
Sarah dan Mario berjalan bersama, saat Sarah melangkahkan kaki nya kedalam aula semua mata tertuju pada nya, bahkan orang yang akan bertunangan pun ikut tertuju pada nya.
Sarah melihat di sekeliling nya, yang ia lihat bukan lah orang orang yang sedang memperhatikan nya melainkan dekorasi ruangan. Ruangan ini sudah di dekor dengan sangat indah dengan Mawar merah, dan yang membuat Sarah terpana adalah pintu lift. pintu lift itu berada di sudut ruangan yang di hiasi dengan Mawar putih. dari sekian banyak nya Mawar merah, hanya pintu lift itu saja yang di dekor dengan Mawar putih, seakan akan pintu lift itu memanggil diri nya.
"Sarah... "
panggil Mario
"eh iya? "
Sarah tersadar sari lamunan nya dan segera menoleh, ia melihat ada Johan di sebelah Mario
"pak komisaris "
Sapa Sarah kepada Johan.
Johan hanya mengangguk dan tersenyum.
"Ayah pikir kau tidak akan datang"
ucap nya pilu
"bagaimana mungkin aku tidak datang, Jordan sendiri yang mengundang ku"
Balas Sarah.
"Apa? dia sendiri yang mengundang? aish... aku benar benar tidak mengerti dengan pikiran anak itu "
ucap Johan yang hanya di balas tawa oleh Sarah.
"Sarah, ayah pergi dulu. ayah harus menyambut tamu"
Johan pergi.
"sepertinya Mantan ayah mertuamu itu sangat sayang kepada mu ya"
ucap Mario saat Johan sudah pergi.
"ya.. aku sudah menganggapnya sebagai ayah ku sendiri begitu juga sebalik nya. "
Balas Sarah menaikkan bahunya.
"kau mau memberi selamat kepada Jordan? "
tanya Mario, Sarah seketika melihat ke arah Jordan. ia sedang melihat Jordan yang sedang berbincang dengan Gibran dan Glen, entah apa yang mereka rencanakan.
"hmm.. nanti saja"
Sarah menoleh ke arah meja yang ada di sudut ruangan, ia segera berjalan menuju meja itu karna melihat ada beberapa makanan dan minuman di sana. Mario yang melihat Sarah pergi, ia pun hanya mengekor.
"Sarah, beberapa dari mereka ada yang memperhatikan mu"
Mario menyenggol lengan Sarah yang sedang memakan kue kering.
"ya aku tahu, mereka memperhatikan ku karna aku cantik. iya kan? "
Ucap Sarah dengan pedenya dan sebagai balasan Mario hanya menggeleng kan kepala nya
tiba tiba ada seorang pelayan yang menghampiri Sarah dan Mario
"Minum nya Nona "
tawar nya sembari menyudorkan nampan yang berisi 2 gelas minuman.
tampa berpikir panjang salah langsung mengambil minuman itu tersenyum ramah kepada pelayannya. saat Sarah ingin meminum minuman yang ia ambil dari pelayan tadi tiba-tiba saja Mario menahan tangannya sehingga Minuman itu tidak jadi masuk ke mulut nya
"kenapa? "
tanya Sarah kesal saat Mario menahan tangan nya.
"lihat minuman mu itu baik-baik"
Mario menunjukan minuman itu dengan dagu nya.
seketika Sarah melihat ke arah minuman yang ada di tangan nya.
"Lihat lah serbuk putih yang seperti ampas di dalam minuman mu itu. sepertinya seseorang memberinya racun untuk mu, tapi sayang nya orang itu lupa untuk mengaduk minuman nya." Jelas Mario.
Sarah memperhatikan minuman nya baik baik, benar kata Mario. di minuman itu ada serbuk putih seperti ampas dan seseorang ingin meracuninya? Siapa?
"baiklah, sekarang aku berhutang nyawa kepada mu" ucap Sarah.
Sarah menoleh ke sekitar, ia berfikir. Siapa yang ingin meracuni nya, sebab musuh nya tidak sedikit di sini. ia yakin sebagian orang tidak suka dengan nya.
seketika pandangan Sarah menangkap sosok objek yang membuatnya terpana sekaligus terkejut. kini dengan mantapnya Jordan melangkahkan kaki nya menuju ke arah Sarah.
Seketika Sarah langsung berbalik dan mendekati Mario, ia mengajak Mario berbicara lalu tertawa.
Jordan yang melihatnya pun menjadi kesal.
"kau mau menghindari ku ya? "
geram Jordan dalam hati,namun diri nya tetap tersenyum
"hey, kau ini kenapa? "
tanya Mario sirih saat Sarah terus menempel kepada nya.
"ihh...Ada Jordan! dia tadi mau menghampiri ku! " Jawab Sarah.
"sampai kapan kau mau menghindari nya? biarkan saja dia menghampiri mu, toh dia sudah jadi mantan suami mu kan? "
Mario mencoba menjelaskan keadaan nya kepada Sarah.
