PERPISAHAN

PERPISAHAN
part 90


__ADS_3

Saat keluar dari kamar mandi, Jordan melihat Sarah yang masih duduk termenung di atas ranjang. Jordan melangkahkan kakinya menuju ke kemari yang ada di samping kasur, lalu ia mengambil satu set pakaian pria untuk nya.


"Mandi lah, sebentar lagi kita akan pulang "


setelah itu Jordan pergi ke ruang ganti.


Sarah hanya menghela nafas, lalu dengan malas ia berjalan ke kamar mandi. Setelah mandi, Sarah pergi ke ruang ganti untuk mengambil pakaian nya dan saat Sarah masuk ia sudah tidak melihat Jordan lagi


Sarah tidak mau ambil pusing, ia langsung saja memakai pakaian nya lalu bersiap siap.


Sarah keluar dari kamar mandi, ia melihat diri nya di cermin dan tiba tiba saja Jordan datang memeluknya dari belakang


"maaf kan aku"


ucap nya lirih


"aku terlalu kasar kepada mu"


ucap nya lagi


"apa kau membenci ku? "


tanya Jordan.


Sarah masih diam, namun tangan nya bergerak untuk mengelus kepala Jordan



"aku tidak marah,hanya saja... "


Sarah menggantungkan ucapannya


"apa? "


"jangan pernah bersikap dingin seperti itu lagi kepada ku"


"baiklah, aku berjanji tidak akan bersikap dingin lagi"


setelah itu Jordan memutar tubuh Sarah lalu memeluk nya.


"hari ini kita pulang kan? "


tanya Sarah saat pelukan itu sudah lepas


"iya, bersiap siap lah"


kemudian mereka bersiap siap untuk kembali ke ibu kota. Jordan menyuruh Sarah untuk ikut naik ke pesawat pribadi nya, Sarah pun setuju lalu mereka semua pun pulang.


"kau masih mengantuk? "


tanya Jordan saat pesawat sudah kepas landas


Sarah menggeleng lemah


"kalau kau mengantuk, kau tidur saja di kamar. "


"memangnya di sini ada kamar? "


tanya Sarah


"ada tu"


Jordan menunjuk pintu yang ada di belakang mereka dengan dagunya.


Awal nya Sarah sedikit terkejut melihat pesawat pribadi nya Jordan, karna dulu nya mereka tidak sekaya ini sampai bisa mempunyai pesawat pribadi. Dan satu hal yang pasti Jordan yang sekarang bukan lah Jordan yang dulu lagi.


Cukup beberapa Jam saja mereka sudah lepas landas di bandara, lalu Sarah meminta pulang dan di antar Jordan.


"kau tidak perlu mengantar ku, biar Gerry saja yang menjemput"


"tidak, aku ingin ke rumah mu. aku mau melihat Morgan? "


"kau merindukan nya? "


tanya Sarah denan sedu


Jordan mengangguk lirih.


kemudian Glen datang dengan Mobil, Jordan Sarah dan Wanda pun masuk dan segera pergi ke rumah Sarah.


sesampainya di rumah Sarah Mereka melihat ada sebuah mobil di halamannya kemudian secara berfikir


itu mobil siapa?


karena Sarah sudah sangat merindukan Morgan Iya langsung segera turun dan memasuki rumah.


Saat memasuki rumah Sarah melihat Morgan yang sedang bermain kuda-kuda dengan Gibran dan Di sana juga ada Paman Han dan Gerry yang sedang mengobrol


"kejutan... "


ucap Sarah setengah berteriak


seketika semua orang langsung menoleh ke sumber suara Begitu juga dengan Morgan dia langsung berlari ke pintu dan memeluk Sarah.


"Mami.....! "


ucap nya di pelukan Sarah.


"kenapa mami tidak memberi kabar? kan Morgan bisa jemput Mami ke bandara"


celoteh nya.

__ADS_1


"kejutan Sayang"


ucap Sarah sambil mengacak ngacak gemas rambut Morgan


"Eh, Paman juga datang? "


tanya Morgan kepada Jordan.


Sarah menoleh ke samping nya, ternyata Jordan yang berdiri di samping nya. Morgan bergerak ke samping lalu memeluk Jordan dengan girang.


"paman kemana saja? kenapa beberapa hari ini tidak kelihatan? "


tanya Morgan polos


"Paman pergi keluar kota untuk bekerja, sekarang baru pulang "


Jawab Jordan sambil melirik Sarah.


"eh mami Juga baru pulang dari luar kota, apa paman dan Mami bekerja sama? "


tanya nya lagi dengan polos nya.


iya sayang, kita bekerja sama di atas ranjang kemarin malam


batin Jordan.


"iya, Morgan benar"


Jawab Sarah cepat


"eh, iya Morgan tidak sekolah? "


tanya Sarah mengalihkan pembicaraan


"sekarang kan hari minggu! "


jawab Morgan lantang.


Pftt...


Jordan menahan tawa nya.


seketika Sarah memukul kepala nya karna kebodohan nya ini.


"eh Gibran? apa yang kau lakukan di sini?"


tanya Sarah kembali mengalihkan pembicaraan.


"tidak, aku hanya bermain dengan Morgan di sini" jawab nya enteng


"sejak kapan? "


tanya Sarah lagi


"Morgan, boleh mami minta tolong? bawakan tas mami ke kamar ya, setelah itu ambil kan kacamata Mami di ruang kerja mami. okey? "


"okey mami"


Morgan pun membawa tas Sarah lalu pergi.


"Oo, jadi Jordan yang menyuruh mu? "


ranya Sarah saat Morgan sudah pergi


Lalu Gibran hanya mengangkat bahu nya Saja.


"ah sudah jangan di pikirkan, aku mau pulang dulu. Ayo! "


ucap nya lalu merangkul bahu Jordan.


