PERPISAHAN

PERPISAHAN
part 43


__ADS_3

Han memarkirkan mobil di pekarangan sekolah Morgan lalu ikut turun bersama Morgan dan Sarah


Sarah menyuruh Morgan pergi ke kelas nya dulu untuk berpamitan dengan teman teman nya dan di temani dengan Han


Sarah masuk ke ruangan kepala sekolah nya dan mengurus surat pindah Morga


Tok.. tok.. tok...


Sarah mengetuk pintu


"eh nona sarah, silahkan masuk"


ajak kepala sekolah nya


Sarah pun masuk dan duduk di depan krpala sekolah


" ada apa nona sarah? seingat ku Morgan tidak pernah membuat kesalahan di sekolah"


ucap kepala sekolah


"em.. begini pak kepala sekolah, saya ingin mengurus surat pindah Morgan"


pak kepala sekolaj terdiam, lalu berbicara setelah nya


"kalau boleh saya tahu, apa alasan nya? "


"saya akan pindah ke indonesia pak"


jawab Sarah


lalu pak kepala sekolah itu menghela nafas berat


"sebenar nya sulit bagi saya untuk melepaskan Morgan, karna.. Morgan adalah murid berprestasi di sekolah nilainya selalu tinggi, pemikiran nya sangat luas, berbakat dalam bidang apapun, bahkan ia sudah bisa menggunakan komputer"


curhat kepala sekolah


"apa?? menggunakan komputer? "


tanya sarah tidak percaya


lalu pak kepala sekolah mengangguk


"dulu ada satu guru yang bilang kepada saya bahwa Morgan membantu nya untuk menyusun dan mencetak nilai siswa"


jelas pak kepala sekola


"saat itu ada satu guru yang tertidur di ruang komputer, dan saat ia terbangun sudah ada morgan di samping nya yang sedang mengotak ngatik komputer nya lalu guru itu melihat apa yang di lakukan Morgan, ternyata Morgan sedang menyusun data dan mencetak nilai siswa"

__ADS_1


lanjut nya lagi


membuat sarah melongo


"bagaimana mungkin? "


guman sarah


"dan saat aku mendengar nya dari guru itu, aku langsung menguji Morgan, aku bilang bahwa aku lupa sandi Wi-Fi sekolab jadi aku meminta bantuan nya untuk membobol Wi-Fi dan memecahkan sandi Wi-Fi sekolah. dan walaupun sangat sulit di percaya namun ia bisa memecahkan kata sandi nya"


ucap pak kepala sekolah dan berhasil membuat mulut sarah terbuka lebar


"ini mustahil, bagaimana mungkin anak yang umur nya 6tahun bisa melakukan itu, sangat konyol" batin Sarah


sarah hanya mengangguk dan tidak mau membahas hal konyol itu lagi. dan dengan cepat mengurus surat pindah Morgan


setelah itu Sarah duduk sambil menunggu Morgan dan paman Han di taman sekolah jujur saja, sarah masih memikir kan perkataan kepala sekolah tadi


"apa itu benar? "


guman nya


ah tidak tidak sarah tidak akan mempercayai nya, tapi tidak mungkin kan kalau pak kepala sekolah berbohong?.


"Mami... "


Morgan berteriak


sarah terkejut dan menoleh ke samping nya


dengan wajah polos nya Morgan duduk di samping sarah sambil memakan es krim, ahh...imut sekali melihat nya


"bagaimana mungkin anak imut dan selugu ini bisa melakukan hal itu"


batin Sarah


"mami habis ini kita mau kemana? "


tanya Morgan


"kita ke kantor Mami dulu"


jawab Sarah sambil menghapus es krim yang ada di pipi Morgan


setelah Morgan mengahabiskan es krim nya, barulah mereka pergi ke perusahaan


Sarah, Morgan, dan paman Han masuk ke perusahaan semua mata menuju ke arah mereka karna sarah dulu nya tidak pernah membawa Morgan ke perusahaan

__ADS_1


"paman Henry!!... "


Morgan melambaikan tangan nya kepada Henry yang sedang berjalan ke lift


"eh, Morgan "


Henry pun mendekat ke Morgan


"apa yang Morgan lalukan di sini? "


Tanya Henry


"mau bertemu kakek Hend"


jawab Morgan semangat


"baiklah, ayo kita naik"


ajak Henry lalu berjalan ke arah lift


Sarah dan paman Han pun mengikuti mereka dari belakang


"kakek Hend! "


Morgan langsung menghambur ke Direktur Hend


"wah, Morgan ke sini ya"


Direktur Hend pun memangku Morgan


Morgan dan Direktur Hend memang dekat,karna Henry sering membawa Morgan ke rumah nya dan Direktur Hend, Morgan pun sudah menganggap Direktur Hend sebagai kakek nya sendiri.


Morgan mengangguk


"kakek tahu tidak, kami akan pindah, dan mami akan membawa ku ke negara lain jadi kita tidak bisa bertemu lagi deh "


Morgan mengadu dan membuat Direktur Hend merasa tidak enak


"Morgan kan masih bisa Video call dengan kakek" balas Henry dengan cepat


kemudian Morgan mengangguk sambil memegang dagu nya


"hmm... benar Juga, tapi Morgan akan tetap merindukan kakek! "


Morgan memeluk Direktur Hend


perlahan tangan Henry menyentuh bahu Sarah dan membuat sarah menoleh, sarah mengerti Henry ingin agar Sarah tetap kuat

__ADS_1


hallo semua,,, jangan lupa vote yaa 😍


__ADS_2