
"bagaiman kondisi nya? "
tanya Pria itu kepada dokter
"sudah lebih baik, tidak ada yang serius hanya luka luar" jawab Dokter itu kemudian pergi.
pria itu masuk ke rungan tempat Sarah, ia melihat wajah Sarah yang tertidur pulas dan sesekali mengusap wajah nya.
drttt......drttt.....
Handpone Sarah bergetar dari tas nya yang ada di atas nakas.
pria itu pun mengambil handpone Sarah dari dalam tas nya dan melihat mana si penelpon
'Morgan'
pria itu pun mengangkat nya dan berniat untuk memberitahukan keadaan Sarah.
"mami.... mami..... "
terdengar suara teriakan anak kecil di sana
"mami dimana??? kenapa belum pulang? Morgan kawatir, Mami baik baik saja kan? "
pria itu terdiam. ia bingung harus jawab apa
"halo.... mami...? "
panggil anak itu lagi
kemudian pria itu pun membalas nya.
"hallo... "
"kau siapa? kenapa handpone mami ada di tangan mu? di mana mami ku? "
tanya Morgan saat mendengar suara itu
"Mami mu pergi ke toilet tadi"
jawab Pria itu berbohong
"kalian ada di mana? "
tanya Morgan lagi
"kami sedang makan "
jawab nya
"kau siapa nya mami ku? "
"teman nya"
"jangan macam macam dengan mami ku! awas saja jika mami ku terluka sedikit pun"
ancam Morgan. dan membuat pria itu tertawa
"baiklah, aku mengerti"
"share lokasi sekarang!"
pintah Morgan
__ADS_1
"untuk apa? "
"tentu saja untuk menjemput mami ku! paman ini bagaimana sih! "
bentak Morgan tak sabaran
"mami mu malam ini tidak akan pulang"
ucap pria itu dingin
"hah? kenapa? kenapa mami tidak pulang? memangnya paman siapanya mami ku? hanya teman kan? dan paman seorang laki laki pasti sudah punya anak dan menikah, tapi kenapa bersama mami ku? ingat ya paman Mami ku itu sudah punya anak! dan anak nya adalah aku. jadi paman tidak berhak mengatur kalau mami ku tidak bisa pulang malam ini! "
balas Morgan sambil berteriak
pria itu sedikit menjauh kan handpone nya dari telinga nya.
"Maaf Sayang, tapi mami mu tidak bisa pulang malam ini karna ada urusan mendadak yang sangat penting. dan sekarang tidur lah besok kau harus sekolah "
kata Pria itu lalu segera menutup Telpon nya sebelum Morgan mengoceh lagi.
pria itu kembali memasukan handpone Sarah kedalam tas nya yang ada di atas nakas kemudian melirik sarah
"cepat sadar, anak mu dirumah kawatir "
ucap pria itu kemudian keluar dari ruang rawat sarah.
_______
pagi harinya.
sinar matahari masuk di celah celah jendela, membuat seorang wanita yang terbaring lemah terbangun.
"hmm.... dimana aku? "
'rumah sakit!'
batin nya
kemudian Dengan segera Sarah duduk
"anda sudah bangun nona? "
tanya suster yang ada di samping Sarah
"apa yang terjadi sebelum nya? "
tanya Sarah kepada suster itu
"semalam anda pingsan dan kepala anda terbentur hingga berdarah, tapi semua nya sudah baik suami anda sudah membawa anda kemari semalam"
jawab Suster itu
apa? suami? gila! aku saja sudah lama bercerai dengan suami ku! bagaimana aku punya suami lagi?! batin Sarah
kemudian Sarah mengacuhkan perkataan suster tadi lalu menunduk
Sarah mengusap kepala nya yang di perban, masih sakit.
"aku bukan suami nya"
ucap pria yang baru saja masuk
kemudian Sarah terkejut namun masih menunduk, ia tidak ingin melihat wajah orang itu.
__ADS_1
ish, aku juga bukan istrimu lah!
batin Sarah
"ah maaf, saya pikir anda suami nya kalau begitu Saya pamit keluar dulu"
ucap suster itu kemudian ia pergi
setelah susternya pergi pria itu pun melangkahkan kaki dan mendekati Sarah yang menunduk itu
saat sudah sampai di dekat Sarah ia duduk di kursi samping ranjang Sarah lalu meletakkan sekantong buah-buahan yang ia bawa tadi
"ini untuk mu, bagaimana keadaan mu? "
tanya pria itu
kemudian dengan ragu sarah mengngkat kepala nya dan melihat wajah pria yang di samping nya
Sarah ternganga meliahat wajah pria itu, dan sesekali mengingat wajah pria itu
" kapten! "
ucap sarah semangat saat ia sudah ingat
kemudian pria itu menyunggingkan senyum nya.
"kau masih ingat ya, mata empat! "
ucap pria itu kepada sarah.
kemudian sarah tertawa renyah
"haha, kapten yang benar saja! masih mengingat julukan ku saat itu. "
kemudian pria itu menaikan bahu nya
"kau juga masih ingat julukan ku"
***
pria itu atau kapten yang di sebut sarah adalah senior nya dulu saat SMA.
mana asli pria itu adalah Mario
Saat SMA Mario mendapat julukan sebagai kapten karna ia dalah kapten tim basket saat masa SMA nya dulu bahkan ia juka ikut lomba basket hingga ke beberapa negala dulu nya.
dan Sarah??
apa maksud nya julukan mata empat itu?
dulu saat SMA sarah adalah gadis culun yang pendiam, dan ia selalu menggunakan kacamata padahal mata nya baik baik saja.
karna sarah tidak pernah melepas kacamata nya saat SMA, teman teman nya memberi sarah julukan si mata empat
dan julukan itu di ketahui semua siswa bahkan senior nya, yang salah satu nya adalah Mario
***
setelah itu Sarah dan Mario pun mengobrol tentang masa masa SMA nya dulu. bahkan mereka pun menanyakan kehidupam masing masing sekarang.
bertemu dengan teman lama adalah hal yang indah bagi sarah apa lagi itu Mario, sejujur nya Saat SMA sarah sempat menyukai Mario dulu nya.
________
__ADS_1
hallo semuaa jangan lupa like, komen, and vote😍