PERPISAHAN

PERPISAHAN
part 54


__ADS_3

tak... tak... tak....


pria itu berjalan dengan tegap, pandangan nya lurus ke depan dengan dada yang tegap, mata tajam nya yang menusuk, langkah kaki yang tegar, dan kedua tangan nya di masukan ke saku celana nya.


semakin dekat pria itu berjalan ke arah wanita yang sedang duduk di depan nya,semakin mendekat pula para wartawan mendekat.


dan bagaimana dengan wanita itu?


raut wajah wanita itu menjadi dingin, ia hanya memandang lurus ke depan dan sesekali melirik pria yang berjalan ke arah nya.


pria itu sampai di dekat meja lalu ia menarik kursi yang ada di sebelah wanita itu dan mendudukan nya dengan santai.


para wartawan mulai ricuh, mereka sibuk mengambil foto pria dan wanita itu.


"baiklah, harap tenang para wartawan! "


ucap sang moderator


"langsung saja kita mulai, pertanyaan pertama? " lanjut nya lagi.


dengan cepat wartawan yang ada di barisan paling cepat mengangkat tangan nya "saya! "


"silahkan "


"pertanyaan ini untuk tuan Jordan dan nona Sarah, bagaiama perasaan kalian saat bertemu setelah sekian lama nya berpisah? "


tanya wartawan itu.


"jujur saja aku sedikit terkejut, dan juga tidak menyangka bahwa Direktur baru Whusi adalah Sarah" jawab Jordan datar


kemudian pandangan para wartawan beralih ke Sarah untuk meminta jawaban


"sedikit terkejut"


jawab sarah Dingin sambil menaikan bahu nya.


"pertanyaan kedua! "


Moderatornya kembali bicara

__ADS_1


"saya! "


"silahkan"


"apa kalian berdua masih mencintai? "


tanya wartawan yang memakai hijab.


Sarah dan Jordan sedikit terkejut mendengar pertanyaan wartawan tadi.


Sarah menghela nafas lalu mulai bicara


"kita berdua sudah berpisah sekian tahun nya, dan cinta itu sudah memudar. lagi pula mantan suami saya ini akan segera bertunangan bukan? "


mendengar perkataan sarah, membuat para wartawan dan seisi ruangan terdiam.


setelah itu Jordan pun membuka suara.


"ya, yang dikatakan memang benar cinta di antara kita sudah memudar, namun kita kia tidak tahu jika cinta itu akan muncul kembali "


kemudian Jordan melihat ke arah sarah yang tetap memandang lurus ke depan, lalu mengembalikan pandangan nya kembali


namun semua orang bertambah Diam dan hening


ucap moderator membuyarkan keheningan.


"saya! "


"silahkan"


"pertanyaan ini untuk nona Sarah, menurut anda bagaimana tentang pertunangan tuan Jordan yang akan di adakan bulan depan? "


tanya nya.


kemudian Sarah tersenyum gentir


"seseorang akan bertunangan, lalu menikah, punya anak, dan hidup bahagian dengan orang yang kita cintai hingga ajal menjemput. bukan kah itu kabar yang gembira? tentu saja! dan untuk pertunangan Jordan yang akan dilakukan kan bulan depan aku turut gembira untuk Tuan Jordan " ucap sarah lalu menunjukan senyum simpul.


" Baiklah semuanya acara demi acara konferensi pers ini akan kami tutup Terima kasih untuk para wartawan yang sudah datang! "

__ADS_1


kemudian para wartawan pun keluar dari Aula


terkecuali mereka yang berkepantingan.


" Bu direktur di luar ada tamu yang sedang menunggu Anda" ucap Wanda yang menghampiri Sarah


" Baiklah kau duluan saja nanti aku akan menyusul " balas sarah lalu bersiap siap dan mengambil tas nya


"Baik bu direktur"


Wanda pum pergi terlebih dahulu.


"ini"


kemudian Sarah memberikan tasnya kepada Gerry yang dari tadi berdiri di sampingnya. dan bersiap untuk pergi


"Sarah"


panggil Jordan yang sendari tadi diam.


kemudian Sarah berbalik lalu menatap Jordan dingin.


"Lama tak bertemu Sarah "


ucap nya lalu mengulurkan tangan.


tampa basa basi Sarah menyambut uluran tangan Jordan "lama tak bertemu juga, Jordan"


Sarah tidak mau ambil pusing, toh bagi nya Jordan hanyalah orang asing


kemudian Sarah melepas jabatan tangan nya dari Jordan lalu pergi ke luar ruangan aula dengan Gerry


saat berjalan sesekali sarah mengusap tangan nya yang menyentuh tangan Jordan tadi. sudah sekian tahun ia tidak menyentuh bahkan bertemu dengan nya dan ia masih sama saja seperti dulu.


namun Sarah sadar ia harus lebih tegas dan kuat, lalu ia pun mengelap tangan nya tadi dengan sapu tangan nya lalu membuang sapu tangan itu ke sembarang tempat.


Tampa di sadari Jordan berdiri di depan pintu aula dari saat sarah keluar tadi, lalu ia melihat apa yang Sarah lakukan.


Jordan pun berjalan mendekati sapu tangan itu lalu mengambil nya dan menyimpan nya ke dalam saku celana nya

__ADS_1


_______________________


hallo semuaa jangan lupa vote yaa 😍


__ADS_2