PERPISAHAN

PERPISAHAN
part 119


__ADS_3

di sebuah kamar hotel ada beberapa orang pria ber-jas yang sedang membicarakan sesuatu yang serius, mereka seperti sedang menyusun rencana untuk besok.


"jadi, besok sore kalian berdua pergi ke daerah konstruksi bersama Sarah. oh ya jangan lupa ajak wanita itu, siapa namanya? Nana? "


"Hana" koreksi Jordan.


"ah iya, jangan sampai lupa dia adalah objek nya" Ucap Gara.


"apa Sarah harus di bawa? " tanya Gibran sambil melirik Jordan.


"tentu saja harus, kan Sarah yang menggambar desain nya " balas Gara


Jordan menghela nafas pendek


"tentu Sarah akan ikut"


setelah percakapan itu berakhir Jordan segera bangkit dan pergi dari kamar hotel itu. ia segera pergi ke parkiran dan memasuki mobil nya bersama Gibran.


"carikan aku makanan"


ucap Jordan saat di perjalanan


"hei, sekarang ini sudah hampir tengah malam. mana ada restoran atau cafe yang buka di sekitar sini? " ucap Gibran dengan sesikit kesal


"terserah, pokok nya kau carikan aku makanan"


tegas Jordan lagi.


Gibran berdecak kesal, ia segera memutar balik arah jalan mobil nya untuk mencari restoran yang masih buka. tapi sayang nya Gibran tak menemukan restoran yang masih buka, alhasil mereka hanya mengelilingi wilayah itu.


karna sudah tidak ada jalan lagi, Gibran membawa mobil ke jalan kecil. jalan itu seperti jalan perkampungan.


Saat melewati jalan perkampungan itu, tanpa sengaja Jordan melihat ada pedagang kaki lima yang masih buka di pinggir jalan, pedagang itu menjual nasi goreng dengan gerobak nya.


"berhenti! "


Sontak Gibran menghentikan Mobil nya dengan sedikit mendadak.


Jordan segera turun dari mobil nya lalu menghampiri pedagang kaki lima itu, Jordan duduk di kursi plastik yang telah di sedikan oleh sang pedagang, lalu memesan satu porsi nasi goreng untuk dirinya.


"pak, saya mau nasi goreng nya satu porsi"


"oh baik mas"


pedagang itu segera membuatkan pesanan Jordan.


Gibran yang masih di mobil melongo di buatnya. apa itu Jordan? sejak kapan Jordan mau makan di pinggir jalan begini? apa dia sakit? banyak pertanyaan yang muncul di benak Gibran tapi dia mengesampingkan pertanyaan nya dulu, ia memakirkan mobil nya terlebih dahulu setelah itu baru dia menghampiri Jordan.


Gibran duduk di kursi plastik kosong yang ada di sebelah Jordan, beberapa saat kemudian pedagang itu memberikan nasi goreng pesanan Jordan.

__ADS_1


tanpa basa-basi, Jordan langsung mengambil nasi goreng itu lalu memakan nya dengan lahap. Gibran diam mematung, melihat penampilan Jordan kini, seorang CEO dengan baju jas nya yang makan nasi goreng di pinggir jalan tanpa menggunakan meja, hanya ada kursi plastik dan tangan nya sendiri untuk menopang piring nya.


karna penasaran Gibran juga meminta satu porsi nasi goreng lagi kepada pedagang itu.


"Jordan" panggil Gibran


"hm? "


"nasi goreng nya enak? " tanya Gibran dengan hati-hati


"kalau tidak enak, pasti tidak akan aku makan! "


ketus Jordan.


Gibran terdiam kembali di buatnya, kemudian pesanan nasi goreng milik Gibran datang. Gibran mencoba nasi goreng itu dengan satu suapan, berharap nasi goreng ini tak mengecewakan rasa nya.


saat butiran nasi itu masuk dan di telan oleh mulut Gibran, matanya langsung terbuka lebar. nasi goreng nya pedas dan bumbu nya sangat terasa, walaupun begitu masih tetap enak. Gibran mencoba lagi suapan keduanya. rasanya masih tetap sama, Gibran memakan nya lagi dan rasa nya masih tetap sama. akhirnya Gibran melahap habis nasi goreng itu.


