PERPISAHAN

PERPISAHAN
part 113


__ADS_3

"pelan-pelan! "


"iya-iya maaf"


Jordan segera mempercepat geraknya, lalu menaruh kembali handuk nya.


"ambil hair dryer nya"


"iya"


Jordan mengambil hair dryer lalu mengeringkan rambut Sarah. Selesai mengeringkan rambut Sarah, Jordan segera menggendong nya ketempat tidur.


"masih sakit? "


tanya Jordan merasa bersalah


"Hmm, buka bajumu"


jawab Sarah dengan nada ketus


"ha? mau apa? katanya tadi sudah tidak sanggup lagi, tapi kenapa sekarang minta lagi?"


tanya Jordan heran, padahal punya Sarah sudah sakit karna ulahnya. makanya tadi dia yang menggendong Sarah ke tempat tidur karna Sarah tidak kuat berjalan.


"buka saja cepat! "


Sarah semakin tak sabaran.


"oke, tapi nanti kalau aku tidak bisa berhenti jangan salahkan aku ya"


Jordan menaikkan satu alis nya, lalu ia membuka baju nya.


"tidak usah buka celana! dasar mesum! "


ketus Sarah saat Jordan akan melepas celananya.


"lah, kalau tidak di lepas bagaimana masuk nya Sarah??? " tanya Jordan semakin bingung.


"sudah, jangan di lepas celananya. sini duduk di sebelahku"


Jordan mengangguk patuh lalu duduk di samping Sarah.


"berbalik"


pinta Sarah


tanpa banyak tanya Jordan segera berbalik dan memunggungi Sarah.


"ini kenapa? "


tanya Sarah saat tangan nya menyentuh punggung Jordan.


ah sial,


Jordan menggigit lidahnya sendiri, ia lupa lalau bekas luka di punggung nya masih belum sepenuhnya hilang.


"Jangan berbalik, jawab saja pertanyaan ku"


Sarah menahan punggung Jordan yang akan berbalik.


alhasil Jordan kembali memunggungi Sarah lalu menunduk diam.


"jawab"


ucap Sarah lagi.


"hmm itu, waktu itu aku tidak sengaja menabrak pintu mobil. jadi.... "


"bohong"


potong Sarah cepat.


Jordan menghela nafas berat.


"saat di Cina aku di serang orang, terlebih lagi orang itu punya ilmu kungfu dan punya senjata tajam. saat itu aku sendirian dan tidak memegang senjata, jadi aku terluka."

__ADS_1


jelas Jordan sejujur nya.


"lain kali hati-hati, jika terjadi sesuatu yang lebih buruk pada mu bagaimana? apa kau tidak memikirkan perasaan ku? "


balas Sarah.


"Maaf"


ucap Jordan pelan.


akhirnya Sarah memeluk Jordan dari belakang


"sudahlah, yang penting kau sudah jujur"


"hmm, aku mencintaimu"


"aku ju... "


"Mami...! "


Sarah dan Jordan terkejut, saat pintu kamar terbuka dan ada Morgan di sana. mereka segera melepas pelukan nya lalu sedikit menjauh.


"kok Papi gak pakai baju sih? "


tanya Morgan lalu berjalan manaiki ranjang.


"nanti masuk angin loh Papi "


ucapnya lagi lalu duduk di atas ranjang dekat Sarah.


"baiklah, Papi pakai baju dulu"


Jordan segera bangkit dan mengambil baju nya lalu ia kembali ke atas ranjang dam memakai baju nya.


"ada apa? kenapa Morgan tadi panggil Mami? "


tanya Sarah.


"hmm... itu, pr Morgam sudah siap"


"Morgan mau tidur di sini? "


tanya Jordan


"tidur di sini? bersama Papi? "


Jordan mengangguk


"mau-mau! "


seruya


"kalau gitu, Morgan izin dulu sama Mami"


ucap Jordan lalu melirik Sarah


"Mmm Mami, Morgan mau tidur disini. boleh?"


tanya Morgan dengan imutnya.


Sarah diam sebentar lalu menghela nafas


"baiklah, Morgan boleh tidur bersama Papi malam ini"


"Yeyy! tapi Mami tidur disini juga ya! kita tidur bertiga! "


"oke"


Morgan tersenyum senang, lalu mengambil posisi di pinggir Sarah dan Jordan langsung menarik selimut.


"loh, kok Morgan disini? harusnya Morgan di tengah dong sayang "


ucap Sarah saat Morgan tidur di pinggir ranjang


"tidak, Morgan maunya di pinggir biar Mami yang di tengah"

__ADS_1


tolaknya lalu tersenyum


"kenapa? "


"karna Morgan anak laki-laki, anak laki-laki kan harus menjaga Mami nya. jadi Mami yang di tengah, biar Morgan dan Papi yang di pinggir"


jelasnya.


Sarah tersenyum bahagia, lalu ia menarik Morgan kedalam pelukannya


"Mami sayang Morgan"


"Morgan juga sayang Mami"


Morgan membalas pelukan Sarah.


"Aaa, Papi juga sayang kalian"


Jordan pun ikut memeluk mereka.


setelah puas berpelukan, merekapun memilih untuk tidur. seperti yang di rancang, Sarah di tengah, Morgan dan Jordan di pinggir lalu mereka tidur bersama.


namun, hanya Sarah lah yang baru tidur. Morgan masih terjaga dan memainkan rambut Maminya. sementara Jordan sama seperti Morgan, memainkan rambut Sarah.


"Mami kalau tidur sangat tenang ya"


ucap Morgan pelan.


"iya"


balas Jordan


"Papi tahu? kalau di Eropa pasti Mami tidurnya lama, bahkan sampai tengah malam. jadi Morgan harus tidur sama Mami supaya Mami gak begadang lagi "


Kata Morgan mulai curhat.


"oh ya? "


"iya, kadang-kadang kalau Mami tidur sama Morgan pasti nanti tengah malam bangun lagi trus dilanjutin kerja pas Morgan sudah tidur. nanti bangun nya pagi lagi pasti Mami capek, karna gak tidur tepat waktu "


Jordan hanya berguman sembari mendengar curhatan anak itu,


"tapi sekarang Morgan beruntung karna Papi sudah ada"


lanjutnya lagi.


"iya, maaf kan Papi ya sayang"


balas Jordan


"enggak papa Papi, yang penting sekarang papi sudah ada. janji ya Papi tidak akan tinggalin Morgan dan Mami lagi? "


"iya, Papi janji"


"engh.. "


Sarah sedikit menggeser posisi tidurnya karna ada sesuatu yang mengusik nya.


Jordan dan Morgan pun segera menutup mulut dengan tangan mereka. lalu menghela nafas lega karna Sarah tidak bangun


"Sudah ya Morgan, sekarang kita tidur"


Morgan mengangguk setuju, lalu mencium pipi kanan Sarah, sementara Jordan mencium pipi kiri Sarah.


"selama malam Papi"


"selamat malam Sayang"


kemudian mereka mulai menutup mata dan memasuki alam mimpi.


ah, senang nya melihat keluarga mereka bahagia.


___________


Lanjoot!

__ADS_1


__ADS_2