PERPISAHAN

PERPISAHAN
part 34


__ADS_3

Sarah sudah di pindah kan ke ruang rawat, dan karna masih lemah sarah di biarkan untuk istirahat sendiri dulu.


***


Jordan dan Gibran masih menunggu hasil tes DNA nya, Jordan panik, tidak sabar, ia tidak bisa tenang, ia terus mondar mandir tidak jelas


tak lama kemudia Dokter Chu keluar dan mengajak Jordan beserta Gibran untuk berbicara di ruangan nya


"jadi bagaimana hasil nya? "


Tanya Jordan saat sudah duduk


Dokter Chu menghela nafas berat, lalu menyodorkan sebuah kertas hasil DNA tadi


Jordan segera merebut nya dan membaca nya dengan teliti


Jordan membablakan mata nya, mulut nya setengah terbuka, ia sungguh sangat terkejut dengan hasil nya


"ti.. tidak mungkin.. "


guman Jordan lalu di sertai tetesan air mata nya


Jordan tersenyum gentir lalu membaca nya sekali lagi, dan tulisan di dalam kertas itu masih sama, tidak berubah sedikit pun.


"apa yang sudah aku lakukan? "


guman nya lagi, Jordan kembali menintikan air mata nya, ia masih tak percaya dengan apa yang di lihat nya.


Sunguh Jordan tidak tahu harus bagaimana lagi, harus kah ia bahagia? atau menyesali nya?.


Setelah itu Jordan buru buru menarik Gibran ke luar ruangan Dokter Chu


"apa hasil nya? "


tanya Gibran hati hati


Jordan tidak bisa menjawab, ia hanya menggelengkan kepala nya dan memberikan Kertas tadi


Gibran membaca nya, dan ekspresi nya sama seperti Jordan tadi.


setelah itu Jordan nelangkah kan kaki yang terasa berat ke ruang rawat Sarah dan Gibran mengikuti nya dari belakang


saat tiba di depan ruang rawat Sarah Jordan dan Gibran melihat Diana yang sedang duduk termenung di kursi depan ruangan sarah


"kau mau kemana? "


Diana melontar kan pertanyaan itu kepada Jordan yang hendak memasuki ruang rawat Sarah


mendengar hal itu Gibran langsung duduk di samping Diana dan menelus punggung nya


"Diana, biar kan Jordan bicara dengan sarah"


pinta Gibran


Namun Diana malah tersenyum sinis


"membiarkan orang yang telah membuat nya seperti ini, menemui nya?.... tidak akan kubiarkan! "


"Diana setidak nya berika mereka waktu"


"Gibran, kita bertiga dulu teman se kampus kan? dan kau tahu kan, hati sarah itu sangat lembut, sarah itu orang nya penyayang, pemaaf, baik bahkan sangat baik! dan hati nya yang lembut itu sudah hancur, sudah hancur karna teman mu ini Gibran! "


Diana menunjuk Jordan dengan jari telunjuk nya


Gibran menurun kan jari Diana yang menjuk kepada Jordan lalu berkata lagi


"sebentar saja"

__ADS_1


Akhir nya mau tidak mau Diana membiarkan Jordan masuk ke ruang rawat Sarah


Jordan membuka pintu perlahan dan mulai melangkah kan kaki nya ke arah ranjang lalu ia duduk di kursi samping ranjang


Jordan menatap lekat lekat wanita yang sedang tertidur pulas itu, membelai puncak kepalanya dan sesekali membelai pipi nya


"bagaimana keadaan mu? apa yang kau rasakan saat operasi tadi? . apa ada yang sakit? , ternyata kau benar benar wanita yang kuat ya aku bangga kepada mu"


air yang ada di pelupuk mata Jordan sudah tidak sanggup ia tahan dan sekarang air mata itu sudah meluncul bebas ke pipi nya Jordan


"kenapa kau melakukan ini?, kenapa juga aku melakukan ini?, apa yang akan kau lakukan setelah ini ha? dan apa juga yang harus aku lakukan setelah ini?, kenapa ini terjadi di antara kita? kenapa begitu banyak yang membenci kita? "


Kali ini Jordan terisak


saat Jordan ingin melanjutkan perkataan nya, tiba tiba saja handpone nya berbunyi


Jordan mengeluarkan handpone nya dari saku dan melihat siapa yang menelpon nya, di situ sudah ada tertera nama nya 'Hana'


Jordan tidak mengangkat nya, ia meletakan handpone nya di atas nakas


dan saat ingin bicara lagi, handpone Jordan berbunyi lagi.


Jordan mendecak kesal dan mengambil handpone nya itu dan melihat siapa yang menelpon


'ibu'


Jordan mengangkat Telpon nya karna itu ibu nya


"hallo bu ada apa? "


tanya Jordan sambil berusaha mengembali kan suara asli nya


"....."


"Apa! "


Hampir saja Handpone Jordan terjatuh mendengar berita yang di sampai kan oleh ibu nya.


Namun percuma, air mata itu tetap saja lolos jatuh ke bawah. bagaimana tidak?, Jordan baru saja menerima berita buruk dari ibu nya dan karna itu ia harus kembali ke indonesia sekarang juga. tapi, bagaimana dengan Sarah? Jordan tidak tega lagi meninggal kan nya.


"Lihat lah betapa tidak adil nya tuhan, baru saja aku menerima kenyataan tentang bayi mu, dan sekarang berita buruk datang lagi kepada ku?! apa yang harus aku lakukan sarah? kenapa masalah selalu datang Bertubi-tubi kepada kita?, tapi aku masih ingat apa katamu dulu, kita tidak boleh lari masalah tapi sekarang aku sungguh tidak sanggup lagi menerima kenyataan ini, dan sekarang aku harus pulang "


Jordan menangis sejadi jadi nya, lalu ia menghapus air mata nya.


"aku harus pergi, dan mungkin tidak akan kembali, jaga diri mu baik baik di sini. tapi jika tuhan mempersatukan kita lagi..."


Jordan tersenyum gentir dan tidak melanjutkan ucapan nya, ia mencium pening dan puncak kepala Sarah dengan penuh kerinduan.


"aku pergi Sarah..."


Jordan melangkah kan kaki nya ke luar ruangan Sarah, dan sesekali melihat nya lagi


"aku akan merindukan mu "


ucapan itu berakhir ketika Jordan keluar dan menutup pintu ruang rawat sarah


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


..


.


.


.


.


.


.


aduh, author jadi sedih ni sama sarah 😭😭

__ADS_1


keep strong Sarah, Jordan 💪❤


jangan lupa vote ya 😊


__ADS_2