PERPISAHAN

PERPISAHAN
part 69


__ADS_3

"hari ini apa jadwal ku Wanda? "


tanya Sarah.


"nanti jam 10.00 ada dengan klien dan setelah jam makan siang nanti ada Rapat dengan perusahaan CEO Leo "


jelas Wanda.


"oke, terima kasih, oh iya bisa aku minta data pengeluaran kita bulan ini? "


"baik Bu Direktur, akan saya ambil kan"


setelah itu Wanda pun pergi ke luar.


dan tak lama kemudian, Wanda kembali dengan sebuah di dokumen di tangan nya lalu memberi nya kepada Sarah.


setelah memeriksa data pengeluaran,


waktu pun cepat berlalu.


"ayo Wanda"


ajak Sarah, sekarang sudah jam 10.00 waktu nya Sarah untuk duduk bertemu klien.


"baik"


wanda menuruti dan segera berangkat bersama Sarah dan Gerry.


RESTORAN xxxxx


tempat Sarah akan bertemu klien nya,


Wanda menolehkan kepalanya ke kiri dan ke kanan ia mencari kliennya.


"Seperti nya klien kita belum datang"


ucap Wanda pada akhirnya


"yasudah, kita tunggu saja"


kemudian Sarah berjalan dan menduduki salah satu kursi


kalau ini Durektur Dion, pasti ia kan membatalkan Kontrak nya


batin Wanda. setelah itu ia menyusul Sarah.


30 menit kemudian


"lama sekali"


guman Sarah.


"bu direktur, apa perlu saya batalkan kontrak nya? " ucap Wanda saat mendengar ngumanan Sarah.


"jangan, kita tunggu sebentar lagi"


pintah Sarah.


ah sial! klien ini memang tidak punya aturan! bisa bisa nya membuat bu direktur menunggu, membuat ku bosan saja!


gerutu Wanda di dalam hati nya.


5 menit kemudian


"wanda, coba kau hubungi sekretaris nya"


ucap Sarah yang sudah mulai bosan.


Wanda pun mengangguk, ia punenggoroh saku kanan nya dan mengambil handpone nya


sebelum Wanda memencet nomor nya, tiba tiba Saja ada yang menelpon ke handpone nya


Wanda pum mengangkat nya.


"hallo"


"...."


"iya ada, ada urusan apa ya? "


"....."


"apa?! "


"....."


"baiklah, saya akan segera kesana"


tut.. tut..


wanda mematikan Telpon nya.


"ada apa? siapa yang menelpon? "


tanya Sarah saat melihat wajah Wanda yang khawatir.


"kepala sekolah nya Morgan bu direktur "


jawab Wanda sedikit Ragu.


"apa kata nya? kenapa kau seperti orang cemas begitu? "


tanya Sarah lagi.


"tadi.. kepala sekolah nya Morgan bilang bahwa.. M... Morgan berkelahi dengan teman nya" jawab Wanda gugup


"apa?! "


"ayo, kita ke sekolahan nya"


dengan segera Sarah mengmbil tas nya dan segera menuju ke parkiran lalu di susul oleh Wanda dan Gerry


#Di dalam Mobil


pikiran Sarah kacau bagaimana bisa Morgam melakukan itu? ada apa dengan anak itu? tidak biasa nya ia berkelahi dengan teman nya.

__ADS_1


kenapa Morgan melukan itu? selama ini Morgan tidak pernah membuat masalah dengan teman nya di sekolah. anak itu selalu bersifat manis dan lugu, tidak mungkin ia melakukan hal ini. pasti ada yang memanggunya.


Batin sarah


"bu Direktur kita sudah sampai "


ucap Wanda hingga membuyarkan Sarah dari lamunanya.


"eh,, iya"


Sarah pu dengan tergesa gesa berjalan ke arah ruangan kepala sekolah dengan sedikit berlari.


clek...


Sarah membuka pintu ruangan kepala sekolah, dengan nafas nya yang ngos ngosan.


eh?


Sarah mengerutkan dahi nya saat ia melihat ke dalam Ruangan.


di sana ada Morgan yang duduk di sofa dengan wajah dingin nya, dan yang membuat Sarah bingung adalah Pria yang di samping Morgan.


Pria itu sedang memangku gadis kecil yang kira kira seumuran dengan Morgan.


dengan cepat Sarah berjalan ke arah pria itu dan menunduk ke arah nya untuk meminta maaf.


"maaf tuan Saga, maaf kan Morgan dia masih kecil jangan terlalu di ambil hati. jika putri ada luka pada putri anda maka saya kan merawat nya hingga sembuh"


ya, pria itu adalah Tuan saga.


dan Sarah meminta maaf kepada Tuan Saga karena ia berfikir bahwa Morgan telah berkelahi dengan putrinya yang ada di pangkuannya itu


"mami"


panggil Morgan


"eh.. iya? "


Sarah pum menoleh ke arah Morgan


"apa yang mami lakulan, aku tidak pernah berkelahi dengan nya. tapi dengan anak itu"


ucap Morgan sambil menunjuk anak laki-laki yang duduk di depan meja kepala sekolah, anak itu terlihat sedang memegang lengan nya.


ya ampun! aku salah orang!


batin Sarah


"em.. maaf Tuan saga. Saya salah orang"


ucap Sarah malu


kemudian Tuan Saga menunjukan senyum simpul nya.


