PERPISAHAN

PERPISAHAN
part 128


__ADS_3

"Arghh...! "


Sarah memegang perut nya yang terasa keram.


dengan susah payah Sarah berjalan dari dapur menuju ke meja makan dan duduk disana.


ya tuhan, kenapa tiba-tiba perutku terasa keram


Sarah meraba perut nya yang terasa sakit.


"Kakak? kakak kenapa? "


tiba-tiba Leon datang dan menghampiri Sarah


"Kak, wajahmu terlihat pucat"


Ucap Leon khawatir dengan Sarah.


"tidak apa-apa Leon, hanya perutku yang terasa keram" jelas Sarah.


"sudah aku bilangkan kakak istirahat saja, sebentar lagi juga kakak akan pergi kan? "


"sudah lah, pokoknya kakak harus istirahat sekarang. nanti biar aku pesankan saja makanan" Leon membatu Sarah untuk berdiri kemudian memapahnya ke kamar.


Sarah merebahkan diri di atas ranjang, sambil mengusap perutnya Sarah memikirkan keadaan Morgan. tiba-tiba saja Sarah merindukan anak itu.


bagaimana keadaan nya?


dia baik-baik saja kan?


saat ini seharusnya dia sudah tidur.


batin Sarah


"kok perutku jadi agak keras ya? "


ucap Sarah kepada dirinya sendiri.


"beberapa minggu ini juga rasanya payudara ku agak menegang, apa aku hamil? ah masa sih, kan dokter Chu bilang aku tidak bisa hamil. lagian juga aku tidak pernah mual"


ucap Sarah dengan tangan yang masih di perutnya.


drt...


drt...


handpone Sarah berbunyi


"halo? "


"...."


"iya, ada apa? "


"...."


"ha? penerbangan nya di batalkan? jadi saya hari ini tidak jadi pulang? "


"...."


"ya baiklah, tidak apa-apa "


Sarah menutup telfon nya.


kenapa tiba-tiba di batalkan? padahal aku sudah kangen dengan Jordan dan Morgan. aku telfon saja deh.


Sarah menelfon Jordan.


tut.. tut...


panggilan pertama tidak di angkat.


Sarah menelfon nya lagi.


"halo Sarah? "


"kenapa baru diangkat? "


"maaf sayang, aku ketiduran"


"oh? apa Morgan juga sudah tidur? "


"iya, dia sudah tidur"


"baguslah, eh tapi kenapa suaramu serak? apa kau habis menangis? "


diam sebentar.....


"Jordan"


panggil Sarah.


"ah-iya, aku habis menagis karna merindukan mu. kapan kau pulang? "


"seharusnya aku pulang malam ini, tapi tiba-tiba penerbangan nya di batalkan karna cuaca nya tidak bagus. aku juga merindukanmu "


"aku tahu itu"


"hmm.. Jordan"


"iya, kenapa? "

__ADS_1


"ah tidak apa-apa, aku hanya merindukan Morgan. bisakah kita video call? aku ingin melihat wajah Morgan"


Hening sebentar...


"Jordan... "


panggil Sarah lagi.


"ah, itu aku masih di kantor"


"masih di kantor? kau ketiduran di Sana? bagaimana dengan Morgan? "


"Morgan baik-baik saja, ada paman Han dan Wanda di rumah. kau tidak perlu khawatir "


"tapi kau masih di kantor, di sana pasti sudah larut kau harus istirahat. Jordan"


"iya aku tahu, tapi pekerjaan ku tidak bisa di tinggalkan Sarah. "


"tapi jangan lupa istirahat ya"


"iya sayang"


"Sarah "


"iya? "


"kau sangat menyayangi Morgan bukan? "


"tentu saja Jordan, lebih dari apa pun dia adalah malaikat ku. kau menjaga nya dengan baik kan? "


"tentu saja, dia juga malaikat ku"


"oh ya, kau kan tidak jadi pulang hari ini. aku akan menyuruh Gerry kembali kesana untuk menjagamu"


"tidak usah Jordan, kemarin baru saja dia pulang ke indo dan sekarang kau menyuruhnya kesini lagi. aku aman disini bersama Diana dan Leon"


"tapi Sarah, itu belum bisa di pastikan"


"yasudah, terserah padamu saja"


"baiklah, kalau begitu aku tutup duluya"


"hmm"


"aku mencintaimu"


"aku juga"


tut...


panggilan dimatikan.


setelah panggilan itu berakhir, tiba-tiba Diana datang ke kamar Sarah.


tanya Diana


"iya, aku baik"


"Sarah, aku... "


"tak apa Diana, aku tidak jadi pulang malam ini. masih ada waktu untuk mu berfikir"


Sarah mengusap punggung Diana.


"iyah, terima kasih"


Diana memeluk Sarah dan Sarah pun membalasnya.


_____________


Indonesia


06.00


Engh....


Jordan merasa ada yang bergerak di dada bidangnya, saat ia membuka mata Jordan melihat seorang anak yang mengeliat di pelukannya.


