
dengan posisi yang masih sama, Sarah kembali memanggil Jordan
"Jordan... "
"hmm..? "
tanya Jordan sambil menatap manik mata Sarah
Sarah tidak berbicara, ia malah diam dan mengulum bibir nya kedalam. Sebenarnya Sarah ragu untuk bertanya dengan nya
"ada apa hmm? "
tanya Jordan lagi.
"bagaimana dengan pertunangan mu?"
setelah mengatakan Kalimat itu, Sarah langsung meremas ujung rok nya.
1 detik...
2detik...
3 detik...
akhir nya yang keluar dari mulut Jordan hanya sebuah tawa, bukan nya menjawab ia malah tertawa sebalik nya dan membuat Sarah cemberut.
"kenapa memangnya? kau cemburu? "
Jordan malah balik bertanya dan membuat Sarah bertambah kesal lalu membalikkan badan nya membelakangi Jordan.
"kau selalu mengucapkan kata kata dan janji manis kepada ku, tapi jika akhirnya kau akan bertunangan dan menikah dengan nya bukan kah itu sama saja membuat ku kembali sakit hati? "ucap Sarah kesal tampa melihat ke arah Jordan.
"Ooh.. jadi kau cemburu? "
goda Jordan
"tidak! "
ketus Sarah.
Jordan tersenyum manis, lalu ia kembali memeluk Sarah dari belakang.
"aku hanya akan bertunangan tidak menikah, dan bisa saja sebelum bertunangan aku tidak perlu bertunangan. jangan takut Sarah, aku tidak akan meninggalkan mu dan aku hanya milik mu"
Sarah mengartikan baik baik perkataan Jordan tadi, dan akhirnya ia memilih untuk percaya kepada Jordan. Ya Sarah berfikir bahwa setidaknya ia harus memberikan Jordan kesempatan kedua.
"pulang "
"kau mau pulang hmm? "
tanya Jordan.
Sarah mengangguk
Jordan dan Sarah pun kembali pulang ke Villa nya menggunakan motor yang mereka naiki tadi.
setelah sampai di Villa, Sarah memilih untuk memasak makan malam nanti di dapur, awalnya Jordan tidak mengijinkan tapi karna Sarah keras kepala maka Jordan mengizinkan nya.
***
Jordan yang baru saja selesai mandi, ia segera turun dan pergi ke dapur, ia melihat Sarah yang sedang memasak, Sarah hanya menggunakan kaos putih yang kebesaran dan celana kulot nya di tambah lagi rambut nya yang ia ikat asal asalan membuat Jordan tersenyum. Jordan mengisyaratkan kepada para pelayan yang ada di dapur untuk keluar, setelah para pelayan itu keluar tanpa sepengetahuan Sarah, Jordan pun masuk dan memeluk nya dari belakang..
Sarah terkejut ketika ada seseorang yang memeluk nya dari belakang, ia menoleh dan ternyata itu Jordan.
"sayang ku masak apa?"
tanya Jordan membuat Sarah mengerutkan keningnya.
Sayang?
"awas Jordan, aku mau memasak. "
ucap Sarah risih
Jordan malah mengeratkan pelukan nya dan menenggelamkan wajah nya di leher jenjang milik Sarah.
"Jordan apa yang kau lakukan?! "
tanya Sarah dengan nada yang sedikit tinggi
"jangan bergerak, seperti ini saja dulu sebentar "
"nanti masakan ku gosong! "
"hmm biarkan saja"
"Jordan, lepaskan pelukan mu. jika tidak, aku akan menyiram mu dengan minyak panas ini"
ancam Sarah
Jordan diam dan masih memeluk Sarah.
"Jordan...."
kata kata Sarah berhenti saat mencium bau gosong di dekat nya.
__ADS_1
"ya ampun! masakan nya gosong! "
teriak Sarah dan membuat Jordan segera melepaskan pelukan nya.
"sekarang masakan nya sudah gosong! bagaimana dengan makan malam nya?! "
ucap Sarah dengan nada tinggi kepada Jordan.
"Aku tidak makan malam "
kata Jordan tanpa merasa bersalah.
"tapi aku lapar Jordan! memangnya aku memasak makan malam untuk mu?! ha? aku hanya memasak untuk diri ku sendiri! "
"hmm baiklah, kalau begitu biar aku yang memasak untuk mu"
ucap Jordan berusaha meredakan amarah Sarah.
"memangnya kau bisa memasak? "
"kau meremehkan ku? "
Jordan segera membuka lemari es, lalu ia mengambil beberapa sayuran dan bahan makanan yang lain nya.
Sarah hanya bisa melihat Jordan yang memasak di dapur dari meja makan.
Saat Sarah menunggu masakan Jordan, tiba tiba saja Wanda datang menghampiri nya.
"bu direktur, semua nya sudah saya periksa dan keadaan di pabrik lancar semua"
"baiklah, kau boleh istirahat sekarang"
ucap Sarah, kemudian Wanda mengangguk dan pergi
setelah Wanda pergi, barulah Jordan datang sambil membawa masakan nya.
Sarah melihat apa yang di masak Jordan, ada nasi goreng dengan telur mata sapi di atas nya dan sepiring spageti
Karna sudah lapar Sarah langsungp saja memakan dan melahap habis semua masakan Jordan.
"kau sudah kenyang? "
tanya Jordan sambil memberikan segelas air putih.
Sarah mengangguk lalu meminum habis air putih aja itu.
