besar dan tegap.


Leon mendekat lalu mengelus pipi Sarah yang di bahasahi air mata.


"kakak kembali? "


tanya nya.


Sarah mengangguk lalu memeluk adiknya.

__ADS_1


belum lama ini ia meninggalkan Leon, tapi dirinya masih saja cengeng. Sarah tahu bagaiamana rasanya tinggal di rumah orang, negara orang dan lingkungan asing. tidak punya keluarga dan tinggal di tempat orang, bagaimana dan dengan siapa anak laki-laki ini bercerita tentang kesedihannya? dengan siapa dia mengadu dan mengeluh? apakah orang asing yang sudah dianggap sebagai keluarga bisa menjadi tempat kita mengadu? tidak, belum tentu bisa.


tbc.


__ADS_2