"iya, tidak papa"


Sarah pun membalas senyuman itu.


kemudian ia beralih duduk di samping anak laki-laki yang di tunjuk Morgan tadi lalu menghadap kepala sekolah.


"nyonya Sarah, Tuan Saga dan putri nya lah yang melapor bahwa Morgan dan teman nya berkelahi di dekat taman"


"katanya mereka saling mengejek, tapi akhir nya mereka pun bertengkar "


lanjut nya lagi.


Sarah pun mengangguk mengerti


"saya mengerti pak, saya harap masalah ini tidak akan di perpanjang lagi dan saya akan menyelesaikan nya secara baik baik"


"baiklah "


kemudian Sarah menoleh ke samping nya ia menatap anak kecil itu dengan tatapan Sedu


"masih sakit? "


tanya Sarah sambil mengusap lembut lengan anak itu


"tidak lagi "


jawab nya lalu menyingkir kan tangan Sarah.


"nama mu Siapa? "


tanya sarah lagi


"Adit "


jawab nya singkat.


"maaf kan Morgan ya"


ucap Sarah lembut


adit menatap Sarah dengan tatapan iba.


ia tidak tega melihat wajah Sarah yang memohon itu.


"tidak papa, lagi pula Adit yang salah kok"


balas anak itu.


kemudian Adit pun turun dan berjalan ke arah Morgan. anak itu mengulur kan tangan nya kepada Morgan


"Morgan, Adit minta maaf"


ucap nya lirih


Morgan menatap adit dengan senyuman


"iya, Morgan juga minta maaf"


balasnya lalu menyambut tangan nya Adit kemudian mereka berdua berpelukan.


"Adit mau pulang bareng bibi dan Morgan? "

__ADS_1


tanya Sarah.


"tidak, sebentar lagi papa Adit bakal Jemput "


"oh begitu ya"


"iya, kalau begitu Adit pulang duluan ya"


ucap Adit sambil melambaikan tangan nya kepada semua orang.


"sudah aku bilangkan, sekarang mami mu sudah datang tu"


ucap putri nya Tuan Saga.


"iya, lain kali kami tidak akan bertengkar"


balas Morgan.


"gadis yang manis, siapa nama mu? "


tanya Sarah kepada putri nya Tuan saga.


"Miko"


jawab anak itu sambil tersenyum.


ah,, manis sekali..


"dan ini papa ku"


lanjut nya sambil menunjuk Tuan Saga dengan jari nya.


Tuan saga pun tersenyum kepada Sarah.


"kalau begitu kita pulang duluan ya"


"ah iya, terima kasih Tuan Saga. jika tidak ada anda mungkin masalah ini akan bertambah besar"


"iya, sama sama. kami pergi dulu"


"baiklah "


"Morgan, Miko pulang dulu yah"


ucap Miko sambil melambaikan tangan nya kepada Morgan, dan Morgan membalas nya dengan anggukan


"ayo kita pulang"


ajak Sarah


Morgan menganguk


"pak kelapa sekolah, kami permisi dulu ya"


ucap Sarah sebelum keluar.


"Kenapa morgan berkelahi dengan nya? "


tanya Sarah saat sedang berjalan menuju parkiran


"dia mengejek Morgan"


jawab Nya


"memang nya dia mengejek apa? "


tanya Sarah lagi


"Ck, masalah nya kan sudah selesai. jangan di bahas lagi mami! "


ucap Morgan kemudia Morgan berlari terlebih dahulu dan meninggalkan Sarah


anak itu kenapa lagi?


batin Sarah.


"Bu direktur "


panggil Wanda


"eh iya? "


"saya tadi sempat berbicara dengan tuan Saga, dan tuan Saga bilang teman nya itu mengejek Morgan"


"mengejek apa? "


"dia mengejek bahwa Morgan tidak punya ayah, dan saat mendengar itu Morgan pun mendorong teman nya lalu mereka mulai berkelahi"


Duarr...


rasanya ada petir yang menyambar di hati Sarah.


Sarah terhuyung namun ia masih tetap bisa menegakkan dirinya Sarah mundur beberapa langkah menyandarkan tubuhnya ke dinding sekolah dan tanpa sadar ia mengeluarkan air matanya.


ternyata itu alasan nya, pantas saja ia marah saat aku tanya tadi. ternyata seperti ini.


aku tidak bisa melihat nya seperti ini walaupun ia terlihat seperti anak yang bahagia, ia pasti merindukan dan penasaran dengan sosok ayah nya selama ini.


batin Sarah.


hiks.. Sarah mengusap air mata nya, namun air mata itu tidak berhenti keluar.


yang lebih parah nya adalah, Semenjak Morgan lahir ia tidak pernah menanyakan keberadaan ayah nya. bagaimana mungkin Morgan bahagia, dan bagaimanapun Morgan berhak mendapat kasih sayang seorang ayah


manun sayang nya ia tidak pernah bertanya.


mami, dimana papi?


mami, siapa papi Morgan?


tidak pernah,


anak itu tidak pernah bertanya, dan Sarah pun belum sanggup memberitahukan nya kepada Morgan.


_______

__ADS_1


😢


hallo semua jangan lupa vote 😊


__ADS_2