"kalau begitu sekarang kau pergi ke kamar dan mandi"
suruh Jordan
selesai Sarah mandi Sarah masuk ke kamar ganti untuk mencari pakaian Tapi sayangnya ia tidak menemukan pakaian wanita yang dalam melainkan pakaian wanita yang seksi
yang ada di Sana hanya baju tidur yang seksi yang hanya menutupi bagian sensitif saja.
Sarah tidak mau ambil pusing ia mengambil pakaian seksi itu lalu memakainya dan saat keluar dari kamar ganti ia melihat sekeliling dan Untung saja tidak ada Jordan Sarah membuka lemari yang ada di samping tempat tidur lalu mengambil kemeja putih Jordan yang kebesaran untuknya.
cara sengaja memakai baju double agar Jordan tidak bisa macam-macam kepadanya lalu ia memilih untuk segera membaringkan dirinya di atas kasur sembari memainkan handphonenya.
***
Jordan masih berada di ruang kerjanya.
pukul 20.09
Jordan sudah menyelesaikan pekerjaan nya lalu memilih untuk segera ke kamar nya.
"aku mau tidur, dan jangan ada yang mengganggu sampai aku bangun "
ucap Jordan kepada Glen sebelum ia pergi.
"baik tuan "
Glen mengangguk lalu mengemasi dokumen yang ada di atas meja Jordan.
ia aku tahu, memangnya siapa juga yang mau menganggu orang yang akan bercinta?
batin Glen
***
Jordan memasuki kamar, ia melihat Sarah yang berbaring sambil memainkan handpone nya lalu Jordan berjalan mendekati Sarah dan duduk di samping nya.
Sarah menyadari keberadaan Jordan, ia pun segera berbalik dan membelakangi Jordan.
jantung Sarah berdegup kencang, ada rasa canggung yang dia rasa kan, dan tiba tiba....... Jordan menyentuh bahu nya.
oh ya ampun! kenapa aku gugup begini? kenapa rasa nya canggung? ini bukan malam pertama Sarah!
batin Sarah
"Sarah.... aku lapar"
ucap Jordan dengan suara berat nya.
"kalau begitu, aku akan..... "
__ADS_1
"tidak "
Jordan segera menarik Sarah yang ingin berdiri sehingga ia terjatuh di ranjang dan Jordan langsung mengunci pergerakan nya.
"aku ingin memakan mu"
ucap Jordan penuh nafsu, ia melihat ada tali hitam di bahu Sarah. Jordan membuka kemaja nya yang di pakai Sarah, kemudian membuang nya di semarang tempat
Jordan melihat lekuk tubuh Sarah yang begitu indah dan menggoda di balik baju tidur tembus pandang itu. Sarah menutupi bagian sensitif nya dengan tangan nya, namun Jordan menahan tangan nya ke atas.
karna tak Sabar, Jordan langsung ******* dan mencuim bibir Sarah. Sarah tidak melawan, ia malah membalas ciuman Jordan.
lama lama ciuman itu turun ke leher nya, Jordan membuat beberapa kiss mark di leher, bahu bahkan di dada dan membuat Sarah mendesah.
"boleh aku melakukan nya? "
tanya Jordan sebelum ia membuka baju Sarah
dengan malu malu Sarah mengangguk, Jordan segera melepas semua pakaian Sarah kecuali celana dalam nya.
Jordan mulai memakan dan ******* kedua gundukan besar milik Sarah, Jordan melakukan nya seperti orang yang bernafsu tinggi hingga membuat ujung gundukan Sarah menegang dan membuat Sarah mendesah kenikmatan.
ciuman itu turun kebawah, bagian perut bahkan sampai kepada bagian sensitif Sarah.
ia membuka kaki Sarah lebar lebar lalu memasukan dua jari nya kedalam milik Sarah.
"Akhh... "
desah Sarah saat Jordan menaju mundurkan tangan nya.
Jordan terus melakukan nya hingga Sarah mengeluarkan nya dan setelah itu baru lah Jordan memasukan milik nya ke dalam milik Sarah
"Akhhh.... "
Sarah mendesah kenikmatan.
dan malam itu mereka melakukan nya hingga puas, mereka sama sama mengeluarkan hasrat mereka yang selama ini mereka tahan.
(udah segitu aja, author ga tahan. author Jomblo! )
________________
*sementara itu di tempat lain
"ada apa kau mencari ku? "
tanya seorang pria yang sedang duduk memebelakangi di kursi kebesaran nya.
"kerja sama, kita bisa bekerja sama! "
jawab Seorang Wanita yang sedang berdiri di belakang pria itu
"kerja sama? "
"ya, kita bisa bekerja Sama. tujuan kita sama dan kita akan saling membantu"
ucap wanita itu dengan sungguh sungguh
"kau yakin? "
tanya pria itu memastikan.
"ya aku yakin! "
jawab nya mantap
tak...
pria itu berbalik lalu meletakan sebuah pistol di meja nya.
"kalau kau ingin bekerja sama dengan ku, kau harus bisa membidik sasaran dengan benar "
kemudian wanita itu tersenyum sinis
"kau pikir aku tidak bisa ? "
Wanita itu mengabil pistol yang di berikan pria itu lalu ia mengarahkan nya ke sebuah foto yang terpajang di dinding ruangan itu.
Dorrr....
peluru itu berhasil menembus foto dinding tersebut dan tembakan itu tepat mengenai mata orang yang ada di foto itu.
tak... tak... tak...
Pria itu bertepuk tangan sembari tersenyum.
"bagus, kita bisa bekerja sama"
ucap nya lalu berjabat tangan dengan Wanita itu.
_______________
hallo semuaaaaa.......
maaf ya up nya lama hehe...
__ADS_1
jangan lupa vote yaa 😍