
selesai mengganti baju sekolahnya Morgan segera turun dan menghampiri Jordan yang sedang duduk di sofa.
"paman sudah makan siang? "
tanya Morgan.
"belum"
"kalau begitu makan siang di sini saja "
"boleh"
"eh Morgan mau kemana? "
tanya Jordan saat Morgan akan meninggalkan nya.
"mau ke dapur"
"ngapain? "
"mau masak makan siang"
"memangnya Morgan bisa masak? "
tanya Jordan tak percaya
"bisa dong"
jawab nya percaya diri.
"kalau gitu paman boleh bantu? "
"emm... boleh-boleh "
mereka, ayah dan anak itu pun pergi ke dapur bersama dan saat menepati dapur Morgan tidak menemukan bi lastri.
"loh bi lastri mana ya? "
tanya Morgan kebingungan
"kepala pelayan itu? tadi sih paman lihat dia pergi ke pasar,memangnya kenapa? "
"emm sebenarnya, kalau Morgan yang masak selalu di bantu bi lastri"
ucap Morgan pelan.
Jordan tertawa kecil di buat nya.
"kan ada paman"
Jordan kembali mengelus rambut nya.
"hehe, iya"
"yasudah, kita mau masak apa hari ini? "
tanya Jordan memulai
"kita periksa dulu bahan bahan di kulkas"
Morgan segera mendekati kulkas dan memeriksa bahan bahan yang ada di sana.
"ini"
Morgan meletakan Sayuran dan beberapa daging saji di atas meja.
"paman potong saja sayuran dan daging ini dulu,"
Jordan menuruti perintah anak itu, kemudian memotong sayuran dan daging yang di berikan nya tadi.
dan untung saja Sarah dulu pernah mengajari Jordan memasak, jadi dia bisa membantu Morgan dengan benar.
"sini biar Morgan rebus sayuran nya"
ucap Morgan saat Jordan sudah selesai memotong.
"paman tolong buatkan bubur untuk mami ya"
lanjut nya
dengan penuh semangat Jordan menganggguk dan segera memasak bubur untuk Sarah.
Diam diam, Wanda dan Gerry mengambil beberapa foto yang indah itu bahkan sempat di video oleh mereka. momen ini tidak akan terlupakan oleh mereka, Seorang ayah dan anak yang memasak untuk ibunya yang sedang sakit. jarang sekali mereka berdua melihat Jordan yang tersenyum seperti itu.
akhir nya, selama memasak pun Morgan lah yang memerintah dan Jordan yang melakukannya. sampai sampai tangan Jordan tidak sengaja menyentuh panci yang panas, tapi ia menyembunyikannya dari Morgan. ia takut anak itu akan merasa bersalah.
srrr...
mendengar suara bisik di bawah, membuat Sarah terbangun dari tidur nya.
ada apa di bawah?
Sarah merasakan tubuh nya yang sudah sedikit membaik, ia pun mencoba untuk berdiri dengan tiang infus milik nya.
pelan pelan, Sarah bisa berdiri lalu mencoba untuk berjalan ke luar kamar.kemudian ia dari atas melihat Wanda dan Gerry yang sedang tersenyum melihat ke arah dapur.
__ADS_1
ada apa di dapur?
batin nya.
Sarah pun berdeham cukup keras hingga Wanda menoleh ke atas, Wanda tampak kaget yang melihat Sarah sudah berdiri di atas.ia segera menepuk pundak Gerry lalu menyusul Sarah ke atas.
"bu direktur, anda baik baik saja? anda sudah bangun? "
tanya Wanda khawatir.
"ada apa di dapur? "
tanya Sarah tampa menjawab Wanda.
"itu, Morgan sedang memasak"
jawab Wanda.
"aku mau turun"
kata Sarah, Wanda pun memanggil Gerry dan membantu Sarah turun dari tangga sampai ke meja makan.
deg,
langkah Sarah berhenti saat melewati dapur, ia melihat Morgan yang sedang memasak dengan seorang pria sambil tertawa.
ada tatapan haru di wajah nya.
anak itu terlihat bahagia sekali, Sarah ingin sekali melihat nya seperti setiap hari nya..dan.. siapa pria itu?
dua orang yang sedang memasak itu tidak Sadar bahwa mereka di perhatikan oleh seseorang.
Saat sudah puas melihat dan lelah berdiri Sarah melangkah kan kaki nya ke meja makan dan duduk di sana.
lalu, beberapa menit kemudian....
Jordan dan Morgan sudah selesai memasak, tinggal menaruh makanan nya di meja makan.
" biar Morgan bawa sayuran nya, paman bawakan saja bubur untuk mami"
ucap Morgan lalu segera ke meja makan.
Morgan sedikit terkejut melihat Mami nya yang sudah duduk di meja makan, buru buru ia mempercepat langkahnya.
"eh mami sudah bangun? "
sapa nya Sambil menaruh Sayuran yang ia bawa tadi.
Sarah mengangguk dan tersenyum, kemudian datang lah seseorang dari belakang nya yang menaruh bubur di depan nya.
"ini bubur untuk mu"
Deg,
Jordan? apa yang dia lakukan di sini? apa dia yang memasak bersama Morgan tadi? apa mereka berdua saling mengenal? sejak kapan?
"heyy"
Jordan menyadarkan Sarah dari lamunan nya
"kau baik baik saja? "
tanya Jordan, dan bukannya menjawab Sarah malah membuang muka.
tidak peduli dengan sikap Sarah, Jordan segera mendudukan diri nya di sebelah Sarah.dan Morgan duduk di depan Sarah.