"hmm.. baiklah, aku akan mencoba nya"
ucap Sarah dengan lesu.
"oke, kau tunggu di sini sebentar. aku mau bertemu dengan rekan bisnis ku dulu"
Mario pergi, meninggalkan Sarah yang diam.
"Excuse me, Miss"
tiba tiba ada seseorang yang menyapa Sarah.
__ADS_1
Sarah menoleh, ia melihat ada seorang wanita yang terseyum kepada nya. hidung nya yang mancung, kulitputih, tinggi, dan rambut hitam legam nya. dia sangat cantik, dan Sarah meresa familiar dengan wanita ini.
"anda lupa dengan saya Nona Sarah? "
tanya nya dengan bahasa Thai.
dan seakan Sarah teringat, dia adalah salah satu rekan bisnis nya Jordan dulu dari Thailand. kemudian Sarah membalas nya dengan bahasa Thailand.
"tidak, mana mungkin saya lupa"
balas Sarah sambil tertawa.
"bagaimana kabar anda? saya dengar anda punya seorang putra? "
tanya Wanita itu membuka topik pembicaraan
"iya benar, saya punya seorang putra. "
jawab Sarah.
"eh Tuan Jordan? "
Wanita itu menoleh kesamping, refleks sarah juga menoleh ke samping ternyata Jordan sedang mendekati mereka
"lama tak berjumpa "
Jordan menjabat tangan wanita itu.
"hay Nona Sarah"
Jordan menyapa nya dengan senyuman
Sarah hanya membalas nya dengan senyuman tanpa menatap Jordan
"walaupun kalian sudah berpisah, tapi tetap saja serasi ya kalau berdua seperti ini"
Wanita Thailand itu tertawa seenak nya.
Serasi mata mu!
coba saja di sini tidak ramai, pasti aku akan merobek mulut mu
batin Sarah geram.
sedang kan Jordan, ia hanya tertawa mengikuti wanita itu.
"hai, boleh aku bergabung? " (dalam bahasa indonesia )
tiba tiba Suara itu menghentikan tawa mereka berdua.
Sarah menoleh dan melihat siapa yang berbicara, ternyata itu Hana.
"perkenalkan, aku Hana. calon tunangannya Jordan" (dalam bahasa indonesia) Hana menjukurkan tangan nya.
dengan senang hati Wanita Thailand itu menjabat tangan Hana dan terseyum.
"Saya Lisa, rekan bisnis tuan Jordan. selamat untuk pertunangan nya"
Hana tampak kebingungan menjawab, karna ia tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan Lisa. lalu ia hanya mengangguk tersenyum.
"apa anda bahagia dengan pertunangan ini? "
tanya Lisa masih dengan bahasa Thailand.
Hana kembali mengangguk.
"oh ya, anda pasti bahagia dengan pertunangan ini? "
tanya nya lagi.
Sejenak Hana tampak berfikir, lalu ia menggelengkan kepala nya asal.
Lisa tampak terkejut lalu melirik Jordan sekilas.
"apa anda merebut Tuan Jordan dari nona Sarah? " Tanya Lisa hati hati.
Hana menangguk.
Lisa jadi bingung, bukan kah dia tunangan nya Jordan, tapi kenapa dia tidak bahagia? dan satu lagi, dia merebut Jordan dari Sarah?. pikir Lisa.
Jordan melihat Lisa yang mengerutkan keningnya, lalu ia berbicara
"maaf Nona Lisa, dia tidak bisa bahasa Thailand. gunakan bahasa inggris saja"
jelas Jordan (dalam bahasa Thailand)
Lisa mengangguk mengerti, pantas saja dari tadi Hana tidak berbicara dan hanya mengangguk atau menggeleng.
"Maaf nona, saya tidak tahu kalau anda tidak bisa bahasa Thailand "
Ucap Lisa kepada Hana dalam bahasa inggris
"tidak apa apa"
balas Hana malu dengan bahasa inggris juga.
Sarah dan Jordan sedikit menahan tawa, membuat Hana menjadi kesal
"ngomong ngomong, Nona Sarah ini bisa bermain piano kan? "
ucap Hana mengganti topik
"ya tentu "
jawab Sarah santai.
"bagaimana kalau nona Sarah memainkan satu lagu untuk kita semua? nona Sarah kan sangat ahli dalam bermain piano, benar tidak nona Lisa? "
Hana menatap Lisa, ia memiliki maksud lain.
"benarkah? kalau begitu mainkan saja satu lagu untuk kita semua"
balas Lisa.
Sarah tampak berfikir sebentar. ah sudah lah tidak apa apa, lagi pula aku sudah lama tidak bermain piano
__ADS_1
pikir Sarah.