Jordan membantu anak itu untuk mendapat posisi yang nyaman untuk tidurnya. setelah anak itu nyaman dengan posisinya Jordan melihatnya dengan dekat.


wajah kecil dan kulit putihnya membuatnya seperti seorang malaikat, di tambah dengan bulu matanya yang panjang membuat semua orang yang melihatnya di buat kagum. sungguh ciptaan tuhan yang luar biasa.


Jordan kembali melihat anak itu dengan dekat dan memperhatikan setiap sudut wajahnya.


anak yang sedang di tatapnya itu adalah anak yang selama ini jauh darinya, harusnya Jordan bisa menggandengnya dari lahir hingga sekarang, harus nya Jordan bisa membimbing nya saat berjalan dan berbicara namun, Jordan hanya bisa memperhatikannya dari jauh. cukup di masa lalu saja, tidak di masa yang akan datang.


dengan perlahan, Jordan bergerak turun dari ranjang dengan hati-hati agar malaikat kecilnya tidak terbangun. Jordan masuk ke kamar mandi nya lalu nembersihkan diri, setelah mandi dan berpakaian rapi Jordan segera menghampiri Morgan yang masih tidur.


Jordan mencium kening nya, kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuh keci itu. Jordan tidak mau membangunkannya karna tidurnya yang begitu pulas dan masih ada pekerjaan yang harus Jordan selesaikan.


"paman Han, Morgan masih tidur jangan di bangunkan sampai dia bangun sendiri dan terus berada di sisi nya. dia bisa terkejut saat bangun karna aku tidak ada di sana. "


"baik Tuan "


Paman Han mengangguk.


Kemudian Glen datang dan bilang jika mobil Jordan sudah siap.


"kau sudah mengirim suratnya ke sekolah Morgan? "


"Sudah Tuan"

__ADS_1


Glen segera membuka pintu mobil.


"kita mau kemana Tuan? "


tanya Glen saat di perjalanan


"ke Markasnya Gara"


"baik"


Glen menaikkan sedikit kecepatan mobilnya lalu mengarahkannya ke Markas Gara.


sesampainya di markas Gara:


"bagaimana? "


Jordan duduk di kursi sofa yang ada di ruangan yang cukup gelap itu.


Kemudian Gara melihatkan ada sekitar 50 foto di atas meja dan menyusunnya sejajar.


"ini orang-orang yang tadi malam sudah tewas dan ternyata pemimpin mereka memantau dari jauh, tapi aku sudah menangkapnya"


"bawakan pemimpin mereka"


Gara mengangguk dan menyuruh anak buahnya, beberapa menit kemudian anak buah Gara kembali dengan senyeret seorang pria yang sudah lemah dan penuh lebam di wajahnya.


Pakkk!


Jordan memukul punggung pria itu dengan tongkat kayu yang cukup besar.


dengan kejam, Jordan menginjak tangan nya dan menarik rambut pria itu yang keadaan nya sudah tengkurap.


"siapa yang menyuruhmu? "


Nada suaranya sudah bukan seperti milik Jordan lagi.


"katakan! "


Jordan menginjak punggungnya dan menarik rambutnya keatas dengan kebih kuat lagi.


pria itu terlihat kesakitan dan lehernya sudah seperti hampir putus karna rambutnya yang di tarik Jordan.


"T-tidak akan"


bantahnya.


Bakkk!


Arghhh!


Jordan memukul kuat betis pria itu.


"JANGAN SAMPAI KAU MATI DI TANGANKU!!! "


teriakan Jordan menggema di seluruh ruangan, bahkan Gara pun terkejut melihat amarah Jordan.


"B-Bu... Bunuh saja aku, aku tidak punya siapapun. kau bisa membunuhku sekarang"


"DIAMMM! GARA-GARA KAU, ANAKKU JADI MEMBUNUH ORANG! "


"I-itu pantas dia dapatkan. d-dan di-dia akan menjadi seorang pem-pembunuh saat dewasa nanti"


"BIAD*AD!!! "


"Ha-ha... ha.... kau ha-harus hati-hati s-suatu hari nanti Aa-anakmu yang akan membuhuh dirimu"


"ARGGHH!!!! "


Jordan melayangkan pukulan kuatnya dengan tongkat tadi ke kepala pria itu.


"HENTIKAN JORDAN! "


Gara dengan cepat mengambil tongkat kayu itu lalu menarik Jordan, untung Gara bergerak dengan cepat. kalau tidak mungkin kepala pria itu sudah pecah karna Jordan.


"apa kau sudah gila?! jangan mengotori tanganmu dengan membunuh orang itu! "


Gara menarik kerah baju Jordan.


"dia.. dia membuat anakku..... "


"anakmu bukan seorang pembunuh! dia hanya ingin melindungi dirinya! "


Gara berteriak.


Hiks... hikss....


Jordan mulai menangis, ia mengusap kasar wajahnya lalu jatuh terduduk, bahunya bergetar hebat dan matanya mulai meneteskan butiran air.


karna tak tega, Gara Jongkok di depan Jordan dan memeluknya untuk menenangkannya.


bagaimana bisa seseorang sepertinya menangis ?


apa saja yang sudah dialami pria ini sampai seperti ini?


sebesar apa penderitaan nya selama ini?


aku akan membantumu dan menyelesaikan masalahmu dengan cepat.


Batin Gara.


___________

__ADS_1


tbc


__ADS_2