Sarah yang merasa ada kehangatan di samping nya, ia segera menoleh dan Menatap Manik mata Jordan.
tatapan mereka beradu, jarak di antara mereka pun sangat dekat.
"ekhem.. "
Morgan Membuyarkan tatapan mereka, dan membuat mereka menjadi salah tingkah.
"selamat makan"
ucap Morgan memulai makan siang nya
Sarah memakan bubur yang di buatkan Jordan terlebih dahulu, karna dia tidak tahu kalau bubur itu di buatkan oleh Jordan Sarah pun memuju bubur itu
"mm enak sekali, Ini Morgan yang buat? "
tanya Sarah.
Morgan menggeleng cepat ,
"Bukan Morgan, tapi Paman"
ucap nya sambil melirik Jordan.
"ohh... "
hanya kata itu yang bisa Sarah katakan tampa melirik Jordan, kemudian melanjutkan makan siang nya. jika bukan karna lapar Sarah tidak memakan bubur itu, lagi pula sudah terlanjur di makan oleh nya.
"eh Wanda, Gerry kalian tidak ikut makan? "
tanya Sarah, karna biasanya mereka selalu makan bersama saat di rumah.
__ADS_1
tapi sekarang kan ada Jordan, mana berani mereka duduk dan makan satu meja dengan tuan nya.
"eh tidak bu direktur, saya sudah makan tadi. kalau gitu saya ke perusahaan dulu, masih ada pekerjaan "
ucap Wanda kemudia segera undur diri dan pergi ke perusahaan.
lalu Sarah bergantian menatap Gerry dan membuat nya salah tingkah.
"eh itu bu direktur, handpone saya tertinggal di mobil. saya pergi ambil dulu"
pamit Gerry, yang tidak mau menganggu Jordan dan Sarah.
Gerry sudah merasakan tatapan sinis dari tuan nya.
Sarah menggaruk telungkuk nya yang tidak gatal, ia merasa aneh. ada yang janggal, seperti nya mereka sengaja.
selesai makan siang mereka bertiga beralih ke ruang keluarga untuk menonton tv, dan berhubung bi lastri sudah pulang jadi dia yang membereskan sisa makan siang tadi.
Sarah duduk di pinggir sofa sambil membaca majalah di tangan nya yang masih di infus itu. sedangkan Jordan, ia duduk di samping Sarah sambil memangku Morgan. mereka berdua sibuk menonton tv.
hari sudah menunjukan pukul 13.40
Morgan segera turun dari pangkuan Jordan.
"Morgan mau kemana? "
tanya Jordan.
"mau ganti baju, hari ini Morgan ada les"
jawab nya.
"oh begitu, yasudah ganti baju lah"
Morgan tersenyum dan mengagguki ucapan Jordan, kemudian pergi ke kamar nya dan segera mengganti baju.
tinggal Jordan dan Sarah di sana, situasi ini membuat mereka canggung.
"kenapa kau kemari? "
tanya Sarah membuka pembicaraan.
"aku menjenguk mu"
jawab Jordan lembut, ia sedikit menggeser tubuh nya agar lebih dekat dengan Sarah.
"jangan dekat-dekat! "
ancam Sarah.
"kenapa? kenapa aku tidak boleh dekat dekat dengan istriku? "
tanya Jordan dan membuat Sarah terkejut.
"apa maksud mu? "
tanya Sarah balik.
"kita tidak pernah bercerai Sarah, aku tidak akan pernah menceraikan mu? "
ucap Jordan tulus
"lalu? kenapa saat itu kau meminta cerai dengan ku di hadapan ayah dan ibu? "
tanya Sarah berusaha tenang
"karna saat itu aku di jebak, jika aku tidak berkata seperti itu hidupmu akan bahaya. dan kita sudah sama sama terjebak di dalam masalah yang rumit ini, tidak ada jalan lain selain menghadapi nya"
jawab Jordan, terdapat ketulusan dan ke jujuran di mata nya yang membuat Sarah tidak tega.
"omong kosong"
ucap Sarah membuang muka nya.
"kenapa? kau tidak percaya? "
"apa kau masih memikirkan masalah 6 tahun yang lalu itu? apa kau hanya akan hidup dalam masa lalu itu? apa kau tidak mau mengulang semua nya dengan baik dengan ku? apa kau tega melihat Morgan yang begitu kesepian? bagaimana pun dia juga anak ku Sarah. Mungkin aku memang salah mengatakannya anak haram, tapi aku benar benar merasa bersalah, aku ingin memperbaiki semua nya. tolong beri aku kesempatan, ini juga demi kebaikan Morgan. tolong jangan egois Sarah, anak itu juga ingin bahagia"
Sarah diam terpaku, semua yang di katakan Jordan memanglah benar, dia memang egois. dia tidak pernah tahu bagaimana kesepian nya Morgan selama ini.
sekarang apa lagi?
apa yang harus ku lakukan? .aku memang bodoh! kenapa aku bisa se-egois ini? bagaiamana pun Jordan adalah ayah kandung nya! dia berhak tahu, dia berhak mendapatkan kasih sayang dari nya! maaf kan Mami Morgan....
Sarah menahan air mata nya, menangis dalam diam dan membuat mata nya menjadi merah.
lalu.. apa yang harus aku lakukan selanjutnya?
_____________
aye....aye..... udah kebongkar gaes...
eh belum deng:v
hahaha...
penasaran sama part selanjutnya?
__ADS_1
vote dulu dong:v😂