"baiklah"
ucap Sarah, kemudian ia mengambil nafas panjang lalu melangkah kan kaki nya menuju piano yang ada di sudut ruangan
Sar
Sarah mendudukan tubuh nya di kursi piano, lalu tangan nya bergerak untuk menekan beberapa tuts putih dan hitam
Sarah mengambil nafas dalam dalam lalu ia menghembus kan nya perlahan, tangan nya mulai menari di atas tuts, alunan nada piano terdengar ke seluruh ruangan, semua orang yang tadi nya sibuk dengan aktivitas nya segera menoleh, mereka semua mengerubungi Sarah dan melihat nya bermain piano termasuk Jordan dan Hana.
heh, lihat saja nanti. pasti permainan piano mu itu akan hancur.
batin Hana, ia sengaja menyuruh Sarah bermain piano bahkan menyiapkan piano di acara pertunangan nya karna ia ingin membuat Sarah malu. tanpa ada yang tahu Hana telah merusak beberapa tuts piano nya, agar suara piano yang merdu itu merusak telinga setiap orang yang mendengar nya.
I’m going under, and this time, I fear there’s no one to save me
(Aku tenggelam, dan kali ini, aku takut tak ada yang menyelamatkanku)
Sarah mulai bernyanyi. ia menyanyikan lagu 'somewon you loved'
This all or nothing really got a way of driving me crazy
(Ini semua atau tidak sama sekali benar-benar membuatku gila)
I need somebody to heal, somebody to know
(Aku butuh seseorang tuk menyembuhkan, seseorang tuk memahami)
Somebody to have, somebody to hold
(Seseorang tuk dimiliki, seseorang tuk dipeluk)
It’s easy to say, but it’s never the same
(Mudah tuk diucapkan, tapi tak pernah sama)
I guess I kinda liked the way you numbed all the pain
(Aku kira aku lumayan suka caramu menghilangkan rasa sakit)
Now the day bleeds into nightfall
(Kini hari yang suram hingga malam tiba)
And you’re not here to get me through it all
(Dan kau tak di sini tuk menemaniku melalui ini semua)
I let my guard down and then you pulled the rug
(Aku lengah dan kemudian kau tiba-tiba meninggalkanku)
I was getting kinda used to being someone you loved
(Aku mulai terbiasa menjadi orang yang kau cintai)
prok... prok... prok...
semua orang bertepuk tangan, permainan piano Sarah sangat indah, semua orang sampai terbawa suasana. lagu yang Sarah bawa benar benar membuat hati semua orang tersentuh, seakan akan Sarah menceritakan diri nya melalui lagu itu.
Hana meremas ujung baju nya karna kesal, bagaimana mungkin tidak ada tuts yang rusak, padahal sebelum acara ini dia sudah merusak tuts piano itu dengan tangan nya sendiri, apa jangan jangan ada yang memperbaikinya? Hana melirik pria yang ada di sebelah nya, pasti dia yang sudah menghancurkan rencana nya. Ya dia Jordan.
Kau pikir aku tidak tahu niat buruk mu?
coba saja kau ganggu istriku
batin Jordan saat ia meresa ada yang melirik nya.
setelah permainan itu selesai, Sarah memberi hormat lalu turun, ia melihat Mario yang sedang memandanginya di antara kerumunan. Sarah berjalan dan berniat untuk mendekati Mario.
"aww... "
tiba tiba saja Sarah menabrak seseorang lalu baju nya terkena anggur merah lumayan banyak.
"maaf Sarah, tadi aku tersandung"
Sarah menoleh dan melihat siapa yang berbicara, Hana yang berbicara.
dengan kesal nya Sarah mendekat kan diri ke Hana lalu membisikan sesuatu di telinganya.
"tidak ada maaf untuk mu"
Sarah menjauh kan diri dari Hana, kemudian ia mengambil segelas anggur di meja lalu menyiramnya ke Gaun milik Hana. membuat Hana terkejut
"ups, maaf aku tidak sengaja "
ucap Sarah terseyum puas
"kauu?! "
geram Hana. namun ia menahan amarah nya karna semua orang sedang melihat mereka.
"Sarah, aku kan tidak.... "
"ya aku tahu kau tidak sengaja, aku maafkan.aku juga tidak sengaja tadi. "
Sarah memotong ucapan nya lalu tersenyum sinis
"Hah... aku meresa sesak di sini, ayo Mario kita keluar sebentar, aku butuh udara segar"
Sarah mendekati Mario. lalu Mario melepas jas nya dan memakaikan nya kedapa Sarah untuk menutupi Gaun nya yang terkena anggur. kemudian Mario merangkul Sarah dan membawa nya keluar.
Jordan yang melihatnya hanya tersenyum sekilas.
semua orang berbisik-bisik tentang Sarah tapi Sarah tidak mempedulikannya biarkan saja mereka berpikir yang aneh-aneh toh semua orang memang seperti itu tidak tahu yang sebenarnya Tapi sudah menyimpulkan saja
Hana masih terdiam di tempat, berani-beraninya Sarah mempermalukan nya seperti ini lihat saja nanti pasti anak akan membalas dendam. pikir Hana
_____________
__ADS_1