"hey, jangan menatapku sinis begitu. aku sudah menjaga anak kalian agar kalian bisa menghabiskan waktu bersama untuk bercinta" ucap Gibran blak blak-kan.


seketika semua orang menahan tawa, kecuali Jordan dan Sarah. lagi pula semua orang di rumah ini tahu kalau mereka adalah pasangan suami istri yang berpisah


"wah Jordan, lihat lah istrimu itu. seperti nya dia akan membuhuh ku, tolong selamatkan aku. kau tahu? selama tiga hari ini aku sudah menjadi kuda untuk anak mu, mungkin kau harus memberi ku cuti"


kata Gibran sambul menaik turunkan alis nya.


"sudah, Cukup! "


ucap Jordan dingin membuat semua orang diam


Jordan melepas rangkulan dari Gibran, lalu ia berjalan mendekati Sarah. Jordan menyelipkan beberapa helai rambut Sarah ke belakang lalu ia berkata


"aku pulang"


setelah itu, Jordan langsung mencium cepat dahi Sarah lalu pergi.


Seketika Sarah menegang, ia mati Rasa! Sedangkan Wanda, Gerry, dan paman Han malah salah tingkah dan senyum senyum sendiri.


Sarah malu, ia pun segera berlari ke kamar nya yang ada di atas lalu mengunci diri.


setelah Sarah pergi baru mereka semua berbisik bisik dan tertawa.


tanpa mereka Sadari, Morgan melihat semua dari Ruang kerja Sarah. ia, dia melihat nya dan mendengar semua nya


ya ampun! kenapa dia melakukan itu di depan semua orang! kan aku jadi malu! aduh, dimana mau aku taruh muka ku ini!


batin Sarah.


"Mami... "

__ADS_1


panggilan itu berhasil mengalihkan Sarah dari pikiran nya,Sarah segera menoleh ke pintu dan ternyata itu adalah Morgan


"ini kacamata nya"


ucap nya sambil memberikan kacamata yang tadi Sarah suruh ambil


"teimakasih Sayang"


Sarah mengambil kacamata itu lalu meletakan nya di atas meja. kemudian ia menggendong Morgan lalu membawa nya ke atas Ranjang


"bagaimana sekolah Morgan selama 3 hari ini? " tanya Sarah sambul memangku Morgan


"hm... baik, seperti biasa "


jawab nya


"apakah paman Han dan Gerry merawat Morgan dengan baik? "


Morgan mengangguk


"bagaimana paman Gibran bisa kenal dan datang ke rumah? bisa Morgan jelas kan? "


tanya Sarah lagi


Morgan kembali mengangguk antusias, ia pun merubah posisi nya menjadi tidur lalu Sarah dengan posisi telungkup sambil menyangga kepalaya dengan tangan.



kemudian Morgan menceritakan pertemuan nya dengan Gibran hingga selesai.


____________


"Jordan, kau tahu? dalam 3 hari ini aku menemukan beberapa hal yang mengejutkan"


kata Gibran saat mereka di perjalanan pulang


"apa? "


tanya Jordan sambil membaca Dokumen yang ada di tangan nya.


"kau tahu? beberapa minggu yang lalu bukankah keamanan perusahaan di bobol? bahkan ada beberapa dokumen dan video yang di curi. ku pikir yang melakukan nya adalah seorang Hacker yang hebat, karna saat kita melacak keberadaan nya dia berhasil menghilang tanpa meninggalkan jejak. tapi kau tahu? setelah hari ini aku tahu siapa pelakunya! "


ucap Gibran panjang lebar


"aku Juga sudah tahu siapa pelakunya "


balas Jordan cuek lalu membalik halaman dokumen nya.


"kau tahu? Heyy dengarkan aku dulu! ini masalah yang penting! kau tahu pelakunya? siapa? siapa pelakunya? kenapa kau tidak memberitahu ku sebelum nya?! "


Gibran berbicara dengan nada yang sedikit tinggi.


"memangnya penting? "


tanya Jordan dengan wajah masam nya.


"iya tentu saja penting! karna yang melakukan nya adalah anak mu! anak mu Jordan!"


Gibran berteriak.


"iya aku tahu, memang nya kenapa? sudah lah, pekerjaan ku menumpuk karna diri mu"


Jordan kembali membaca dokumen nya.


"apa? pekerjaanmu menumpuk karena diriku? Hei dengar ya Jordan... jika bukan karena aku mungkin kau tidak akan bisa terbang ke Kalimantan yang bermesraan dengan istrimu itu. apa kau lupa dengan pengorbanan ku selama tiga hari ini? aku menjadi kuda untuk anakmu, kau tahu dia bahkan memperlakukanku seperti babu!"


protes Gibran


"itukan memang sudah jadi tugas mu"


balas Jordan


"hah... sudah lah, tidak ada guna nya bicara dengan mu! Glen turun kan aku di sini"


Gibran menetap sinis Jordan. Glen pun menghentikan mobil.


"kau mau kemana? "


tanya Jordan yang melihat Gibran ingin membuka pintu mobil


"aku mau cuti! Bay! "


ucap nya lalu membanting pintu mobil.


Jordan menghela nafas lalu memijat pelipisnya


"Glen, jalankan Mobil nya. kita langsung ke perusahaan"


"tuan anda tidak istirahat dulu? apa anda masih punya tenaga? "


tanya Glen khawatir


"kau tenang saja, nanti malam aku akan isi tenanga" Jawab Jordan sembari tersenyum mesum


Glen mengangguk mengerti lalu ia menjalan kan mobil ny kembali.


hahaha... tuan ini ada ada saja! dasar mesum! aish...apalah daya ku yang jomblo ini


batin Glen


__________________

__ADS_1


__ADS_2