"mohon maaf, masnya habis dari mana ya? kok rapi begini? " tanya pedagang itu dengan sopan.


"kita baru pulang kerja, ngomong-ngomong bapak udah lama jualan di sini? " tanya Jungkook


"iya mas udah lama" jawabnya lagi dengan sopan.


saat Gibran memeriksa saku celana nya, ia lupa kalau ia tidak punya uang lembaran. kemudian dia membisikan nya kepada Jordan.


"aku tidak punya uang lembar, apa kau punya? "


ah sial, bagaimana mereka membawa nya? mereka kan jarang sekali meyentuh uang lembaran. tanpa pikir panjang Jordan memberikan salah satu kartu kredit nya.


"maaf mas, saya gak tahu cara pakai kartu itu. "


tolak pedagang nya.


"emm bagaimana ya pak, kami sama sekali gak bawa uang lembaran. " ucap Gibran memelas


"oh ya sudah gak papa, saya faham kok. udah masnya pulang aja saya ikhlas " balas pedagang pria itu dengan tulus..


"terima kasih banyak ya pak, saya sakin setelah ini pasti tuhan akan memberi rezeki yang lebih untuk bapak" Jordan dan Gibran segera berpamitan.


"Gibran "


"hm? "


"besok tolong kau carikan toko yang sudah siap jadi".


"ha untuk siapa? " tanya Gibran.


"untuk bapak tadi."

__ADS_1


"oh baiklah"


____________


pagi hari telah tiba.


rasa malas dan kantuk kini menghampiri Sarah yang masih setia di tempat tidurnya yang begitu nyaman.


klek...


pintu kamar terbuka, Morgan masuk dengan seragam sekolahnya yang sudah rapi. ia mengampiri mami nya yang masih setia di alam mimpinya, kemudian Morgan mencium pelan dahi Sarah.


"Morgan berangkat sekolah dulu ya Mami. nanti pulang sekolah Morgan buatin makan siang, love you Mami" bisik Morgan dengan lembut.


Morgan keluar dari kamar dengan hati-hati agar Sarah tidak terbangun, lalu menyuruh Wanda untuk tidak membangunkan Sarah terlebih dahulu.


"baik Tuan Muda"


"eh, jangan panggil Tuan Muda. Morgan saja bibi" protes nya.


"baiklah Morgan" balas Wanda sambil tersenyum.


________


beberapa menit kemudian, seorang wanita terbangun dari tidur nya. wanita itu menguap sebentar lalu mengusap matanya.


Sarah bangkit dari kasurnya, saat ingin berdiri tiba-tiba kepalanya sedikit pusing lalu perutnya terasa mual.


Oeekkk....


dengan cepat Sarah berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perut nya, namun sayang nya tidak ada yang keluar dari mulutnya. tapi rasa mual itu terus menanggu tenggorokan dan perutnya.


tanpa sengaja Sarah melihat ada sabun cair di dekatnya, kemudian ia mengambil nya dan menumpahkan nya ke tangan nya. Sarah mencoba menghirup aroma wangi lemon pada sabun itu, perlahan-lahan rasa mual nya hilang.


saat tubuh nya sudah merasa lebih baik, Sarah mencuci tangan nya lalu kembali ke ranjang nya lagi.


"hah..ada apa dengan diriku? dari kemarin sakit kepala ku tidak hilang, pagi ini juga aku mual.apa jangan-jangan aku kercunan makanan ya?"


Sarah merenung sambil mengingat apa yang ia makan kemarin.


apa jangan-jangan makanan di pesta malam itu beracun? ah tidak mungkin, lalu apa? atau..


tidak, tidak mungkin. aku tidak mungkin hamil!


batin Sarah


_______________


tbc

__ADS_1


hey jangan lupa Follow ig author yaa


ig:Jeon_fiee


__ADS_2